VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 14



Alcie menghela nafasnya. Lalu ia menjawab. "Oujo dan rombongannya adalah sekelompok bandit dari Ras Orc. Mungkin, sudah 3 minggu yang lalu, mereka tiba-tiba datang ke desa ini untuk merampas harta-harta semua penduduk disini. Bahkan para Gadis di desa ini ingin mereka ambil diculik. Beruntung warga disini memiliki petarung bisa mengatasinya dan mengusirnya."


"Padahal, sudah hampir 100 tahun desa ini selalu aman. Dan tak pernah dimasuki oleh bandit atau sejenis penjahat lainnya." lanjutnya.


Queen terdiam dan bersikap tenang saja setelah mendengar penjelasan Alcie. Tetapi, ia masih tak menyangka kalau pedesaan yang baginya nyaman dan damai, bisa juga di datangi oleh sekelompok bandit.


"Aku tidak akan diam saja."


Queen menoleh ke arah Willa yang baru saja bersuara. Alcie menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, kita di dalam rumah saja."


"Tapi bu, mana mungkin aku tinggal diam begitu saja. Kalau audah membuat mereka pergi, tapi, kenapa mereka kembali lagi ?" kata Willa.


Willa pun berdiri dari duduknya. "Aku akan membantu ayah."


Willa menjauhi meja makan, ia berjalan menuju kamarnya. Tak lama kemudian, ia keluar dari kamarnya, dan itu sudah jadi perhatian Queen, karena Willa sudah memegang sebuah pedang, dan kedua matanya sudah berubah merah menyala.


Alcie bangkit dari duduknya "Kamu mau kemana dan untuk apa kamu membawa pedangmu ?"


Willa menjawab. "Bukankah sudah jelas ? Aku akan membantu ayah dan yang lainnya." ia langsung pergi keluar rumah, tanpa menunggu balasan ucapan ibunya.


Alcie duduk kembali sambil memijit pelipisnya. Queen bersuara. "Apa bibi tidak menghalanginya ?"


"Percuma bila aku atau ayahnya melarangnya. Jika sudah memegang pedang, ia akan sulit diberitahu." jawab Alcie.


"Apa tidak apa-apa ? Dia membawa pedang loh." balas Queen.


Alcie menatap Queen, lalu ia terkekeh. Queen pun heran. Alcie pun menjawab. "Sebenarnya Willa menguasai seni bela diri pedang, karena 10 tahun yang lalu, Willa pernah menjadi Petualang Guild di kota Kerajaan Ophelia. Dan tiba-tiba ia memilih berhenti."


Mendengar Willa yang pernah menjadi Petualang, Queen terkejut, lalu ia memegang dagunya. Ia teringat kata-kata Willa di kemarin hari saat awal pertemuannya, dan juga ia merasakan kalau Willa bukanlah Vampir biasa, dan ternyata Gadis itu pernah menjadi Petualang dan menguasai seni bela diri pedang.


Lalu Queen bertanya. "Kenapa dia berhenti ?"


Alcie menghela nafasnya. "Willa tak memberitahu alasannya kenapa dia keluar. Padahal kami sebagai orang tua tidak melarangnya bila menjadi Petualang."


Queen mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia berdiri. Alcie bersuara. "Kamu mau kemana Queen ?"


"Aku penasaran, aku ingin melihat para bandit Orc itu, dan ingin membantu. Biasanya aku bertemu dengan bandit dari Ras Manusia di hutan." jawab Queen.


"Mereka berbeda, kamu masih baru disini lebih baik jangan keluar. Mereka pasti akan menangkapmu." balas Alcie yang juga bangkit dari duduknya.


Queen menjawab. "Tenanglah, semua pasti baik-baik saja. Lagi pula aku tidak akan tinggal diam bila ayah dan saudariku kesusahan, bukankah kalian sudah menganggapku sebagai keluarga ?" Queen langsung pergi dengan kecepatan hebat miliknya tanpa menunggu jawaban Alcie.


Sementara Di waktu bersamaan, terlihat 40 pasukan Orc di halaman depan, yang dimana tempat itu adalah tempat awal bila ada pengunjung yang masuk ke dalam desa. Semua anak, semua gadis, semua wanita, dan orang tua lainnya yang tak bisa bertarung menutup pintu rumah mereka dan tak keluar. Mereka memilih menunggu orang terkasihnya membereskan para Orc itu.


Ras Orc berbadan besar, dan sangar. Salah satu dari mereka memakai pakaian zirah besi, dialah Ouja, sang pemimpin pasukan bandit Orc. Karena keserakahannya, ia menginginkan gadis-gadis dan semua anak kecil untuk perpedagangan budak. Bagi Ouja, ini adalah yang pertama kalinya ia memasuki wilayah Kerajaan Ophelia. Karena selama ini ia melakukan kejahatannya di wilayah tengah.


Karena wilayah tengah tidak ada Kerajaan yang berdiri, jadi ia bisa melakukan hal seperti itu, lagi pula ia memiliki pendukung beberapa Bangsawan yang diam-diam kerja sama dengannya. Sebelumnya, 10 Orc datang ke desa ini, tetapi Darien dan yang lainnya bisa mengatasinya, dan berhasil membuat mereka mundur. Dan sekarang yang datang 40 Orc.


Beberapa Ras Orc melawan beberapa warga desa yang terdiri dari Darien dari Ras Vampir, Ras Elf, Ras Manusia, Ras DemiHuman Singa, dan Ras Ogre. Ada 20 pertarung dari penduduk desa yang melawan mereka untuk mempertahankan desa mereka.


Tiba-tiba Willa melesat datang dan langsung menusukkan pedangnya ke salah satu Orc yang berdiri di barisan depan. Darien yang tengah bertarung terkejut melihat Putrinya tiba-tiba datang.


"Kenapa kau datang kesini ?" teriak Darien.


Tiba-tiba sebuah hantaman mengenai pinggangnya. Darien terdorong beberapa langkah. Lalu ia mengimbangi tubuhnya agar tidak terjatuh, kemampuan regenerasi aktif memulihkan luka dan rasa sakitnya.


Ternyata seorang Ras Orc yang merupakan lawannya menghantamnya dengan pemukulnya. "Saat sedang bertarung, jangan alihkan pandanganmu dari lawanmu."


Darien kesal, ia pun kembali bertarung dengan lawannya. Sementara disisi Willa, ia menarik pedangnya yang sudah membunuh salah satu Orc. Ouja yang melihat dia, ia tersenyum, rasanya ingin sekali membawa Gadis Vampir itu, dan mencicipinya, dan setelahnya ia jualkan ke perdagangan budak.


Begitu tidak sabarnya, Ouja memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang para pertarung penduduk desa. Dan ia sendiri yang akan menghadapi Gadis Vampir itu. Willa melihat semua Orc bertarung melawan penduduk desa.


Brakk...!!


Willa melompat mundur menghindari serangan Ouja padanya dengan senjata gadanya. Willa menatap tajam kepada pemimpin bandit Orc ini.


Ouja yang ditatap tajam oleh Willa malah tersenyum. "Aku suka tatapan matamu. Aku jadi semakin menginginkanmu."


Willa tak menjawab, ia maju dan langsung melesat dan menyerangnya dengan pedangnya. Dan sesekali, ia mengenakan Sihir Apinya untuk menyerang, tetapi tubuh Ouja tidak terluka karena menggunakan Zirah besi yang sudah tertanah oleh Sihir. Willa lebih serius menyerangnya dengan seni bela diri pedang miliknya.


Beberapa menit Willa dan Ouja bertarung, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari salah satu Orc. Semua petarung di desa menoleh, seketika terbelalak. Seorang Orc berhasil menculik paksa dan menyandera seorang anak Elf perempuan. Semua penduduk pertarung desa menghentikan perlawanan mereka, dan menjatuhkan senjata mereka.


Willa pun juga menghentikan serangannya. Ouja mendekati Willa, dan meminta Gadis Vampir ini untuk menjatuhkan senjatanya. Willa menurutinya. Bruukk...!! Tubuh Willa terjatuh ke tanah setelah Ouja mendorongnya.


"Lepaskan pakaianmu !!" ucap Ouja memberi perintah kepada Gadis Vampir itu.


Willa yang masih terduduk di tanah pun terkejut mendengarnya. Ia menatap tajam ke arah Ouja. Darien, Sang ayah yang tak terima dan akan melawan, tetapi mendengar teriakan gadis kecil Elf yang disandera, berteriak saat Orc yang menyanderanya akan menghantamnya dengan senjata gadanya. Darien pun mengurung niatnya.


__________________


Jangan Lupa Like.