
Peter berasal dari Dunia D-26. Dua Minggu sebelum ia berangkat ke Dunia D-10, Peter mendapat perintah dari Seniornya, dan Pria Tua penjaga Multiverse. Dirinya yang baru saja menyelesaikan pelatihannya selama dua minggu. Setelah selesai, ia pun menjalani tugasnya, yaitu pergi ke Dunia D-10, dan mencari seorang Gadis setengah Vampir yang bernama Queen. Gadis itu juga seorang yang telah direinkarnasi.
Namun di luar dugaan, Benua Arran yang seharusnya tempat dimana Queen tinggal, ia malah berada di sebuah Benua yang berbeda. Karena tak ingin tergesa-gesa yang berunjung rencananya berantakan, ia memilih cari informasi tentang Dunia D-10 selama ia tinggal di Benua tersebut. Hampir 2 hari ia menjelajahi hutan, entah sudah berapa monster dan bandit yang telah ia bunuh. Ia pun mendapat secuil tentang Benua yang ia tinggali, yaitu Benua Cerah.
Peter bisa tau nama Benua yang ia tinggali sekarang, setelah salah satu bandit yang ia tahan, yang sebelum ia bunuh, ia banyak memberi pertanyaan. Hari ke-3, ia pun keluar dari hutan itu, tetapi sebelum itu, ia memakai masker, dan memakai jubah yang ia rampas dari salah satu bandit yang ia bunuh sebelumnya, karena dari penampilannya, sudah pasti dirinya sangat mencolok. Dia telah sampai di sebuah pedesaan yang terbilang cukup damai, meski masih ada sekelompok penjahat kecil yang berkeliaran diluar desa.
Desa itu terbilang berada di dalam wilayah salah satu Kerajaan. Dan ada hal yang membuatnya terkejut, yaitu semua penduduknya semua terdiri dari berbagai Ras. Dari semua Ras, ada 1 Ras yang unik, yaitu Ras Campuran. Ras Campuran adalah salah satu mahluk hidup atau banyak terlahir berdarah campuran. Mahluk tersebut terlahir dari perkawinan silang antar 2 Ras yang berbeda. Misal, laki-laki dari Ras Manusia menikah dengan perempuan dari Ras Elf, atau sebaliknya.
Tak hanya Itu, ada juga laki-laki dari Ras DemiHuman menikah dengan perempuan dari Ras Elf. Maka anak mereka yang terlahir berdarah campuran, mereka disebut Ras Campuran. Biasanya, anak yang terlahir dari pasangan Ras yang berbeda, maka anak yang terlahir akan berdarah campuran. Dan fisiknya bisa menyerupai salah satu kedua orang tuannya. Mareka mereka disebut Ras Campuran.
Semua hidup berdampingan tanpa saling membedakan satu sama lain meskipun terlahir sebagai Ras Campuran. Bahkan di Benua itu, juga ada banyak Manusia setengah Vampir. Peter sendiri kaget akan hal itu. Ia kaget bukan karena adanya Ras Campuran, tetapi ia kaget karena ia baru pertama kalinya melihat mahluk hidup selain Ras Manusia di Benua Cerah. Bukannya takut, tetapi ia merasa tergoda untuk tinggal di Dunia D-10.
******
Waktu sekarang.
Queen yang mendengar cerita Peter, ia tidak bisa untuk tidak terkejut. Dirinya tak menyangka kalau ada Ras Campuran di Benua Lain, bahkan banyak Manusia setengah Vampir sepertinya juga tinggal disana.
"Apakah ceritamu itu hanyalah karangan saja ?" Queen bertanya dengan menatap tajam ke arah Peter.
"Sudah kuduga, kamu akan sulit untuk mempercayai hal ini." Peter membalas dengan senyumannya dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Queen pun duduk di pinggir kasur ranjangnya. Kini Queen dan Peter saling duduk bersebelahan. Laki-laki muda itu menoleh dan melihat ekspresi wajah yang rumit dari Gadis setengah Vampir yang duduk disebelahnya.
Peter berkata. "Apa kamu merasa terbodohi oleh cerita Mitos tentang Manusia setengah Vampir."
Gadis setengah Vampir itu menoleh dan memandang dingin ke arah laki-laki yang usianya jauh lebih muda darinya. "Kamu bilang, aku bodoh ?" ucapnya sambil menunjukkan dirinya.
"Ahh, maaf kalau kamu tersinggung dengan kata-kataku." jawab Peter dengan nada menyesal. Queen tak menjawab, ia menoleh kembali dan menatap ke arah lurus.
Mereka berdua masih duduk bersebelahan. Mereka saling diam, tiba-tiba Queen tersadar, ia merasa ada yang kurang dengan cerita Laki-Laki muda yang duduk di sebelahnya ini. Ia menoleh dan memandang Peter yang juga memandangnya.
"Dari ceritamu, Benua Cerah itu memiliki penghuni tak hanya semua Ras, tetapi banyak juga yang terlahir sebagai Ras Campuran hasil dari perkawinan silang. Lalu kenapa di Benua ini tidak ? Dari yang kudengar bayi-bayi yang terlahir akan memiliki fisik yang cacat dan hanya bisa bertahan tak lama setelah dilahirkan." kata Queen dengan serius.
Peter pun mengeluarkan sebuah Buku dari cincin penyimpanannya. Tak hanya itu, ia juga mengeluarkan lembaran-lembaran kertas yang berisi tulisan-tulisan saja.
Pertama,Peter menunjukan buku yang terlihat kuno yang baru saja ia keluarkan. "Buku ini adalah buku sejarah Dunia ini, aku mendapatkannya dari salah satu perpustakan di Kota Kerajaan disana. Kau tau ? Huruf dan Tulisan di Benua disana sama halnya dengan tulisan di Bumi, yaitu Alfabet Latin atau huruf abjad. Ya, meskipun kita berdua berasal dari Bumi yang berbeda, tetapi aku sudah pasti, kalau tempat asal kita masing-masing memakai Alfabet Latin."
Queen terkejut lagi. Peter menyerahkan buku itu dan Queen pun menerimanya, lalu membuka covernya, dan membaca isi buku itu dari halaman pertama. Peter pun sambil menjelaskan. "Selama aku di Benua Cerah, aku banyak mendapat informasi tentang sejarah Dunia ini. Intinya, hampir 1 juta tahun yang lalu di Dunia ini, hanyalah memiliki 1 Benua saja sangat-sangat luas, bisa dikatakan 3 kali lipat dari Benua ini. Benua itu bernama Benua Enas, dan dipimpin oleh hanya seorang Raja, yang tak lain Raja itu seorang Pria dari Ras Manusia, dan dia seorang Raja yang cukup dibilang kejam."
"Semua awalnya baik-baik saja. Namun suatu hari, ada 1 hal yang dianggap masalah, yaitu lahirnya seorang bayi dari perkawinan silang, antara berbeda Ras. Sang Raja tak senang akan hal itu. Tetapi tak ada warganya yang keberatan memiliki keturunan Campuran, justru mereka senang, karena bisa memiliki keturunan dari orang yang mereka suka, meskipun dari Ras yang berbeda. Jadi Raja memilih diam." kata Peter menjelaskan inti cerita dari dalam buku itu yang kini sedang dibaca oleh Queen.
Peter meneruskan. "Selama bertahun-tahun, sudah banyak sekali bayi yang terlahir dari perkawinan silang. Pada akhirnya Raja pun geram, karena menurutnya menjijikan jika memiliki rakyat yang terlahir dari perkawinan silang. Dia pun bertindak, yang dimana seorang Raja, kata-katanya adalah mutlak. Akhirnya dia memerintahkan semua prajuritnya untuk membunuh bayi-bayi yang terlahir dari perkawinan silang. Ada yang tidak mendukung Raja karena mendukung akan perubahan era atau revolusi."
"Tetapi ada juga yang mendukung Raja demi mempertahankan tradisi. Karena itulah, terbagilah 2 kubu yang saling berperang. Di pihak Raja banyak memakan korban. Ada salah satu penyihir kuat dari Pihak revolusi, dia tak ingin banyak korban dari perang saudara. Penyihir itu membuka solusi, yaitu dia menggunakan Sihir terkuatnya untuk membagikan Benua Enas menjadi 2." panjang lebar Peter menjelaskan.
__________________
Jangan Lupa Like.