VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 64



Peter tersenyum mendengar kalau salah satu seniornya ini khawatir padanya. Sean berkata lagi. "Baiklah, aku akan kembali. Kau tau 'kan, Multiverse kita benar-benar terancam, jadi jangan berlama-lama disini. Kalau dia tak mau, tak apa-apa, kamu bisa kembali."


Sean mengeluarkan sebuah Ring dari cincin penyimpanannya. Ia Mengalirkan sedikit energi mananya ke Ring yang kini ia genggam. Lalu Sean melempar Ring di hadapannya. Ring itu pun berubah menjadi sebuah portal. Ia pun berjalan mendekati portal itu.


Sebelum masuk, ia menoleh dan memandang Peter sambil tersenyum. "Sebelum kamu kembali, selesaikanlah perasaanmu dulu, setidaknya itu membuatmu lega meski sedikit."


Setelah berkata itu, Sea pun masuk ke dalam portal. Portal itu pun tertutup dan menghilang. Peter menghela nafasnya setelah melihat kepergian seniornya. "Ya, aku terlalu muda, sehingga aku terlalu mudah terbawa perasaan."


Lalu ia menambahkan. "Tapi benar apa yang telah dikatakan oleh senior Sean, tidak ada salahnya bila aku mengungkapkan perasaanku sebelum aku pergi." Peter pun berlari meninggalkan tempat itu.


.....


Disisi Lain, Queen dan Willa dalam perjalanan pulang. Lagi pula langit sudah akan gelap. Setelah beberapa jam kemudian, Queen dan Willa sudah kembali ke Kota Kerajaan Ophelia. Mereka memilih pergi pulang ke penginapan, dan mereka berdua sudah berencana besok pergi ke Guild Petualang esok hari untuk melapor kejadian.


Selama perjalanan di Kota Kerajaan menunju penginapan, seperti biasa, Queen dan Willa menjadi pusat perhatian semua orang. Terutama para laki-laki Ras Manusia, mereka seakan tidak berkedip menatap Queen dan Willa yang berjalan melewati mereka, mungkin karena efek setelah mengetahui sejarah Benua Arran.


Tetapi mereka memilih cukup memandang mereka. Mereka tak berani, bukan hanya karena kedua terkenal cantik,dan hebat, tetapi aturan di Kerajaan Ophelia, yaitu tak boleh berbuat jahat dan sejenisnya yang bisa merugikan orang lain, karena Raja Ophelia langsung turun tangan.


.....


Mereka berdua telah sampai di penginapan mereka. Mereka memilih langsung pulang ke penginapan mereka. Queen telah selesai mandi membersihkan dirinya, ia memakai pakaian biasa untuk bersantai. Gadis setengah Vampir itu kini tengah merebahkan tubuhnya di kasur ranjangnya.


Kedua pandangannya terus ke memandang ke atas kamar inapnya. Willa terbaring di ranjang sampingnya ranjangnya Queen, ia memposisikan dirinya untuk duduk. "Kamu terus melamun." kata Willa kepada sahabatnya.


"Tidak, aku hanya memikirkan tentang apa yang sudah terjadi dengan Dunia ini." balas Queen yang pandangan terus ke atas atap ruangan.


Willa mengerut dahinya. "Benarkah kamu hanya memikirkan itu ? Atau kamu sedang memikirkan seseorang yang bernama Peter itu ?" ya, Willa sudah tau siapa Peter. Queen telah menceritakan sebelumnya. Dari awal mula bertemu, hingga akhirnya mereka berpisah.


Pandangan Gadis setengah Vampir itu beralih pandangannya ke arah sahabatnya dengan tatapan datar. "Aku tak pernah sekalipun memikirkannya."


Willa tersenyum menyeringai. "Queen, jujur saja aku orangnya cukup peka dengan tingkah seseorang, meski hanya sedikit aku bisa tau. Meksi kamu pandai menyembunyikan sikapmu, tetapi aku bisa melihat sorot matamu, bahwa kamu tidak baik-baik saja ketika menceritakan tentang Peter."


Queen menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jadi, kamu berfikir, kalau aku tertarik padanya ? Hei.., tentu saja itu hal yang tidak mungkin. Menurutku itu terkesan konyol, secara aku sudah berumur 60 tahun, mana sudi aku tertarik pada laki-laki yang umurnya sangat jauh muda dariku."


Lalu Willa menambahkan. "Apa kau lupa, sudah ada darah Vampir mengalir pada dirimu, mau sampai berumur 100 atau 200 tahun dan seterusnya, sampai kapanpun penampilan kita tetap terjebak seperti yang sekarang ini."


Queen tak menjawab perkataan sahabatnya. Ia memilih memalingkan wajahnya ke arah lain. Willa tersenyum menyeringai melihat. "Ditambah sekarang Benua ini sudah lepas dari segel. Secara Manusia sekarang bisa mendapat keturunan dari pasangannya yang jelas beda Rasnya."


Queen masih diam. Willa menghela nafasnya. "Terserah 'lah. Aku cuma mengatakan jangan menuruti egomu. Dan hilangkanlah sifat sadismu secara perlahan, atau kamu akan kehilangan dia dan membuatmu menyesal." setelah mengatakan itu, Willa membaringkan tubuhnya, dan memenjam kedua matanya untuk tidur.


Queen masih terdiam. Meski dian kini isi pikiran terus terbayang-bayang sosok Peter yang selalu tersenyum ramah kepada siapapun. Sungguh aneh bila dirinya benar-benar tertarik kepada laki-laki muda itu, karena hanya beberapa hari mengenalnya dan bersamanya, ia sudah menyukainya.


"Itu tidak akan terjadi." gumamnya, lalu Queen membaringkan tubuhnya dan ikut memenjam kedua matanya untuk tidur.


.....


Keesokan Harinya. Matahari Muncul. Hari sudah pagi. Queen dan Willa sama-sama telah bangun dari tidur mereka. Setelah beberapa lama mereka mandi membersihkan diri mereka secara bergiliran, mereka pun telah memakai pakaian gaun mereka masing-masing. Setelah selesai berdadan sewajarnya, mereka pun keluar dari kamar inap mereka.


Seperti biasa, mereka berdua menjadi pusat perhatian, dari semua penghuni di bangunan penginapan, warga Kota Kerajaan, pengunjung rumah makan Olno, hingga di Guild Petualang. Bagaimana tidak terpesona kecantikan Queen dan Willa. Tetapi mengingat kedua Gadis itu Petualang Guild yang hebat, mereka merasa tak berani mendekati mereka.


Ditambah mengingat Queen, yang tak hanya terkenal Gadis setengah Vampir, ia dikenal sosok Vampir Gila, dan Sadis. Disisi Queen dan Willa, mereka tak peduli tatapan mereka. Kini mereka berdua sudah berada di Guild Petualang. Mereka berdua telah melaporkan kejadian di Desa Harun.


Kini mereka diminta menunggu terlebih dahulu oleh resepsionis. Mereka berdua pun duduk di kursi mereka masing-masing dalam satu meja. Sambik menunggu resepsionis menyampaikan laporan ke Master Guild, mereka memesan dan menikmati cemilan.


Yang awalnya, mereka jadi pusat perhatian, kini semua pandangan beralih ke arah seorang laki-laki muda yang baru saja masuk ke dalam ruangan Guild Petualang. Tentu saja semua sejenak terdiam. Setelahnya khusus para Petualang laki-laki memandang ke laki-laki muda itu dengan tatapan tajam.


Sedangkan para Petualang perempuan terpesona laki-laki muda itu. Disisi laki-laki muda itu tak peduli akan semua orang memandangnya. Ia berjalan mendekati meja tempat dimana Queen dan Willa tengah bersantai, dan sedari tadi masa bodoh keadaan sekitar.


"Selamat Pagi, Queen." sapa laki-laki itu, sambil duduk di salah kursi kosong yang masih dalam satu meja dengan kedua Gadis itu.


Willa mengerut heran memandang laki-laki muda ini yang kini duduk di hadapannya. Karena asing dimatanya. Sedangkan Queen memandang dingin ke arah laki-laki muda itu. Gadis setengah Vampir itu bersuara. "Bukankah seharusnya kamu pergi, dan kenapa masih disini ?"


__________________


Jangan Lupa Like.