VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 30



Keesokan Harinya. Willa dan Queen berjalan keluar dari kamar penginapan mereka. Mereka berjalan menuju ke Guild Petualang. Hari ini mereka akan menjalani misi, tepatnya mereka akan membantu salah satu party yang akan mengerjakan Misi Rank A, mengalahkan Ular Hitam. Ular Hitam adalah salah satu Monster yang langka. Bisa dikatakan mereka sulit di temukan, ada rumor kalau tempat tinggal Monster tersebut berasal dari Hutan Terlarang yang berada di perbatasan Wilayah tengah dan Wilayah Utara.


Namun sekarang, entah kenapa bisa ada 1 Monster Ular Hitam masuk ke dalam Wilayah Timur, dan berkeliaran dalam hutan. Hingga membuat semua warga yang tinggal di desa dekat hutan itu, sulit mencari hewan buruan mereka. Mereka juga membutuhkan bahan makanan dan bahan baku yang ada di dalam hutan tersebut.


Sehingga kepala desa, datang ke Guild Petualang yang ada di kota Kerajaan. Meminta bantuan untuk mengatasi masalah yang menimpa desa mereka. Permintaan Kepala Desa cukup sulit, karena hampir semua Petualang Rank B keatas sedang menjalankan misi di tempat yang jauh. Mengirim Petualang Rank C, sama saja mereka mengirim korban.


Jadi Kepala Desa hanya bisa menunggu, hingga akhirnya ada salah satu party yang mau menjalankan misi itu, tetapi dari pihak Guild Petualang menyarankan untuk menambah 2 Petualang Rank B keatas untuk meningkatkan jumlah kekuatan.


Setelah lama berjalan, Willa dan Queen telah sampai di Guild Petualang. Queen memilih duduk terlebih dahulu, sedangkan Willa berjalan mendekati resepsionis. "Apa mereka sudah sampai ?"


Resepsionis bernama Nila menjawab. "Belum, mungkin sebentar lagi mereka akan sampai."


"Apa nama party tersebut ?" tanya Willa.


"Party Merak Emas." jawab Nila.


Sekilas Willa membeku mendengar nama party itu. Ya, karena dulu ia mantan anggota party itu. Yang dimana party itu dipimpin oleh Gion. Dan tepat sesuai cerita masa lalunya, yang dimana semua anggota party Merak Emas meninggalkannya saat mereka menjalankan misi melawan ular naga.


Willa langsung berjalan meninggalkan meja resepsionis yang dimana Nila menatap bingung ke arah Willa. Willa berjalan mendekati Queen yang tengah duduk di dekat salah satu meja yang kosong yang biasanya tempat para Petualang sedang bersantai dan lain-lain.


Willa pun duduk di hadapan sahabatnya, lalu memberitahunya agar menunggu. "Jadi, berapa lama kita menunggu ?" tanya Queen.


Willa menghela nafasnya. "Mungkin tidak lama lagi ?"


Dan benar saja, tiba-tiba sekelompok party masuk ke dalam Guild Petualang. Mereka berenam. 3 laki-laki (2 Manusia, 1 Elf) dan 3 perempuan (2 Elf, 1 Manusia). Salah satu mereka yang merupakan pemimpinnya, adalah laki-laki yang dipimpin oleh Gion.


Willa menatap mereka, ia mengangkat alis sebelahnya. Ia bergumam. "Sejak kapan dia memiliki anggota Ras Elf ? Bukahkah dulu isinya Manusia semua ?" karena dulu, saat ia pernah menjadi anggota partynya Gion, isinya hanya Ras Manusia. Hanya ia saja yang merupakan Ras Vampir, dan juga dulu hanya beranggota 4 saja (termasuk dirinya).


Gion dan anggota berjalan mendekati resepsionis. Nila tersenyum. "Selamat datang Tuan Gion."


Gion tersenyum puas karena disambut oleh salah satu resepsionis tercantik di Guild Petualang. "Kudengar dari Zeck (salah satu anggotanya), katanya ada 2 orang yang akan membantu kami menjalankan misi."


Nila mengangguk kepalanya. "Benar sekali. Mereka berdua dari party Gennaíos."


Gion dan anggotanya mengerut dahinya. "Gennaíos ?"


Nila kembali bersuara. "Kini mereka sedang duduk menunggu kedatangan Tuan Gion dan yang lain." sambil menunjuk 2 gadis Vampir cantik yang tengah duduk anggun di salah satu meja kursi di dalam ruangan.


Gion dan yang lainnya menoleh, seketika tak hanya dia saja, 3 teman Ras Manusia terbelalak melihatnya, sedangkan 3 rekan dari Ras Elf, hanya menatap biasa saja.


Queen tak menanggapi apapun, dengan tenangnya ia memakan cemilan yang ia beli sebelumnya saat berangkat ke Guild Petualang. Willa menatap Gion dengan datar. "Sebenarnya kami berdua tak berniat membantumu atau timmu. Tapi mau bagaimana lagi, tak ada misi sesuai dengan Rank kami."


Gion dan anggota lainnya yang sudah berdiri di hadapan kedua gadis Vampir itu tersenyum remeh, kecuali 3 dari Ras Elf yang masih bingung. Salah satu dari mereka berkata. "Sudah lama sekali kita tak bertemu denganmu, Willa."


Rekan Gion yang laki-laki juga berkata. "Kamu semakin cantik saja, Willa." lalu tatapannya menatap Queen. "Apa dia temanmu, dia juga cantik."


Willa tak menganggapinya, begitu juga dengan Queen yang terlihat santai mengemil. Mereka memilih diam.


Tak mendapat jawab Willa dan Queen, Gion memilih melangkah. "Ayo, kita berangkat."


Dia dan anggotanya pun berjalan pintu keluar Guild. Anggota laki-laki Ras Elf bersuara. "Apa kau sudah saling kenal dengannya, ketua ?"


Gion menjawab. "Ya, dulu kami 1 tim dengannya." lalu ia tersenyum menyeringai. "Dia semakin cantik saja setelah lama berhenti menjadi Petualang."


Lalu teman-teman sekaumnya mengangguk kepalanya. Yang perempuan berkata. "Aku tak menyangka dia akan kembali menjadi Petualang."


Gion dan rekan Ras sekaumnya berjalan keluar dari Guild Petualang. Lalu ketiga Ras Elf yang merupakan anggota baru hanya diam tak berkomentar apapun. Bisa dibilang mereka baru 2 tahun menjadi anggota party Merak Emas. Setelahnya, Willa dan Queen berdiri, lalu mereka berjalan ke pintu keluar Guild.


.....


Kedelapan Petualang yang terdiri dari 2 party yang berbeda, kini menjalankan misi membunuh Monster Ular Hitam. Mereka sudah diluar Kota Kerajaan. Sudah hampir satu jam perjalanan. Gion dan kelima anggotanya berjalan di depan, sedangkan Willa dan Queen berjalan di belakang. Dari mereka berdelapan, hanya 2 gadis Vampir yang diam, sedangkan Gion dan anggotanya bercengkrama.


Disisi Queen, ia paham apa yang dirasakan oleh Willa. Tanpa sahabatnya bercerita, ia sudah menebak, kalau Willa masih memiliki rasa tidak suka dengan party Merak Emas. Queen memilih diam, lagi pula aroma darah semua anggota party Merak Emas sungguh menggoda baginya, ia tersenyum.


Willa yang tak sengaja melihat senyuman sahabatnya, ia segera menyenggol pelan, dan berbisik. "Queen, aku tau isi pikiranmu, jangan berbuat yang tidak-tidak dengan mereka."


Dengan tenangnya, Queen juga berbisik untuk menjawab. "Tenang saja, aku masih bisa menahannya." lalu ia melanjutkan. "Tapi aku tidak janji." Willa melirik tajam padanya.


Saat sedang berjalan, salah satu anggota Gion, bernama Zack berbalik dan memandang kedua gadis Vampir. Ia berjalan mundur sambil tersenyum remeh. "Aku harap, kalian tidak menjadi beban untuk kami." ia memandang Willa. "Mungkin dulu kamu lebih kuat, Willa. Tapi sekarang sudah berbeda."


Willa tak menjawab, ia hanya memandang datar. Tetapi Queen, ia membalasnya. "Ya ya ya, aku harap kamu salah satu diantara kalian berenam yang menjadi beban, supaya kamu kujadikan umpan misi kita nanti."


Zeck melotot mendengarnya. Tak hanya dia saja, Gion dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan gadis Vampir yang selalu bersama Willa. Zeck yang marah dan mudah terbawa emosi, ia mengarahkan pedangnya ke arah Queen.


__________________


Jangan Lupa Like.