VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 34



Langit sudah akan gelap. Hari dan akan mendekati awal malam. Di sebuah bangunan tinggi berlantai 5. Bisa dikatakan bangunan itu adalah salah satu tempat penginapan semua orang, entah dari luar atau lokal. Bangunan itu adalah salah satu penginapan yang paling besar, mewah, dan kuat, bahkan bila ada gempa, bangunan itu masih kuat bertahan untuk berdiri kokoh. Biasanya kalangan Bangsawan dari luar akan menginap di tempat itu, tak hanya tempatnya nyaman, tetapi pelayannya yang memuaskan. Dan juga di tempat itu tersedia restauran.


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bangunan itu kuat, bahkan dalam kondisi gempa, bangunan itu masih mampu menahan tetap berdiri. Dan sekarang bangunan itu, kini tengah terasa goncangan, semua orang di dalam bingung dan juga sedikit yang panik. Sedangkan bangunan disekitaran tak terlalu terasa akan goncangan itu.


Di tempat restauran di dalam penginapan itu. "Apa yang terjadi ?" tanya salah satu pengunjung.


Seorang manager penginapan datang, ia berdiri di depan semua pengunjung, lalu ia membungkuk tubuhnya. "Maaf tuan atas ketidak kenyamanannya. Mungkin saat ini sedang ada pertarungan di atap penginapan ini."


Banyak pengunjung yang marah, karena merasa nyaman. Lalu salah satu dari mereka berkata. "Kenapa bisa begitu, seharusnya kalian mengatasi keributan yang mereka buat ?"


Pengunjung lainnya juga berkomentar. "Tidakkah kalian mengatasi masalah ini, supanya aku dan pengunjung lainnya bisa tenang ?"


Manager menjawab. "Tentu, beberapa pengaman disini sedang menuju ke atap."


Bangunan itu kini menjadi ricuh, akibat pertarungan yang terjadi di atap. Ya, karena di atap bangunan penginapan mewah itu, terlihat 2 orang yang tengah bertarung.


Terlihat Gadis cantik bertarung melawan Pria dewasa yang tampan dan berambut pirang keemasan. Gadis itu yang tak lain Queen. Dengan tongkat sabitnya, ia terus bertarung melawan Pria tampan dewasa itu. Entah sudah berapa kali Queen berhasil mematahkan dan menghancurkan pedang milik Pria itu. Tapi anehnya, Pria itu dengan mudahnya mengeluarkan pedang baru lagi dari portal yang muncul di dekatnya.


Queen melompat mundur, ia berjaga jarak. Pria itu membuang pedangnya yang sudah rusak, dan muncullah portal lagi, lalu ia menarik pedang baru lagi. Queen memasukan kembali senjatanya ke gelang penyimpanannya.


Pria itu berkomentar. "Apa kamu sudah lelah, gadis kecil ?"


Queen tak menjawab. Mata kiri Queen berubah merah menyala, semua kuku jari dan keempat gigi taringnya memanjang.


Pria itu tersenyum tenang, ia kembali bersuara. "Wah, rupanya kamu menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya."


Queen tak menjawab, ia langsung melesat cepat ke arah pria itu. Pria itu melayangkan pedangnya dengan gerakan horizontal. Namub hal diluar dugaan, gerakan Gadis setengah Vampir berubah, dia bergerak melompat, melewati Pria itu.


"Sungguh cepat." gumam pria itu.


Queen sudah ada di belakang Pria itu. Dan aka menyerangnya, tiba-tiba sebuah portal emas muncul di dekatnya. Dan keluarlah sebuah pedang, namun pedang itu meluncur dengan cepat. Dan benar saja, Queen sedikit menghindar, disaat pedang itu melewatinya, tangan kanan Gadis itu menggenggam ganggang pedang itu, dan langsung ia layangkan ke arah Pria berambut pirang itu.


Pria itu bergumam lagi. "Tapi tak semudah itu, gadis kecil."


Wsst..!!


Pria itu tiba-tiba menghilang di saat detik-detik terakhir, serangan Queen akan mengenainya.


DUAR...!!


Queen tersenyum menyeringai, meski serangannya tak mengenai targetnya. Di depannya, 10 meter darinya, Pria itu masih berdiri dan terlihat tenang, santai, dan tersenyum.


Queen bersuara. "Aku tak menyangka seranganku yang paling cepat bisa kau hindari."


"Terimakasih atas pujiannya." jawab Pria itu.


"Tapi aku yakin, kamu menghindar dengam cara yang tak biasa. Aku jadi semakin menginginkan darahmu." ucap Queen sambil menjilat bawah bibirnya.


Pria itu masih terlihat santai. "Wah, sepertinya kita harus pindah tempat."


Wsst..!!


Wsst..!!


Mereka berdua pun menghilang entah kemana, hanya meninggalkan jejak pertarungan mereka, meski tidak parah. Lalu terdengar suara beberapa langkah mendarat di tempat itu. Terlihat beberapa pria berseragam.


Salah satu dari mereka bersuara. "Apa mereka sudah pergi ?"


"Entahlah, tapi sudah jelas sekali, kalau disini ada pertarungan yang hebat."


"Sepertinya mereka sudah pergi."


Mereka saling berpandangan, dan mengangguk kepalanya. Mereka pun pergi dari sana dan kembali menjalani tugas mereka sebagai keamana penginapan.


.....


Di sebuah hutan yang lebat dan jaraknya cukup jauh dari wilayah kota Kerajaan Ophelia. Terlihat 2 orang yang tiba-tiba muncul di dalam hutan itu. Queen yang terkejut bukan main karena dirinya tiba-tiba berpindah jauh di dalam hutan. Ia melompat maju dan berbalik, melihat Pria dewasa yang masih terlihat tenang.


Queen mendarat. Kondisinya masih dalam mode Half-Vampir. Ia memasang kuda-kuda. "Kau bawa aku kemana ?"


"Tenanglah, yang jelas ini masih di Dunia barumu." kata Pria itu.


Queen terbelalak mendengarnya. Tetapi ia tak menjawab, ia masih mode waspada. Pria itu kembali bersuara. "Aku juga dulu sepertimu."


Tiba-tiba Queen melesat maju dan langsung sudah ada dihadapan Pria itu. Semua kuku jari tangannya siap menyerang, dan ia membuka mulut lebar-lebar.


Wsst...!!


Lagi-lagi Pria itu menghilang. Queen kesal hingga ia harus terjatuh di tanah. Ia pun berbalik, kedua tangannya mengepal. Ia melihat Pria itu berdiri di tempat yang jauh darinya. "Kamu hebat juga, setelah terlahir sebagai Manusia setengah Vampir, kuakui gerakanmu hampir menyamakan dengan kecepatanku."


Queen melompat maju dengan cepat. Pria itu masih terlihat tenang. Namun bukannya menyerang saat mendarat di depannya, tetapi Queen malah melompatinya. Pria itu sampai mengerut dahinya.


Tiba-tiba kedua mata Pria itu merasakan rasa perih seperti kemasukan sesuatu. "Sial...!!" umpatnya. Dalam batinnya berkata. "Tak kusangka, dia memakai tanah dan manaburiku ke mataku. Benar-benar licik tapi hebat."


Queen tersenyum menyeringai. Ia sudah mulai gila. Gila bukan karena kehausan darah, melainkan terobsesi dengan darah dari Pria yang saat ini menjadi lawannya. Ia melihat Pria itu masih kelilipan tanah yang ia taburkan.


Disisi Pria itu, ia pun menggunakan kemampuan regenerasinya untuk menghilangkan tanah dan rasa perih di kedua matanya. Setelah ia pulih, ia menoleh, seketika ia terbelalak melihat Queen sudah melompat maju cepat dalam posisi kedua tangan terbuka dan mulut yang menganga, seakan Pria itu adalah mangsanya.


Memiliki kesempatan yang tipis untuk menghindar dan ia memiliki ide jahil, ia langsung membuat Portal yang ia gabungkan dari kedua Sihir yang bertolak belakang di hadapannya. Dan benar saja, Queen yang seharusnya sedang maju dan menyerangnya, namun karena posisi setelah melompat ke arahnya, akhirnya Gadis setengah Vampir itu masuk ke dalam Portalnya.


__________________


Masih ada yang penasaran dengan siapa Pria itu ? Bisa baca cerita sebelah.


Urutan cerita atau TimeLine semua karyaku :



Jangan Lupa Like.