
Ular Hitam telah dikalahkan. Willa berjalan mendekati tubuh Monster itu yang sudah dalam keadaan gosong. Gion dan anggotanya masih berdiri diam di tempat mereka. Dan salah satu anggota Gion, Zeck entah dimana, karena Willa menendangnya dan terlempar entah kemana. Sedangkan Queen, ia berjalan mendekati Willa yang tengah memotong 2 tanduk Ular Hitam itu.
"Kenapa kamu memotong kedua tanduknya ?" tanya Queen.
Willa yang sudah selesai memotongnya, ia menjawab. "Karena kalau dijual, kita akan mendapat keuntungan yang banyak." lalu ua merilik ke arah Gion dan anggota lainnya. "Tentu saja, kita akan membagi rata kepada mereka."
Queen mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia sedikit memiringkan kepalanya dan menatap sahabatnya. "Dibagi rata ? Dibagi rata dengan anggota yang sedari tadi diam saja ?"
Gion yang terdiam di tempat ia berdiri bersama anggotanya, ia tersadar saat mendengar kata-kata Queen ucapkan. Ia berjalan cepat dengan wajah marahnya. "Kau tak tau malu !! Kami diam karena kami terkejut saat kau melempar anggotaku layaknya umpan !!"
Queen tersenyum manis memandang Gion. "Bukankah aku sudah bilang sebelumnya, kalau aku akan menjadikannya umpan. Buktinya misi berhasil, 'kan ?" jawabnya dengan santai.
"Sudah-sudah, setidaknya misi ini telah selesai." kata Willa menengahi sahabatnya dan mantan sahabatnya. Lalu ia memandang remeh kepada Gion. "Kamu tenang saja. Aku akan membagikan umpah dari hadil menjual tanduknya. Karena aku bukan orang yang menghianati hasil misi."
Ya, Willa sengaja menyinggung Gion tentang masa lalunya. Sedangkan Gion, yang merasa tersinggung tentu saja marah. Ingin sekali membalas, tetapi ia sadar, setelah melihat pertarungan Willa. Ya, kekuatan Willa jauh lebih kuat dibandingkan dulu ketika 1 tim dengannya. Karena Gion dan semua anggotanya di Rank B+. Gion semakin yakin, kalau Willa berada di Rank A. Dan ia menduga kalau sahabatnya Willa ini sepertinya jauh lebih kuat dari Willa, karena ia masih ingat, ketika perutnya disikut beberapa hari yang lalu. Dan juga ketika Zeck, sahabatnya dengan mudahnya dilempar oleh sahabatnya Willa ini.
.....
Beberapa lama kemudian. Queen, dan Willa, serta semua anggota party Merak Emas kembali berjalan untuk pulang ke kota Kerajaan. Mereka juga sudah mendapat stempel Kepala Desa, sebagai bukti mereka sudah menyelesaikan misi. Untuk Mayat Monster Ular Hitam pun ikut dibawa pulang, tetapi Gion yang membawanya, tepatnya ia menggunakan Tas Ruang Penyimpanannya yang bergantung di samping pinggangnya, jadi ia tidak perlu repot-repot mereka menyeretnya.
Willa baru mengerti kalau sekarang sudah ada Tas Ruang Penyimpanan, tak hanya untuk menyimpan senjata, dan barang-barang lainnya, tetapi juga bisa membawa mayat Monster. Karena mayat Monster juga bisa jual setelah dianggap bukti kedua yang paling kuat menyelesaikan misi. Disisi Zeck, ia berjalan dengan wajah datarnya. Dalam pikirannya ia menyesal telah menyukai Queen, dengan teganya membuat dirinya sebagai umpan. Awalnya ia mengira kalau Queen hanya menggertak saja, tetapi ternyata dirinya benar-benar dibuat kena mental.
Kalau Queen tau isi pikirannya Zeck, pasti Queen takkan berhenti tertawa Gila.
.....
Hari sudah sore, dan langit juga hampir gelap. Kelompok yang telah menyelesaikan misi Rank A telah sampai di Guild Petualang. Tentu saja, mereka menjadi pusat perhatian seisi ruangan, karena telah berhasil menyelesaikan misi Rank A, mengalahkan Monster Ular Hitam. Masing-masing dari mereka ber-8 mendapat 1 Koin Emas. Sungguh hasil yang memuaskan, karena pendapatan mereka kali ini jauh dari kata sedikit. Tak hanya itu, Willa menyerahkan kedua tanduk dan Gion menyerahkan mayat Monster Ular. Sehingga pendapatan mereka bertambah. Masing-masing dari mereka ber-8 mendapat 1 Koin Emas + 500 Koin Perak.
.....
Waktu telah beberapa berlalu. Semua kembali terpisah, Gion dan anggotanya telah pergi meninggalkan Guild Petualang. Sedangkan Queen dan Willa masih tinggal. Willa yang penasaran dengan perubahan tentang Kota Kerajaan Ophelia, ia memutuskan bertemu dengan Master Guild, karena ia sangat penasaran dengan perubahan setelah lama ia pergi meninggalkan Kota Kerajaan. Sedangkan Queen, ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan berkeliling di Kota Kerajaan Ophelia.
Dengan santainya tanpa beban, ia berjalan kaki tanpa memperpedulikan orang-orang memandangnya. Sudah jadi pusat perhatian orang-orang yang melihat kecantikannya, jika ia melepas jubahnya yang menutupi gaunnya, pasti bisa lebih dari itu. Sudah satu hari ini ia full menggunakan jati Vampirnya. Tiba-tiba ia merasakan tekanan kekuatan. Queen melihat sekelilingnya, orang-orang kota terlihat biasa-biasa saja, seakan tak merasakan tekanan kekuatan seperti yang ia rasakan.
"Aku sangat yakin, tadi ada orang disini." gumamnya, karena ia mencium aroma harum.
Berjalan ke depan gang kecil, jalan buntu. Queen mendongak, ia menebak kalau orang pergi dengan melompat ke atap bangunan. Queen pun melompat tinggi ke atas. menggunakan dinding salah satu sisi bangunan sebagai tumpuannya kakinya. Dan benar saja, tekanan kekuatan semakin kuat yang ia rasakan. Tak lama kemudian, ia sudah sampai di atap bangunan.
Ia berdiri melihat sekelilingnya, tak ada apapun, hanya bangunan-bangunan indah di kota Kerajaan yang Queen lihat. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang. "Kamu mencariku ?"
Queen langsung berbalik dan melompat mundur untuk berjaga jarak. Bersamaan ia mengeluarkan tongkat sabitnya. Ia menatap tajam ke arah pria dewasa yang mengenakan pakaian hanfu hitam dan jubah keemasan. Pria itu memang tampan dan memiliki berambut pirang keemasan.
Queen memutar-putar tongkat sabitnya, lalu ia berhenti dan langsung memasang kuda-kuda untuk waspada. "Siapa kau ?"
Pria itu terkekeh. Lalu ia menjawab. "Aku hanya orang biasa yang kebetulan mampir ke Dunia ini."
Queen sedikit memiringkan kepalanya. Ia bergumam dengan wajah bingungnya. "Mampir ke Dunia ini ?"
Lalu Pria itu berkata. "Tenanglah, aku bukan musuhmu."
Dengan tatapan dingin, Queen membalas. "Kalau kau bukan musuh, kenapa kamu mengeluarkan tekanan kekuatanmu disini ? Apa kau sengaja mencari musuh ?"
Pria itu masih saja terlihat tenang dan santai. "Aku hanya ingin mengetesmu. Apakah kamu pantas atau tidak ?"
"Apa maksudmu ?" tanya Queen, tiba-tiba ia merasakan hal yang tak baik.
Tiba-tiba dari belakang Pria itu muncullah sebuah portal bercahaya keemasan. Lalu keluarlah sebuah senjata pedang katana dari dalam. Pria itu menggenggam gangang dan menarik keluar pedangnya dari portal itu.
Setelah portal bercahaya itu hilang, tanpa basa-basi, Pria itu melompat maju dengan cepat ke arah Queen, dan langsung menyerangnya dengan serangan vertikal. Queen pun menangkis serangan Pria itu dengan ayunan tongkat sabitnya. Queen pun melompat mundur, lalu ia kembali melompat maju. Pria itu juga melompat maju.
__________________
Jangan Lupa Like.