VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 58



Serangan Sihir Api dari Goblin itu pun menghilang setelah beradu dengan serangan bongkahan-bongkahan Sihir Es yang dilancarkan oleh Queen. Tak sampai disitu, dengan kedua tangannya, Queen memutar-putarkan lagi tongkat sabitnya dihadapannya. Putaran senjatanya, menghasilkan udara yang cukup dingin, bahkan membuat Goblin yang menjadi lawannya menggigil kedinginan.


Gadis setengah Vampir itu menghentikan putaran tongkat sabitnya. Dengan tangan kanannya yang menggenggam erat senjatanya, begitu berhenti, seketika ia mengarah tongkat sabitnya ke arah langit. Dan tak ada 2 detik, di atas Queen terbentuklah sebuah pedang Es yang besar melayang di atasnya.


Queen pun menurunkan senjatanya dan langsung mengarahknanya ke arah Goblin itu yang terlihat mulai merapal Sihir. Gadis setengah Vampir itu tersenyum, dan bergumam. "Telambat."


Pedang Es diatas pun langsung bergerak maju begitu cepat ke arah targetnya. Sedangkan disisi Goblin yang memulai melancarkan Sihir Apinya, ia terbelalak melihat serangan Gadis setengah Vampir itu datang padanya. Benar, ia terlambat untuk menyerang balik. Dengan terpaksa ia langsung membatalkan Sihirnya, dan langsung mengambil langkah untuk menghindar.


Bruk...


Goblin itu terjatuh, ia meringis kesakitan. Ia menengok apa yang telah membuatnya terjatuh, padahal ia baru mengambil 1 langkah saja dan sialnya ia malah terjatuh, beruntungnya ia dapat menghindari serangan pedang Es dari Gadis setengah Vampir itu.


Memang benar, Goblin itu berhasil menghindari serangan Sihir Es dari Queen, tetapi Gadis setengah Vampir itu tentu saja tidak membiarkan Goblin itu pergi begitu saja. Goblin itu berteriak tak jelas setelah melihat salah satu kakinya sudah terpotong.


Dan ternyata, bersamaan Queen melepas serangannya tadi, ia langsung bergerak cepat dan langsung menebas salah satu kaki Goblin itu. Ia kini berdiri disamping Goblin itu yang tengah kesakitan dan berteriak tak jelas.


Queen yang berdiri di depan Goblin itu, ia bersuara. "Hahahahahaha..., lihatlah, Betapa menyedihkannya dirimu. Hahahahaha..." ucapnya sambil tertawa jahat.


"Shakdoendj hdudiejdkdk." Goblin itu berteriak kepada Queen dengan menunjukkan wajah amarahnya.


Queen berhenti tertawa. Ia mengerut dahinya. "Hei, kamu kalau ngomong yang jelas. Wek wek wek ...., bahasa alien mana itu ?" kesalnya sambil bertanya kepada Goblin itu yang terduduk kesakitan.


Gadis setengah Vampir itu pun terlihat berfikir. "Di Dunia ini, apa ada Alien ya ?" lalu ia melihat ke arah langit. "Kayanya gak ada deh." ucapnya polos. "Ahhh, lagian di Dunia asalku keberadaan alien juga belum terbukti ada." tambahnya. Lalu ia tersadar sesuatu. "Kenapa aku membahas Alien ya ? Kok aku jadi kaya orang bodoh ya ?"


"Shakdoendj hdudiejdkdk."


Queen menoleh ke arah Goblin itu yang masih terduduk kesakitan. Mahluk hijau itu berbicara lagi dengan bahasanya yang sudah jelas tidak dimengerti oleh Gadis setengah Vampir itu.


Slaassshhh....!!


"Berisik !!" umpat Gadis setengah Vampir itu setelah menebak leher Goblin itu dengan tongkat sabitnya.


Tubuh Goblin itu pun terpisah dengan kepalanya. Darah keluar begitu derasnya dari mayat Goblin itu. Queen pun berkomentar. "Kalau ngomong yang jelas. Tuh 'kan, gara-gara kamu berisik dan gak jelas kalau ngomong, kepalamu jadi lepas dari tubuhmu 'kan. Jangan salahkan aku !! Aku tidak tau apa-apa. Tanganku bergerak dengan sendirinya."


Merasa tak ingin disalahkan, entah Gadis setengah Vampir itu masih waras atau tidak. Queen mendekati mayat Goblin itu, dan kedua tangannya memegang tubuh mayat Goblin. Dirinya yang sudah tak bisa menahan hasrat Vampirnya, Queen langsung menggigit mayat itu di leher, tepatnya di bekas tebasan senjatanya.


Selagi darah terus mengaki keluar deras, dengan rakusnya Queen meminun dan menelan darah Goblin itu. Tak butuh lama, akhirnya Gadis setengah Vampir itu tersenyum puas setelah selesai meminum darah dari mayat korbannya.


Gadis setengah Vampir itu memasukan kembali senjatanya ke dalam gelang penyimpanannya. Ia memandang langit, hari telah melewati siang. Queen bergumam. "Aku ingin segera menyelesaikan misiku, mendapat bayaran, pulang ke kamar inapku dan tidur sepuasnya."


"Kenapa dia tiba-tiba datang ke dalam pikiranku lagi ?" gumamnya, kedua tangannya sambil memegang kepalanya.


"Apa dia baik-baik saja ?"


"Apa dia sudah selesai dengan urusannya yang tidak pentingnya itu ?"


"Kalau sudah selesai, apa dia sudah pergi dar Dunia ini ?"


Queen bergumam sambil memikirkan keadaan Peter. Semenjak kepergian laki-laki muda itu yang baru ia kenal beberapa hari, dirinya merasa kesepian. Seakan ada yang hilang dari dalam dirinya. Queen kembali menepis pikirannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.


"Lebih baik, aku fokus apa yang kulakukan sekarang." setelah mengucapkan kata-kata itu, ia pun meninggalkan tempat itu. Ia memilih berlari dengan kecepatan hebat miliknya.


.....


Dan benar saja tak sampai 20 menit, Queen telah sampai di tempat tujuannya. Tetapi, ia memiliki firasat yang tek enak. Jadi ia memilih berdiam berdiri di dahan pohon besar di dekat Desa tempat tujuannya. Nama Desa itu Desa Harun. Dari tempat persembunyiannya, Queen melihat sekeliling Desa itu yang benar-benar terlihat sepi.


"Kemana orang-orang di Desa ini ?" Queen bergumam heran.


Gadis setengah Vampir itu terus melihat-lihat sekeliling Desa itu di balik persembunyiannya. Queen merasa ada yang aneh. Lalu ia teringat dengan misinya kali ini. Ya, informasi tentang misi yang ia ambil bisa dibilang tidak kurang lengkap.


Sudah ada beberapa Petualang yang datang ke sana, tetapi sampai sekarang, mereka tak pernah kembali membawa kabar. Setelah tau ada beberapa Petualang yang tak pernah kembali, para Petualang lainnya memilih mengambil misi yang lain.


Saat Queen teringat tentang misinya, pandangannya teralihkan ke arah sebuah rumah yang tiba-tiba pintunya terbuka. Terlihatlah seorang Pria berbadan berotot keluar dari rumah itu. Dia memegang sebuah senjata kapak. Lalu dari belakang Pria berotot itu ada beberapa laki-laki yang juga keluar dari rumah itu.


Anak buah dari Pria berotot itu berjumlah 5 orang. Masing-masing dari mereka memiliki senjata yang bermacam-macam. Ada yang memiliki pedang, kapak, busur panah, tombak, dan gada. Queen bergumam. "Siapa mereka ? Kalau dilihat dari penampilannya, mereka memang seperti bandit."


Lalu Gadis setengah Vampir itu meneliti apa yang ia lihat, memang semua warga tak ada yang terlihat. "Sepertinya, Desa ini sudah dikuasai mereka."


Queen terus memperhatikan gerak-gerik ke-6 orang itu. Mereka ber-6 berjalan menuju ke sebuah rumah yang cukup besar, dan jaraknya lumayan jauh dari rumah sebelumnya. Queen pun melompat turun dari pohon. Ia berjalan menuju ke rumah yang sebelumnya tempat keluarnya para ke-6 orang tadi.


Dengan mengendap-endap, Queen berjalan dan bersembunyi agar tidak ketahuan. Setelah sampai di rumah incarannya, ia segera membuka pintu masuk. Beruntung pintu masuk tidak dikunci, sehingga ia bisa masuk ke dalam dengan mudah. Setelah masuk, Queen membeku melihat seisi dalamnya.


__________________


Jangan Lupa Like.