
"Bukankah seharusnya kamu pergi, dan kenapa masih disini ?" setelah berkata itu, Queen memalingkan wajahnya dan pandangannya. Meski begitu, ia merasakan jantungnya berdebar-debar.
Willa yang duduk disamping sahabatnya, ia kini mengerti siapa sosok laki-laki muda tampan yang duduk dihadapan mereka berdua. Ia memilih diam saja. Ya, laki-laki muda itu tak lain adalah Peter.
"Aku cuma mau berpamitan padamu, sebelum aku pergi." jawab Peter sambil tersenyum.
"Kalau mau pergi, kamu tinggal pergi saja, tak perlu pakai pamitan kepadaku." jawab Queend dingin, pandangannya masih ke arah lain.
Meski mendapat jawaban seperti itu, Peter masih menambilkan senyumannya. Ia tak marah sama sekali atas kata-kata Gadis setengah Vampir itu. Dan juga ia tidak peduli semua tatapan tajam dari semua Petualang laki-laki yang ada di dalam ruangan Guild.
Pandangan Peter beralih ke arah sosok Gadis Vampir yang duduk di samping Queen. Dengan sopan. Ia bertanya. "Kamu pasti sahabat sekaligus anggota satu party dengan Queen ?"
Willa tersenyum tipis dan mengangguk kepalanya. "Ya, kamu pasti Peter, anggota party kita yang baru."
Peter terkekeh. "Kamu benar, namaku Peter. Mungkin aku hanya anggota party kalian sementara, karena kedepannya, aku sudah tidak 1 party dengan kalian berdua. Aku harus benar-benar pergi."
Willa terdiam. Ia sudah semuanya, karena Gadis setengah Vampir yang duduk di sampingnya ini telah menceritakan semuanya. Disisi Queen, ia masih terus memadang ke arah lain. Mungkin jantungnya berdebar-debar, tetapi ia pandai mengkondisikan semuanya agar ia tidak banyak bertingkah atau salah tingkah.
Semua terdiam. Peter masih memandang Queen yang tak memandangnya. Dalam hatinya ia berkata. "Jujur saja, aku tak pandai dalam berkata apa-apa kepada lawan jenisku. Hahhh, parahnya aku tidak pernah."
Peter berkata. "Sebelum pergi, aku ingin berpamitan padamu. Dan juga aku minta maaf bila aku melakukan kesalahan selama kita berkerja sama."
Lalu ia menambahkan. "Seharusnya, aku tidak menghalangi apa yang kamu lakukan. Dan kata-katamu sebelumnya benar, aku bukan siapa-siapamu, dan aku hanya orang asing."
Queen masih terdiam, sedang Willa ia merasa tak enak, pasalnya ia bagaikan nyamuk. Tetapi ia ingin tau akan jadi seperti apa pada akhir dari kedua orang yang sama-sama menyembunyikan perasaan. Tetapi, ketika melihat Peter, Willa merasa kalau laki-laki muda ini akan mengungkapkan perasaannya sebelum pergi.
Meski Gadis setengah Vampir itu masih saja diam dan memandang ke arah lain, tetapi Peter tetap tersenyum, lalu ia bersuara lagi. "Aku memang orang asing, tetapi aku ingin memberikanmu waktu, perasaan, masa depan, dan hal-hal yang lain."
Peter menambahkan lagi. "Aku bukanlah orang yang luar biasa, mungkin ini terdengar berlebihan, aku merasa hal yang berbeda. Seperti yang kita tau, aku baru mengenalmu dan dekat denganmu hanya beberapa hari. Tetapi izinkanlah aku ikut terlibat denganmu."
Tak ada jawaban, atau balasan. Queen masih saja terdiam dan memandang ke arah lain. Peter masih menampilkan senyuman ramahnya. Lalu ia berdiri dari duduk. "Aku tak memaksamu untuk menjawab, cukup kamu mendengarkannya saja, aku sudah senang dan itu membuatku lega. Mungkin itu saja yang ingin kusampaikan. Jagalah dirimu."
Lalu pandangan Peter beralih ke arah Willa yang terlihat terkejut. Willa pun tersadar ketika Peter berpamitan kepadanya. Willa mengiyakan. Peter pun pergi berjalan menjauh dan keluar dari bangunan Guild Petualang. Willa menoleh ke arah sahabatnya, seketika ia mengerut dahinya ketika melihat Queen yang sedang melebarkan kedua matanya.
Willa memegang pundak sahabatnya, dan sedikit menggoyangkannya. "Hei, Queen !! Kenapa kamu diam saja ?" Queen pun tersadar, ia melihat sekelilingnya.
.....
Disisi Peter kini sudah berdiri di atap salah satu bangunan setelah ia pergi menjauhi Guild Petualang. Ia pun mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya. Peter melihat sebuah Ring yang baru saja ia ambil dan kini di dalam genggamannya. Lalu ia Mengalirkan sedikit energi mananya ke Ring itu.
Ring yang di genggamannya pun bercahaya, Peter pun melemparkannya di hadapannya. Ring itu pun berubah menjadi sebuah portal. Peter pun berjalan mendekati portal itu. "Hahhh, waktunya pergi." gumamnya sambil tersenyum. Setelah ia masuk, portal itu pun mengecil dan akhirnya menghilang.
Hap...!!
Queen baru saja mendaratkan kakinya setelah ia banyak melompat-lompati atap bangunan. Ia mengejar Peter melalui indra penciumannya. Tetapi baru saja sampai, ia sudaj terlambat. Ia melihat sebuah portal mengecil dan menghilang. Kedua kakinya Queen melemas, ia pun terduduk.
Gadis setengah Vampir itu terdiam, ia tak menampilkan ekspresi apapun di wajah cantiknya. Wajahnya menunduk dan terlihat pandangan kosong. Beberapa lama kemudian, ia pun bangkit, dan berdiri. Ia berbalik. Pandangan datar ke arah depan, ia berjalan meninggalkan tempat itu.
.....
Beberapa Hari Kemudian.
Seperti biasa Queen menjalani aktifitasnya sehari-hari sebagai Petualang perempuan. Bersama sahabatnya, yang tak lain Willa yang selalu disisinya. Sudah 5 hari semenjak Peter pergi, Gadis setengah Vampir terlihat biasa-biasa saja, ia seakan tak melupakan semuanya, dan menganggap waktu kebersamaan Peter tak pernah terjadi.
Disisi Willa, ia tak membicakan atau bertanya tentang Peter kepada Queen. Dibalik sifat sadis dan dinginnya Gadis setengah Vampir itu, Willa menebak, kalau sedangan bersantai, Queen sesekali memikirkan sosok Peter. Karena ia melihat Queen yang terkadang menggeleng-gelengkan kepalanya seakan ia menepis pikirannya.
Hari ini, Queen dan Willa tak sedang mengambil misi dulu. Mereka memilih bersantai di taman duduk di pinggir sungai yang berada di dekat pinggir Kota Kerajaan. Mereka masing-masing duduk di batu besar. Sambil menikmati darah kelinci hutan yang hangat di cangkir mereka masing-masing.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Queen tak menoleh, ia tak peduli siapa orang itu yang mendekati mereka berdua. Dari indra penciumannya, juga sudah asing sosok ini. Sedangkan Willa, ia menoleh, ia mengerut dahinya.
Orang itu terlihat seperti Pria dewasa, dia Ras Manusia dan berpakaian layaknya seorang Bangsawan. Dia malah tersenyum dan memandang Willa dan Queen. "Perkenalkan, aku adalah salah satu kepala keluarga Bangsawan di Kerajaan ini. Namaku Albert Von Osmond. Aku...."
Ucapan Pria itu terpotong oleh Queen. "Aku tidak peduli siapa kamu. Sekarang kamu bisa pergi."
__________________
Jangan Lupa Like.