VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 32



Sudah hampir setengah jam Willa bertarung melawan Ular Hitam. Dan Queen, ia masih saja duduk santai melihat sahabatnya bertarung. Sebenarnya ia berniat membantu Willa, tetapi sahabatnya itu saat bertarung memberi lirikan, yang menunjukkan kalau dirinya tak ingin dibantu. Queen pun diam, ia menghargai keinginan sahabatnya itu. Disisi Willa, ia terus melancarkan keahliannya dalam berpedang, sesekali ia menggunakan Sihir Apinya sebagai serangan. Ular Hitam itu masih terlihat gesit, meski kulitnya sudah banyak goresan pedang dan luka bakar yang dilancarkan oleh Gadis Vampir itu.


Disisi Queen, ia yang memperhatikan pertarungan sahabatnya dengan tenang. Ia juga sempat berfikir tentang macam serangan apa yang akan di lancarkan ke dalam tubuh Ular itu melalui mulut Ular itu ketika terbuka, secara Ular itu masih saja terlihat sehat meski tubuhnya sudah banyak luka. Disisi Willa, sebenarnya ia juga sepemikiran dengan sahabatnya. Tetapi untuk mendekat dan melancarkan Sihir Apinya saat posisinya di dekat mulut Monster itu, Ular itu seakan tau rencananya. Ular Hitam sepertinya cukup cerdas.


Ular Hitam itu pasti menutup mulutnya ketika Willa mendekati kepalanya. Si Ular hanya membuka mulutnya dan menggunakan taringnya untuk menyerang seakan Willa adalah makanannya. Willa melompat mundur. Dan si Ular juga diam ditempat dengan posisinya tubuhnya melingkar, dan menatap tajam ke arah Willa, ia siap maju kapan saja, meski tubuhnya sudah banyak luka. Nafas Gadis Vampir itu naik turun, Willa mencoba untuk tetap tenang, dan mengatur nafasnya. Kedua tangannya masih menggenggam ganggang pedangnya.


Willa dan Ular Hitam berhadapan dengan jarak 15 meter. Queen yang sudah bosan menunggu, ia pun berdiri, bersamaan ia mengeluarkan tongkat sabitnya. Willa lagi-lagi memberi lirikan tajam kepadanya, namun Queen mengabagaikan itu. Ia pun melangkah maju ke arah pertarungan sahabatnya yang jaraknya kurang lebih 30 meter darinya.


Queen bergumam. "Serangan fisik dan sihir tidak cukup. Ular itu masih terlihat sehat meski tubuhnya sudah banyak dengan luka."


Belum ada 10 meter Queen berjalan, ia mendengar suara hentakan beberapa kaki mendarat. Queen menghentikan langkah kakinya, tanpa menoleh ia sudah tau, siapa orang-orang yang baru saja datang. Ya, mereka adalah sekelompok party Merak Emas.


"Lihatlah Gion, Gadis Vampir itu, terlihat kewalahan menghadapi target kita." kata Zeck sambil tersenyum remeh, lalu ia berjalan lebih dulu.


Gion dan anggotanya lainnya pun juga ikut berjalan. Gion dan anggotanya sebenarnya tau apa yang Zeck incar. Ya, laki-laki itu jatuh hati dengan sahabat barunya Willa. Karena selama perjalanan tadi sebelum sampai, Zeck mengakui kalau dirinya tertarik kepada Queen, meski Gadis Vampir itu sungguh menjengkelkan, justru membuat Zeck tertarik.


Zeck berjalan mendekati Queen dengan santai remeh. Kini ia berdiri sejajar dengan Gadis Vampir itu. Sedangkan anggota lainnya berdiri di belakang Queen dan Zeck. Mereka memandang ke arah Willa yang bertarung dengan Ular Hitam.


"Lihatlah temanmu." ucap Zeck. "Dia terlihat menyedihkan bukan ?"


Queen tak menjawab. Zeck kembali bersuara sambil memandang Queen. "Dan kau sendiri, kenapa tidak membantunya." Queen masih belum menjawab. Zeck berkata lagi. "Aku tau, kamu pasti memanfaatkan dia menjadi umpan 'kan ? Secara dari wajah cantikmu, kamu terlihat santai."


Queen mengangkat alis sebelahnya sambil tersenyum menyeringai, lalu ia menancapkan ujung bawah tongkat sabitnya di permukaan tanah. Ia menoleh dan menatap Zeck. "Kau benar, aku memang sedang bersantai."


Zeck pun memandang ke arah Queen dengan senyumannya. Mereka saling memandang. Tiba-tiba Queen memegang tangannya Zeck. Laki-laki itu masih saja tersenyum, ia semakin percaya diri.


"Apa kamu masih ingat kata-kataku sebelumnya ?" tanya Queen, Zeck pun mengerut dahinya karena bingung.


Gion dan anggotanya terkejut melihat Zeck yang tiba-tiba diseret. Lebih mengejutkannya lagi dan membuat mereka berdiam beku melihat Queen dengan mudahnya melempar Zeck kearah pertarungan Willa dan Ular Hitam. Queen pun berteriak. "Willa...!!"


Willa yang tadinya menatap tajam ke arah Ular Hitam, ia menoleh ke arah sumber teriakan yang menyebutkan namanya. Si Ular pun juga ikut menoleh. Willa terbelalak, melihat mantan temannya melayang cepat di udara tak karuan ke arah Ular Hitam. Si Ular yang melihat Zeck terlempar ke arahnya, ia terlihat senang, dan membuka mulutnya lebar-lebar.


AAAAAAAAAAAAAAAAA......!!!


Zeck berteriak takut bukan main. Tak sempat memikirkan umpatan, mengutuk Queen yang sudah melemparnya kepada Ular Hitam, seakan-akan ia adalah makanan. Pikirannya saat ini adalah ketakutan akan kematian.


Willa tak ingin sia-sia melihat Ular Hitam itu membuka mulutnya lebar-lebar, ia langsung melesat secepat mungkin, di telapak tangan kirinya, sebuah bola sebesar kelereng disertai percikan Api. Ini adalah salah satu Skill Sihir Apinya yang tak pernah ia pakai dipakai. Sudah sangat dekat, Willa melompat ke arah tengah-tengah diantara Ular Hitam yang menganga lebar dan Zeck yang terlempar.


Ketika tepat di antara kedua Mahluk yang merupakan Ras Manusia dan Monster itu, Wulla langsung melempar bola Api sebesar kelerengnya ke arah Mulut Ular itu, dan benar saja, bola kelereng merah miliknya berhasil masuk ke dalam mulut Ular itu. Setelah itu, jarak Zeck yang di dekatnya, Willa terpaksa menyelamatkannya dengan cara menyingkirkannya agar tidak ikut masuk ke dalam mulut si Ular.


Braakk....!!


Zeck terlempar ke arah tempat yang lain dan jauh setelah mendapat tendangan Willa di perutnya. Sedangkan Willa, ia berhasil mendarat, dan segera melompat mundur sejauh mungkin. Tak hanya dia, Queen dan yang lainnya juga melompat mundur agar tidak terkena kejang-kejang dan kibasan ekornya si Ular. Ular Hitam itu pun langsung kejang-kejang. Monster itu mengeliat tak karuan, berguling kesana kemari. Perlahan keluarlah asap dari mulutnya. Ya, serangan Willa membakar baguan dalam tubuh Monster itu. Melukai luarnya saja tak cukup, tidak ada salahnya melukai dalamnya dengan cara Gila yang dilakukan oleh Queen.


Semua orang diam ditempat, melihat Ular Hitam itu sedang tersiksa, karena dia terlihat masih menggila di permukaan tanah. Perlahan tubuhnya tak bergerak banyak. Dan beberapa saat kemudian, akhirnya ia tumbang. Tiba-tiba tubuhnya juga mengeluarkan asap. Dan benar saja, seperti aroma daging panggang. Tak lama kemudian, tiba-tiba Ular itu terbakar.


Willa menjentik jarinya. Dan seketika Api yang membakar tubuh Ular Hitam pun mati dalam sekejap. Willa tersenyum puas, ya jujur saja dalam dirinya, meski mendapat bantuan dari sahabatnya dan mantan sahabatnya (tepatnya yang menjadi umpan), setidaknya skill yang tak pernah ia pakai, behasil membunuh Monster Rank A.


__________________


Jangan Lupa Like.