VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 50



Kejadian sebelum Peter dibawa ke istana Kerajaan. Awalnya Peter sedang membuat kartu identitas. Setelah selesai dan sudah membayar. Ia langsung menanyakan cara untuk menemui Sang Raja Kerajaan Ophelia. Tentu saja, mendengar pertanyaan itu, membuat beberapa prajurit penjaga ada bingung ada yang juga sedikit marah. Mereka menanyakan apa tujuan laki-laki muda asing ini yang baru saja membuat kartu identitas. Peter tak menjelaskan, ia hanya mengatakan sebuah hal yang penting harus disampaikan. Dan dirinya mengatakan kalau dirinya berasal dari Dunia Lain.


Beberapa prajurit penjaga itu terkejut mendengarnya. Tetapi ada juga yang ragu, dan meminta Peter untuk membuktikan. Dan benar saja, Peter melepas jubahnya. Lagi-lagi pakaian yang dipakai laki-laki muda ini membuat mereka terbelalak. Lalu datanglah pemimpin prajurit penjaga mendekati Peter. Tanpa ragu ia percaya dan meminta Peter untuk menunggu, karena hari sudah akan malam. Dan karena juga tidak pantas kalau menemui Raja Ophelia di malam hari untuk membahas sesuatu yang penting. Kecuali saat pesta malam, orang-orang penting bisa menemui sang Raja secara langsung di kesempatan itu.


Disamping itu, pemimpin prajurit penjaga memerintahkan 2 bawahannya untuk menyampaikan tentang Peter yang merupakan seseorang dari Dunia Lain. Peter berterimakasih. Tetapi ia tak diizinkan keluar dari tempat itu, dan diminta untuk tetap tinggal sampai besok pagi. Peter tak masalah. Di dalam ruangan penjaga hanya 2 buah kursi panjang. Mau tak mau Peter berbaring dan tidur di salah satunya. Dan pagi harinya ia dan beberapa prajurit dari istana datang untuk menjemput Peter.


Saat ini Peter tengah ikuy berjalan mengikuti para prajurit Kerajaan. Ia sempat melihat Queen dan ia memberikan senyuman. Lalu Pemimpin prajurit penjaga juga mengikutinya dan berjalan disamping Peter. Ia bersuara. "Kau tau, kenapa aku percaya kalau kau dari Dunia Lain ?"


Peter yang berjalan disampingnya tersenyum. "Entahlah."


"Karena aku pernah melihat beberapan Pahlawan yang dipanggil dari Dunia Lain, mereka juga berpenampilan sepertimu, dan dari auramu, aku merasakan yang berbeda." kata pemimpin prajurit penjaga yang bernama Tom.


Peter menjawab. "Maaf sekali, meski aku dari Dunia Lain, bukan berarti aku dari salah satu Pahlawan yang kamu maksud."


"Dan, kenapa kamu bisa menyebutkan orang-orang dari Dunia Lain adalah Pahlawan ? Lagipula bagaimana bisa orang-orang yang disebut Pahlawan bisa datang ke Dunia ini ?" lanjutnya, penasaran.


Tom menjawab. "Aku pernah melihat seorang dari salah satu Pahlawan datang ke Kerajaan ini. Dan tentang pertanyaanmu, bagaimana mereka bisa datang ke Dunia ini ? Karena beberapa penyihir dari Kerajaan Marigold telah melakukan Sihir pemanggilan Pahlawan dari Dunia Lain atas perintah Raja Marigold."


Peter mengangguk-angguk kepalanya. Lagipula ia pernah diberitahu oleh kedua seniornya dan Pria Tua kalau menggunakan Sihir Pemanggilan yang dilakukan oleh para Penyihir itu adalah salah. Lebih tepatnya Amatiran. (Pernah dijelaskan di OVERSOLDIER - BAB 67)


Tak ada pembicaraan lagi, karena mereka telah sampai di depan pintu gerbang Kerajaan. Mereka pun masuk setelah para penjaga mempersilahkannya.


.....


Kembali Ke Waktu sekarang.


Terlihat Gadis mengenakan Gaun Hitam Birunya tengah berlari dan melompati atap bangunan dan atap bangunan lainnya. Tak lama ia melihat istana yang dikelilingi oleh dinding pagar-pagar yang tingginya mungkin 5 meter. Queen pun melompat tinggi melewati dinding itu.


Baru saja mendarat, ia melihat halaman luas di depan istana. Lalu melihat beberapa prajurit penjaga istana yang sedang membeku memandangnya. Tak sampai 5 detik mereka tersadar dan panik.


"Penyusup !!"


"Penyusup !!"


"Penyusup !!"


"Penyusup !!"


Queen memandang mereka dingin. Para prajurit maju ke arahnya. Queen melompat ke arah mereka, dan langsung memberi pukulan keras. Tak lama ada para penjaga istana muncul Dan terjadilah keributan di halaman istana Kerajaan Ophelia. Kejadian ini pun membuat semua Ksatria Kerajaan pun datang dan ikut menyerang Gadis setengah Vampir itu.


Namun serangan Queen hanya berlaku kepada para prajurit penjaga istana. Serangannya dapat di tangkis dan ditahan oleh ke-5 Ksatria Kerajaan. Queen melompat mundur. Ia pun mengeluarkan tongkat sabitnya.


Salah satu Ksatria Kerajaan bersuara. "Kenapa kamu datang-datang membawa keributan disini ?"


Ksatria2 juga bersuara. "Jangan karena kamu terkenal hebat, dan Ras Mahluk Mitos kamu bisa bertindak sesukamu."


Queen menjawab dengan ekspresi datar. "Aku hanya ingin kalian kembalikan kenalanku. Dan perlu kalian ingat, kalau aku adalah Mahluk Mitos hanyalah omong kosong !!"


"Kenalan ? Siapa ?" sahut mereka ber-5 bersamaan karena bingung.


Queen tak menjawab, ia memutar-putar tongkat sabitnya. Terhenti ia berada di posisi kuda-kudanya. Ke-5 Ksatria pun juga kembali mengambil posisi kuda-kudanya serta senjata mereka masing-masing. Mereka pun maju dan Gadis setengah Vampir itu juga maju.


.....


Sementara Disisi Lain, diruang tahta.


Terlihat Peter tengah berdiri bersampingan bersama Tom. Mereka menghadap Sang Raja Ophelia yang kini tengah duduk di kursi tahtanya. Dia terlihat 30 tahunan, namun sebenarnya umurnya hampir mendekati angka 100. Dia terlihat muda karena ia berhasil mengendalikan energi mana di dalam tubuhnya agar tetap terlihat muda. Dia memiliki warna biru indah di kedua matanya.


Disamping itu, ada 10 prajurit penjaga istana disana, ada beberapa perdana menteri yang hadir, dan juga ada 5 Ksatria Kerajaan yang merupakan kelompok 2. Tom yang merupakan seorang pemimpin prajurit penjaga yang ikut datang, menjelaskan kalau Peter adalah sosok yang merupakan seseorang yang datang dari Dunia Lain, karena dirinya mampu bisa melihat aura seseorang, jadi ia datang untuk menyakinkan Sang Raja.


Peter memperkenalkan dirinya, setelah Tom meyakinkan Sang Raja. Raja Ophelia memandang Peter sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Jadi kau adalah Pahlawan dari Dunia Lain." kata Raja Ophelia yang bernama Charlez Von Sheffield, setelah mendengar kata-kata Tom.


Peter menghela nafasnya. "Mohon maaf Yang Mulia Raja, belum tentu semua orang yang datang dari Dunia Lain adalah Pahlawan. Aku datang ke Dunia ini karena aku tertarik untuk tinggal di Dunia ini." Ya, Peter tak mungkin mengatakan hal Tugas yang sebenarnya. Tidak apalah dianggap Naif. Setidaknya, ia bisa hidup bersama dengan Gadis yang sudah membuatnya tertarik.


"Jadi, kau datang ke Dunia ini bukan karena Sihir pemanggilan ? Dan kau bukan dari salah satu dari mereka" tanya Raja Charlez, ia terlalu berharap salah satu Pahlawan yang tinggal di Kerajaan Marigold.


Peter mengangguk kepalanya. "Benar sekali Yang Mulia, tetapi aku datang bukan karena Sihir pemanggilan atau atas kemauanku sendiri. Melainkan tiba-tiba ada sebuah lubang hitam menghisapku dan membuatku berada di Dunia ini." ia mulai mengarang cerita kenapa ia bisa datang.


Raja Charlez mengangguk-angguk kepalanya. "Jadi, apa tujuanmu ingin menemuiku ?"


Peter pun mengeluarkan sebuah buku kuno dan beberapa lembaran kertas yang pernah ia tunjukan kepada Queen. Saat akan menjelaskan, tiba-tiba seorang prajurit penjaga istana datang dengan tergesa-gesa dan langsung berlutut di hadapan Raja Charlez.


__________________


Jangan Lupa Like.