
Keesokan Harinya. Langit cerah, matahari pun sudah mulai naik, sebagai tanda hari akan mendekati Siang hari. Saat Queen tengah berdiri di tepi pantai. Ia tak sendiri, ia ditemani oleh seorang Gadis Elf, yang tak lain Sora. Sora ingin menyaksikan bagaimana cara Manusia setengah Vampir itu menjalani misinya. Sedangkan Queen, ia sendiri masih berdiam sendiri sedari pagi, bahkan Sora yang mulai bosan melihat diamnya Queen, ia mulai menjauh, dan memilih duduk di dekat pohon kelapa. Queen tengah berfikir cara untuk pergi ke laut. Menaiki kapal ? Ia tak bisa mengendara, kalau mengendara mobil, sudah pasti ia bisa, tapi jelas mustahil, mobil tak ada di Dunia barunya.
Lagian kalau dipikir-pikir, mengendarai mobil ke laut, mana bisa. Gadis setengah Vampir itu menepis pemikiran tentang kendaraan di Dunia lamanya. Tiba-tiba terdengar beberapa suara langkah kaki mendekatinya. Tanpa menoleh, Queen sudah tau bahwa ada 3 orang Ras Manusia mendekatinya.
Lalu terdengar suara yang tak asing baginya. "Hey, Nona cantik, sepertinya kamu terlihat frustasi karena tak bisa menjalankan misimu. Hahahahaha."
Suara laki-laki yang menertawakannya, lalu disusul 2 suara juga yang ikut menertawakannya. Dia yang tak lain Gorgon dan kedua anak buahnya. Sora yang melihat itu, ia segera mendekati Queen, karena kelompoknya Gorgon baginya adalah sebuah peringatan. Jika sudah berhubungan dengan pria berbadan besar itu, maka akan sulit terlepas darinya. Karena hampir setiap Petualang perempuan di Guildnya, memilih berhenti setelah berhasil terlepas dari kelompoknya Gorgon. Mungkin sudah terhitung 10 Petualang perempuan terkena mental, setelah Gorgon dan kedua anak buahnya merampas mahkotanya.
Ditambah petugas keamanan yang berjaga, tidaklah berani bila berurusan dengan Kelompoknya Gorgon. Meski hanya 3 orang, tetapi jangan diremehkan. Karena mereka terkenal licik dalam pertarungan, meski Sora tau kalau Queen adalah Petualang Rank S, tetapi ketiga orang itu tidak bisa diremehkan. Terutama kedua anak buahnya Gorgon, mereka berdua adalah kembar, mereka berdua adalah pertarung yang tekenal merepotkan.
Tetapi saat Sora akan bersuara, Gadis setengah Vampir itu melambaikan tangannya di hadapannya, menandakan kalau Sora tidak boleh ikut campur. Queen menoleh ke arah ketiga laki-laki itu sambil tersenyum manis dan menjawab. "Apakah tuan-tuan ini datang bermaksud membantuku atau hanya ingin mencari perhatian ?"
Gorgon dan kedua anak buahnya berhenti tertawa melihat senyuman Queen yang mempersona. Tetapi mereka segera menyadarkan diri. Saat salah satu anak buahnya akan menjawab, Gorgon mengangkat salah satu tangannya, di hadapan anak buahnya itu, agar tidak menjawab.
Gorgon bersuara. "Tentu saja boleh, Nona. Tetapi tidaklah gratis."
Queen masih tersenyum manis. Ia membalas. "Tidak gratis ya ? Apa syaratnya ?"
Gorgon tersenyum sesuatu. "Siapa namaku, dan jadilah kekasihku."
Gadis setengah Vampir itu masih tersenyum manis. Ia menjawab. "Boleh saja, tetapi aku mau kamu mengantarkanku ke lautan terlebih dahulu."
Gorgon tersenyum menyeringai, ia membalas. "Aku tidak bodoh Nona. Jika aku mengantarmu duluan, bisa saja kamu melupakan pembicaraan kita tentang syarat ini."
"Aku tidak mengatakan kalau dirimu bodoh, tua.. Lagi pula, kalau kamu dan kedua anak buahmu mengantarkanku, ditambah kapal yang kita naiki luas, kita bisa bersenang-senang." jawab Queen dengan senyuman manisnya.
Gorgon dan kedus anak buahnya senang bukan main. Kedua anak buahnya yang kembar bernama Ran dan Ron, mereka berdua segera mencari kapal yang lumayan besar dan sudah lama tak terpakai semenjak kejadian Naga Air. Entah itu kapalnya punya siapa, mereka langsung mempersiap kapal, dan perkiraan 1 jam kapal akan siap. Sedangkan Gorgon tersenyum puas seakan telah mendapat mangsa baru. Disisi Sora, ia tak mengerti dengan apa yang Queen pikirkan.
.....
Gadis setengah Vampir itu membuka kedua matanya, ia menoleh ke kiri. Dibalik jendela kaca, ia melihat Ran dan Ron yang berada di luar, belakang kapal. Mereka berdua sedang menggunakan Sihir Airnya untuk mendorong kapal melaju. Queen mengangguk-angguk kepalanya, ia pun mengerti cara melajukan kapal yang ia naiki. Ia pun teringat sesuatu. Ya, mungkin jarang menggunakan Sihirnya, jadi ia merasa kalau dirinya tak memiliki Sihir.
Lalu pandangan berbalik menoleh ke kanan. Queen melihat Gorgon yang juga duduk disampingnya, ia terlihat santai. "Apakah masih lama ?" tanya Queen dengan senyuman manisnya.
Gorgon menjawab. "Sebentar lagi." ia tersenyum sambil menjilat bibir atas dan bawahnya. "Bagaimana kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu."
Queen pun berdiri. "Baiklah. Tetapi biar aku yang memimpin permainannya."
Gorgon mengerut dahinya. Ia merasa aneh dengan sikap Gadis ini. Gorgon sangat yakin kalau Queen masih Gadis, ia memiliki bakat Sihir dalam penciumannya. Ia merasa aneh melihat sikap Queen yang terlihat tanpa ragu. Pria berbadan besar itu tersadar dari lamunannya, saat tiba-tiba Queen sudah duduk di kedua pahanya. Lalu Queen mengalungkan leher Gorgon dengan kedua lengan tangannya. Gorgon benar-benar terjatuh dalam pesona Queen sehingga ia benar-benar terkunci oleh kecantikan Gadis ini.
Gorgon tersenyum puas, ia melirik kedua anak buahnya yang terlihat kesal di balik kaca ruangan kapal. Tetapi sesuai perjanjian yang biasa mereka buat, mereka akan bergantian. Ya setidaknya Gorgon yang pertama untuk Gadis ini. Kedua tangan Gadis itu turun dari lehernya dan memegang kedua pundaknya. Perlahan, Queen memajukan wajahnya ke arah telinga kanannya. Gorgon tau, kalau Gadis ini akan berbisik dengan kata-kata yang menggoda. Ia memenjam kedua matanya, dan menunggu bisikan Queen.
Queen pun berbisik tepat di telinganya Gorgon. "Selamat menikmati." seketika Gorgon membuka kedua matanya dengan lebar-lebar karena ia merasakan rasa sakit di lehernya.
Pria berbadan besar itu mencoba mendorong tubuh Queen. Tetapi entah kenapa Gadis ini sulit terlepas darinya. "Hey...!! Lepaskan !!" ucapnya sambil memukul punggung Gadis itu.
Bukannya terlepas, tetapi kedua lengan Queen semakin erat melingkari tubuh Gorgon. Gorgon pun berdiri, kedua kakinya Queen langsung melingkari dan mengunci tubuh Pria itu. Gorgon pun baru menyadari sesuatu, Gadis ini adalah Manusia setengah Vampir. Karena Sihir penciumannya tiba-tiba mencium jati Vampir dari Gadis ini, berarti dia adalah Dhampir.
Gorgon manjadi sangat panik. Ya, tentu saja ia pernah mendengar tentang cerita Manusia setengah Vampir yang merupakan Mahluk Mitos. Ditambah mendengar berita kalau di Kota Kerajaan, Manusia setengah Vampir tinggal disana, dan terkenal sadis. Dan sekarang, sosok Dhampir itu sedang menghisap darahnya. Ia mulai merasa tubuhnya lemas, dan kepalanya pusing.
Sementara Disisi Ran dan Ron, sambil sedang menggunakan Sihir Airnya, mereka berdua menatap ke arah kaca ruangan, meski tak begitu jelas melihat ke dalam ruangan kapal, mereka berdua merasa iri dan tak sabar ketika terlihat dari dibalik kaca, ketuanya dan Gadis itu sedang terlihat seperti berpelukkan.
__________________
Jangan Lupa Like.