
Dimana Hari Sudah Malam. Peter dan Queen menghentikan perjalanan mereka sejenak untuk istirahat. Baru saja akan melanjutkan perjalanan mereka lagi, tiba-tiba 6 orang bandit muncul dan menghampiri mereka. Salah satu dari mereka berjalan mendekati Queen, dan Saat tangan akan menyentuh pundak Queen, tiba-tiba tangannya telepas dari lengannya dan terjatuh ke tanah.
Sontak hal itu membuat semua ke-5 bandit lainnya terdiam membeku. Dan bandit dari pemilik dari tangannya yang jatuh, ia berteriak kesakitan dan terjatuh duduk di tanah. "Aaaagggrrrrhhh....!! Tanganku..!!"
Peter yang berdiri di dekat Queen, mengibas pedang katananya. Ya, dirinya tak terima bila ada pria asing mendekati Queen apa lagi itu bandit, dia benar-benar paling tidak suka. Jadi saat bandit itu akan memegang pundak Gadis setengah Vampir itu, ia mengeluarkan pedangnya dan langsung ia ayunkan menebas tangan bandit itu.
Sedangkan ke-5 temannya masih diam membeku melihat temannya seperti itu. Queen yang masih duduk anggun di batu besar, ia menunduk dan meraih potongan tangan bandit yang barusan mau menyentuh pundaknya. Setelah meraihnya, ia tersenyum menyeringai, ia menggigitnya, dan menghisap darah dari potongan tangan bandit barusan.
Peter yang di dekatnya hanya memijit pelipisnya. "Apakah di kepalamu isinya hanya ingin menghisap darah saja ?" tanyanya. Sedangkan Queen yang ditanya, ia tak menjawab, tepatnya, ia lebih memilih menikmati apa yang ia lakukan sekarang.
Ke-5 Bandit dibuat terbelalak, melihat potongan tangan teman mereka diambil oleh Gadis itu dan menghisap darahnya. Salah satu dari mereka bersuara keras karena panik. "Dia Vampir...!!"
Lalu temannya yang dari Ras Elf juga bersuara gemetaran. "Di-dia Vampir Gila. Seharusnya, Vampir tidak boleh meminum darah Manusia tanpa izin." dia ketakutan, karena kemungkinan dirinya juga diincar, secara dalam pikirannya, Gadis yang di depannya itu melakukan tindakan tadi tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Aaaagggrrrrhhh....!! Tidak tanganku...!!" teriak bandit yang kehilangan tangannya. Ia merengek dan menangis, ia terduduk di tanah sambil menatap tangannya yang digigit dan dihisap darahnya dengan rakus oleh Gadis Vampir.
Queen membuangnya. Ia mengusap noda darah di bibirnya dengan jari jepolnya, ia pun mengemutnya. Lalu Gadis setengah Vampir itu menatap bandit yang sudah tangannya ia potong tadi. Ia tersenyum, lalu ia menundukan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke arah bandit itu. "Hei bolehkah, aku meminta darahmu ?" tanyanya dengan senyuman seringainya.
Bandit itu gemetaran ketakutan. Wajah Queen sudah dihadapannya dalam jarak 10 senti saja. Ia semakin gemetaran melihat senyuman Gadis itu. Queen kembali bersuara. "Boleh ya ? Ya ? Ya ? Ya ?"
Wusssss.....!!
Queen dan Peter melompat mundur. Ada sebuah serangan bola Api ke arahnya. Rupanya salah satu bandit yang masih sehat-sehat saja menyerangnya. "Jangan remehkan kami...!!"
Gadis setengah Vampir itu masih tersenyum lebar. Kedua matanya melebar, ia sedikit memiringkan kepalanya. "Heee..., kau juga mau memberikan darahmu padaku ?" ucapnya sambil mengeluarkan tongkat sabitnya.
Mata kiri Queen berubah merah menyala, keempat gigi taringnya dan semua kuku jarinya memanjang. Semua Bandit terkejut melihat sosok Queen yang sebenarnya. Sudah tak asing, karena berita tentang Gadis setengah Vampir sudah pernah terdengar ditelinga mereka, justru sudah menjadi peringatan bila bertemu dengan sosok itu.
Dan sekarang, mereka sedang sial, karena benar-benar bertemu dengan Gadis setengah Vampir secara langsung. Bandit elf berteriak. "Bunuh dia. Lupakab kalau kita menginginkan Gadis ini lagi. Dia seorang Dhampir !! Lebih baik kita bunuh dari pada kita yang terbunuh !!"
Ke-5 bandit mengeluarkan senjata mereka dari cincin penyimpanan mereka masing-masing. 3 memakai pedang, 2 memakai kapak. Sedangkan Bandit ke-6, dua tak bisa apa-apa, ia hanya terduduk menangis di tanah dan menatapi lengannya yang terpotong.
Peter yang melihat itu, ia memasang kuda-kuda. Sedangkan Queen yang sudah berdiri di samping Peter, ia terlihat santai sambil menggenggam tongkat sabitnya. Peter bersuara. "Apa aku boleh meminta sesuatu ? Jangan melakukan hal yang berlebihan, cukuo buat mereka tumbang saja."
Peter melirik kesal ke arah Gadis setengah Vampir ini. Peter berkata lagi. "Please, Queen jangan ada mutilasi. Aku tak tahan melihatnya."
"Ayolah, rasanya membosankan jika tak ada adegan seperti itu." jawab Queen sambil tersenyum menyeringai dan menatap ke-5 bandit yang berdiri gemetaran dalam posisi kuda-kuda mereka.
Belum sempat Peter menjawab, Gadis setengah Vampir itu langsung melompat maju ke arah ke-5 bandit itu. Terjadilah pertarungan antara Queen dan ke-5 bandit. Ke-5 bandit itu menyerang Queen dengan senjata mereka masing-masing dari segala arah.
Tang..!! Tang..!! Tang..!! Tang..!! Tang..!!
Dengan mudahnya Queen menepis serangan mereka dengan cara memutar-putar tongkat sabitnya dan melingkari tubuhnya. Ke-5 bandit terdorong kebelakang beberapa meter setelah serangan mereka berhasil ditangkis oleh Gadis setengah Vampir itu.
2 bandit dari mereka memilih mundur, mereka berdua memiliki kecepatan yang cukup lumayan. Kini ada 3 bandit yang berdiri di hadapan Gadis setengah Vampir itu. Salah satu dari mereka yang merupakan Ras Elf, mengarahkan pedannya ke arah Queen, ia mulai merapal. "Pedang Api." Pedang yang dia pegang pun diselimuti oleh Sihir Apinya.
Queen tak menampakan rasa takut sama sekali di wajahnya. Kedua matanya masih terbuka lebar memandang lawan-lawannya, serta senyumannya juga masih menyeringai di bibirnya. Ia pun maju tanpa ragu menerima serangan Sihir Api.
.....
Disisi Peter, ia takkan diam saja melihat 2 bandit yang berpisah dari ke-3 temannya, yang mungkin saja mereka berencana melarikan diri. Tentu saja Peter tidak akan membiarkan hal itu. Ia menarik nafasnya. Zzzzz....!! Terlihat sebuah percikan Petir yang muncul lalu menghilang lagi di sekitar pedangnya.
Wusss....!! Peter pun langsung menghilang.
2 bandit yang tadinya sedang berlari menjauh melarikan diri, mereka berdua pun terjatuh dan kehilangan nyawanya. 2 kepala bandit itu terpisah dari tubuhnya. Bagi Peter, itu cukup membuat mereka mati tanpa merasakan rasa sakit. Ia paling tidak kuat bila melihat adegan mutilasi, lebih baik cukup beri satu tebasan.
Lalu Peter melirik ke arah 1 bandit sebelumnya, yang dimana masih terduduk lemas kerena sudah kehilangan banyak darah yang terus keluar dari luka potongan lengannya. Peter kembali menghilang. Sebenarnya tidak menghilang, melainkan Peter bergerak cepat bagaikan kilat. Ia langsung menebas kepala 1 bandit tanpa tangan itu.
Sudah 3 bandit yang terbunuh olehnya, lalu Peter menggunakan Sihir Apinya untuk membakar mayat 3 bandit yang telah ia bunuh. Peter menoleh ke arah tempat yang terlalu berisik. Ya, yang dimana tak jauh darinya yaitu dimana Queen tengah berasik-asik menyiksa ketiga bandit yang menjadi lawannya.
__________________
Jangan Lupa Like.