VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 27



Selesai sudah mengalahkan 4 Goblin di dalam lorong goa, Queen mengambil salah satu tangan mereka, ia memutuskannya, Ialu ia menggigitnya, dan menghisap darahnya.


Queen menoleh ke arah dalam lorong goa. "Apa aku tidak salah mencium aroma manusia diantara mereka semua di dalam sana ?" batinnya berkata. Ia penasaran karena ia mencium aroma Mahluk hijau bertelinga lancip itu lebih banyak. Tetapi, ada satu aroma manusia di antara mereka.


Sambil menggigit tangan Goblin dan meminum darah yang keluar, Queen berlari cepat. Disisi Willa, ia sudah sampai di tempat dimana sahabatnya telah menghabisi 4 Goblin. Ia melihat ke-4 Goblin yang sudah mati itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ia bergumam. "Aku tidak yakin kalau misi ini akan berhasil kalau dia terus begini." setelah mengucapkan kata-katanya, ia pun kembali berlari menulusuri lorong goa untuk menyusul Queen.


Disisi Queen, ia terus berlari sambil menghisap darah dari tangan salah satu Goblin yang telah ia bunuh tadi. Setelah puas, ia membuangnya. Beberapa saat kemudian, Queen telah berada di semua halaman yang luas. Ia pun berhenti berlari. Ia tak menyangka dengan goa yang ia telusuri, rupanya di bagian dalamnya memiliki halaman yang luas. Queen melihat ada banyak obor untuk menerangi tempat itu. Dan benar saja, di hadapan ada banyak sekali Goblin berkumpul, mungkin ratusan, namun membelakanginya.


Dari tempatnya, Queen melihat di ujung depan sana, ada sebuah batu besar seperti panggung. Lalu terlihat seseorang yang mengenakan jubah, dan membawa tongkat. Ia terlihat berdiri tegas dihadapan ratusan Goblin. Lalu terdengar suara dari sampingnya. "Dia pernyihir."


Queen menoleh, rupanya Willa sudah di sampingnya. "Sepertinya dia sedang menggunakan Sihir Hipnotis untuk menghipnotis semua para Goblin agar mau menjalankan perintahnya."


"Queen, aku minta jangan terburu-buru. kita harus membuat rencana. Dan kalau bisa orang itu harus kita tangkap." tambahnya.


Queen tersenyum. "Aku sudah punya rencana." lalu ia menoleh kembali ke arah para Goblin itu dan ke seorang penyihir yang tak begitu jauh dari jaraknya.


Willa yang mendengar mengerut dahinya. Queen bersuara lagi. "Membekukan mereka dan menghancurkannya." belum sempat Willa menyela, Queen langsung mengarahkan tangan kanannya, sambil membuka telapaknya. Grepp...!! Ia langsung menutup telapak dan mengepal tangannya.


Seketika udara menjadi dingin. Lalu bertambah dingin. Willa melihat sekelilingnya, lalu ia menatap sahabatnya. "Queen, apa yang kamu lakukan ?" Queen tak menjawab, ia hanya tersenyum.


Udara semakin dingin, dan semakin-semakin dingin. Dan benar saja. Terciptalah es-es yang menyelimuti ratusan Goblin itu. Mereka langsung membeku di dalam dinding es ulah Sihirnya Gadis setengah Vampir ini. "Willa, aku tebas mereka semua, dan kamu menangkap penyihir itu."


Queen langsung melompat maju ke arah ratusan Goblin yang sudah ia bekukan, bersamaan ia mengeluarkan tongkat sabitnya. Willa yang tak ingin ketinggalan, ia segera mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya, ia langsung melompat jauh ke arah penyihir yang tengah panik akibat ratusan Goblin membeku dan diserang oleh sahabatnya. Bersamaan kedua matanya berubah merah menyala.


Penyihir itu segera menggunakan Sihir Anginnya untuk terbang dan melarikan diri setelah melihat 2 Gadis Vampir yang mendatangi markas Goblin miliknya. Tetapi, Willa tak akan membuat penyihir itu kabur dengan muda. Ia mengayunkan pedang yang sudah diselimuti Sihir Apinya, lalu keluarlah sabit Api bergerak cepat ke arah penyihir itu. Penyihir itu ingin menahan serangan Sihir Api Willa, tetapi, ia tak kuat menahan, ia pun terpental dan menghantam dinding goa. Willa mendarat, lalu ia berlari cepat ke arah targetnya. Dan seketika ia sudah dihadapan penyihir itu yang kini berusaha untuk bangun.


Willa mengarahkan ujung pedangnya ke arah penyihir itu. "Jangan harap kau bisa pergi dari sini." sambil menatap tajam, lalu ia tersenyum mengejek. "Setelah kuperhatikan, sepertinya kamu penyihir amatir."


Ya, mau bagaimana lagi, dia saja sudah di Rank A, sedangkan Queen di Rank S. Sudah jelas penyihir itu bukan tandingan mereka berdua. Dan jujur saja, Willa tak suka Queen bertindak sesuka hati, dan gegabah, tetapi ia senang, berkat sahabatnya itu, dengan mudahnya mengalahkan para Goblin.


Penyihir itu rupanya laki-laki. Dia tersenyum menyeringai. "Jangan meremehkanku, Vampir, atau kau akan menerima akibatnya."


Willa tersenyum. "Sepertinya kamu tidak sadar akan posisi saat ini." lalu ia mengarahkan pedangnya ke arah Queen yang sedang asik sendiri menebas Goblin-Goblin yang membeku. "Apa kamu tidak lihat, temanku ini adalah Vampir Gila."


Senyuman Penyihir itu memudar. Ia tau tentang Vampir Gila. Willa kembali bersuara. "Apa kamu tidak lihat kedua matanya ?"


Willa menjawab. "Benar, tak hanya Vampit Gila, tetapi dia Manusia setengah Vampir."


"Ti-tidak mungkin, Mahluk itu hanyalah mitos." penyihir itu membantah.


"Andai saja kamu seperti Ras kami, atau kamu menguasai Sihir Pendeteksi, pasti kamu bisa merasakan 2 jati dalam dirinya." Willa membalas bantahan penyihir dihadapannya ini.


Tak beberapa lama kemudian, Queen telah selesai kegiatannya. Ia pun berjalan mendekati Willa dan penyihir itu sambil memutar-putar tongkat sabitnya.


"Sudah selesai ?" tanya Willa sambil tersenyum.


Queen tersenyum juga untuk membalas senyuman sahabatnya. "Ya, sekarang aku ingin meminum darah penyihir ini, aromanya sungguh menggoda."


Willa menghela nafasnya, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jangan Queen. Kita harus membawanya ke Kota Kerajaan, agar ia mendapat hukuman."


Belum sempat Queen menjawab, penyihir itu segera bangun berdiri. "Kalian takkan bisa membawaku." lalu akan melompat untuk menghindar 2 Gadis Vampir cantik ini.


Duk...!!


Tetapi, belum sempat melompat, Queen lebih dulu memukul kepala penyihir itu dengan ujung bawah tongkat sabitnya. Penyihir itu pun terjatuh tak sadarkan diri. Willa segera mencengkram belakang jubah penyihir itu, seakan ia membawa kantong plastik. "Aku saja yang membawanya. Untuk berjaga-jaga agar kamu tidak menghisap darahnya."


"Hihihi..., Baiklah." jawab Queen sambil tertawa kecil, lalu ia memasukkan senjatanya ke dalam gelang penyimpanannya.


Willa pun juga memasukan pedangnya ke dalam cincin penyimpanannya. Mereka berdua pun segera pergi keluar untuk meninggalkan goa dan kembali ke kota Kerajaan Ophelia.


.....


Kini Willa dan Queen telah sampai di kota Kerajaan, tak lupa Queen menyembunyikan jati manusianya. Mereka berdua langsung pergi menuju ke Guild Petualang. Sebelum itu, Willa meminta beberapa prajurit penjaga kota Kerajaan untuk ikut, karena setelah melaporkan misinya, ia akan menyerahkan penyihir yang mereka tangkap.


Setelah menunjukkan bukti stempel kepala desa dan menjelaskan kejadian kepada resepsionis Guild Petualang, Willa menyerahkan penyihir yang masih tak sadarkan diri kepada beberapa prajurit penjaga kota Kerajaan. Penyihir itu dibawa pergi untuk ditahan dan diintrogasi. Willa dan Queen pun mendapat bayaran, masing-masing mendapat 5 Poin Perak dan 50 Koin Perunggu.


__________________


Jangan Lupa Like.