VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 42



Saudara kembar, yang tak lain anak buah Gorgon, Ran dan Ron tengah menggunakan Sihir Air mereka untuk melajukan Kapal ke lautan. Mereka sesekali melihat kaca kapal, yang menampilkan kedua Pria dan Gadis saling berpelukkan di dalam ruangan. Setelah beberapa saat, dari luar kaca kapal, sudah tak telihat lagi karena Pria dan Gadis itu terlihat jatuh di dalam ruangan.


Sambil menggunakan Sihirnya, Ron berbicara kepada saudara kembarnya. "Sial, mereka berdua malah bermesraan."


"Tenang, nanti setelah Bos, kita dapat giliran." balas Ron.


"Pokoknya setelah Bos, aku duluan." kata Ran.


Ron mengerut dahinya. "Tidak, yang benar aku duluan. Setelah aku, baru kamu."


Ran menghentikan Sihirnya, ia menatap tajam ke arah Ron. "Hey, apa kau mencari ribut ? Aku duluan, secara aku lebih tua dari kamu yang terlahir setelah aku."


Ron pun menghentikan Sihirnya. Ia juga tak menatap saudara kembarnya. "Hey, tak ada bedanya, secara kita masih berumuran. Lagi pula kamu hanya lebih tua 10 menit dariku."


Ya, terkadang saudara kembar itu ribut membahas hal sepele. Biasanya Gorgon yang menghentikan mereka berdua. Ran dan Ron saling berdiri berhadapan dan saling menatap tajam. Tak melakukan apapun, hanya saling memandang. Ulah mereka, kapal yang mereka naiki, terhenti.


Tak lama kemudian, mereka berdua saling menghela nafasnya. Ran bersuara. "Bagaimana kalau kita lakukan bersama."


Ron mengangkat alis sebelahnya. "Maksudmu....,"


Ran mengangguk kepalanya sambil tersenyum miring. "Benar, kita berdua sama-sama bermain panas denagn Gadis itu secara bersamaan. Pasti lebih seru. Bukankah kita belum pernah mencoba ?"


Ron terlihat berfikir, beberapa detik kemudian ia tersenyum menyeringai. "Benar juga. Selama ini kita ribut karena ingin mendapat giliran."


Mereka berdua saling memandang dan tersenyum menyeringai. Bruukk...!! Tiba-tiba terdengar suara jatuh. Mereka seketika langsung menoleh kepalanya ke arah sumber suara itu. Seketika mereka terbelalak melihat 2 orang sudah berada di luar ruangan kapal. Dan terlihat Bos mereka tergeletak tengkurap, dan penuh dengan noda darah di seluruh tubuh, seakan sudah tak bernyawa.


Sedangkan Gadis yang berdiri sambil menginjakkan salah satu kakinya ke tubuh Bosnya. Gadis itu tak lain adalah Gadis yang mereka bicarakan. Tetapi kini terlihat beda. Ya, kedua warna mata Gadis itu berbeda, terlebih lagi senyuman seringainya yang menampilkan keempat gigi taringnya. Ran dan Ron membeku melihatnya.


Gadis itu tak lain adalah Queen. Ia bersuara. "Kalian ingin bermain denganku secara bersamaan ?"


Ran dan Ron tak menjawab. Mereka benar-benar membeku melihat Queen yang benar-benar berbeda. Ya, mereka kini tau, bahwa Gadis ini adalah Manusia setengah Vampir. Meski mereka berdua tak memiliki Sihir penciuman seperti Bosnya, cukup melihat penampilan Queen saja, mereka sudah bisa menebaknya. Secara Vampir terkenal memiliki kedua mata yang berwarna merah menyala. Sedangkan Gadis yang mereka lihat sekarang, ciri khas dari Manusia setengah Vampir, yang sudah dikenal sekarang adalah Dhampir.


Tentu saja, Ran dan Ron tau tentang cerita Mitos sosok Mahluk Dhampir. Semua orang pasti tau. Dan sekarang sosok Dhampir itu mendekati mereka sambil menggengg tangan Bosnya, dan menyeretnya.


"Kenapa kalian diam ? Bukankah kalian ingin bermain denganku ?" tanya Queen dengan senyuman manisnya.


Lalu ia mengangat tubuh Gorgon yang sudah tak bernyawa layaknya kain yang rusak. "Lihatlah, Bos kalian terlihat menyedihkan."


Ran dan Ron masih terdiam. Queen bersuada lagi. "Kebetulan sekali, karena aku sudah merasakan ada sesuatu yang mendekat."


Ran dan Ron tersadar. Mereka saling memandang. Tanpa basa-basi, Queen langsung melempar mayat Gorgon seperti melempari batu ke arah lautan. Dan benar saja, mayat Gorgon melayang jauh ke udara. Saat jaraknya sudah 50 meter dari kapal yang ia naiki, mayat Gorgon mulai malayang jatuh mendekati permukaan laut.


Byuurrr....!!!



"Naga Air...!!" teriak Ran dan Ron bersamaan.


Queen menoleh ke arah saudara kembar itu. Lalu Ia kembali menoleh dan memandang Mahluk itu, ia mengerut dahinya. "Mahluk itu, Naga Air ?"


Gadis setengah Vampir itu memandang heran ke arah mahluk yang disebut Naga Air ini. Pasalnya tidak sesuai bayangannya, Queen mengira Naga air memiliki tubuh yang panjang layaknya Ular besar yang memiliki 4 kaki serta cakar-cakarnya dan berenang di dalam laut. Ternyata kenyataan yang ia lihat sekarang, sangat berbeda dari bayangannya.


Graaauuuuu......!!!!


Naga itu mengaung ke arah Kapal yang dinaiki oleh Queen, Ran, dan Ron. Jarak mereka 50 meter lebih, sudah pasti, Naga itu akan mendekati Kapal mereka. Naga Air itu masuk ke dalam lautan. Terlihat jelas, hanya terlihat dari punggung Naga itu, sedang berenang mendekati Queen dan kedua Pria kembar itu.


Ran panik. Ia memandang Queen. "Dasar Mahluk sampah. Kau sudah membuat Bos kami menjadi umpan Mahluk itu."


Ron juga tak kalah paniknya. Memandang Queen dan berkata. "Dan sekarang, jadilah makanan Naga itu."


Queen masih terlihat tenang dan menampilkan senyuman manisnya. Kedua Pria kembar itu maju menyerangnya. Dengan cepat, Queen menghindar. Ia melompat tinggi ke langsung.


Braakk...!!


Kapal itu hancur, karena Naga itu datang, menggigitnya. Yang kini Naga itu tengah menghancurkan kapal yang kini berada di dalam mulutnya. Nasib kedua Pria kembar itu, entah sudah mati, entah terjatuh ke lautan, entah sudah tertelan Naga itu. Sedangkan Queen, saking ia melompat tinggi, kini ia tengah melayang jatuh ke arah kepala Naga itu.


Sebelum Gadis setengah Vampir itu sudah mendarat di kepala Naga itu. Queen langsung berlutut dan bersamaan kedua tangannya menyentuh kepala Naga itu . Krak...!! Tiba-tiba, sebuah Es muncul dimana kedua telapak tangannya menyentuh kepala Mahluk itu. Tak cepat dan tak lambat, Sihir Es milik Queen merambat dan menyelimuti selulur bagian kepala Naga itu.


Queen pun melompat menjauh dari kepala Naga Air itu. Tangan kanannya, ia arahkan ke arah tubuh Naga, sehingga tubuh Naga itu terkunci akibat Sihir Es Milik Gadis itu menyelimuti tubuhnya sehingga sebagian tubuhnya memeku karena terkurung dalam Es.Sementara tangan kirinya, Queen arahkan ke permukaan laut yang letaknya 10 meter dari tubuh Naga itu.


Queen bermaksud membuat papan Es agar dirinya tak jauh ke dalam lautan. Kini ia berdiri di papan Es buatannya. Kedua tangannya terus mengarahkan ke Naga itu, agar tetap terkurung dalam Es. Karena Mahluk itu masih bisa berontak, meski Kepala sudah terkurung Es buatannya.


Graaauuuuu......!!!!


Es yang mengurung kepalanya terpecah. Naga itu mengaung keras, sudah jelas dia marah. Ia menatap Queen yang masih terus mengeluarkan Sihir Esnya agar tubuh Naga itu tetap terkurung di dalam bekuan Es. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari langit.


JEDER....!!


Dan tiba-tiba Petir besar dari langit menyambar Naga itu. Bahkan Queen sendiri terkejut melihatnya.


__________________


Jangan Lupa Like.