VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 37



"Wah lihatlah, sepertinya sebuah keberuntungan perpihak kepada kita. Hahahahaha...." ucap salah bandit1.


"Kau benar. Hahahaha..." balas bandit2.


"Jadi kita punya 3 Gadis untuk kita nikmati. Kita bisa melakukannya secara bergantian. Hahahah....." kata bandit3.


Bandit1 dan bandit2 bersahut bersamaan. "Kau benar. Hahahahaha..."


Awalnya mereka mencegah sebuah sekelompok Petualang, yang berisikan 2 laki-laki dan 2 perempuan. Ke-3 bandit itu sudah merasa mendapat kesenangan melihat 2 gadis cantik yang merupakan Petualang itu. Dan sekarang, mereka ber-3 menyaksikan seorang Gadis cantik yang jatuh dari langit, bagaikan bidadari.


Sedangkan Gadis itu, yang tak lain adalah Queen, ia melihat sekelilingnya. Ia melihat sekelompok Petualang dan 3 bandit. Ketika melihat 4 Petualang itu, ia merasa tak asing.


Salah satu Petualang laki-laki bersuara. "Hei, bukankah dia yang pernah menyelamatkan kita ?"


Petualang perempuan membalas. "Kau benar, dia yang pernah menyelamatkan kita ketika kita sedang menjalankan misi memburu monster serigala."


Indra pendengaran Queen menangkap pembicaraan mereka yang ada di belakangnya, ia pun teringat. Queen berdiri berhadapan ke arah ke-3 bandit. Ke-3 bandit itu Ras Manusia.


Queen memiringkan kepalanya. Ia tersenyum menyeringai. "Aku merasakan haus. Bolehkan aku meminta darah kalian ?" ke-3 bandit itu tersadar ketika mendengar kata-kata Queen. Mereka membeku melihat kedua Warna mata Gadis yang jatuh dari langit berbeda.


Queen langsung melompat maju. Ke-3 bandit masih membeku. Queen sudah mendarat dibelakang mereka bertiga. Ia langsung melayangkan sabitnya. Slaaash...!! Salah satu dari mereka, kepalanya terjatuh, tubuhnya pun ambruk. Tersisa 2 bandit lagi, mereka terkejut dan langsung melompat ke samping kanan kiri untuk menghindar.


Queen berjalan mendekati mayat itu. Ia berjongkok di samping tubuh mayat itu, dan langsung menggigit bekas tebasan sabitnya dan menghidap darah yang mengalir keluar. Semua berdiam, tak ada yang bergerak, entah dari ke-4 Petualang itu maupun ke-2 bandit yang tersisa.


1 detik, 2 detik, 3 detik.


"Huaaa......!!!" ke-2 bandit itu berteriak. Saat mereka akan berlari, tiba-tiba mereka terjatuh, mereka melihat kedua kaki mereka yang sudah terikat oleh benang.


Dan benang itu berasal dari salah satu Petualang perempuan. Dia tidak akan membiarkan ke-2 bandit itu melarikan diri. Ia memandang tajam ke arah ke-2 bandit itu. "Aku tidak akan membiarkan kalian pergi dari sini..!!" lalu ia mengeluarkan benang lagi dan langsung melesat mengikat tubuh mereka berdua.


Ke-2 bandit itu berontak kuat. Meski begitu, mereka akhirnya tetap teringat. Disisi Queen, ia telah selesai dengan aktifitas meminum darah mayat bandit. Ia berdiri, lalu ia memiringkan kepalanya dan menoleh ke arah ke-2 bandit yang tergeletak terikat di tanah.


Queen tersenyum menyeringai. "Selanjutnya kalian berdua." ia langsung bergerak cepat mendekat 2 bandit itu. Tanpa basa-basi, tangan kirinya langsung mencengkram wajah dari salah satu mereka berdua. Saat tangan kanannya akan mencengkram bandit satu lagi, bandit itu sudah lebih dulu lepas, dan segera menarik dirinya menjauhi Gadis setengah Vampir itu.


Queen yang melihat itu, bukannya kesal, melainkan ia semakin melebarkan senyumannya. "Kau ingin pergi ?" bandit itu pergi menjauhi dirinya dan ke-4 Petualang.


Queen langsung berlari ke arah bandit2, sambil menyeret bandit1. Tak ada 5 detik, ia sudah dekat denagan bandit2, Queen langsung melempar bandit1 ke arah bandit2, hingga akhirnya membuat mereka tergeletak di tanah. Queen berjalan mendekati mereka berdua. Ia berdiri di hadapan kedua bandit itu. Bandit2, yang tadi mencoba melarikan diri, Queen mencengkram kerahnya dan mengangkatnya. Ia memandang dingin dengan senyuman menyeringainya.


"Seharusnya kamu jangan pergi. Karena aku tak punya waktu bermain berlama-lama denganmu. Belum lagi aku belum meminum darahmu." kata Queen.


Bandit2 bergetar ketakutan. Perlahan keluar air dari kedua sudut matanya. Queen yang melihatnya ia tertawa, dan berkata. "Hahahahaha...., lihatlah dirimu yang menyedihkan ini. Bukan kamu dan kedua temanmu senang melihatku yang datang tiba-tiba. Tanpa ragu kalian sudah berkata ingin menginginkanku."


Queen menghentikan tawanya. Senyumannya memudar. Ia memandang dingin. "Kau tau ? Saat ini suasana hatiku sedang tidak baik setelah dibawa ke tempat yang dimana dari tempat itu bisa melihat pemandangan dengan banyak sekali Dunia."


Queen memasang wajah sedih dan menundukan kepalanya. "Padahal aku masih ingin melihat pemandangan itu lagi. Pada akhirnya aku diusir, padahal aku Gadis yang baik." lalu kepalanya mendongak dan wajah sedihnya telah hilang. Kini ia kembali memasang wajah dan tatapan dinginnya. "Baru saja diusir, aku sudah disambut oleh kalian. Benar-benar sambutan yang baik."


Bandit2 masih dalam cengkraman Gadis setengah Vampir ini. Ia bergetar ketakutan, dan mendengar kata-kata Queen yang menurutnya tidak ia pahami. "Aggrrhhh....!!" ia pun berteriak, karena rasa sakit di antara leher dan pundak kirinya. Ya, Queen menggigitnya, dan menghisap darahnya.


Bandit2 itu tetap berteriak keras. Queen yang sedang menikmati darahnya pun merasa terganggu. Kraaak....!!


Suara tulang patah, suara bandit2 pun lenyap. Gadis setengah Vampir itu mematahkan bandit2 agar berhenti berteriak. Sedangkan disisi ke-4 Petualang dan bandit1 yang dalam kondisi terikat, tidak bisa untuk tidak ketakutan melihat Aksi Queen. Mereka pun menyedari kalau Queen tak hanya Manusia setengah Vampir, tetapi juga Vampir Gila.


Queen telah selesai menghisap darah korban kedua malam ini. Ia pun melempar mayat bandit2 itu ke arah sembarang tanpa rasa bersalah sama sekali. Kini pandangannya beralih ke arah bandit1, bandit yang tersisa. Tanpa ragu, ia bergerak cepat dan langsung mencengkram kerah bandit itu dan mengangkatnya.


Pandangan Queen beralih ke arah sekelompok Petualang yang terduduk membeku yang tak jauh dan melihatnya. Dengan tatapan dingin dan senyuman seringainya, Queen berkata. "Kalian tak perlu berterima kasih padaku. Aku tak bermaksud menyelamatkan kalian. Aku hanya kebetulan terlempar disini, dan juga aku sedang kehausan darah."


Lalu pandangannya kembali ke arah bandit yang masih ia cengkramannya. Bandit itu mulai berteriak keras karena ketakutan yang berlebihan. Kraaakk....!!


Suara patah tulang pun terdengar, suara teriakan bandit itu terhenti. Queen pun menggigit leher bandit itu dan menghisap darahnya. Disisi ke-4 Petualang segera pergi menjauhi pertunjukan Sadis yang ditampilkan oleh Gadis setengah Vampir dan selaligus Vampir Gila itu.


.....


Beberapa lama kemudian, aksi Queen telah selesai. Gadis setengah Vampir itu memandang ke arah langit gelap yang menunjukan dan diperkirakan malam ini sudah mendekati tengah malam. Ia pun segera berlari cepat meninggalkan tempat itu.


__________________


Jangan Lupa Like.