
Langit sudah mulai berwarna jingga, Queen dan Willa berjalan setelah keluar dari bangunan Guild Petualang. Mereka berdua berjalan kaki, banyak sekali batu-batu sihir yang menyala untuk menerangkan sekitar. Queen yang tak kaget dengan itu, ibaratkan batu-batu Sihir yang bergantungan dan di ujung atas tiang-tuang itu adala lampu kota. Mereka memilih berjalan kaki untuk menikmati suasana kota Kerajaan.
"Aku ingin memakan sesuatu." kata Queen.
"Aku tau tempat makan yang enak untuk kita." jawab Willa.
Queen tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Kalau begitu, ayo kita kesana."
Willa juga tersenyum dan mengiyakan permintaan sahabatnya ini. "Tempatnya juga satu arah dengan tempat penginapan kita."
Willa sebagai juru arah jalan, karena ia masih mengingat semua arah jalan di seluruh kota Kerajaan Ophelia. Di tengah berjalan, Queen melihat banyak sekali sepasang kekasih berjalan kaki jalan-jalan, entah itu Ras Manusia, Ras Elf, dan yang lainnya. Beberapa saat ia dan sahabatnya berjalan kaki, Queen melihat sesuai hal yang aneh dipandangannya. Ia melihat laki-laki Ras Manusia dan perempuan Ras Elf saling berpegang tangan. Tak hanya itu, ia melihat Laki-laki Ras Elf dengan Perempuan Ras Manusia. Laki-laki Ras Ogre dan Perempuan Ras Manusia. Laki-laki Ras Vampir dengan Perempuan Ras Manusia. Laki-laki Ras Manusia dengan Perempuan Ras DemiHuman.
Kebanyakan Ras Manusia menjalin hubungan dengan pasangannya yang merupakan Ras lain. Queen berbisik kepada Willa. "Apa Manusia di Dunia ini memberbolehkan menjalin hubungan asmara dengan Ras yang berbeda ?"
Willa berbisik untuk menjawab pertanyaan sahabatnya. "Sebenarnya tidak ada larangan untuk semua Ras bila menjalin hubungan asmara dengan pasangannya yang Ras berbeda. Kalau pun mereka menikah atau bercinta, mereka akan susah memiliki keturunan. Kalau ada, bayi mereka cacat fisik dan meninggal setelah dilahirkan."
"Apa sudah pernah terjadi ?" tanya Queen lagi.
Willa mengangguk kepalanya. "Mungkin kamu belum tau tentang perkembangan tentang Dunia ini. Sudah ada banyak pasangan yang berbeda Ras yang sudah menikah, mereka tidak memiliki keturunan, kalau pun punya anak, yang pasti itu anak angkat mereka, atau anak dari hubungan gelap salah satu dari mereka agar memiliki keturunan."
Queen mengangguk-angguk kepalanya. Ia sekarang pada informasi baru dari sahabatnya. Karena informasi dari ingatan dari pemilik tubuhnya sedikit sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Willa. Mungkin ingatan dari pemilik tubuhnya sudah ketinggalan zaman. Ditambah, dulu Rita sulit bersosialisai dengan sekitarnya, jadi dia kurang tau dengan perkembangan tentang Dunianya. Selama mereka berdua berjalan, banyak sekali tatapan-tatapan laki-laki, entah dari Ras manapun terpesona kecantikan mereka berdua, terutama Ras Manusia. Willa dan Queen tak peduli dengan semua orang yang memandang mereka.
Apa karena telah 10 tahun berlalu, Willa berhenti menjadi Petualang, Kota Kerajaan Ophelia telah banyak berubah. Dalam hatinya ia berkata. "Kota ini sudah banyak berubah."
Setelah lama berjalan, akhirnya mereka telah sampai di sebuah rumah makan yang tak besar dan tak kecil. Bangunan itu memiliki 2 lantai. Queen baru tau dengan tempat ternyata letaknya tak jauh dari penginapan mereka. Mereka berdua pun masuk, mereka pun memilih meja yang kosong. Saat Willa akan memesan, tiba-tiba seorang laki-laki dewasa Ras Manusia, kepalanya botak, ia mendekati meja mereka.
"Kamu Willa ?" tanya dengan kedua mata yang melebar.
Queen yang duduh dihadapan Willa, ia mengangkat alis sebelahnya. Sedangkan Willa tersenyum. "Kamu masih ingat denganku, Olno ?"
Pria botak bernama Olno itu tersenyum. "Tentu saja aku masih ingat denganmu, karena kamu adalah salah satu Petualang hebat di Kota ini, dan secara kamu pelanggan setia di rumah makanku."
Lalu ia menambahkan. "Sudah hampir 10 tahun lebih, akhirnya kamu datang kembali. Kamu makin cantik saja, Willa. Aku bahkan hampir tak mengenalmu saat masuk kesini."
"Ya, aku memutuskan kembali menjadi Petualang Guild di kota ini." jawab Willa.
Olno mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia memandang Queen yang duduk di hadapan Willa. "Apa dia juga teman Petualangmu ?"
Willa mengangguk kepalanya dan menjawab. "Ya, dia temanku, dia juga Petualang sama denganku."
Olno mengangguk-angguk kepalanya. "Temanmu juga cantik. Baiklah, karena kamu telah kembali, aku akan memasak makanan spesia untukmu dan temanmu. Gratis..!!"
Willa membalas. "Tidak perlu, Olno."
"Kalau begitu, kalian tunggu ya, aku akan memasak makanan untuk kalian." ucap Olno, dan langsung pergi menuju dapur.
Setelah melihat kepergian Olno, Queen bersuara. "Dia baik." Willa mengangguk kepalanya.
.....
Beberapa lama kemudian, Olno telah selesai masak. Ia sebenarnya memiliki beberapa pegawai, tetapi khusus Willa dan Queen, ia memasak sendiri. Olno dan keluarganya sangat kagum kepada Willa, karena dulu Gadis Vampir itu pernah menolongnya saat dalam perjalanan pulang dari Kerajaan Marigold, Kerajaan Ras Manusia. Queen dan Willa menikmati masakan Olno yang benar-benar enak. Menurut Queen rasanya pas, ia menyamakan kalau masakan Olno menyerupai Nasi Goreng, hanya bedanya, masakan Olno lebih banyak dagingnya dan sayurnya.
Willa dan Queen telah selesai makan. Mereka masih duduk di tempat mereka. Tiba-tiba Willa teringat sesuatu. Ia memandang Queen. "Queen, aku masih penasaran nama party kita, yang artinya apa ?"
"Nama party kita, GennaĆos. Di kehidupanku sebelumnya, aku pernah membaca buku mitologi yunani, yang artinya berani." jawab Queen.
Willa mengangguk-angguk kepalanya. "Nama dan artinya juga bagus."
Mereka pun berencana akan pergi dari rumah makan milik Olno. Willa lebih dulu berdiri, dan akan mambayar, sedangkan Queen masih setia duduk untuk menunggu Willa. Tiba-tiba ada 2 seorang laki-laki langsung duduk bergitu saja dihadapan Queen.
"Hai cantik. Kamu sepertinya orang baru. Apa kamu juga Petualang, kamu bisa ikut masuk ke party kami." kata laki-laki pertama.
"Meski party kami sudah ada 5 anggota, kami masih menerima anggota baru. Apa kamu tertarik ?" kata laki-laki kedua.
Queen memandang dingin mereka berdua. Dari aroma darah dari keduanya, Laki-laki pertama Ras Manusia, dan laki-laki kedua Ras Elf, tetapi entah kenapa aroma yang ia rasakan, jijik. Lalu ia menjawab. "Aku menolak, aku sudah memiliki kelompokku sendiri."
"Ayolah, tak perlu malu, kita pasti bersenang-senang setelah kamu bergabung." kata laki-laki kedua, yang tak ingin menyerah.
Queen menjawab. "Aku tetap menolak, aku tak ingin satu kelompok dengan sampah seperti kalian."
Laki-laki pertama melotot dan wajahnya memerah. Ia marah dan membentak. "Kamu berani menolak ajakanku ? Kamu mau kubuat menyesal ??!!"
Seperti yang diduga. Karena terlalu keras, semua orang di dalam ruangan menatap mereka termasuk menatap Queen. Disini Willa yang baru saja bertemu langsung dengan Olno untuk membayar makanan dan berpamitan, mereka menoleh ke arah Queen.
Olno bersuara. "Cepatlah bantu temanmu."
Willa terkekeh. "Tak perlu dibantu, temanku pasti merasa terganggu kalau dibantu."
__________________
Maaf sebelumnya, karena kurang update. Aku sedang memiliki kesibukan di dunia nyata. Tapi cerita ini takkan gantung, meski update tidak setiap hari, kupastikan cerita ini sampai selesai.
Jangan Lupa Like.