
Dengan kedua tangannya, Queen mengangkat salah satu Goblin yang ia lumpuhkan. Kedua tangannya saling mencengkram dan menarik bagian atas dan bawah tubuh Goblin itu, hingga akhirnya tubuh Goblin itu terputus menjadi dua. Banyak darah yang keluar mengalir, Queen membuka mulutnya, membiarkan darah masuk kedalam, lalu menelannya. Adegan yang Queen tampilkan sangatlah sadis, tak semua yang melihatnya membeku, karena ada beberapa ada yang mual. Aroma darah yang tak mengenakan bagi mereka, bahkan kaum Vampir tak suka, mereka memilih meminum darah hewan.
Tubuh Queen penuh dengan noda darah. Rambut, wajah, seluruh tubuhnya, serta jubah dan gaun yang ia kenakan semua terkena cairan darah. Tapi hanya tak sampai 5 detik, penampilan Queen langsung bebas dari noda. Gaun, jubah, dan semua yang menempel pada tubuhnya, membuat rambut, wajah, dan seluruh tubuhnya, kembali bersih dan wangi. Penampilannya kembali bersih, dan selalu segar layaknya selesai mandi. Warga desa yang melihatnya bukan lagi menganggapnya Manusia setengah Vampir atau Vampir Gila, melainkan Dewi Pencabut Nyawa.
Queen lalu berjalan mendekati Goblin-Goblin geletak lumpuh yang tersisa 4 saja. Ia pun dengan senyuman lebarnya memutilasi bagian-bagian tubuh ke-4 Goblin itu, dan meminum darah mereka. Para warga pun menyudahi diamnya, mereka memasang kuda-kuda untuk waspada terhadap Gadis setengah Vampir itu.
Disisi Willa segera menyadarkan dirinya yang sedari tadi terdiam melihat aksi sahabatnya itu. Ia segera berjalan mendekat para warga. "Tenanglah, kalian tak perlu waspada kepadanya. Dia adalah sahabatku."
Semua menoleh ke arah Willa yanh sudah di di dekat mereka. Salah satu dari mereka, Ras Vampir laki-laki berkata. "Sungguh meragukan kalau dia adalah temanmu. Secara dia terlihat Gila, sedangkan kamu tidak. Terlebih lagi, dia bukan Vampir biasa, melainkan dia salah satu Mahluk Mistis yang tak pernah ada di Dunia ini, Manusia setengah Vampir."
Beberapa Ras Vampir disana juga menyetujui kata-kata salah satu tetangga sekaligus satu kaumnya. Semua warga yang disana terkejut mendengarnya. Willa kembali bersuara. "Memang benar dia adalah Manusia setengah Vampir. Tapi dia tidak seperti yang kalian kira. Dia memang terlihat Gila, tetapi dia masih memiliki sisi yang baik."
"Benarkah itu ?"
"Seperti memang, buktinya dia langsung turun tangan, dan membunuh ke-20 Goblin ini."
"Tapi, kenapa dia harus meminum darah mereka ?"
"Aku jadi sedikit ragu."
Itulah kata-kata mereka. Willa segara menjawab. "Yah..., bagaimana ya, cara menjelaskannya ?" ia sendiri bingung, kalau dia mengatakan kalau sahabatnya ini memiliki sisi kepribadian lain, pasti mereka takkan paham. Ditambah jiwa Queen yang reinkarnasi dari Dunia Lain.
Lalu terdiam langkah kaki mendekat. Mereka semua menoleh dan memandang Gadis setengah Vampir itu yang tengah berjalan mendekati mereka sambil memasukan tongkat sabitnya. Semua, kecuali Willa, segera memasang kuda-kuda untuk waspada.
Queen bersuara. "Wah wah wah.., maaf telah menampilkan pertunjukanku." sambil tersenyum manisnya. Warna mata kirinya kembali normal. Dan ia tak menutupi kedua jatinya.
Tapi percayalah, senyumannya Gadis setengah Vampir ini benar-benar sungguh indah dan tulus. Tetapi para warga yang melihatnya malah merinding. Willa hanya menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
....
Semua warga pun akhirnya tak perlu khawatir akan kehadiran Gadis setengah Vampir itu. Queen dan Willa disambut oleh para warga. Ternyata di desa itu, ada beberapa warga yang mengenal Willa, bahkan kepala desa juga mengenalnya dengan baik. Semua warga masih tak percaya kalau Queen adalah Manusia setengah Vampir, dan mereka menerima keberadaannya, bahkan tak sedikit dari mereka meminta Queen sesekali untuk datang lagi ke desa mereka.
Willa sendiri pun bisa merasa lega, karena keberadaan Queen, mau diterima di desa ini. Setelah beberapa jam di desa itu untuk mencari informasi tentang Goblin Rank B yang selalu berkeliaran, mereka berdua pun berpamitan untuk pergi melanjutkan misi mereka. Dan tak lupa meminta stempel kepada kepala desa untuk bukti.
Setelah selesai dengan urusan dengan Desa yang telah mereka selamatkan Meskipun misi mereka telah tuntas, bagi Willa, masalah harus dibereskan sampai ke akarnya. Untuk Queen, ia tak masalah, lagi pula ia ingin lebih melatih tubuh setengah Vampirnya. Setelah tak beberapa lama mereka berdua berlari di tengah hutan, mereka mencium aroma yang pekat.
Queen mengangguk kepalanya. "Ya, dari indra penciuman tajamku, aku bisa mencium aroma yang sama, dan ini lebih banyak."
"Queen, aku minta janganlah gegabah. Meski kita bisa memiliki regenerasi, kita tak boleh meremehkan musuh kita." kata Willa.
"Hehehe, kamu benar." balas Queen. "Tapi sesekali boleh 'kan ?" lanjutnya sambil tersenyum. Dan Willa menghela nafasnya.
Mereka berdua pun berjalan kaki. Tak lama kemudian mereka menemukan sebuah Goa di dalam hutan. Kini mereka berdua sudah dihadapan Goa itu. "Sepertinya Goa itu menuju ke dalam tanah." kata Willa.
Queen pun segera bergerak. Tetapi saat akan berlari, tiba-tiba rambutnya seperti ditarik. "Hei.., lepaskanku !! Astaga hei..!!" kata Queen dengan kesal dan wajah imutnya.
Tangan Willa menahan jubah yang dikenakan sahabatnya. Ia tak ingin Queen maju, dan bertindak sesuka hati. Willa menghela nafasnya. "Bisakah kamu menahan hasrat rasa hausmu ? Kalau kamu mengacaunya, bisa-bisa mereka menyebar, dan tak semuanya kita habisi."
Queen pun berhenti dengan wajah kesal imutnya. "Baiklah-baiklah."
Mereka pun melangkah masuk ke dalam goa. Dengan pelan-pelan mereka berjalan. Willa bulan bertindak egois. Karena ia memiliki pengalaman dalam menjalankan misi. Baginya, boleh bila rekannya gegabah dan bertindak sesuka hati, tetapi alangkah baiknya kerjakan misi dalam keadaan tenang.
Karena bisa saja musuh memiliki sandera, atau ada musuh lebih kuat. Tak lama kemudian, indra penciuman mereka mencium beberapa mahluk hijau bertelinga lancip itu sedang berjalan ke arah mereka, meski jaraknya mungkin 100 meter lagi. Tak diduga, Queen langsung bergerak maju.
Willa yang kecolongan tak mencegah Queen, ia memijit pelipisnya. "Astaga, orang ini, apa semua manusia dari Dunia lain seperti dia ?"
.....
Disisi Queen, ia berlari cepat. "Maafkan aku sahabatku, aku tak bisa menahan aroma darah salah satu dari mereka." ucapnya sambil tersenyum. Bersamaan mata kirinya pun berubah merah menyala, semua kuku jari dan keempat gigi taringnya memanjang.
Tak lama, ia melihat 4 Goblin sedang berjalan sambil memegang tongkat pemukul. Ke-4 Goblin itu terlihat terkejut melihat Queen berlari ke arah mereka. Belum sempat bersiap, Queen sudah lebih dulu sampai di dekat mereka.
Begitu datang, ia langsung mencengkram wajah salah satu dari ke-4 Goblin itu. Dan langsung melemparnya ke arah dinding Goa. Berikutnya, ia mencekal tangan salah satu Goblin lagi, ia menariknya dan langsung menghantamkannya ke arah Goblin yang tersisa 2.
__________________
Jangan Lupa Like.