VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 39



Suasana ruangan Guild, tempat berkumpulnya para Petualang menjadi hening, ketika melihat seorang Pria yang cukup terkenal di Kota Kerajaan masuk ke dalam Guild Petualang dan tiba-tiba duduk satu meja dengan salah satu Gadis cantik yang merupakan Petualang terkuat, yang tak lain Gadis itu adalah Queen Blue.


Pria yang duduk dihadapan Gadis setengah Vampir itu bersuara. "Kamu sendiri saja ?"


Queen menatap dingin ke arah Pria yang merupakan Ras Manusia duduk dihadapannya, ia bersuara. "Apa kamu buta ? Sudah jelas aku sedang sendiri."


Kata-kata Gadis setengah Vampir itu


Pria itu memang tampan dan terlihat sangat muda, mungkin berusia 20 tahunan, bahkan ada para Petualang Perempuan menatap iri kepada Queen. Tetapi, bagi Manusia setengah Vampir itu, Pria ini biasa saja.


Disisi Pria itu, ia mendengar jawaban Queen, bukannya marah, melainkan ia terkekeh. Lalu ia berdehem, lalu tangan kanannya menyentuh dadanya, ia memperkenalkan diri. "Pertama kenalkan, namaku Darius, aku juga salah satu Petualang di Guild ini. Aku baru saja pulang dari misiku."


Queen tak menjawab. Ia malam mengambil cangkir teh hangatnya dan meminumnya dengan anggun. Pria bernama Darius terlihat tak menyerah mendapat perhatian dari Gadis setengah Vampir ini. "Aku belum pernah melihatmu. Apakah kamu orang baru ? Karena aku baru pulang dari misiku yang memakan hampir 4 bulan lebih, jadi aku tak kenal dirimu."


Semua Petualang entah laki-laki maupun perempuan menganga melihat Queen dengan santainya mengabaikan sosok Darius salah satu Petualang yang hebat di Kota Kerajaan Ophelia. Darius terus bercerita kepada Queen tentang dirinya, dan kehidupannya. Meski baru melihat, tetapi Darius mendapat informasi tentang Queen yang terkenal kejam dan sadis bila menghadapi musuh. Julukan Vampir Gila, Mahluk Ras Mitos, sebutan Dhampir kepada Queen, Darius sudah tau.


Sedangkan Gadis setengah Vampir itu hanya diam mengabaikan cerita Darius dengan memandang isi cangkirnya yang ia genggam di kedua tangannya. Para Petualang laki-laki senang karena Queen mengabaikan Pria tampan itu. Dan Para Petualang perempuan juga merasa senang, karena bila Queen mengabaikan Darius, maka mereka memiliki kesempatan mendekati Pria tampan itu.


Para Petualang memilih diam, dan melihat Darius mengajak Queen berbicara. Mereka penasaran dengan endingnya seperti apa. Karena setiap ada laki-laki yang mendekati Queen, entah dari Ras manapun, pasti berakhir Mentalnya. Sehingga membuat para laki-laki yang pernah mencoba mendekati Gadis setengah Vampir itu, memilih mundur, dan berfikir berkali-kali untuk mendekatinya lagi.


Tapi bukan Darius yang kalau ia menyerah. Ia menatap Queen yang diam saja sambil menggenggam dan menatap isi cangkir miliknya. Darius berkata. "Aku memiliki permintaan kepadamu, yaitu aku butuh bantuanmu."


"Tapi sebelum aku menjelaskannya, aku ingin mengatakan hal yang sungguh-sungguh. Kau tau ? Aku jadi semakin tertarik denganmu karena sikapmu seperti ini."


Queen meletakan cangkirnya. Ia memandang dingin ke arah Darius. Ia tersenyum menyeringai. Ia menjawab. "Tertarik padaku ? Sepertinya, kepalamu sakit setelah terbentur ya ?" lalu perlahan ia memajukan kepala tubuhnya untuk menatapnya lebih dekat. "Kau ingin kepalamu sembuh ? Kalau begitu, izinkan aku memutuskan kepalamu dari tubuhmu agar rasa sakit kepalamu menghilang ? Pasti rasanya menyenangkan. Aku tak hanya meminum darahmu, tapi aku juga bisa mandi darah." ucapnya sambil menunjukkan senyuman lebarnya dan seringainya.


Mendengar kata-kata Queen, mampu membuat tak hanya semua orang diam membeku. Bahkan Darius kesulitan menelan salivanya. Entah kenapa Pria tampan itu merasa tubuhnya sedikit bergetar. Queen memposisikan duduk kembali, dan melipat kedua tangannya di depan dadanya. Ia masih menunjukan tatapan dingin, dan senyuman lebar seringainya.


Semua menjadi hening tak ada suara. Queen meletakan 3 koin perunggu di atas mejanya. Lalu berdiri dari duduknya, ia berjalan melewati Darius yang masih terduduk diam membeku. Sebelum melewatinya, berhenti sejenak dan memegang pundak Pria itu, lalu ia sedikit menunduk dan berbisik. "Kau terlihat menyedihkan."


Queen pun berjalan melewati Darius, ia berjalan mendekati meja resepsionis. Ia akan mengambil misi. Sedangkan Darius, ia tersadar, ia menoleh ke arah Gadis. Lagi-lagi ia kesulitan menelan salivanya.


.....


Secara tempat Naga itu berada di Laut. Maka Queen harus pergi ke laut, yang menurut informasi letaknya masih di dalam wilayah Kerajaan Ophelia, bagian timur paling ujung. Ia sekarang ini berdiam sambil melihat lukisan peta yang ia bawa. Ia mulai memperhitungkan waktu perjalanan.


Queen mulai menghitung memperkirakan perjalanannya kalau ia berlari dengan kecepatan miliknya dengan maksimal, mungkin hanya 1 hari penuh atau lebih beberapa jam, tetapi itu juga belum terhitung ia berhenti untuk istirahat. Setelah selesai berfikir, ia menggulung kertas petanya, dan menyimpannya, ia pun langsung berlari dengan kecepatan penuhnya, 100 Km/jam.


.....


Hari pun telah malam, dan akan mendekati tengah malam. Sudah 6 jam Queen berlari. Kini ia tengah berhenti untuk beristirahat, dan ia tengah meminum darah kelinci hutan, dan ia akan membakar untuk memakan daging kelinci itu. Setelah hampir 1 jam, ia sudah selesai. "Lumayan.., bisa mengatasi rasa laparku."


Lalu ia bergumam. "Tapi, aku bertemu dengan monster atau bandit selama awal perjalanan. Aku masih ingin meminum darah."


Sudah tengah malam, bukannya berhenti untuk beristirahat. Tetapi untuk Gadis setengah Vampir itu sendiri tidak. Karena dirinya beristirahat sebentar itu sudah sangat cukup. Lagi pula, ia ingin segera menyelesaikan misinya, ditambah ia ingin sekali melihat laut.


.....


Waktu terus berjalan, jam demi jam. Malam berganti pagi. Pagi berganti siang. Siang berganti Sore. Sudah hampir 30 jam lebih Queen berlari dalam kecepatan hebatnya, itu sudah termasuk berhenti untuk beristirahat. Ya, kini Gadis setengah Vampir itu sudah sampai di tempat tujuannya.


Queen terlihat senang, karena sudah lama tidak melihat laut semenjak ia Pindah ke Dunia Barunya. Ia kini berdiri di tepi pantai. Ia menghirup udara pantai, sambil memenjam kedua matanya, dan merentanhkan kedua tangannya, seakan ia menikmati hidupnya.


Ia membuka kedua mata. Queen melihat sekelilingnya. Memang ada sebuah desa di dekat pantai, tetapi kini para penghuni memilih pindah ke tempat yang aman. Queen sudah siap untuk maju dan membunuh Naga Air itu.


Lagi Pula, Queen juga sangat menginginkan darah Naga itu. Ia tersenyum menyeringai. "Sekarang dimana Naganya ya~ ?"


Beberapa detik kemudian, senyuman memudar. Ia menyadari hal sesuatu. "Naga Air hidup di dalam laut 'kan ? Bagaimana caranya melawannya ?"


__________________


Jangan Lupa Like.