VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 57



Hari sudah tengah malam. Setelah beberapa jam berlari dalam kecepatan hebat miliknya, Queen telah sampai di Kota Kerajaan Ophelia, tepatnya ia sudah sampai di kamar penginapannya. Selesai sudah mandi membersihkan dirinya, dan mengenakan pakaian santainya, ia merebahkan tubuhnya di kasurnya. Pandangannya terus ke arah dinding atap kamar inapnya.


Ketika memenjam kedua matanya untuk tidur, tiba-tiba wajah tampan Peter muncul di pikirannya. Queen membuka kedua matanya, dengan kesalnya ia bergumam. "Apa-apaan !! Kenapa wajah dia yang muncul di kepalaku ?"


Lalu Gadis setengah Vampir itu bangkit, dan ia mengambil poisis duduk di atas kasurnya. "Dari semua orang yang pernah kutemui, kenapa harus dia sih ?!"


Queen kembali merebahkan tubuhnya di kasurnya. Ia dalam posisi terlentang, entah kenapa pikirannya terus membayangkan Peter. Sosok laki-laki muda yang umurnya jauh dibawahnya.


"Sekarang dia sedang apa ya ?"


"Apa dia benar-benar akan pergi dari Dunia ini ?"


Queen bergumam tentang laki-laki muda itu. Ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sial !! Kenapa juga aku harus memikirkannya ? Dan kenapa dia harus muncul di kepalaku, dan membuatku tidak bisa tidur ?!?!"


Bisa tidak bisa, Queen memutuskan memenjamkan kedua matanya dengan paksa, agar dirinya benar-benar tertidur.


.....


Keesokan Harinya. Queen bangun dari tidurnya. Ia masih sedikit terasa mengantuk. Ya, semalam ia sedikit tak bisa tidur. Yang awalnya ia memaksa dirinya untuk tertidur, akhirnya ia tertidur meski awalnya kesulitan agar dirinya tertidur. Queen bangkit dan berjalan menuju kamar mandinya untuk mandi membersihkan dirinya. Tak ada setengah jam, ia telah selesai.


Lalu ia mengenakan pakaian kesukaannya. Setelah selesai memakai pakaian gaun hitam birunya, Queen keluar dari kamar inapnya, karena hari ini ia akan melakukan kebiasaannya, yaitu mengambil misi di Guild Petualang. Sebelum itu, ia ingin mengisi makanan ke dalam perutnya yang sudah terasa lapar, dan ia juga ingin meminum darah.


.....


Selesai sudah sarapan di rumah makan milik Olno dan membayarnya, Gadis setengah Vampir itu pergi ke kedai khusus Ras Vampir. Ya, ia ingin meminum darah, karena hasrat Vampirnya sangat menginginkan darah hewan hutan pagi ini. Seperti biasa, kesukaannya yaitu darah kelinci hutan, ia memesan 10 gelas darah kelinci hutan. Tak perlu berlama-lama, langsung habis. Kelakuan Gadis setengah Vampir itu, membuat semua pengunjung Ras Vampir yang ada di dalam kedai itu memperhatikannya.


Semua Vampir, entah laki-laki atau perempuan terbelalak, dan menganga melihat Queen meminum 10 gelas darah tak sampai 2 menit. Biasanya mereka santai dan kenikmatinya dengan perlahan meminum darah hewan yang mereka sukai. Serakus-rakusnya mereka jika kehausan darah, mereka tak separah Gadis setengah Vampir itu.


Satu gelas darah hewan saja bagi mereka adalah sebuah menikmatan tiada tara setelah menahan hasrat hausnya akan darah pada diri mereka. Melihat Queen yang begitu rakus, ditambah mengingat bahwa Queen tak hanya Manusia setengah Vampir, melainkan Petualang yang sadis dan Vampir Gila, mereka semakin waspada meski ada rasa kagum.


Selesai sudah acara minum darah, Queen membayar yang sudah ia pesan. Lalu ia langsung pergi keluar dari kedai itu dan meninggalkan dan masa bodoh para Vampir yang terus memperhatikannya. Gadis setengah Vampir itu berjalan kaki menuju Guild Petualang. Ia bergumam. "Apa ada misi yang menarik gak ya ?"


.....


Setelah beberapa lama kemudian. Kini Queen sudah berada di luar Kota Kerajaan. Ia berada di dalam hutan untuk menjalankan misi. Misi kali ini adalah mengalahkan sekelompok bandit, dan jaraknya itu cukup jauh. Sekelompok bandit itu selalu mengganggu ketenangan semua warga di suatu Desa kecil. Desa kecil itu masih di dalam wilayah Kerajaan Ophelia.


Setidaknya, minimal ia menemukan hal yang menarik selagi ia berjalan kaki. Sudah hampir 2 jam lebih Queen berjalan kaki. Ia tak menemukan apapun yang menarik sepanjang perjalannya. Yang ia temukan hanyalah bekas sisa pertarungan, gubug besa yang tak terawat, dan lainnya yang menurut dimatanya tidak menarik. Tiba-tiba pikirannya muncul bayangan Peter.


Dan informasi dari misi yang Queen ambil sekarang, kurang lengkap. Dan kabarnya sudah ada beberapa Petualang yang datang ke sana, tetapi sampai sekarang, mereka tak pernah kembali membawa kabar. Setelah tau ada beberapa Petualang yang tak pernah kembali, para Petualang lainnya memilih mengambil misi yang lain.


Queen menghentikan langkah kakinya. Ia terdiam sejenak. "Sial, kenapa dia terus muncul di kepalaku ?" Queen bergumam dengan pandangannya dingin ke arah depan.


Tiba-tiba terdengar suara langkah mendekatinya. Queen menoleh, ia melihat seekor Goblin berjalan mendekatinya. Jarak mereka hanya 10 meter saja. Queen merasa aneh dengan Goblin yang satu ini, menurutnya aneh, karena Goblin itu mengenakan jubah ungu, dan dia menggenggam tongkat yang tingginya melebihi tubuhnya.


Queen bergumam. "Goblin apaan itu..?"


Goblin itu mengarahkan tongkatnya ke arahnya. Lalu terdengar suara aneh yang diucapkan oleg Goblin itu. Tiba-tiba ujung tongkatnya mengeluarkan bola Api dan langsung maju menyerang. Queen terbelalak, ia melompat menghindari serangan bola Api itu.


DUAR....!!


Queen mendarat, ia menatap dingin ke Goblin itu. Ia bergumam. "Serangan yang lumayan." ia tersenyum menyeringai. "Gimana ya, rasa darahmu ?"


Lalu terdengar suara aneh lagi yang diucapkan Goblin itu. Tiba-tiba disekeliling Goblin itu, muncullah 10 bola Api yang melayang. Lalu dia mengarahkan tongkatnya lagi ke arah langit, ke-10 bola Api yang mengelilingnya semakin membesar. Dia menatap Gadis setengah Vampir itu yang berdiri tak jauh darinya.


Disisi Queen, ia mengeluarkan tongkat sabitnya dari gelang penyimpanannya. Ia memutar-putar senjatanya di depannya. "Ingin beradu senjata ? Jangan salah paham, aku mengeluarkan tongkat sabitku agar lebih keren kesannya."


Goblin itu masih mengarahkan tongkatnya ke arah langit, dia bersuara. "Sweswkdhfskjd jdhdjsbdjd."


Queen menghentikan putaran sabitnya. Ia menatap Goblin itu, ia tersenyum. "Astaga aku lupa, buat apa aku berbicara padamu, secara aku tak mengerti bahasamu, dan aku malah terlihat Gila. Hahahahahaha..." ia tertawa, tangan kirinya sambil memegang perutnya.


Goblin itu menatap Gadis setengah Vampir itu dengan tajam. Yang tadinya tongkatnya mengarah ke langit, Dia menurunkannya dan langsung mengarahkannya ke arah Queen. Seketika ke-10 bola Apinya melayang maju ke arah targetnya.


Sementara disisi Queen, ia mengarahkan tangan kirinya ke arah Goblin itu. Tanpa merapal pun, disekelilingnya muncul pecahan-pecahan batu Es yang juga melayang, dan langsung maju menyerang ke arah lawannya.


__________________


Jangan Lupa Like.