
Masih di dalam kamar inap milik Gadis setengah Vampir. Terdengar seorang laki-laki dari Ras Manusia sedang berbicara dengan Gadis setengah Vampir, atau seorang Dhampir. Mereka tak lain Peter dan Queen. Queen membaca buku kuno tentang sejarah peninggalan leluhur yang Peter dapat dari Benua Cerah. Sambil membaca, Queen juga mendengar penjelasan Peter tentang inti dari isi buku itu. Gadis setengah Vampir itu semakin terhanyut dengan bukunya karena mendengar Peter penjelasan.
"Benua Enas terbagi menjadi 2, kedua Benua itu tak lain Benua Cerah dan Benua Arran. Setelahnya penyihir itu terbunuh oleh Sang Raja. Tak hanya di bunuh, Sang Raja memiliki Sihir Kegelapan, ia melahap semua Sihir penyihir itu. Setelah mendapat kemampuan Sihir yang baru, Sang Raja menggunakan Sihir terlarang yaitu menghilangkan ingatan semua penghuni yang tinggal di Benua Arran, dan mengingatkan kalau Benua Arran adalah satu-satunya Benua yang ada di Dunia ini." kata Peter.
Queen menutup Buku, ia lebih tertarik dengan Cerita laki-laki muda ini Peter bersuara lagi. "Setelahnya, Sang Raja menggunakan Sihir terkuatnya yang dia dapatkan, yaitu membawa Benua Arran sejauh-jauhnya dari Benua Cerah."
"Tetapi ada hal yang lebih mengejutkan. Setelah 3 minggu aku tinggal di Benua Cerah, aku pergi ke Benua ini. Kau tau, jarak dari Benua Cerah ke Benua Arran ? Dengan kecepatan maksimalku, memakan 2 hari." kata Peter, Queen yang mendengar terbelalak. Ia teringat saat dirinya digendong oleh laki-laki muda ini dan dibawa terbang dalam kecepatan yang tak biasa.
Dalam batin Queen, ia berkata. "2 hari ? Dengan kecepatan yang dia miliki, 2 hari ? Sungguh gila."
Peter berkata. "Kalau kamu berfikir kalau kecepatanku saat itu, kamu salah. Kecepatan maksimalku adalah 800 km/jam saat aku dalam mode Petirku."
Salah satu sudut bibirnya Queen bergerak-gerak. Lalu ia menjawab. "Sepertinya itu hanyalah omong kosong. Kau bisa bertahan selama 2 hari dalam kecepatan itu ? Sungguh diluar nalar."
"Queen, jangan samakan Dunia ini dengan Bumi. Semua hukum Alam di Bumi, dan hukum Fisika disini takkan berlaku disini. Lagi pula, aku masih 40 potion di cincin penyimpananku selama perjalanan aku mengomsumsi potion setiap 1 jam sekali untuk memulihkan mana energiku, jadi semua bisa teratasi." balas Peter.
Memang hal yang mustahil bagi seseorang bisa memiliki kecepatan seperti itu, kecuali mendapat bantuan teknologi modern yang ada di Bumi. Tetapi setelah mendapat pelatihan keras dari kedua Seniornya, dan Dunia yang ia datangi adalah salah satu Dunia Sihir.
Queen memandang datar kepada Peter. "Kamu memiliki banyak potion dari hasil mencuri ?"
Peter yang mendengar hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk tengkuk lehernya. Ia menjelaskan bahwa ia hanya membeli 20 potion saja saat di berada di Benua Cerah, sisanya ia dapatkan setelah merampas potion milik para bandit yang mencoba merampoknya.
Untuk mengalihkan, Peter menunjukkan beberapa lembaran kertas yang berisi tulisan saja. Tulisan di kertas itu juga tulisan Alfabet Latin. "Aku menemukan kertas ini setelah aku sampai di tepi pantai Benua ini. Saat aku baru sampai di pantai, ternyata aku berada di bagian Utara Benua ini. Dan tak jauh, aku menemukan sebuah runtuhan tua, aku telusuri dan ada sebuah ruangan bawah tanah, itulah aku menemukan kertas-kertas ini."
"Ada kemungkinan, ini adalah peninggalan seseorang atau sekelompok mata-mata dari Benua Cerah. Kertas-kertas ini tertulis tentang data laporan dalam pengamatan tentang Kerajaan Marigold. Raja terdahulu ternyata adalah leluhur dari Raja Kerajaan Marigold. Tak hanya menghilangkan ingatan orang-orang, tetapi juga menyegel kebahagian orang-orang, yaitu mendapat keturunan dari hasil perkawinan silang antar Ras yang berbeda. Maka terjawab sudah kenapa setiap ada bayi yang baru saja terlahir harus cacat dan meninggal." tambahnya.
Queen mengangguk-angguk kepalanya. Ia mulai paham hal itu, tetapi masih ada hal yang mengganjal. Yaitu sebenarnya dulu pemilik tubuhnya lahir di Benua Cerah atau di Benua Arran ? Kalau lahir di Benua Cerah. Itu masuk akal. Tetapi kalau di Benua Arran, hal yang mustahil, seharusnya pemilik tubuhnya terlahir cacat.
Lalu ia tersadar dari lamunannya. Queen menepiskan pikirannya, lalu memandang Peter. "Jadi, apa tujuanmu ke Dunia ini, mau mengajakku ? Atau mau memecahkan masalah tentang masalah masa lalu Dunia ini ?" tanya Queen yang bingung tujuan Peter.
.....
Hari sudah malam, setelah banyak berbicara, Queen dan Peter tidur. Queen tidur di kasur ranjangnya, sedangkan Peter, ia tidur di lantai yang beralas kain tebal yang biasanya ia pakai saat berkemah di hutan. Awalnya Queen mengusirnya, tetapi laki-laki muda itu memaksa, dan langsung mengeluarkan kain tebal untuk alas tidurnya.
Hari pun telah pagi, Peter yang tengah tidur pulas, tiba-tiba ia merasakan ada yang menindihkan tubuhnya, dan juga ia merasakan ada yang sedang mencium dan menjilat lehernya. Ia membuka kedua matanya, seketika ia terkejut melihat sosok Gadis setengah Vampir tengah menindih tubuhnya, dan akan menggigit lehernya. kedua mata Queen masih terpenjam. Peter berusaha melepaskan diri. Queen tak menindihkan hanya tubuhnya, tetapi memeluknya dengan erat.
Peter pun mendengar gumaman Gadis ini. "Darahmu harum sekali, berbagi sedikitlah untukku." setelah berkata itu, dia memanjangkan keempat gigi taringnya.
Peter panik, ia terpaksa menggunakan kekuatannya. Braaakkk...!!
Queen pun terdoronga hingga menabrak ranjang tidurnya hingga hancur. Sedangkan Peter, ia yang sudah menendang Gadis setengah Vampir itu, ia terlihat syok. Posisi dia terduduk, dengan cepat ia menggerakkan kedua tangan, kedua kaki, dan tubuhnya memundurkan diri untuk menjauhi Gadis setengah Vampir itu yang kini mulai membuka kedua matanya.
Queen melihat sekelilingnya, ia sedikit merasakan sakit pada tubuhnya. Ia memandang dan menyipit kedua matanya ke arah Peter yang terduduk dilantai di ujung ruangan sambil menyilang kedua lengannya di depan dadanya. Gadis setengah Vampir itu sedikit memiringkan kepalanya. "Kamu kenapa ?"
Peter memadang Queen dengan waspada. "Kamu hampir melecehkanku."
Queen terbelalak mendengarnya. Ia berdiri dan berjalan mendekati Peter yang terduduk di ujung ruangan kamar inapnya. Ia berkata dan menunjukkan jari telunjuknya ke arah laki-laki muda itu. "Hei..!! Jaga kata-katamu. Mana mungkin aku melecehkanmu."
Peter berdiri, dan menghadap. Ia merasa tak terima kalau Queen tak mau mengakui kesalahannya. Ia juga tak mau kalah dengan Gadis setengah Vampir Ini. "Hah, andai saja ada CCTV di Dunia ini, pasti kamu akan malu mengakuinya."
Queen memandang dingin ke arah Peter. "Mana mungkin aku melakukan hal itu padamu. Secara kamu hanyalah anak-anak yang baru saja menginjak usia remaja."
Peter tersenyum kecil. "Kalau kau menganggapku anak-anak, berarti kamu nenek-nenek ?" seketika Queen terbelalak dan menganga mulutnya setelah mendengar balasan laki-laki muda ini.
__________________
Jangan Lupa Like.