
Keesokan Harinya.
Terlihat 2 gadis dalam kamar telah selesai memakai gaun mereka masing-masing. Meski gaun yang mereka berdua kenakan sama seperti kemarin, dan tak dicuci, tapi percayalah bahan gaun itu mengandung Sihir. Biasanya hanya dimiliki oleh Kalangan Bangsawan dan anggota keluarga Kerajaan. Mereka berdua mengenakan jubah hitam untuk menutupi gaun yang mereka kenakan. Jubah mereka juga mengandung Sihir. Mereka berdua yang tak lain Queen dan Willa. Sudah siap segala penampilan mereka, mereka berdua pun pergi keluar dari kamar mereka. Hari ini mereka akan mendaftarkan diri menjadi menjadi Petualang Guild Kota Kerajaan Ophelia.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka telah sampai di Guild Petualang. Dari awal keluar dari bangunan penginapan, hingga tempat tujuan, mereka sudah menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di Kota Kerajaan. Meski sudah tau mereka berdua dari Ras Vampir, Kecantikan mereka berdua tak bisa dibohongi, tak Ras Vampir, semua Ras juga terpesona. Di dalam Guild Petualang, Queen melihat seisi ruangan, tempat itu sangat luas, tempat mereka seperti restauran, dan seperti bar. Banyak sekali laki-laki dan perempuan di dalam dari berbagai macam Ras. Karena sebelum berangkat, Willa menjelaskan tempat Guild juga tempatnya Para Petualang berkumpul untuk rapat, makan, dan minum-minum.
Indra penciuman Queen, merasakan aneka ragam aroma darah dari mereka semua. Aroma Harum, enak, dan bahkan asam. Willa berjalan mendekati meja resepsionis yang dijaga oleh 3 wanita cantik yang merupakan Ras Manusia, dan Queen berjalan mengekorinya.
"Nama saya Nila, saya resepsionis Guild Petualang disini, ada yang bisa dibantu ?" kata salah satu wanita resepsionis itu yang ramah, dan bernama Nila.
"Kami ingin mendaftar diri menjadi Petualang di Guild ini." kata Willa, setelah dirinya dan sahabatnya sudah berdiri di depan meja resepsionis.
Nila mengangguk kepalanya, lalu ia mengambil sesuatu dari lemari yang ada di belakang badannya. "Kalau begitu, isilah formulir ini, ya." sambil tersenyum dan menyerahkan 2 kertas kepada Willa dan Queen.
Mereka berdua pun mengisi formulir tersebut. Tak butuh waktu lama telah selesai. Wanita resepsionis mengambil kembali kedua formulir yang sudah diisi oleh kedua Gadis Vampir ini.
Lalu Nila menyerahkan 2 bola kristal di meja resepsionisnya, tepat dihadapan Willa dan Queen. "Langkah keduanya, silahkan sentuh bola kristal ini." Willa yang pernah, ia langsung menyentuhnya, Queen pun mengikutinya.
Kedua bola kristal itu pun bercahaya, dan tiba-tiba muncul cahaya berbentuk seperti kartu di hadapan Queen dan Willa. Mereka berdua menarik kembali tangannya. Nila kembali bersuara. "Silahkan ambil kartu kalian masing-masing. Ini adalah kartu sihir identitas milik kalian. Kalian dapat melihat kemampuan kalian. Di kartu itu, tertulis Rank kalian, yang menjelaskan tingkat Level kalian."
"Rank kalian bisa meningkatkan Level kalian bila rutin berlatih, rutin mengambil misi, berburu, dan mengalahkan musuh atau monster." lanjutnya.
Willa mengambil Kartu Identitas Petualangnya. Ia pun membacanya. Ia tersenyum, karena Rank dia masih seperti dulu dan tak berubah semenjak ia akan mengundurkan diri. Rank A, itulah Ranknya. Dan untuk Queen, saat ia akan mangambil kartunya yang masih tergelatak di meja resepsionis, tiba-tiba ada sebuah tangan yang merangkul Queen dari samping, seketika Gadis setengah Vampir ini terdiam. Willa terbelalak melihat seseorang yang sudah berani merangkul sahabatnya.
Orang itu laki-laki dewasa, ia menatap Willa. "Willa, bagaimana kabarmu ? Akhirnya kamu mendaftar kembali menjadi Petualang." mendengar kata-kata laki-laki ini, hampir semua orang di dalam ruangan memperhatikan mereka bertiga.
Willa tak menjawab, ia menatap tajam ke arah laki-laki ini. Dia kembali bersuara. "Kau semakin cantik setelah 10 tahun tak bertemu, Willa. Apa dia ini temanmu, cantik sekali, apa dia baru mendaftar ? Bagaimana kau dan dia masuk ke party-ku ?" Willa masih tak menjawab.
Sedangkan Queen, ia melirik tajam ke arah laki-laki yang merupakan Ras Manusia yang sudah berani merangkulnya. BUGH...!! Queen menyikut perutnya dengan kuat, sontak laki-laki ini melepas rangkulannya. Perutnya kesakitan.
Queen memutar dan tangan kanannya langsung mencengkram rahang laki-laki itu. Queen menatap tajam ke arahnya, dan tersenyum menyeringai. Lalu ia berbisik di telinga laki-laki itu. "Aroma darahmu enak juga."
Laki-laki merasa ketakutan yang hebat setelah mendengar bisikan Queen. Tetapi, demi harga dirinya, ia mencoba melawan rasa takutnya. Ia berontak, cengkramannya terlepas, ia melangkah mundur beberapa langkah. Lalu ia menarik pedangnya dari sarungnya dan langsung mengarahkannya ke arah Queen. Aksi mereka berdua langsung membuat seisi ruangan Guild Petualang heboh.
"Wah lihat, ada yang berani macam-macam dengan tuan Gion."
"Ya, dia tidak tau kalau tuan Gion salah satu Petualang terhebat disini."
"Mau cari mati dia."
"Padahal selama ini, tidak ada yang berani melawannya."
"Seharusnya kedua Gadis Vampir itu bersyukur, meski masih baru, tuan Gion tertarik, dan langsung mengajak mereka berdua bergabung ke party-nya."
"Tapi tunggu, Gadis Vampir berambut perak itu, seperti tidak asing."
Dan masih banyak lagi kata-kata para Petualang Guild yang ada di disana, dan entah dari mana Ras manapun mereka saling membicarakan Queen yang sudah berani melawan kepada Gion.
"Hentikan !!"
Terdengar suara tegas dari laki-laki yang sudah berdiri di dekat Willa. Willa menoleh, ia memandang seseorang yang tak asing baginya, laki-laki tampan persis seperti manusia tetapi memiliki 2 tanduk di dahinya. Tak salah lagi bagi Willa, dia adalah Ras Ogre dan dia adalah Master Guild. Disisi Gion memasukkan kembali pedangnya ke sarungnya. Dan Queen, ia masih berdiri dan memandang dingin ke arah Gion.
"Kau masih beruntung. Lain kali aku tidak akan mengampunimu." ucap Gion, ia berbalik dan pergi menuju pintu keluar, lalu ada 6 orang berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah kaki Gion, merekalah anggota partynya.
Setelah kepergian Gion dan Party-nya, suasana di ruangan menjadi tenang, tetapi masih memandang Queen. Lalu laki-laki tampan bertanduk melangkah mendekati Queen. "Jangan membuat keributan di dalam Guildku, nona Vampir."
Queen berbalik mendekati Willa, ia mengabaikan keberadaan Master Guild. Lagi-lagi tingkah Queen menjadi pusat perhatian, karena berani mengabaikan dan melewati Master Guild begitu saja, seakan tidak ada orang. Dan Queen, ia sudah di hadapan sahabatnya. "Apa sudah selesai ? Aku ingin kita segera mengambil misi."
Willa menoleh ke arah resepsionis. Wanita resepsionis bernama Nila itu, langsung memberi kartu identitas milik Queen yang masih tergeletak di mejanya. Nila melirik, dan langsung terbelalak setelah melihat tulisan S di kartu identitas Rank milik Queen.
"Rank S." Nila bergumam.
__________________
Ingin sekali Duoble Up, tapi aku kapok. 😁
Jangan Lupa Like.