VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 54



Beberapa jam kemudian. Hari akan mendekati sore, masih terlihat di dalam hutan. Mungkin sudah 4 jam Queen dan Peter berjalan kaki. Mereka tak menggunakan kemampuan berlari cepat milik mereka. Karena Peter memilih berjalan kaki, jadi Gadis setengah Vampir itu hanya diam tetapi mengikuti apa maunya Laki-laki muda itu. Dan anehnya, entah kenapa Queen menuruti kemauan Peter, dan entah kenapa dirinya tak mau berjauhan dengan laki-laki muda itu.


Sebelumnya saja, dirinya diajak ke Kerajaan Marigold, tetapi ia langsung menolak. Tak lama melihat kehadiran Peter, dan menyadari laki-laki muda itu akan pergi ke Kerajaan Marigold, dirinya langsung menyusul. Meski ia pandai menyembunyikannya dan ekspresi wajahnya tetap dingin, namun di dalam pikiran, ia merasa aneh karena tak bisa jauh dengan laki-laki yang baru ia temui beberapa hari yang lalu. Bahkan mereka baru saling mengenal.


Setelah sekian berjam-jam berjalan, dan tak ada pembicaraan, Peter mulai bersuara. "Jadi kenapa kamu tiba-tiba menyusulku, Queen ?" tanyanya dengan penuh senyuman dan memandang Queen yang juga berjalan di sebelah kanannya.


Karena semenjak Queen itu tiba-tiba datang menyusulnya, tidak berkata apapun. Bahkan sebelumnya Peter sudah melempari banyak pertanyaan, tetapi Gadis setengah Vampir itu tak menjawabnya, hanya diam dengan ekspresi dinginnya, dan pandangannya terus ke depan. Sehingga, mereka tak ada pembicaraan apapun. Kadang aneh sekali menurut Peter dengan Gadis setengah Vampir ini.


Lagi-lagi Queen tak menjawab pertanyaan Peter. Padahal entah sudah berapa kali Peter melempari banyak pertanyaan kepada Queen dengan pertanyaan yang sama, tetap saja, Queen diam saja. Peter menghela nafasnya. "Heran sekali ya, memiliki teman perjalanan, tetapi hanya bisa diam saja. Jadi berasa sendiri saja."


Peter melirik ke arah sampingnya setelah mengusap kata-kata barusan. Benar saja, Gadis setengah Vampir itu masih saja diam, ekspresinya tetap dingin, dan pandangannya terus ke depan. Peter bersuara dengan nada terkejutnya sambil menunjuk ke arah kanan Queen. "Wah ada Goblin, lihat...!!"


Queen langsung menoleh ke kanan. Tentu saja ia memasang wajah terkejutnya. Pasalnya seharusnya ia menyadari kalau ada kehadiran Mahluk yang berada didekatnya atau yang datang padanya. Namun, Gadis setengah Vampir itu mengerut dahinya. Ia bergumam. "Dimana ?"


Lalu terdengar suara tawa dari sampingnya. Queen menoleh ke arah samping kirinya. Dan benar saja, Peter tertawa sambil memegang perutnya. Dengan wajah dinginnya, ia bersuara. "Kau membohongiku ?"


Peter yang berusaha menahan tawanya sambil memegang perutnya. "Yah, mau bagaimana lagi, kamu bila kutanya diam-diam saja. Ya sudah, aku kerjain saja kamu. Meski garing, tetapi lumayan buatku. Hahahahaha...." ia kembali tertawa, sambil memenjam kedua matanya dan memegang perutnya.


Queen memandang dingin ke arah laki-laki muda itu. Baru saja tertawa beberapa detik, Peter membuka kedua matanya melihat Queen mengeluarkan tongkat sabitnya dari gelang penyimpanannya. Peter langsung terbelalak, seketika ia melompat mundur untuk menghindari serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh Gadis setengah Vampir itu.


"Kau ingin benar membunuhku, hah ?" tanya Peter kesal.


Queen memutar-putar tongkat sabitnya, lalu ujung bawahnya ia tancapkan ke tanah. Ia memandang Peter dengan ekspresi dinginnya. Lalu menjawab. "Itu lebih baik, dari pada harus mendengar suara tawamu yang merusak indra pendengaranku."


Mereka saling memandang. Queen memandang siap menyerang kepada Peter. Sedangkan Peter sendiri, ia memandang waspada terhadap Queen. Peter menghela nafasnya. "Baiklah, maaf sudah membuatmu marah. Bisakah kau bersikap biasa saja."


Queen pun memasukan kembali tongkat sabitnya ke gelang penyimpanannya. Peter pun melangkah mendekati Gadis setengah Vampir itu. "Ayo..." ucapnya sambil menggenggam tangan Queen.


Queen terbelalak karena tangan di genggam oleh laki-laki muda itu. Saat akan melayangkan protes, Peter sudah lebih dulu menariknya dan berlari. Akhirnya ia pun ikut berlari mengekori Peter. Mereka berdua berlari cepat dalam kecepatan yang sama.


.....


Setelah 3 jam berlari, dan hari pun juga sudah malam. Mereka memutuskan untuk berhenti terlebih dahulu. Queen duduk berdiam di atas batu besar. Meski wajahnya berekspresi dingin atau datar untuk menyembunyikan sesuatu, tetapi dalam perasaannya, ia tak bisa berbohong, entah kenapa Queen merasa senang, karena selama perjalan tadi, Peter terus menggenggam tangannya.


Setelah mengisi di beberapa gelas kacanya dengan darah rusa, Peter berbicara kepada Queen. "Ini darahnya. Semuanya untuk kamu. Kamu tinggal ambil saja, dan meminumnya." sambil meletakan beberapa gelas kaca di hadapan Gadis setengah Vampir itu.


Peter pun melanjutkan kegunaannya untuk memotong-potong daging rusa dengan ukuran sewajarnya, lalu ia campurkan dengan bumbu yang sudah ia bawa sebelumnya. Lalu ia menggunakan Sihir Apinya untuk membakar beberapa ranting kayu yang ja cari sebelumnya.


Peter pun membakar daging-daging rusanya. Sedangkan Queen, ia meminum darah rusa yang diberikan oleh Peter. Tak lama kemudian, masakan Peter pun telah matang. Mereka berdua pun segera memakan daging rusa bakarnya. Setelah selesai makan nanti, mereka akan segera melanjutkan perjalanan.


.....


Baru saja selesai makan, tiba-tiba terdengar suara langkah beberapa kaki mendekat. Queen tetap terlihat tenang dan anggun dalam posisi duduknya di atas batu besar. Sedangkan Peter, ia masih berdiri diam memandang ke arah sumber suara itu. Dan benar saja, terlihat sekelompok bandit berjumlah 6 orang berjalan mendekati mereka berdua.


6 bandit itu terdiri dari laki-laki semua, 3 Ras Manusia, dan 3 Ras DemiHuman. Salah satu dari mereka yang merupakan Ras Manusia bersuara. "Lihatlah, ada sepasang kekasih yang sedang berkemah di hutan."


Lalu temannya Banditnya dari Ras DemiHuman serigala juga berkata. "Sungguh disayangkan, Gadis ini sungguh cantik sekali. Sepertinya dia dari Keluarga Bangsawan."


"Lihatlah laki-lakinya, dari pakaiannya sungguh aneh. Sejarah hidupku, aku tak pernah melihat orang biasa atau Bangsawan punya pakaian seperti itu." Bandit yang juga dari Ras Manusia.


Bandit. dari Ras DemiHuman kerbau, juga berkomentar. "Paling tidak, laki-laki dari Gadis itu sangat lemah. Kita bunuh saja dia. Lalu kita bisa bersenang-senang dengan Gadisnya."


"Ya. Kau benar. Hahahahaha...." sahut bandit Ras beruang yang memiliki badan yang besar.


Queen masih diam duduk, sedangkan Peter ia masih diam berdiri di dekat Gadis setengah Vampir itu. Pandangan mereka berdua datar ke arah ke-6 Bandit itu. Lalu salah satu dari mereka mendekati Queen. Mereka ber-6 senang, karena terlihat Queen dan Peter tak melawan dan tak bergerak.


Bandit yang mendekati Queen adalah Ras Manusia, dia sudah di hadapan Gadis itu. Saat tangan akan menyentuh pundak Queen, tiba-tiba tangannya telepas dari lengannya dan terjatuh ke tanah. "Aaaagggrrrrhhh....!! Tanganku..!!" teriak Bandit itu kesakitan dan terjatuh duduk di tanah.


Semua bandit langsung terdiam membeku melihat temannya seperti itu. Mereka ber-5 kembali dibuat tekejut, ketika potongan tangan teman mereka diambil oleh Gadis itu, menggigitnya dan menghisap darahnya.


__________________


Jangan Lupa Like.