VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 36



Setengah Jam kemudian.


Seorang Gadis setengah Vampir masih saja terus berusaha maju menyerang kepada seorang Pria tua. Namun setengah jam itu, apa yang dilakukan Gadis itu sia-sia. Ya, semua serangan tak pernah mengenai si Pria tua. Pria tua itu terus menghindar, tanpa melawan, tanpa menahan, dan tanpa menangkis. Dia terus menghindar dengan mudahnya, baginya serangan dari Seorang Gadis setengah Vampir itu bukan apa-apa untuknya.


Disisi Gadis setengah Vampir itu, yang tak lain Queen, ia kesal karena semua serangannya tak mengenai Pria tua itu. Semakin kesal Pria tua itu terus menghindar tanpa melawannya. Rasa terobsesinya dengan Darah Pria tua itu kini telah hilang, melainkan ia ingin segera membunuh Pria tua itu yang sudah berani mereinkarnasikan dirinya.


Queen pun berhenti. Ia menatap dingin ke arah Pria tua itu yang masih terlihat santai. Meski tatapan Queen dingin, tapi senyuman seringai di mulutnya tak hilang. "Pak Tua. Apa anda tidak cape terus menghindar dariku ?"


"Aku tak pernah cape, Queen. Lebih baik kamu tenang dulu. Aku ingin berbicara denganmu terlebih dahulu." jawab Pria tua.


Senyumannya Queen memudar. Tatapannya tetap dingin ke arah Pria tua itu. Lalu ia berkata. "Baiklah, bicaralah."


Pria tua itu menghela nafasnya. Lalu ia mulai berbicara. "Pertama Aku ingin menjelaskan alasan kalian ku reinkarnasi, atau transmigrasi ke Dunia Baru. Sudah berjuta-juta tahun hingga sekarang, aku sudah mereinkarnasikan 15 orang dan mentransmigrasi 10 orang. Semua itu totalnya 25 orang, itu sudah termasuk kalian di dalamnya."


"Aku tak bermaksud apapun ketika aku memindahkan kalian." sambil menoleh dan memandang Reyhan yang masih terlihat berdiri santai tak jauh darinya.


Lalu pandangan Pria tua itu kembali beralih ke arah Queen. "Termasuk kamu, Queen. Aku tak bermaksud apapun dibalik tugasku. Tugasku hanya menjaga Multiverse, mereinkarnasi, dan mentransmigrasi kalian yang menurutku pantas, itu saja, tidak ada tujuan lain."


Queen membalas. "Pantas ? Pantas dalam artian apa ? Sebagai Pionmu untuk melengkapi koleksi ceritamu ?"


Pria tua menghela nafasnya. "Tapi jangan salah paham, Queen."


Queen sedikit memiringkan kepalanya. "Jangan salah paham ?" ia mengulang ucapan Pak Tua. "Jadi, apa tujuanmu ?"


Pak Tua menjawab. "Aku melakukan semua karena aku bisa merasakan tekad kalian dalam berjuang hidup demi meraih kebahagian. Maka dari itu aku mereinkarnasi atau mentransmigrasi kalian."


Queen teridam dan tak membalas kata-kata Pak Tua itu. Pria tua itu kembali bersuara. "Yang Kedua, aku ingin memberitahu sesuatu yang sangat penting, ini berkaitan dengan Multiverse. Aku...."


Braakk...!!


Belum sempat Pria tua itu menyelesaikan kata-katanya, dia melompat mundur untuk menghindar, karena Queen tiba-tiba maju datang dan langsung menyerangnya.


Queen tersenyum menyeringai dan memandang Pria tua. "Aku tau mau mendengar lanjutan cerita dongengmu, Pak tua !! Hahahaha..."


"Astaga. Dari semua 25 orang yang kupilih, hanya kamu saja yang Gila." ucap Pria tua.


Queen kembali melompat maju. Lalu bersamaan mengeluarkan tongkat sabitnya. Pria tua itu masih diam saja di tempatnya. Pria tua bergumam. "Maafkan aku, Queen."


Tiba-tiba tubuh Queen berputar-putar. Ia bersuara. "Sial...!! Kau Pak tua, rupanya kamu bisa berbuat curang. Hahahaha...."


Reyhan yang melihat itu hanya terkekeh. Ya, Reyhan melihat Pria tua itu mencengkram kakinya Queen, lalu memutar-putarkannya. Pria tua melepakan cengkramannya. Queen pun terlempar jauh. Pria tua mengarahkan salah satu tangannya ke arah Queen. Dan benar saja, tiba-tiba muncul sebuah portal bercahaya, di dekat punggung Gadis setengah Vampir itu. Seketika Queen pun langsung masuk dalam portal itu. Setelahnya, portal itu pun hilang lenyap.


"Aku tak menyangka kalau kau bisa memberi perlawanan." kata Reyhan berjalan mendekati Pria tua itu.


Pria tua itu menoleh ke arah Reyhan. "Aku melakukan itu karena terpaksa."


"Kau melemparnya kemana ?" tanya Reyhan.


"Tentu saja, aku mempulangkan dia ke Dunia barunya, D-10." jawab Pria tua. "Karenamu, waktu bersantaiku jadi berantakan. Kalau Queen masih ditahan disini, pasti takkan selesai, jadi lebih baik kupulangkan dia." lanjutnya.


Reyhan tertawa. Lalu ia berkata. "Baiklah, aku pulang dulu ya." lalu ia masuk ke dalam portalnya yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


Setelah Reyhan masuk, portal itu pun menghilang. Pria tua hanya bisa menghela nafasnya. Ia pun membereskan semua sisa kekacauan ada di tempatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dunia D-10, di dalam sebuah hutan yang cukup jauh letaknya, meski begitu hutan itu masih di dalam Wilayah Kerajaan Timur, tepatnya Kerajaan Ophelia. Hari pun juga sudab malam. Di dalam sebuah hutan itu, terlihat sebuah kelompok Petualang tengah bertarung melawan beberapa bandit yang kuat. Awalnya mereka ber-4 tengah dalam perjalanan pulang.


Hingga akhirnya, perjalanan mereka dihalangi 3 orang bandit. Meski kalah jumlah, kekuatan ke-3 bandit itu sangatlah kuat. Ke-4 Petualang itu kini dalam keadaan terluka. Energi mana mereka sudah sudah terkuras banyak. Sedangkan ke-3 bandit itu masih terlihat baik-baik saja.


"Lihatlah, kalian terlihat menyedihkan." kata bandit1.


"Hei ke-2 perempuan. Lebih baik kalian menurut dan ikut bersama kami, dan tinggalkan kelompok kalian. Kita akan bersenang-senang hingga pagi. hahahahaha...." ucap bandit2, dan tertawa. Kedua bandit lainnya juga ikut tertawa.


Tiba-tiba ada sebuah cahaya di langit, yang tak jauh di atas ke-4 Petualang dan ke-3 bandit itu. Mereka ber-7 mendongak, karena penasaran. Mereka melihat sebuah portal bercahaya yang jaraknya mungkin 30 meter di atas mereka.


Mereka semua pun terbelalak melihat seorang Gadis cantik berjubah hitam dan membawa tongkat sabit digenggamannya. Gadis itu tiba-tiba keluar jatuh dari portal cahaya itu. Sekian detik kemudian portal itu menghilang. Gadis yang melayang jatuh kebawah itu berteriak. "Hhuuuuaaaaa.....!!! Pak Tua Sialan......!!" Ya, dia tak lain adalah Queen yang dipulangkan paksa dengan cara yang tidak biasa.


Queen yang dalam posisi terjatuh di udara, ia segera mengimbangi tubuhnya agar bisa mendarat dengan baik. Braakk....!! Permukaan tanah tempat ia mendarat menjadi sedikit cekung dan hancur. Queen yang berlutut pun berdiri, ia melihat sekelilingnya. Kini ia berdiri di tengah-tengah 4 orang Petualang dan 3 orang bandit.


__________________


Jangan Lupa Like.