VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 49



Setelah selesai membunuh ke-4 bandit dan menghisap darah mereka hingga puas, Queen langsung pergi begitu saja. Sedangkan Peter, ia mulai berdiri, ia lemas memandang ke-4 mayat bandit. "Aku tak tahan melihat pemandangan ini."


Mungkin dibilang naif baginya. Karena sebagai Ras Manusia, ia tak tega melihat mayat yang tergeletak begitu saja. Selain memilik Sihir Petir, ia memiliki Sihir Api dan Anginn. Ia pun menggunakan Sihir Apinya untuk membakar ke-4 mayat itu. Mungkin sudah terhitung beberapa menit ia tertinggal oleh Gadis setengah Vampir itu.


Peter pun melayang di udara. "Sepertinya aku akan sulit mengajaknya ke tempat Pak Tua." ia pun maju terbang dalam kecepatan tinggi menyusul Queen yang sudah berlari jauh.


.....


Beralih ke Queen. Ia kini masih dalam berlari cepat. Indra penciumannya menangkap aroma yang tak asing. "Aroma ini, jelas anak itu."


Dan benar saja tak lama kemudian, Peter kini terbang di atasnya Queen. "Hei, butuh tumpangan ?"


Queen tak menjawab. Peter yang dalam terbang, perlahan turun mendekati permukaan tanah. Ia pun menyudahi terbangnya, dan seketika kedua alas sepatunha mendarat dan langsung melangkah cepat berlari di samping Gadis setengah Vampir itu.


"Owh, kamu masih yakin mengikutiku ?" tanya Queen yang berlari dan pandangannya terus ke arah depan.


"Tentu, mungkin setelah ini akan ada hal yang menarik." balas Peter samb tersenyum dan memandang ke arah depan.


Queen tak menjawab. Mereka berdua berdiam dan terus berlari.


.....


Sekian lama perjalanan yang panjang dan telah ditempuh oleh Queen dan Peter, akhirnya mereka telah sampai di wilayah Kerajaan Ophelia di malam hari. Hanya memerlukan 34 jam perjalanan mereka berlari dalam kecepatan 100 Km/jam, itu sudah termasuk memberantas sekelompok bandit, dan monster-monster yang menghalangi mereka. Dan benar saja, Peter tak bisa masuk ke dalam kota Kerajaan, ia harus membuat kartu identitas, seperti Queen sebelumnya, jadi Laki-laki muda itu membuat kartu identitas, sedangkan Gadis setengah Vampir itu sudah lebih dulu meninggalkan Peter.


Kini Queen telah sampai di tempat penginapannya. Ia langsung mandi membersihkan dirinya. Selesai sudah membersihkan diri, ia mengenakan pakaian piyama yang ia beli di toko pakaian.


"Huh...," Queen merebahkan tubuhnya di kamar penginapannya.


Ia memenjamkan kedua matanya. Meski hari masih sore, Queen sudah merasa mengantuk. Tetapi bukannya tertidur, isi kepalanya malah menampilkan wajah tampan laki-laki yang baru dikenalnya. Ya, laki-laki itu tak lain Peter.


Queen bangun, dan duduk di kasurnya. "Kenapa bocah itu tiba-tiba muncul di pikiranku ?"


Queen menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menepis pikirannya. Ia terdiam sejenak. Lalu terlintas sebuah kata muncul di pikirannya. "Kebahagiaan ?"


"Apa benar kebahagiaan di Benua ini tengah tersegel ?" ia bertanya sendiri.


Lalu Queen teringat saat melihat penduduk Kota Kerajaan Ophelia, yang dimana banyak laki-laki dan banyak perempuan berbeda Ras, entah Ras Manusia menjalin hubungan dengan Ras Elf.m, atau Ras Manusia dengan Ras DemiHuman, dan lain-lainnya. Mereka terlihat bahagia, bahkan sampai ada yang menikah, tetapi bayi yang terlahir dari pernikahan mereka harus memiliki cacat fisik dan tak lama pun meninggal dalam hitungan detik setelah dilahirkan.


Queen pun menyadari kalau pemilik tubuhnya terlahir sebagai Manusia setengah Vampir. Bukankah seharusnya terlahir cacat ? Tetapi faktanya pemilik tubuhnya memiliki fisik yang baik-baik saja tanpa cacat sedikit pun. Malah memiliki kekuatan yang hebat. Dan pertanyaan-pertanyaan pun muncul di isi kepalanya.


Apakah pemilik tubuhnya terlahir di Benua Cerah ?


Kalau memang seperti itu, kenapa sedari kecil pemilik tubuhnya bisa berada di Benua Arran ?


Queen menggeleng-gelengkan kepalanya, ia menepis pikirannya itu. Lagi pula ia tak ingin berfikir yang tidak menguntungkan dirinya. Ia melihat langit dari jendela kamarnya. Langit berwarna jingga, dan sudah terlihat sedikit gelap. Ia menghela nafasnya, ia kembali merebahkan tubuhnya, dan memaksanya untuk tidur. Hingga akhirnya ia pun tertidur.


.....


Keesokan Harinya. Hari telah pagi, Queen sudah mandi membersihkan dirinya, dan kini ia memakai pakaian gaun hitam birunya yang sudah menjadi favoritnya. Selesai sudah, ia pun merasa perutnya sudah sedikit lapar. Ya, sudah waktunya sarapan. Queen pun berjalan keluar dari kamarnya.


"Seperti, untuk kedepannya dan entah sampai kapan, aku akan makan sendirian terus." gumamnya.


Ya, karena mengingat Willa masih di kampung halamannya. Mungkin 1 minggu atau 2 minggu sahabatnya itu akan kembali. Queen baru saja keluar dari bangunan penginapan, ia akan mencari makan di rumah makan milik Olno, yang kini menjadi langganannya.


.....


Tak hanya sampai 1 jam lebih Queen berada di rumah makan milik Olno. Ia banyak menghabiskan makanan. Jujur saja, makanan yang disediakan rumah makan Olno benar-benar sangat enak. Setelah selesai membayar, ia melangkah pergi keluar. Ia kana pergi ke Guild Petualang untuk memberi laporan. Baru saja keluar, ia terbelalak melihat Peter yang berjalan dikawal oleh beberapa prajurit Kerajaan.


"Kenapa dia ?" Queen bergumam bertanya sendiri.


"Mungkin, dia melakukan kesalahan, atau dicurigai, jadi dia dibawa oleh para prajurit. Sungguh menyedihkan." gumamnya lagi. Queen terus memandang Peter.


Laki-laki muda itu tak mengenakan jubah, sehingga penampilannya dari atas hingga bawah benar-benar menandakan kalau dirinya dari Bumi abad ke-21. Dan benar saja, dia menjadi pusat perhatian semua penduduk Kota Kerajaan.


Peter menoleh ke arah Queen yang masih memandangnya, yang seharusnya memasang wajah sedih, tetapi Peter malah melempar senyuman kepadanya. Gadis setengah Vampir itu bergumam. "Baiklah, aku tarik kata-kataku, kalau dia tak menyedihkan, dia terlihat bahagia."


Para penduduk Kota, terutama laki-laki tak suka dengan Peter yang tersenyum kepada salah satu Gadis idola mereka, ya Gadis idola mereka tak lain adalah Queen, si Manusia setengah Vampir. Queen memilih tak peduli sekitar, ataupun akan keadaan Peter. Laki-laki muda itu sudah terlihat menjauh. Ia pun pergi melangkah ke arah ke Guild Petualang.


.....


Kini Gadis setengah Vampir itu sudah keluar dari Guild Petualang, ia mendapat keuntungan banyak setelah memberi laporan misi membunuh Naga Air. Dan namanya semakin terkenal. Tetapi ia masa bodoh hal itu. Ia tak ingin mengambil misi. Ia memilih pergi ke kedai Vampir, yang dimana kedai itu menyediakan berbagai Darah hewan hutan.


Beru saja melangkah keluar dari Guild Petualang, ia teringat akan keadaan Peter yang dibawa oleh beberapa prajurit Kerajaan. Jelas sekali, laki-laki muda itu dibawa ke istana Kerajaan Ophelia. Entah mengapa ia terus kepikiran dengan laki-laki muda itu yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu.


"Kenapa aku terus memikirkannya ?" ia bergumam dalam diamnya.


Queen kembali teringat senyuman Peter kepadanya saat laki-laki muda itu dibawa oleh beberapa prajurit Kerajaan.


"Sial...!!" umpatnya.


Gadis setengah Vampir itu langsung melompat tinggi ke arah atap bangunan di dekatnya. Ia pun berlari dan melompat ke atap bangunan ke atap bangunan lainnya. Tujuannya adalah ke istana Kerajaan Ophelia.


__________________


Jangan Lupa Like.