VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 25



Willa menjelaskan, tidak semua Desa di setiap semua wilayah Kerajaan selalu damai, pasti ada bermacam gangguan yang datang. Tiba-tiba, indra penciuman Queen dan Willa menangkap aroma. Mereka menduga, kalau letaknya tak jauh dari lokasi mereka sekarang.


Willa berkata. "Jaraknya tidak 10 Km dari jarak kita."


Mata kiri Queen berubah merah menyala. Semua kuku, dan keempat gigi taringnya memanjang. Ia langsung berlari cepat ke arah tempat targetnya.


Willa terbelalak melihat Queen yang segitunya langsung menampakan wujud Manusia setengah Vampirnya. "Astaga, tunggu aku, Queen !!" Willa segera berlari cepat menyusul sahabatnya.


.....


Di sebuah Desa, yang rumah-rumahnya cukup terlihat rapi, kini tengah di datangkan pengganggu. Desa itu adalah salah satu Desa di wilayah Kerajaan Ophelia. Dan pengganggu itu adalah sekelompok Mahluk bertelinga lancip, kulit mereka berwarna hijau yang dan tinggi mereka, rata-rata 1 meter. Mereka adalah Goblin, salah satu Monster tempat tinggal mereka biasanya berada di dalam Goa dalam hutan. Hobi mereka selalu berkeliaran di dalam hutan selalu mengganggu ketenangan setiap pedesaan, merusak kebun, sawah, bahkan selalu menyakiti warga biasa. Dan sekarang, mereka tengah mengganggu salah satu desa di wilayah Kerajaan Ophelia.


Meski begitu, warga desa tidak tinggal diam saja. Mereka memberi perlawanan, bagi yang tak mampu melawan, mereka memilih berlindung di ruang pengungsi, tepatnya di ruang bawah tanah yang ada di dekat rumah kepala desa. Mereka memberi perlawanan, mungkin ada 25 warga petarung yang melawan, dari berbagai Ras. Namun, sekelompok Goblin ini, bukanlah hal biasanya, mereka berada di Rank B. Karena mereka juga bisa menggunakan Sihir. Jumlah mereka hanya 20, tapi mampu bisa membalas serangan. Cara bertarung mereka bruntal.


"Aku tak menyangka, kalau mereka datang lebih banyak dari biasanya." kata salah satu warga desa, laki-laki Ras DemiHuman Serigala.


"Meski begitu, aku takkan menyerah." kata perempuan Ras Elf.


"Jangan meremehkan kami, mahluk jelek !!" jawab laki-laki yang terlihat dewasa, dari Ras Manusia.


"Meski aku sudah hidup lama, semangat bertarungku tepat sama seperti dulu." kata laki-laki, dari Ras Vampir.


Para penduduk desa memberi perlawanan kepada lawan mereka, yang tak lain 20 Goblin. Pertarungan terlihat seimbang meski jumlah para mahluk hijau itu tak sebanyak warga pertarung desa. Para warga pertarung melawan ada yang menggunakan pedang, tombak, kapak, belati tongkat, dan senjata-senjata lainnya. Saat sedang menjalani pertarungan, tiba-tiba terdengar suara muncullah seorang Gadis berjubah hitam di tengah-tengah mereka.


Semua warga pertarung, semua goblin juga ikut terhenti melihat Gadis yang menurut mereka asing. Tetapi, beberapa detik kemudian mereka terbelalak melihat Gadis itu, bukan hanya kecantikannya saja, tetapi warna kedua matanya yang berbeda. Dan untuk Warga Ras Vampir yang ada disana, sudah bisa menebak, kalau Gadis asing ini bukanlah Mahluk biasa, karena mereka merasakan 2 jati dalam tubuhnya.


"Apa kalian sedang bersenang-senang ?" tanya Gadis itu.


Tak ada yang menjawab, semua masih membeku, entah itu atau perempuan. Tetapi para Goblin langsung bergerak ke arah Gadis itu. Mereka berlari dan akan memberi serangan. Gadis itu malah tersenyum dengan tatapan dinginnya. "Aku penasaran dengan rasa darah kalian, mahluk hijau yang aneh."


Ya, gadis itu tak lain adalah Queen, Sang Manusia setengah Vampir. Ia mengeluarkan tongkat sabitnya dari gelang penyimpanannya. Ia langsung melesat ke arah para Goblin sambil memutar-putar senjatanya.


Slassh..!! Slassh..!! Tang..!! Slasshh..!!


Tang..!! Slassh..!! Slassh..!! Slassh..!!


Slassh..!! Slassh..!! Tang..!! Slasshh..!!


.....


Willa telah sampai di desa, ia tak menyangka kalau kecepatan larinya Queen sangatlah cepat. Sungguh ia terkejut melihat Queen yang memiliki kecepatan diluar nalar. Baru saja sampai, Willa dibuat terbelalak kembali melihat Queen tengah bertarung melawan para Goblin. Dengan lihainya Queen menyerang para Goblin itu. Queen memutar-putar senjatanya, dengan sabitnya ia membelah tangan, kepala, leher, kaki, perut, dan dada. Dan dengan tongkat sebagai pegangannya, ia gunakan untuk menghantam. Semua warga pertarung membeku melihat aksi sadis yang Queen perlihatkan.


Kini tinggalah 5 Goblin lagi, 15 Goblin lainnya telah mati dengan tubuh mereka terputus-putus. Queen berdiri, tangan kirinya menggenggam senjatanya. Lalu tangan kanannya mengambil kepala salah satu Goblin yang telah ia tebas. Semua warga pertarung masih berdiam membeku, meski mereka pernah menjadi Petualang, tetapi mereka tak pernah melihat sosok yang membunuh lawannya tanpa perasaan. Baru kali ini, mereka melihat sosok tersebut.


Queen menancapkan ujung bawah tongkat sabitnya di tanah, lalu mengangkat kepala Goblinnya, dan meminum darah yang menetes keluar deras dari tebasnya. Tak lama kemudian, ia membuangnya. Ia mengusap darah yang masih menempel di bibirnya dengan jarinya. "Tak kusangka, darah Goblin lumayan enak."


Ia lalu memandang Goblin yang tersisa 5 lagi. Lalu Queen sedikit memiringkan kepalanya. Dengan tatapan dan senyuman dinginnya, ia berkata. "Aku kira Goblin Rank B sangatlah hebat, tapi ternyata mahluk menyedihkan yang butuh perhatian." setelah mengatakan itu, senyumannya menyeringai.


Para ke-5 Goblin berteriak marah. Senyuman Queen tak memudar, tapi semakin lebar dan menampilkan gigi-giginya. "Wah..., meski tak bisa berbicara dan hanya mengeluarkan suara yang tak jelas ketika berbicara, ternyata kalian bisa marah."


Ke-5 Goblin berlari ke arah Queen. Queen pun maju, ia meninggalkan tongkat sabitnya yang masih tertancap di tanah. Kali ini ia mengandalkan fisik dan seni bela dirinya. Tak butuh lama, Queen melumpuhkan mereka ber-5.


"Aku ingin sekali darah yang mengalir keluar dari perut salah satu Mahluk hijau yang menyedihkan ini." kata Queen, lalu ia mendekati salah satu Goblin yang tergeletak terngkurap di tanah dengan luka patah tulangnya.


Setelah berdiri di hadapan salah satu Goblin itu, Queen mencengkram leher mahluk hijau itu. Lalu ia mengangkatnya, Goblin itu berusaha berontak. Tangan kirinya Queen memegang salah satu kaki Goblin itu. Ia mengangkatnya di atas tubuhnya. Tangan kanan kanannya mencengkram leher dan tangan kirinya mencengkram kaki. Dengan kuat, Queen saling menarik kedua tangannya. Semua orang yang melihat, masih terdiam melihat aksi Manusia setengah Vampir itu yang sadis. Willa saja, ia masih terdiam.


Goblin yang Queen siksa, mulai melemah, ia tak berontak. Suara yang dikeluarkan dari mulutnya, seakan ia kesakitan yang amat luar biasanya. Queen terus menariknya. Lalu terdengar beberap suara retakan tulang dari tubuh Mahluk hijau itu. Beberapa saat kemudian, pada akhirnya, bagian tubuh atas dan bawah Goblin itu pun terbelah dua. Banyak darah yang keluar mengalir. Goblin itu pun sudah jelas mati karena sudah terpisah dari bagian bawah tubuhnya.


__________________


Jangan Lupa Like.