
Setelah selesai berurusan dengan Monster yang disebut-sebut Mahluk Naga air, Queen dibawa pergi dari tempat bekas pertarungan oleh laki-laki asing. Gadis setengah Vampir ini tak banyak tingkah lagi, ia memilih diam dalam gendongan bridal style oleh laki-laki asing ini. Karena sebelumnya ia berontak berkali-kali dan akan menggigit leher dan menghisap darah. Tetapi hal yang di duga adalah laki-laki asing ini tak segan-segan melempar dirinya ke angkasa. Setiap berontak, pasti dilempar, dan jatuh, lalu digendong kembali.
Yang membuat Queen heran, laki-laki ini berjaket hoodie, bersepatu, memakai celana jeans panjang, memakai masker untuk menutupi hidung dan mulutnya. Dan semuanya itu berwarna hitam, kecuali alas sepatunya berwarna putih. Gadis setengah Vampir itu berkata dalam hatinya. "Apa orang ini dari Dunia Lain juga ? Dari Penampilannya, kok bisa-bisanya memakai barang-barang bermerk begitu ?"
Dan juga, Queen jujur dalam pikirannya, kalau laki-laki asing ini tak bisa memperlakuan dirinya sebagai perempuan tidaklah lembut. Karena tindakan laki-laki ini, ia mungkin sedikit kena mental, sehingga ia memilih diam dari pada berontak, dan ujung-ujungnya ia lempar ke angkasa lagi. Ditambah ia sudah tak memiliki energi mana di dalam dirinya. Ini sudah hampir 20 menit ia dibawa terbang. Dalam diamnya, ia teringat sesuatu.
"Hei, bagaimana kondisi Naga yang sudah kau kalahkan ? Kenapa kita meninggalkannya ?" kata Queen sedikit menjerit, karena laki-laki asing ini membawanya dalam posisi terbang dalam kecepatan yang tak umum, sehingga banyak suara angin yang terdengar.
Laki-Laki itu menjawab dengan nada sedikit berteriak. "Monster itu sudah kusimpan ke dalam cincin penyimpananku."
Queen mengerut dahinya. "Kenapa kau bisa menyimpannya ? Dia bukan benda mati." ya, karena Gadis setengah Vampir ini hanya mengetahui kalau cincin atau gelang penyimpanan dan sejenisnya hanya bisa menyimpan benda mati.
Kalau diingat, Queen pernah membunuh monster, ia akan menyimpan bagian potongan tanduk monster ke dalam gelang penyimpanannya. Karena yang ia tau tanduk monster adalah benda mati.
"Apa kamu tidak mengetahuinya ?" tanya laki-laki asing itu sambil melambatkan gerakan terbangnya, mungkin kini kecepatan sudah berada di 90 Km/jam.
Queen menggeleng-gelengkan kepalanya. Laki-Laki asing itu kembali bersuara. "Cincin, atau gelang penyimpanan memang bisa menyimpan benda mati. Sedangkan Monster tadi sudah dalam keadaan mati, jadi dia juga disebut benda mati. Maka dari itu perlengkapan penyimpanan milik kita bisa menyimpannya."
Lalu ia menambahkan. "Lagian, Monster itu tak layak dijuluki Naga. Dari penampilan Monster ini, hanyalah seekor ikan raksasa." setelah mengatakan itu, kecepatan terbangnya kembali di 200 km/jam.
.....
Hari sudah melewati tengahnya Siang. Mungkin hanya setengah jam perjalanan dari tengah lautan sebelumnya, mereka berdua sudah sampai di tepi pantai. Laki-laki itu menurunkan Queen dari gendongannya. Lalu terdengar suara langkah lari mendekat. Mereka berdua menoleh, melihat seorang gadis Elf yang tak lain Sora, rupanya dia menunggunya.
"Kau baik-baik saja, Queen ?" tanya Sora, karena saat tadi sedang menunggu, ia melihat Gadis setengah Vampir itu dalam gendongan laki-laki asing. Ia mengira kalau kenalannya ini tidak baik-baik saja.
Queen menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah datarnya. "Aku baik-baik saja."
"Kemana Gorgon dan kedua anak buahnya ?" tanya Sora.
"Mereka bertiga sudah mati, karena dijadikan makanan oleh Gadis ini." bukan Queen yang menjawab, melainkan laki-laki berjaket hoodie hitam itu sambil menunjuk ke arah Queen.
Sora memandang Queen dengan mulut terbuka, ia pun tersadar dan pandangannya langsung beralih ke arah laki-laki asing ini. "Siapa kamu, kenapa kamu bisa bersama dengannya ?"
Queen pun memandang dingin ke arah laki-laki ini. Sosok laki-laki itu memiliki tinggi yang hampir sama denganya, mungkin ia lebih pendek 2 cm dari laki-laki asing ini. Ia pun juga memberi pertanyaan yang intinya sama dengan Sora. "Sebenarnya, kamu siapa ?"
Laki-laki itu membuka kupluk jaket hoodie yang menutupi atas kepalanya, lalu ia juga membuka masker yang menutupi hidung dan mulutnya. Dia terlihat tersenyum, tangan kanannya memegang dada kirinya dan ia sedikit membungkukkan tubuhnya. "Perkenalan, Namaku Peter Rodriguez. Panggil saja aku Peter."
Tak hanya Sora, tetapi Queen juga membeku melihat wajah ketampanan Peter. Gadis setengah Vampir itu akui kalau sosok laki-laki asing bernama Peter ini sangat tampan. Queen menilai wajah Peter sangatlah mirip dengan wajah orang Asia, seperti di Dunia asalnya, dan rambutnya hitam pekat.
"Kenapa kalian terdiam ?" tanya Peter, kedua bola mata hitamnya memandang mereka berdua secara bergantian.
Sora pun tersadar, ia tersipu malu. Sedang Queen, ia juga tersadar, ia tetap memasang wajah datarnya, dan memilih pergi melangkah menjauhi kedua orang berbeda Ras itu. Jujur saja, dalam hatinya ia masih kesal dengan Peter, yang rupanya Ras Manusia, dan dari aroma darahnya, Peter kemungkinan diantara usia 16 atau 17 tahun. Bagaimana bisa kesal, karena merasa dirinya membela diri ketika ia berontak, tetapi dengan teganya, laki-laki itu malah melempari dirinya ke angkasa.
Peter yang melihat Gadis setengah Vampir itu menjauh, ketika ia ingin menyusulnya, ia tersadar. Ia memandang ramah kepada Sora yang juga memandangnya penuh senyuman. "Sepertinya, ini tempat yang pas."
Sora mengerut dahinya. Peter bertanya. "Apakah kamu kenal dengan Master Guild di desa ini ?"
Dengan senang, Sora menjawab. "Tidak perlu bertanya kenal atau tidak, karena aku Master Guild di desa ini."
"Kebetulan sekali." sahut Peter.
Bruuuuuukk....!!
Sora melotot tak percaya apa yang dilakukan oleh Peter, sampai-sampai ia hampir melompat mundur karena kaget. Ya, karena Peter mengeluarkan mayat Monster yang disebut-sebut Mahluk Naga Air.
.....
Sora menyebarkan berita tentang terbunuhnya Naga Air, dia dibantu oleh para pegawainya. Hanya perlu waktu 3 jam, kabar tersebut tersebar di wilayah desa itu. Mendengar kabar Naga Air telah dibunuh, warga desa disana sangat senang, karena mereka yang moyaritasnya rata-rata nelayan bisa kembali melaut.
Peter menyerahkan mayat Naga Air itu, dan ia hanya mengambil salah satu gigi runcing dari Monster Naga itu. Lalu ia pergi dan mencari Queen. Hari pun sudah sore dan akan mendekati malam. Di tempat lain, Gadis setengah Vampir yang tak lain Queen, ia sedang berada di penginapannya. Dia baru saja selesai meminum darah kelinci hutan yang ia simpan di gelang penyimpanannya.
Tok..!! tok..!! tok..!!
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang terbuat dari kayu yang merupakan pintu kamar inapnya. Queen yang sudah tau siapa yang mengetuk pintu itu, ia memilih diam tak membukanya. Aroma yang tercium di indra penciumannya tak asing. Lalu terdengar suara laki-laki memanggil namanya. "Queen, bisakah kamu membuka pintunya ?"
Queen memilih diam, ia hanya berdiri sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya, kedua matanya memandang datar ke arah pintu kamar inapnya yang jaraknya hanya 5 meter saja. Dan pintu kamarnya pun terbuka, dan ternyata laki-laki yang datang ke kamarnya yang tak lain Peter.
__________________________________
Visual Tokoh.
Peter Rodriguez.
__________________________________
Bagi yang belum tau siapa Peter, kalian bisa baca karyaku yang berjudul 'OVERSOLDIER' (BAB 73 - BAB 75).
.
Dan setelahnya, kalian bisa juga baca kisah Peter di 'Reinkarnasi Di Dimensi Lain' :
.
TimeLine.
__________________
Jangan Lupa Like.