VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 52



Melihat kekacauan atas tindakan Queen, Peter menjelaskan kepada Raja kalau Queen ada temannya. Lalu ia menjelaskan kepad Queen tujuan kenapa dirinya dibawa ke istana. Queen menjadi malu, tetapi ia pandai menyembunyikan rasa malunya dengan wajah dinginnya. Semua para bawahannya merasa kesal karena Raja Charlez tak menghukum Gadis setengah Vampir itu. Disisi Raja Charlez, entah kenapa dirinya tak ingin memberi hukuman kepada Queen.


Para prajurit yang terluka segera mendapatkan pertolongan medis untuk mengobati luka-luka mereka. Para Ksatria dari kelompok 1 pun juga akan mendapatkan pertolongan medis. Meski ada yang mendapat luka yang parah, setidaknya tidak ada yang kehilangan nyawa. Para prajurit yang baik-baik saja atau yang datang dari luar istana mereka segera datang untuk membereskan kekacauan yang sudah dilakukan oleh seorang Gadis setengah Vampir.


Mungkin sekitar kurang dari 1 bulan kedepan, halaman istana akan kembali semula. Beberapa lama kemudian, kini beralih ke dalam istana. Di dalam ruang tahta. Sudah benyak orang di sana. Terlihat Raja Charlez yang tengah duduk di kursi kebesarannya, para menteri dan banyak prajurit, dan Ksatria dari kelompok 2. Dan seorang pemuda yang tak lain Peter yang berdiri berhadapan dengan Sang Raja.


Mereka melanjutkan pembicaraan mereka yang telah tertunda beberapa waktu saja. Peter menjelaskan tentang semua maksud dengan buku dan kertas-kertas yang dibawanya. Menjelaskan tentang sejarah Dunia ini, Benua Lain selain Benua Arran, asal usul Benua Enas, Laki-laki muda itu menjelaskan semuanya. Dan respon semua orang terkejut mendengarnya.


"Jadi, apa tujuanmu menjelaskan ini ? Karena ingin menikah dengan wanita dari Ras yang berbeda dan mendapat keturunan 'kah ?" tanya Raja Charlez.


Peter menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin melihat orang-orang berbahagia karena mereka bisa mendapat keturunan dari pernikahan mereka. Aku yang disini baru di wilayah Kerajaan ini, aku bisa melihat mereka saling tersenyum atas hubungan mereka. Tapi aku membayangkan bagaimana senyuman mereka benar-benar bahagia atas apa yang mereka jalankan."


Peter menambahkan. "Bukankah hampir semua rakyat saling menjalin hubungan meski Ras mereka berbeda ? Bahkan ada yang menikah tetapi mereka tak memiliki anak ? Coba bayangkan mereka sudah bahagia hanya dengan menikah saja, bila mereka memiliki keturunan, bukankah mereka semakin bahagia ?"


Dalam batin Peter berkata sambil membayangkan sosok Gadis cantik yang selalu berbuat hal Gila. "Sebenarnya aku ingin sekali menjalin hubungan dengannya, tapi aku tidak yakin, kalau dia menerimaku. Huhh..., sepertinya akan sulit."


"Kenapa kamu menceritakan hal ini kepadaku ? Kenapa tidak ke Raja Lain saja ?" tanya Raja Charlez lagi.


Peter menjawab dengan senyuman ramahnya. "Karena seperti yang pernah kudengar, dan yang kulihat secara langsung. Di Wilayah anda tidak membedakan satu sama lain, atau lebih tepatnya, Ras Manusia disini wilayah Kerajaan Ophelia tak pernah memebedakan, melainkan menerima semua Ras untuk tinggal disini."


Raja Charlez pun juga tersenyum. "Kau benar, aku juga ingin melihat semua rakyatku yang tinggal di Wilayahku bahagia, dan tak saling membedakan satu sama lain. Jadi apa tindakanmu mengenai dari penjelasanmu ?"


Peter menjawab. "Aku hanya menghancurkan Segel yang telah menyegel kebahagian semua orang di Benua ini, terutama orang-orang yang tinggal di wilayah Kerajaan Ophelia."


Raja Charlez menghela nafasnya. "Sebenarnya aku tidak tau, apa aku harus membiarkanmu atau mencegah apa yang kau akan lakukan demi Dunia ini. Karena informasi yang kau bawa tidak terlalu mengancamkan Kerajaan ini atau Kerajaan manapun, lagipula juga tidak terlalu penting. Tetapi karena kau ingin rakyatku bahagia, dan kau juga sudah mendaftarkan diri sebagai kependudukan disini. Maka aku sebagai Raja, hanya bisa mengatakan terserah apa yang kau lakukan jika itu memang membuat semua orang-orang bahagia."


Raja Charlez menambahkan. "Tetapi, jika kau memiliki niat yang jahat dibalik semua ini. Mungkin kamu akan menjadi musuh semua Kerajaan. Apalagi menurut buktu yang kau bawa, letak segel itu berada di wilayah Kerajaan Marigold, jadi pesanku hanyalah hati-hati, karena dari ceritamu, Raja dari Kerajaan Marigold yang sekarang adalah keturunan dari Raja Benua Enas."


Mendengar kata-kata Sang Raja, Peter melirik ke arah Queen yang berdiri disampingnya. Entah kenapa Gadis Gila ini bisa ikut masuk bersamanya, bahkan Raja Charlez memperbolehkan Queen untuk masuk. Semua orang di dalam ruangan memandang Queen dengan waspada bila Gadis setengah Vampir itu tiba-tiba bertindak diluar dugaan.


Peter memandang ke arah Raja Charlez dengan hormat. "Dia bernama Queen Blue, Yang Mulia."


Lalu terdengar suara dari salah satu orang di ruangan itu. "Yang Mulia, seharusnya Gadis Dhampir ini dihukum atas tindakananya."


Semua menteri yang hadir pun juga sependapat dengan salah satu menteri tersebut untuk menghukum Gadis setengah Vampir itu. Ada yang meminta hukuman mati, ada yang meminta mengasingkannya dan sebagainya. Queen langsung mengeluarkan aura membunuh dan memandang semua orang di dalam. Seketika mereka terdiam tak ada yang berani berkata apapun lagi.


Sedangkan Raja Charlez, ia hanya tersenyum memandang Queen. Peter yang berdiri disamping Queen, segera memegang pundak Gadis setengah Vampir itu. "Cukup, Queen. Jangan berulah lagi. Setidaknya kamu belajar dari kesalahanmu sebelumnya."


Queen memandang dingin ke arah Peter. Laki-laki muda itu tersenyum. "Kenapa kamu menatapku seperti itu ? Bukankah tadi kamu menghawatirkanku ? Hm ?"


Mendengar itu, Gadis setengah Vampir itu langsung menghentikan aura membunuhnya dan langsung memalingkan pandangannya ke arah lain. Peter tau, kalau perasaan Queen sedang malu, meski Gadis ini pintar menyembunyikan ekspresinya. Peter tersenyum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ruangan pun menjadi tenang, Raja Charlez pun bersuara. "Aku sebagai Raja Kerajaan Ophelia, memberi hukuman kepada Queen Blue, Sang Dhampir. Yaitu menjadi menemani dan menjadi partnernya Peter." Semua orang terkejut mendengar tentang hukuman apa yang diberikan oleh Raja Charlez kepada Queen itu bukanlah jenis hukuman.


Mereka semua terheran-heran dengan Sang Raja. Memang Raja Charlez terkenal baiknya. Jika secara kasar dari ke-4 Raja yang ada di Benua Arran, Raja Charlez dianggap lemah, karena terkenal baik, dan lemah lembutnya. Tetapi Raja Charlez juga bisa marah besar bila ada yang mencoba mencari masalah padanya, dan tak segan-segan memberi hukuman kepada yang bersalah.


Dan juga Raja Charlez bisa dikatakan kalau sedang marah, kekuatannya paling hebat dari ke-4 Raja di Benua Arran. Sementara, disisi Peter, ia tersenyum senang. Sedangkan Gadis setengah Vampir itu, ia malah memandang Raja Charlez dengan tatapan dingin. Dari tatapannya sekaan ia ingin maju dan membunuhnya.


__________________


Jangan Lupa Like.