
Tiba-tiba ada sebuah guncangan muncul di semua tempat. Tepatnya gempa bumi. Tidak hanya terjadi di satu atau dua tempat saja, melainkan dalam 1 Benua, yang dimana Benua Arron terjadi gempa bumi yang cukup besar. Tentu saja, semua mahluk hidup, yang tinggal di Benua Arran menjadi panik. Mereka bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Ada yang mengira-ngira bahwa langit sedang marah, dan sebagainya. Bahkan ada yang mengira kiamat sudah dekat.
Di tempat Willa dan Queen bertarung, pasti juga merasakan gempa itu. Disisi Willa, ia yang akan menyerang lawannya, terdiam, ia memperhatikan sekitarnya karena terjadi Gempa yang tiba-tiba muncul. Ke-2 bandit yang menjadi lawannya, mereka juga terdiam dan melihat sekeliling mereja.Tak lama kemudian, Gempa pun berhenti.
Namun setelahnya, tiba-tiba tubuh mereka kesakitan, tak hanya Willa, ke-2 bandit itu juga kesakitan, dan mengerang. Mereka pun sama-sama berlutut di tanah. Willa berteriak kesakitan yang ia rasakan pada tubuhnya. Tak lama kemudian, rasa sakit pada tubuh mereka menghilang. Willa dan ke-2 bandit itu saling berpandangan, mereka bertanya-tanya apa yang telah terjadi.
"Ada apa ini ? Kenapa aku dan mereka sama-sama kesakitan ? Apa kaitannya ?" batin Willa bertanya.
Mereka masih terdiam berlutut di tanah. Tak ada 2 menit mereka masih dalam posisinya, tiba-tiba kepala ke-2 bandit itu kesakitan. Tak hanya ke-2 bandit itu, namun Willa juga merasakan rasa sakit di kepalanya.
"Apa yang telah terjadi ?" gumam Willa, kedua tangannya sambil memegang kepalanya.
Willa melirik ke arah 2 bandit yang manjadi lawannya. Mereka ber-2 juga merasakan rasa sakit di kepala mereka. Mereka juga memegang kepala mereka sambil berlutut di tanah dan mengerang kesakitan. Willa kembali bergumam di sela-sela rasa sakit di kepalanya. "Ke-kenapa mere-ka juga terli-lihat kesa-sakitan ?"
Willa dan ke-2 bandit itu pun sudah tak merasakan rasa sakit. Seketika nereka terdiam, kedua lutut mereka menyentuh tanah. Mereka berlutut dan kepala mereka mendongak, pandangan mereka seakan kosong.
.....
Disisi Lain, Queen terdiam dan berdiri melihat orang-orang yang di sekelilingnya, berlutut di tanah dan terdiam. Mereka semua sama-sama mendongak, dan pandangan mereka juga terlihat kosong. Queen terheran melihat itu. "Sebenarnya, apa yang terjadi ?" gumamnya.
Sebelumnya, setelah Queen membunuh ke-3 bandit yang ia lawan, ia pergi ke rumah besar yang telah mencuri perhatiannya sejak awal. Awal mulanya ia masuk, meski terlihat besar dan luas, rupanya di dalam itu ada 10 orang dalam posisi kedua tangan dan kedua kaki mereka terikat.
Queen melepas salah satu dari mereka. Orang yang ia lepas menjelaskan kalau Desa mereka ini telah dikuasi ke-6 bandit yang memiliki aliran kepercayaan sesat. Semua warga yang disini akan di tumbalkan, entah apa tujuan mereka. Lalu Gadis setengah Vampir itu meminta orang itu untuk ikut membantu melepas semua warga.
Orang itu bersedia membantu, dia juga menjelaskan masih banyak lagi orang-orang di ruang bawah tanah. Queen langsung bergerak. Dan benar saja, ia menemukan sebuah pintu ruang bawah tanah. Setelah dibuka, sesuai perkataan 1 orang yang ia selamatkan banyak sekali orang-orang, mungkin ada 300 orang lebih yang terikat.
Queen juga melihat beberapa Petualang yang ia kenal. Ia pun melepaskan mereka. Semua orang yang sudah telepas juga ikut membantu melepaskan ikatan orang-orang yang lain. Setelah selesai, saat baru saja keluar dari rumah besar itu, tiba-tiba terjadi Gempa. Setelah Gempa terhenti, tiba-tiba semua orang kesakitan pada tubuh mereka semua.
Queen sendiri bingung. Ia bingung bukan hanya orang-orang itu kesakitan, tetapi hanya dirinya yang tidak kesakitan. Padahal ada beberapa Ras Vampir juga sekitarnya. Setelahnya mereka semua terdiam, sama-sama menyentuhkan kedua lututnya di tanah, lalu mereka mendongak dan tatapan mereka kosong.
"Apa mereka semua sudah Gila setelah kulepas ?" gumam Queen bertanya-tanya.
Gadis setengah Vampir itu bergumam lagi. "Terjadi Gempa beberapa saat. Setelahnya, mereka kesakitan pada tubuh mereka. Setelah lagi, mereka terdiam berlutut, dan tatapan mereka kosong semua."
"Bukankah ini fenomena aneh ?" lanjutnya.
.....
Bahkan Raja Marigold tidak pernah datang untuk melihat-lihat. Karena Goa itu dipercaya keramat untuk tidak dikunjungi. Mungkin Goa itu terlihat biasa-biasa saja dari luar, tetapi tanpa ada yang tau semua orang, Goa itu menyimpan sebuah fakta yang mengejutkan. Dan sekarang, di dalam Goa itu Terlihat seorang laki-laki muda tengah terduduk lemas di tanah.
"Hah...., selesai sudah. Aku tak menyangka menghancurkan segel ini menimbulkan gelombang yang tak biasa." ucap laki-laki muda itu yang tak lain Peter.
Ya, Peter telah selesai menghancurkan segel. Segel yang ia hancurkan berbentuk batu besar yang terletak di dalam Goa. Butuh perjuangan yang tak ringan agar bisa menemukan letak segel itu. Peter tak menduga, kalau segel yang ia cari hanyakah berbentuk batu besar, sungguh sederhana.
Dia berhasil menyusup ke dalam Wilayah Kerajaan Marigold. Dari mana ia tau letak segel itu ? Tentu saja ia mengikuti informasi yang ia dapat saat ia menemukan sebuah buku dan kertas-kertas di sebuah runtuhan tua, dimana ia pertama kali berada di Benua Arran. Di salah satu kertas yang ia temukan, tertulis letak lokasi Segel.
"Dengan begini, selesai sudah." gumamnya.
Lalu Peter berjalan menuju jalan keluar atau masuk Goa. Ia melewati beberapa mayat orang-orang berjubah. Ya, orang-orang ini adalah penjaga Goa. Tepatnya mereka adalah para penjaga segel yang telah beratus-ratus tahun bertugas sebagai penjaga Segel, karena itu adalah tugas dari Raja pertama mereka.
Peter pun telah keluar dari dalam Goa. Ia menghirup udara segar. "Ahh..., sebelum aku pergi meninggalkan Dunia ini. Alangkah baiknya aku berpamitan kepada Queen."
Peter pun mulai berjalan menjauhi Goa. Perlahan langkah kakinya dipercepat. Dipercepat lagi. Namun, ia malah menghentikan langkah kakinya. Ia melihat sebuah Desa kecil. Semua warga Desa tengah berlutut semua di tanah dan kepala mereka mendongak.
"Ada apa dengan mereka ?" gumam Peter.
Peter pun menyadari sesuatu. "Apakah ini efek dari hancurnya segel ?"
.....
Kembali kesisi Queen. Ia kini berada di tempat sahabatnya. Ia sedikit menunduk, dan memandang Willa yang masih berlutut yang ada dihadapannya. Kedua tangannya memegang pundak sahabatnya. "Hei..., kau kenapa ikut-ikutan berlutut ?"
Willa tak merespon. Queen pun menggoyang-goyangkan tubuh sahabatnya itu. "Sadarlah !!"
Tak lama kemudian Willa menunduk. Queen menarik kedua tangannya. Ia tau kalau sahabatnya ini telah tersadar,alu disusul dengan 2 orang bandit yang tak jauh dari jaraknya, mereka berdua terlihat seperti orang bangun tidur.
Willa pun mengangkat kepalanya dan memandang Queen sambil tersenyum. Lalu ia bersuara. "Aku tak menyangka, aku melihat ingatan-ingatan sejarah tentang masa lalu Benua ini."
__________________
Jangan Lupa Like.