VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 45



Terlihat Gadis setengah Vampir berdiri, dan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Pandangannya datar ke arah laki-laki yang kini berdiri di ambang pintu kamar inapnya. Gadis setengah Vampir itu pun bertanya. "Apakah kamu tidak tau apa itu sopan santun ? Kamu membuka pintu kamar dari seorang Gadis tanpa persetujuan."


Laki-laki itu, yang usianya jauh lebih muda dari Queen. Dia menutupi pintu kamar, lalu ia sedikit mendekat. Kini mereka berdua saling berdiri dan berhadapan dalam jarak 2 meter saja. Laki-laki pun menjawab pertanyaan Gadis setengah Vampir itu. "Aku sudah mengetuk pintu, dan kamu tidak menjawab. Lagipula tanpa perlu kamu menjawab, pasti kamu sudah tau kalau aku yang mendatangimu, meski Manusia setengah Vampir, kamu memiliki kemampuan hebat dari semua Ras Vampir lainnya."


Queen memenjam kedua matanya, ia menghela nafasnya. Ia membuka kedua matanya dan membalas. "Jadi, ada perlu apa kau mendatangiku ? Apa kamu sudah puas setelah merebut bukti milikku ?"


Laki-laki muda itu, tak lain adalah Peter mengerut dahinya. "Bukti ?"


"Ya, bukti kalau Monster yang disebut Naga di desa ini telah terbunuh." jawab Queen dengan tatapan tajamnya.


Peter tersenyum ramah. "Kamu jangan salah paham dulu. Justru aku datang padamu untuk memberikan sebuah potongan gigi Monster ini kepadamu." katanya sambil mengeluarkan potongan gigi Monster Naga sepanjang 1/2 meter, dari cincin penyimpanannya. Melihat laki-laki muda itu mengeluarkan potongan gigi Monster itu yang kini berada di dalam gendongnya, Queen tak cepat-cepat mengambilnya dan langsung menyimpannya ke dalam gelang penyimpanannya.


Peter masih tersenyum ramah, dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Queen seperti barusan. Gadis setengah Vampir itu bersuara. "Ya sudah, sana pergi !! Cuma itu 'kan ?"


Peter yang masih tersenyum menjawab. "Tidak, selain mengantarkan bukti barusan, ada hal yang ingin kusampaikan."


Queen menghela nafasnya lagi. "Mau apalagi ?"


Perlahan senyuman Peter menghilang. Wajahnya sedikit serius, dan memandang Gadis cantik yang setengah Vampir ini. "Apa kamu pernah mendengar kata Multiverse ? Apa kamu pernah dibawa ke tempat Misterius ?"


Queen terdiam mendengar pertanyaan dari Peter. Beberapa detik kemudian ia memandang Peter dengan dingin. Ya, dia sangat paham dengan apa yang dikatakan dengan laki-laki muda ini. Ia jadi teringat dengan kejadian 2 bulan lebih yang lalu. "Jangan bilang, kalau kau....,"


"Ya, seperti apa yang kamu pikirkan Queen." jawab Peter menyela kata-kata Gadis setengah Vampir ini. Ia kembali berkata. "Aku juga salah satu dari orang-orang yang bereinkarnasi. Aku mendapati kekuatan dan ingatan dari diriku yang lain atau varianku yang tewas di Dunia lain."


Queen masih diam. Peter menambahkan. "Tetapi aku bukan bereinkarnasi di Dunia ini. Aku datang ke Dunia ini untuk bertemu denganmu, karena ada hal yang harus disampaikan."


"Jadi, apa maumu ?" tanya Queen, warna Mata kirinya pun berubah merah menyala.


"Aku hanya ingin menyampaikan, kalau kami membutuhkanmu ?" jawab Peter.


"Kami ? Maksudmu Kalian ? Membutuhkanku ?" sahut Queen penuh dengan pertanyaan.


Peter pun tersenyum. "Kamu pasti pernah bertemu dengan Pak Tua penjaga Multiverse, 'kan ? Tetapi kamu tidak mendengar penjelasan kedua dari beliau."


Queen terdiam, ia mencoba mengingat-ngingat saat ia bertemu Pak Tua penjaga Multiverse. Setelah hampir 1 menit berfikir, ia pun sedikit mengingatnya. Ya, Pak Tua itu hanya menjelaskan perihal yang pertama, saat akan menjelaskan perihal yang kedua, dia tak mendengarkannya, melainkan menyerangnya. Ya, ia akui ia tak mendengar penjelasan kedua dari Pak Tua itu. Ia memandang Peter.


Peter pun berkata. "Aku tak bisa menjelaskan secara detailnya, karena aku khawatir jika aku salah sedikit dalam penyampaian."


Queen masih setia mendengarnya. Peter masih tersenyum, ia tak menduga kalau Gadis cantik ini mau mendengarkannya. Ia pun bertanya dengan wajah seriusnya. "Apa kamu tau Universe ?" dan Queen mengangguk kepalanya.


"Apa kamu paham arti dari Multiverse ?" tanya Peter lagi, dan Queen mengangguk kepalanya lagi. "Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku tak bisa menjelaskannya secara detail. Jadi intinya di dalam Multiverse ini, ada salah satu Dunia yang sedang kacau dan mengakibatkan Multiverse ini akan terancam. Yang artinya tak hanya Dunia ini, tetapi semua Dunia, bahkan Dunia asalku pun juga terancam."


"Kenapa Pak Tua itu tidak mengatasinya sendiri saja ?" tanya Queen dengan nada bosannya.


"Entahlah, Beliau belum menjelaskan apapun. Beliau hanya mengatakan ingin mengumpulkan kita terlebih dahulu." jawab Peter.


Queen masih terdiam, entah apa yang harus ia jawab. Sedikit lama ia berfikir. Peter pun duduk di tepi kasur milik Gadis setengah Vampir itu, ia bersuara. "Kalau kau masih ragu, aku tidak memaksa."


Lalu Peter berkata lagi. "Jujur saja, aku sedikit tertarik dengan Dunia barumu ini." ucapnya sambil memandang lurus, tepatnya ia melihat dinding kamar. Sebenarnya ia hanya mengalihkan pembicaraan mereka.


Queen menoleh ke arah Peter, ia mengangkat alis sebelahnya. "Apa kamu berencana ingin pindah tempat tinggal ? Atau lebih tepatnya kau ingin pindah Dunia."


Peter yang mendengar pertanyaan Gadis setengah Vampir itu, ia tersenyum, lalu menjawab. "Ya, karena Dunia ini unik, tetapi ada 1 hal masalah yang harus segera diatasi."


"Apa maksudmu ?" sahut Queen bertanya.


"Di Benua ini ada sebuah segel yang sudah berusia 1 juta tahun. Segel itu harus dihancurkan, begitu setelah dihancurkan, maka kebahagian dan impian semua orang-orang di Benua ini akan tercapai." jawab Peter serius.


"Segel ? Segel berusia 1 juta tahun ? Kebahagiaan ?" Queen penuh dengan pertanyaan.


Peter menoleh dan memandang wajah Cantik Queen yang masih berdiri di dekatnya. Ia tersenyum ramah. "Mungkin akan panjang jika kuceritakan. Apa kamu bersedia mendengarkannya ?"


Queen sedikit terpesona dengan senyuman laki-laki itu yang jauh lebih muda darinya. Ia tersadar, dan menjawab. "Baiklah, aku akan mendengarkannya."


Peter mulai menjelaskan ceritanya, 42 Hari sebelumnya, ketika dirinya baru tiba di Dunia tempat Gadis setengah Vampir itu mendapat kehidupan keduanya. Peter sendiri, ia berasal dari Dunia D-26. Dua Minggu sebelum ia berangkat ke Dunia D-10, Peter mendapat perintah dari Seniornya, dan Pria Tua penjaga Multiverse.


__________________


Jangan Lupa Like.