
Setelah 2 Jam lebih Queen berlari dengan kecepatan 90 km/jam, akhirnya ia telah sampa. Ia pun berhenti berlari, jaraknya kini tinggal berada 100 meter ke pintu gerbang Kota Kerajaan Ophelia. Kini ia tengah bersembunyi di balik pohon besar yang letaknya di hutan sisi kanan dan kiri jalan utama. Queen pun keluar dari persembunyiannya, ia berjalan ke arah pintu gerbang. Seperti biasa para penjaga pintu gerbang pasti menghalangi jalannya dan meminta menunjukkan kartu identitasnya.
Queen pun diperbolehkan masuk setelah menunjukkan kartu identitasnya. Setelah melewati pintu gerbang Kota Kerajaan, ia pun segera melompat tinggi, ia pun melompat dari ke arah atap bangunan ke bangunan lainnya. Kini tujuan Queen adalah tempat penginapannya. Selama perjalanannya hingga sekarang, dalam hatinya ia mengumpat 2 orang yang sudah membawa ke tempat yang jauh, malah dipulangkan jauh dari Kota Kerajaan.
Queen bergumam. "Masa bodoh dengan Multiverse. Yang terpenting sekarang bagiku adalah, aku menjalankan hidupku."
Tak lama kemudian, Queen pun telah sampai di atap bangunan yang merupakan tempat dimana dirinya dan sahabatnya menginap. Ia segera masuk ke dalam kamar inapnya yang beradai di lantai 2 melalui jendela yang terbuka. Setelah masuk, ia melihat Willa sudah tertidur lelap di kasurnya. Queen pun segera mandi dan membersihkan dirinya. Dan setelahnya ia juga akan tidur.
.....
Keesokan Harinya.
Queen dan Willa telah siap-siap akan berangkat ke Guild Petualang setelah mandi dan membersihkan diri mereka masing-masing.
"Queen semalam kamu kemana ?" tanya Willa yang kini tengah bercemin, dan merias diri, meski dirinya telah cantik alami, tetapi Queen meminta Willa untuk tetap harus berdandan cantik.
Queen yang sudah berdandan, dan ia baru selesai memakai gaun biru hitamnya, ia menoleh ke arha sahabatnya. Ia menjawab. "Aku dihadang oleh 2 orang asing yang sangat mengganggu."
"Apa kedua pengganggu sudah kamu atasi ?" tebak Willa, karena orang-orang yang mencari masalah dengan sahabatnya, pasti tidak berakhir dengan baik. Minimal kena mental.
"Tidak, justru aku dibuat mundur." jawab Queen dingin, pandangan ke arah jendela kamar yang terbuka.
Willa yang baru selesai merias, ia membeku. Baginya salah, karena tak biasanya Queen dibuat mundur oleh pengganggu.
Queen kembali bersuara. "Lupakan, aku tak mau mengingat hal itu. Bagi tak penting." Willa tak bertanya.
Mereka berdua telah selesai persiapan mereka. Tak lupa mereka memakai jubah hitam sihirnya, karena Willa masih tak begitu percaya diri jika mengenakan Gaun. Sedangkan Queen, ia mengikuti saja, sebagai teman, ia mendukung apa yang diinginkan sahabatnya itu. Mereka beruda sudah siap akan keluar dari kamar inap mereka. Party Gennaíos yang berisikan 2 Gadis cantik, akan menjalankan misi selanjutnya sebagai Petualang Guild Kerajaan Ophelia.
.....
2 Bulan kemudian.
Namun masih ada yang beberapa tak suka dengannya, mereka adalah Petualang yang iri dengan Gadis setengah Vampir itu. Sedangkan untuk Willa, kini sosoknya kembali dikenal oleh para penduduk Kota, mereka baru menyadari bahwa Gadis Vampir yang sudah sangat hebat telah kembali menjadi Petualang di Guild Petualang Kerajaan Ophelia. Mereka juga takjub dengan penampilan Willa yang semakin cantik, disamping itu juga dia semakin kuat.
Ya, karena mereka berdua sudah tak mengenakan jubahnya, sekarang mereka menganakan gaun Sihir tingkat atas. Sehingga mereka berdua terlihat cantik dan sempurna di semua orang-orang di Kota Kerajaan Ophelia. Disamping itu party Gennaíos, yang hanya berisi anggota 2 Gadis cantik saja, yang tak lain Queen dan Willa, hanya waktu sebulan party itu menjadi sangat terkenal. Mereka berdua dikenal sadis terhadap lawan atau target mereka.
Terutama Queen, ia juga terkenal sadisnya dalam menghabisi musuhnya dan meminum darah musuhnya bila mati. Vampir Gila, Queen benar-benar dijuluki Vampir Gila oleh semua orang di Kota Kerajaan Ophelia, tetapi semua orang disana, tak masalah selagi Queen tak mencari atau berbuat masalah kepada mereka. Lagi pula mereka mengerti setelah Willa menejelaskan kebesaran kalau Queen akan membunuh seseorang yang menurutnya musuh.
Party mereka berdua yang terkenal sangat kuat, namun orang-orang belum tau dimana tingkat Rank Queen dan Willa. Banyak sekali para Petualang bebas atau beberapa yang ingin bergabung dengan dengan Party mereka. Queen dan Willa menolak mentah-mentah mereka.
Parahnya ada banyak laki-laki, entah dari sesama Ras atau berbeda Ras menyukai mereka, bahkan kalangan Bangsawan juga. Ada yang meminta menjadi kekasihnya, atau bersedia menikah dengan laki-laki yang melamar. Namun mereka semua berakhir setelah ditolak, bukan kematian yang mereka dapat, melainkan kena Mental.
Orang-orang selalu melihat Queen menampilkan senyuman manis. Tetapi bagi orang yang profesional, melihat senyuman Queen itu bukanlah senyuman tulus, melainkan senyuman palsu. Hingga akhirnya ada sebuah nama yang tiba-tiba menyebutkan jenis Ras untuk sosok Queen. Dhampir, itulah sebutan untuk Manusia setengah Vampirnya sekarang.
.....
Saat ini Queen berpisah dengan Willa, bukan karena ada perselisihan. Melainkan Willa akan pergi ke kampung halamannya. Karena ia begitu rindu dengan kedua orang tuanya. Queen tak keberatan akan hal itu. Sebenarnya Willa sudah mengajaknya, tetapi Queen menolak halus, dengan alasan ia memiliki urusan. Willa pun mendukung keputusan Queen. Gadis setengah Vampir itu hanya menitip salam untuk kedua orang tuanya Willa.
Willa telah pergi beberapa jam yang lalu, ia tak sendiri, melainkan dengan 2 Gadis lain yang juga dari Ras Vampir dan mereka rupanya 1 kampung. Queen saat ini sedang duduk santai di kursi. Di meja dengannya sudah ada makanan daging kelinci hutan bakar yang sudah habis. Ia tak sedang di rumah makam atau restauran semacamnya, melainkan ia makan siang di dalam ruangan Guild Petualang.
Banyak sekali Petualang entah laki-laki atau perempuan yang memperhatikannya. Tak ada yang berani bergabung 1 meja dengan Gadis setengah Vampir itu. Kecuali kalau ada Willa, mereka sedikit merasa lega bila ada Gadis Vampir itu yang bisa menenangkan sosok Queen. Saat ia sedang menikmati teh hangatnya sambil memenjam kedua matanya, tiba-tiba kursi di hadapan diduduk oleh seseorang.
Aksi orang itu mendapat tatapan tak suka dari semua Petualang laki-laki, entah berbagai Ras. Queen yang sudah tau itu, memilih diam. Dari aroma yang ia cium, orang dihadapannya ini adalah Ras Manusia. Lalu sosok itu bersuara. "Kamu sendiri saja ?"
Queen meletakan cangkirnya di permukaan meja kayu. Ia masih memenjam kedua matanya. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya. Membuka kedua matanya dan menatap dingin ke arah pria yang duduk dihadapannya, ia bersuara. "Apa kamu buta ? Sudah jelas aku sedang sendiri."
__________________
Jangan Lupa Like.