VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 29



Olno menyarankan Willa untuk membantu Queen. Namun Willa menjawab, kalau sahabatnya tak perlu dibantu, justru kalau dibantu sahabatnya akan merasa terganggu.


"Apa kau yakin ?" tanya Olno menatap Willa dengan ragu.


Willa tau tatapan Olno kepadanya. "Apa kau ragu ?"


"Masalahnya, mereka berasal dari salah satu party yang suka memeras Petualang lain. Terutama Petualang baru." jawab Olno.


"Benarkah ?" sahut Willa sambil mengangkat alis sebelahnya.


Olno menjawab. "Bahkan ada rumor tentang party mereka. Yang dimana mereka pernah membawa seorang yang merupakan anggota baru, tetapi tak lama hingga saat ini perempuan itu sudah entah kemana."


Willa terdiam, ia mendengar dengan serius. Olno kembali bersuara. "Dan tak hanya perempuan, laki-laki pun juga, bahkan ada ada yang mengatakan kalau mereka selalu memiliki seorang anggota baru, dan hingga saat ini, mereka semua sudah entah kemana."


Braakk...!!


Tiba-tiba terdengar suara jatuh. Semua orang didalam rumah makan milik Olno, yang awalnya mereka telah membuang pandangan mereka setelah melihat apa yang sudah terjadi, mendengar suara jatuh, seketika mereka kembali memandang 2 laki-laki dan 1 Gadis Vampir. Willa dan Olno yang tadinya mengobrol, mereka berdua juga menoleh melihat keadaan. Terlihat laki-laki Ras Elf sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Laki-laki Ras Manusia, tubuhnya tengah terangkat, dan mencoba berontak. Wajahnya tengah dicengkram oleh Gadis cantik, yang tak lain adalah Queen.


"Kau tau ? Dari aroma darahmu, sangatlah menjijikan." Queen bersuara sambil menatap dingin ke arah laki-laki yang wajahnya tengah ia cengkram.


Queen melepasnya. Laki-laki itu pun terjatuh dan terduduk di lantai. Wajahnya terlihat syok, baru kali ini ia gagal, karena selama ini ia selalu berhasil membawa seseorang yang akan dijadikan anggotanya. Ya, dia memiliki party sudah berisi 7 anggota, 4 Ras Manusia, 2 Ras Elf, 2 Ras DemiHuman ( 3 perempuan dari 1 Ras Manusia, 1 Ras Elf, 1 Ras DemiHuman, sisanya laki-laki).


Party mereka dibentuk sudah kurang lebih 6 bulan yang lalu. Mereka terkenal ahlinya bersandiwara, dan pandai menghilangkan bukti kalau bersalah. Party mereka selalu dibilang party tidak beres. Karena setiap 2 minggu mereka memiliki anggota baru, entah itu laki-laki atau perempuan dan tak lama anggota barunya sudah entah kemana. Laki-laki itu segera bergerak cepat, meski gagal, ia tak ingin rahasianya terbongkar. Namun, Hap...!! Tiba-tiba ia merasa cengkraman di leher belakangnya. Ia terbelalak setelah melirik kebelakang, rupanya Queen tak memberi kesempatannya untuk kabur.


"Kamu mau kemana ?" tanya Queen. "Apa kamu meninggalkan temanmu yang sedang tidur disana ?" lanjutnya.


"Lepaskan aku."


Queen melepaskannya. DUGH..!! Seketika laki-laki itu terjatuh tak sadarkan diri setelah tekuk lehernya langsung dipukul oleh Queen hingga tak sadarkan diri. Willa berjelan mendekati sahabatnya.


"Sepertinya aku tak perlu khawatir padamu." kata Willa yang kini sudah berdiri dihadapan Queen.


"Aku penasaran dengan aroma darah mereka, terkesan menjijikan." kata Queen.


Willa yang mendengar, ia mengerut. "Aku tak merasakan sesuatu sepertimu, Queen."


"Apa lebih baik kita biarkan mereka ?" tanya Queen.


Willa mengangguk kepalanya. "Setidaknya kita membawa mereka keluar dari rumah makan ini."


Queen mengangguk-angguk kepalanya. "Kamu benar, adanya mereka seperti ini pasti membuat para pelanggang merasa tidak nyaman."


Queen segera menyeret laki-laki itu, sedangkan Willa yang akan membawa laki-laki Elf yang tengah sadarkan diri ulah Queen, ia melihat Olno yang sudah menggotongnya. Olno berkata "Biar aku saja."


Kedua laki-laki itu pun dilempar keluar oleh Queen dan Olno dari rumah makan milik Olno, dan membiarkan mereka tergeletak di tengah jalan.


Willa dan Queen tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lalu mereka berdua berpamitan pergi. Mereka pun kembali pulang ke penginapan mereka.


.....


Keesokan Harinya. Queen dan Willa kembali datang ke Guild Petualang. Dan tak lupa mereka sarapan terlebih dahulu di rumah makan Olno. Karena jujur saja, Queen cocok dengan masakan Olno. Setelah selesai, mereka pun berangkat ke Guild Petualang. Tak lama kemudian, mereka pun telah sampai. Seperti biasa, sejak perjalanan hingga di dalam Guild Petualang, mereka berdua menjadi pusat perhatian,Willa dan Queen hanya memasang wajah dingin dan cuek akan hal itu.


Mereka berjalan, dan menuju meja resepsionis yang ditugaskan 3 Gadis cantik, salah satunya Nila. "Kami ingin mengambil misi." ucap Willa yang kini sudah berhadapan dengan Nila, salah satu pegawai resepsionis disana.


"Misi yang sesuai dengan Rank kalian, sepertinya belum ada." jawab Nila. "Sebenarnya ada Misi B, tetapi sudah diambil semua oleh Petualang-Petualang Rank B."


"Lalu, yang ada ?" tanya Willa.


"Kebanyakan Misi saat ini untuk Petualang Rank C kebawah." jawab Nila.


Biasanya Misi yang akan dikerjakan, tentu saja petugas Guild petualang sudah memperkirakan Tingkat Rank Misi, dan mereka takkan sembarang memberi Misi kepada Petualang. Mereka akan memberi Misi kepada Petualang sesuai Rank mereka.


"Jika kalian benar-benar ingin mengambil misi, ada sebuah party yang membutuhkan 2 orang lagi yang bersedia untuk membantu mereka untuk berkerja sama." Nila memberi saran.


"Misi apa yang mereka ambil ?" tanya Willa.


"Misi Rank A." jawab Nila. "Misi ini bisa dibilang sangat sulit. Sudah ada beberapa Petualang Rank B yang nekat mengambil misi ini. Namun mereka gugur. Dan sekarang, kami menyarankan jika mengambil Misi ini, harus dikerjakan oleh 8 Petualang Rank B keatas."


"Apa Misinya, sampai segitunya harus membutuhkan 8 orang Petualang ?" tanya Queen.


"Membunuh Ular Hitam. Menurut keterangan, ular ini tak memiliki bisa, tetapi ukurannya besar dan memilik panjang hampir 20 meter. Dan juga ular ini memiliki 2 tanduk dikepalanya." kata Nila menjelaskan.


Lalu Nila menambahkan. "Untuk saat ini, Party tersebut beranggota 6 orang. Mereka belum mendapat 2 orang Petualang yang bersedia ikut membantu."


Queen menjawab. "Kalau begitu, biarkan kami berdua yang membantu mereka."


"Apa kalian yakin ?" sahut Nila bertanya.


"Tentu saja." jawab Queen.


Sedangkan Willa terlihat berfikir. Ia merasa janggal sesuatu. Tetapi mendengar sahabatnya bersedia, ia tak bisa menolak.


Nila tersenyum. "Baiklah, beso pagi, kalian datang kembali, karena party yang mengambil misi ini sedang menjalankan Misi yang tak jauh dari Kota Kerajaan."


Willa dan Queen pun terpaksa berjalan keluar dari Guild Petualang, karena belum ada lagi misi yang sesuai dengan Rank mereka. Mereka memilih pergi kembali ke penginapan mereka, namun sebelum itu mereka membeli makanan ringan untuk cemilan. Queen berkata. "Tidak ada salahnya kita bersantai."


__________________


Jangan Lupa Like.