
Melihat seorang prajurit penjaga istana datang dan asal menerobos memasuki ruang tahta. Dia langsung berlutut dihadapan Raja Charlez yang kini akan membahas hal sesuatu dengan laki-laki muda yang tak lain ia adalah Peter. Melihat tindakan prajurit itu, beberapa perdana menteri marah.
Salah satu dari mereka bersuara dengan membentak. "Dasar lancang !! Apa kau tidak melihat ? Kau mengganggu sesuatu hal yang penting di disini."
Prajurit itu berlutut dengan nafas ngos-ngosan. Ia juga merasa khawatir atas tindakannya sendiri yang telah mengganggu waktu Sang Rajanya. Saat salah satu menteri itu akan bersuara lagi, Raja Charlez melambaikan tangannya, menandakan kalau dirinya tidak masalah.
Lalu Raja Charlez mengizinkan prajurit itu untuk menjelaskan apa yang terjadi sehingga dia terlihat panik. Prajurit itu berkata. "Mohon maaf Yang Mulia, ada hal yang harus benar-benar saya sampaikan saat ini juga. Ini sangat darurat."
"Katakan." sahut Raja Charlez dengan tenang.
"Di halaman istana tengah kedatangan seorang Gadis Dhampir yang tiba-tiba menyusup melewati dinding istana ini, dan menyerang para prajurit istana. Bahkan kelima Ksatria dari kelompok 1 juga turun tangan, kewalahan menghadapi Gadis itu." kata prajurit menjelaskan.
Semua orang di dalam ruangan terkejut mendengar hal itu. Dan lebih mengejutkannya lagi, adalah Gadis Dhampir, yang tak lain Gadis setengah Vampir yang namanya sudah cukup terkenal karena selalu berhasil dalam menyelesaikan misi. Mereka juga tau kalau Gadis itu Mahluk Mitos. Awalnya mereka mengabaikan hal itu karena tak mengancam, ditambah kalau Kerajaan Ophelia menerima kependudukannya.
Padahal sebelumnya, Raja Charlez mendapat kabar burung dari Raja Vampir dari Kerajaan Hermione, tentang Manusia setengah Vampir. Dia memberitahu untuk berhati-hati, karena semenjak kepergian Gadis setengah Vampir itu, ada beberapa mayat yang terbunuh di wilayahnya. Tak hanya Raja Charlez saja yang diberi tahu, Raja dari Kerajaan Marigold dan Kerajaan Leighton.
Dan disamping itu, setelah Raja Charlez mendengar keberadaan Gadis setengah Vampir yang tinggal di wilayahnya, ia terlihat tenang-tenang saja. Namun, entah kenapa ia merasakan ada sesuatu bila keberadaan Gadis setengah Vampir itu ada di wilayahnya.
Kembali ke kejadian sekarang. Semua orang di dalam ruangan tahta terlihat panik. Salah satu Ksatria Kerajaan berjalan dan menghadap Sang Raja. "Yang Mulia, kami mohon berikan perintah anda."
Raja Charlez pun berdiri dari kursi kebesarannya, lalu bersuara dengan tegas. "Kita tak tau tujuan Mahluk Dhampir itu. Bika dia sudah ada di depan istana, maka kita tak hanya kerahkan sebagian Prajurit di dalam istana, tetapi kalian semua ada yang di ruang tahta ini untuk ikut dan tidak ragu untuk menyerang. Dan untuk para Ksatria dari kelompok 2, aku meminta 2 dari kalian untuk menjaga keluargaku, dan sisanya aku minta membatu semua Ksatria Kelompok 1."
"Baik Yang Mulia." jawab mereka semua.
Semua orang pun menjalankan perintah Raja mereka. Raja Charlez pun juga segera bergerak, sebagai Raja tak mungkin ia hanya duduk diam saja, meski para bawahannya memintanya untuk mencari perlindungan.
Sedangkan Peter, ia berjalan di belakang dan mengikuti rombongan Raja. Ekspresi wajahnya rumit. Dalam pikirannya, ia sudah menebak siapa yang mulai mencari masalah. Dan ia bertanya-tanya. "Kenapa dia berbuat heboh ?"
.....
Terlihat halaman istana Kerajaan Ophelia berantakan. Halaman yang biasanya menambah keindahan istana di mata, kini harus terlihat tak karuan. Banyak tanah berlubang, retak, dan beberapa pohon terbelah dan patah. Terlihat banyak prajurit penjaga istana terluka parah, dan ada yang geletak tak sadarkan diri. Beruntung tak ada memakan korban, karena mereka memilih menyingkir dari pada harus berhadapan dengan lawan yang bukan tandingan mereka.
Terlihat juga 5 Ksatria Kerajaan masih bisa berdiri meski juga mendapat luka-luka yang tak kecil. Sedang Gadis yang membuat keributan, ia terlihat tak terluka meski nafasnya sedikit ngos-ngosan. Queen masih bisa berdiri, nafasnya sedikit memburu. Ya, hari ini ia kurang minum Darah, sehingga ia kekurangan staminanya. Padahal selama membuat keributan, ia tak memakai Sihirnya. Ia berdiri sambil memegang tongkat sabitnya.
Ke-5 Ksatria masih setia dalam posisi kuda-kuda mereka masing-masing, meski luka-luka yang mereka terima sungguhlah sakitnya yang tak biasa. Mereka mengarahkan senjata mereka ke Queen yang berdiri tak jaug dari mereka. Mereka bersiap bila Gadis setengah Vampir itu akan maju menyerang lagi.
Lalu terdengar banyak suara langkah kaki mendekat ke tempat halaman. Queen dan Ke-5 Ksatria menoleh ke sumber suara itu. Terlihat rombongan Raja Charlez keluar dari dalam istana, dan mendekati ke-5 Ksatria itu. Ke-5 Ksatria itu sedikit menundukkan tubuh mereka untuk memberi hormat kepada Sang Raja. Raja Charlez hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya.
Dengan tenang, Raja Charlez bersuara. "Aku adalah Charlez Von Maxwell, aku Raja Kerajaan Ophelia."
"Aku tidak tanya." jawab Queen memandang datar ke arah Raja itu.
Semua orang terkejut bukan main mendengar kata-kata Gadis setengah Vampir itu. Sedangkan Raja Charlez, sudut bibirnya bergerak-gerak. Ia menghela nafasnya, saat akan bertanya, tiba-tiba salah satu menterinya bersuara. "Dasar Lancang !! Beraninya kau bersikap tak sopan kepada Yang Mulia."
Queen memutar bola matanya. Lalu ia menjawab. "Kamu diam sajalah, dasar Penjilat."
Dibilang menyedihkan oleh Queen, ia kesal. Merasa tak terima, ia berkata. "Jaga mulutmu. Kau tak tau dengan siapa yang kau ajak bicara_"
"Hentikan !!" ucap Sang Raja menghentikan kata-kata salah satu menterinya.
Raja Charlez memandang ke arah Queen. "Kalau boleh tau, apa alasanmu membuat kekacauan disini ?"
"Aku datang untuk menyelamatkan temanku." jawab Queen dengan tatapannya dingin ke arah Raja Charlez.
"Teman ?" sahut Raja Charlez sambil mengerut dahinya. "Siapa nama temanmu ?" lanjutnya bertanya.
"Peter Rodriguez, itu nama temanku." jawab Queen.
Raja dan para bawahannya yang sebelumnya datang dari dalam istana terdiam. Ya, tentu saja mereka tau nama orang itu, meski baru kenal hari ini saja. Mereka memandang Queen dengan tatapan heran.
Raja Charlez tersenyum, ia berkata. "Kenapa kamu mengatakan kalau kamu ingin menyelamatkan temanmu ? Secara temanmu baik-baik saja."
Padangan Queen semakin dingin ke arah Raja Charlez. "Meragukan, karena aku melihat sendiri kalau temanku dibawa oleh beberapa prajuritmu."
Saat akan membalas kata-kata Queen, terdengar suara. "Hei..., Queen, aku baik-baik saja. Kenapa bisa kamu berfikir aku tidak baik-baik saja ?"
Terlihat Peter keluar dari rombongan Raja Charlez dari belakang, sambil melempar senyuman. Sedangkan Queen terbelalak melihat laki-laki muda itu yang benar-benar terlihat baik-baik saja. Ia terus memandang Raja Charlez dan Peter secara bergantian.
__________________
Jangan Lupa Like.