VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 22



Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya mereka akan sampai. Perkiraan 10 km lagi, Queen dan Willa akan sampai di pintu gerbang kota Kerajaan Ophelia. Willa masih ingat semua jalan yang ia lewati bersama Queen, jadi saat sahabatnya ini bertanya tentang perjalanan mereka, Willa dengan mudahnya menjawab kalau jarak mereka entah masih jauh atau sudah dekat. Kini mereka berdua sudah mengenakan jubah hitam. Sebelumnya Queen da Willa berhenti sejenak untuk memakai jubah Sihir yang dikeluarkan dari gelang penyimpanan milik Queen.


Sebenarnya Queen tak masalah dengan penampilannya yang terlihat seperti Gadis Bangsawan, karena di kehidupan sebelumnya, ia sudah biasa mengenakannya. Tetapi berbeda dengan Willa, gadis itu tak biasa memakainya. Akhirnya Queen mengeluarkan jubah hitam yang mengandung Sihir. Dengan jubah ini, gaun indah yang dikenakan mereka tertutup. Jubah Sihir ini kegunaannya juga sama persis dengan gaun yang mereka mereka gunakan. Jadi tubuh mereka terlindungi 2 kali.


"Kita sebentar lagi sampai." ucap Willa, dan Queen hanya mengangguk kepalanya.


Kecepatan mereka berlari yang di atas rata-rata semua Ras, jadi mereka tak perlu waktu yang lama untuk sampai ke tempat tujuan mereka. Queen dan Willa pun telah sampai, mereka berdua kini tengah berbaris denvan semua orang yang akan memasuki kota Kerajaan Ophelia. Orang-orang dari luar, atau semua Ras yang akan masuk ke kota Kerajaan Ophelia, mereka harus menunjukan identitas mereka.


"Semua orang-orang yang akan masuk ke dalam setiap Kota Kerajaan, mereka harus mengantri menunjukan identitas mereka." kata Willa berbisik.


Queen mengangguk kepalanya, karena ia juga teringat ingatan dari pemilik tubuhnya. Saat dulu Rita masuk ke dalam Kota Kerajaan Hermione, dia harus mengantri. Dan Queen teringat, baru saja Rita masuk barisan, dia sudah dilempari pandangan aneh dari semua penduduk Kota Kerajaan disana. Queen menepis ingatan masa lalu pemilik tubuhnya, ia tak ingin mengingat kesedihan yang pernah dialami oleh Rita. Tak lama kemudian, Willa sudah menunjukan identitas miliknya, ia menduga kalau para petugas penjaga sudah ganti, karena tak mengenalinya.


Willa pun menjelaskan kalau sahabatnya kehilangan identitas, prajurit penjaga pun membantu Queen untuk membuat identitas barunya di sebuah ruangan yang letaknya di samping pintu gerbang kota Kerajaan. Queen pun menulis formulir yang sudah diberikan. Semua pandangan di dalam ruangan ada 5 orang, mereka memandang kecantikan Queen. Sedangkan yang dipandang, ia tak peduli hal itu. Selesai sudah, tak lama kemudian, ia pun mendapatkan kartu identitasnya. Queen membaca kartu identitasnya, tertulis dirinya Ras Vampir, ya karena ia yang mengisi kalau dirinya dari Ras Vampir.


Untuk biaya pembuatan kartu identitasnya, hanya 5 koin Perunggu.Soal mata uang di Dunia Baru Queen terdiri dari Perunggu, Perak, Emas, Platinum, dan Berlian. Dan perhitungannya :


- 100 Koin Perunggu \= 1 Koin Perak.


- 100 Koin Perak \= 1 Koin Emas.


- 50 Koin Emas \= 1 Koin Platinum.


- 50 Koin Platinum \= 1 Koin Berlian.


(Anggap saja 1 Koin Perunggu disini, sama saja dengan Seribu Rupiah)


Queen membayar 1 koin Emas, dan tak meminta kembaliannya, ia pergi keluar dari ruangan. Willa yang menunggu, pun menoleh ke arah Queen, dan Queen mengangguk kepalanya, mereka berdua pun pergi begitu saja dari tempat itu. Sedangkan di ruangan tempat pembuatan identitas, orang-orang Penjaga membeku, karena mereka tak biasanya mendapat tips yang sangat tidak biasa. Mereka senang, dan menyakini kalau Queen bukanlah orang sembarangan.


"Aku tak menyangka kalau kita dapat tips sebesar ini."


"Aku yakin, kalau dia dan temannya bukanlah dari kalangan biasa. Mungkin saja dari kalangan Bangsawan."


"Tapi, aku tak pernah melihat temannya yang berambut perak, tetapi ia memiliki kartu identitas."


"Kamu benar. Tapi aku merasa tak asing dengannya."


.....


Disisi Queen dan Willa, mereka berdua tengah berjalan kaki di kota Kerajaan Ophelia. Queen kagum melihat semuanya. Dari bangunan, dan para penduduknya. Semua Ras ada. Bahkan tadi, para penjaga pintu gerbang juga, 2 Ras Manusia, 1 Ras Elf, 1 Ras Ogre, dan 1 Ras DemiHuman Harimau.


Queen menatap kagum, semua Ras saling hidup bersampingan, bahkan banyak Ras sedang makan di satu rumah makan. Semua tak saling membedakan. Dan ada juga kedai khusus Vampir, yang dimana tempat itu menyediakan berbagai darah hewan hutan yang selalu diinginkan oleh para Ras Vampir.


"Queen, sekarang kita mencari penginapan." ucap Willa.


Queen yang sedang memandang bangunan-bangunan, ia pun menoleh kepalanya dan menatap sahabatnya. Ia mengangguk kepalanya. Mereka berdua berjalan ke arah tempat yang dikatakan oleh Willa. Banyak sekali orang-orang yang memandang mereka berdua, entah dari Ras Manusia, Elf, dan yang lain, bahkan Ras Vampir pun juga memandang kecantikan mereka. Dalam hati Willa, ia merasa sedikit tenang, karena dengan mengenakan jubahnya, ia tak perlu malu, mengingat dibalik jubahnya ia memakai gaun indahnya. Willa juga merasa kalau orang-orang di kota sepertinya tak mengenalinya atau sudah melupakannya.


Tak lama kemudian, mereka berdua pun sampai di tempat tujuan. Kini Queen dan Willa sudah di dalam sebuah bangunan yang besar, yang dimana tempat itu adalah tempat dimana para pengunjung untuk menginap. Total kamar ada 30. 1 kamarnya seharga 1 Koin Perak untuk 1 Hari 1 Malam. Dan Queen sendiri, dengan santainya membayar 1 Koin Emas, yang berarti menyewa 3 bulan lebih 10 hari. Willa saja terkejut, bahkan Queen meminta kepada Willa semua biaya, ia yang tanggung. Willa entah harus berbuat apa kepada Manusia setengah Vampir ini.


Mereka pun telah berada di dalam kamar. 2 ranjang kasur, 2 lemari, 2 meja 2 kursi, dan dan juga sudah ada kamar mandinya 1 di dalam kamar mereka. Bisa dibilang kamarnya tidak luas dan tidak kecil. Ukurannya 5 meter x 10 meter. Saat ini, Queen tengah berbaring di atas kasurnya, ia sudah melepas jubahnya. "Ahh tak buruk juga."


"Queen, kamu jangan terlalu mudah untuk mengeluarkan uangmu. Aku merasa tidak enak, bila kamu membiayakan aku." kata Willa yang duduk di pinggir ranjang.


Queen menjawab sambil memenjam kedua matanya. "Ayolah, aku tidak perhitungan dengan uangku. Lagi pula di biaya di Dunia ini ternyata sangat murah sekali dari pada di Duniaku."


"Tapi tetap saja, Queen. Aku tak mau kamu terlalu banyak mengeluarkan uang." balas Willa menasehati sahabatnya agar pandai berhemat.


"Ya, ya, ya aku paham. Lagi pula, buat apa kita punya uang banyak, ujung-ujungnya pasti juga habis. Dan juga uang masih bisa dicari." jawab Gadis setengah Vampir itu.


Willa menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu ia berkata. "Kamu jangan terlalu menganggap semuanya mudah. Dulu, selama aku menjadi Petualang, bayaran paling banyak 10 Koin Perak, dalam satu misi. Dan itu pun tergantung tingkat Rank misi."


Queen pun bangun dari rebahannya, ia duduk di kasurnya. "Willa, kamu jangan terlalu banyak pikiran, tak baik kalau banyak pikiran. Semua pasti ada jalannya. Lebih baik kamu mandi, setelahnya kamu istirahat." Willa menghela nafasnya, lalu ia mengangguk kepalanya.


__________________


Jangan Lupa Like.