
Gadis setengah Vampir itu tengah memandang Raja Charlez dengan tatapan dingin. Dari tatapannya sekaan ia ingin maju dan membunuhnya. Tetapi entah kenapa tubuhnya tak punya ingin memenuhi keinginan niat membunuhnya. Seakan tubuhnya menolak. Sedangkan Raja Charlez, ia memandang Queen dengan senyuman ramahnya, ia tak peduli dengan tatapan yang diberikan oleh Gadis setengah Vampir itu padanya.
"Lalu, apa ada lagi yang ingin kau sampaikan, Peter ?" tanya Raja Charlez.
"Tidak Yang Mulia, hanya itu saja yang ingin kusampaikan." jawab Peter dengan sopan.
Raja Charlez mengangguk kepalanya. "Baiklah kalau begitu, mungkin pembicaraan kita sampai disini saja. Dan juga Peter, terimakasih sudah memberitahu tentang sejarah Dunia ini, meski aku tidak terlalu tertarik dengan tujuanmu. Tapi tetap saja, aku harus berterimakasih karena aku menjadi tau kenapa orang-orang di Benua ini tak bisa memiliki keturunan dari perkawinan silang mereka.
Raja Charlez menambahkan. "Dan Kalau kau ingin menjalankan keinginanmu itu untuk menghancurkan segel, silahkan saja. Terserah kamu mau berangkat di hari manapun."
Peter mengangguk kepalanya. Lalu ia berpamitan pergi keluar dari istana. Raja Charlez mempersilahkan. Sedangkan Queen, ia diam saja dengan ekspresi datar di wajah cantiknya.
Setelah melihat kepergian mereka, salah satu menteri maju mengajukan pertanyaan. "Yang Mulia, kenapa anda membiarkan Gadis Dhampir itu pergi. Apa yang anda putuskan bukanlah jenis hukuman."
Raja Charlez tersenyum lembut, dan memandang ke arah depan. Tanpa sadar, ia berkata. "Jujur saja, aku tak suka sikapnya. Tetapi entah kenapa ketika aku memandang wajahnya, aku teringat dengan seseorang di masa lalu."
Lalu ia menambahkan. "Di dalam diriku, seakan memintaku untuk memberinya rasa kasih sayang. Dan entah kenapa diriku tak tega memberinya hukuman."
Semua yang mendengar terkejut. Lalu orang menteri yang sebelumnya berbicara, ia berbicara lagi. "Yang Mulia, janganlah lembut kepada musuh. Itu bisa menjadi bumerang...."
"Aku Rajanya, atau kau Rajanya ? Kalau tak suka, lebih baik kucabut gelarmu dan posisimu disini. Aku tak butuh dengan saran dari orang-orang seakan-akan dia lebih paham dengan diriku..!!" ucap Raja Charlez dengan marah dan tegas memotong kata-kata salah satu menterinya itu. Ia mengeluarkan auara membunuh, dan menatap tajam.
Menteri itu pun langsung berlutut. "Maafkan saya, Yang Mulia. Aku mohon jangan lakukan itu. Aku tidak akan mengulanginya lagi." ucapnya sambil bergetaran.
Mood Raja Charlez menjadi jelek. "Pergilah kalian semua, jangan mengganggu waktuku untuk hari ini !!"
Semua orang pun segera pergi dari ruang tahta, termasuk salah satu menteri tadi yang bersujud. Kini di ruangan itu hanyalah Raja Charlez seorang. Ia memijit pelipisnya. Tiba-tiba pikiran membayangkan sosok Wanita Cantik berambut hitam panjang, dan memiliki kedua mata merah menyala, ya dia adalah Gadis Vampir. Lalu ia bergumam sebuah nama. "Rina."
Lalu ia teringat wajah Gadis setengah Vampir tadi, yang memiliki kesamaan dengan sosok yang ia pikirkan sebelumnya. Ia pun teringat, warna biru indah di Gadis setengah Vampir itu ketika kembali normal. Kedua warna mata Gadis setengah Vampir itu sama dengannya.
Tak ingin banyak pikiran, Raja Charlez bangkit dari kursi kebesarannya. Ia berjalan meninggalkan ruang tahta. Setelah kaluar, ia berjalan di lorong. Lalu melihat Wanita cantik bergaun kuning. Dialah Ratu Kerajaan Oplelia, tepatnya dia adalah istri Raja Charlez, bernama Lilia Von Gaulle yang lahir dari keluarga Bangsawan yang tinggal di kota Kerajaan Ophelia.
Meski sudah berumur 40 tahun, ia masih terlihat cantik karena ia bisa mengendalikan energi mana dalam dirinya agar tetap terlihat 25 tahun. Ratu Lilia mantan Petualang di masa mudanya. Ia terkenal hebat. Saat jadi Petualang, ia adalah anggota 1 party dengan Raja Charlez. Saat itu Raja Charlez menjalin hubungan dengan Gadis lain.
Akan tetapi orang tuanya tidak merestuinya. Raja Charlez dan Ratu Lilia menikah atas perjodohan orang tua mereka. Dari pernikahan mereka, mereka sudah memiliki 1 Putra dan 1 Putri yang sudah berusia 20 tahun, mereka terlahir kembar. Putra Putri mereka ikut memilih menjadi Petualang, karena mereka ingin mengikuti jejak Raja Charlez dan Ratu Lilia di masa muda.
Raja Charlez tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Sudah selesai. Bisakah temani aku pergi ke taman ?"
Ratu Lilia juga tersenyum dan mengangguk. "Dengan senang hati."
Mereka pun berjalan berdua ke arah taman untuk menikmati suasana yang ada. Meski menikah atas perjodohan, mereka sudah saling menerima. Bahkan Ratu Lilia menerima masa lalu Raja Charlez yang mungkin tidak banyak yang tau.
.....
Disisi Lain, Peter kini sudah menyewa kamar di penginapan. Penginapan yang ia datangi satu bangunan dengan Queen. Kamaenya pun juga sebelah lan dengan Gadis setengah Vampir itu. Jujur saja, Peter merasa betah tinggal di Dunia yang saat ini. Karena di Dunianya dulu, mungkin dirinya telah menjadi buronan. Karena dirinya dituduh membunuh Putra dari salah satu pengusaha terkaya.
Memang dirinya waktu itu membunuh manusia pertamanya, itu pun karena ia membalas dendam atas kematian sahabatnya. Setelahnya, ia dibawa pergi oleh salah satu Seniornya. Sebelum pergi ke Dunia sekarang, kedua Seniornya melatih dirinya dan mengajari dirinya untuk mengontrol dirinya akan tidak termakan rasa dendam.
.....
Keesokan Harinya.
Hari telah pagi, dan akan mendekati siang. Peter banyak sekali melakukan kegiatan yang tidak penting, seperti jalan-jalan. Menyapa semua warga kota Kerajaan dengan ramah. Bahkan sesekali ia memukuli preman liar yang sedang berkeliaran di kota. Bahkan ia pun ikut mendaftar menjadi Petualang di Guild Petualang. Dirinya berada di Rank S/110. Tentu saja itu membuat semua orang terkejut. Queen sendiri, juga terkejut bukan main, karena dirinya di Rank S/98.
Banyak sekali party yang menawarkan Peter untuk bergabung, tetapi laki-laki muda itu menolak. Ia memilih untuk bergabung dengan party milik Queen. Gadis setengah Vampir itu menerima Peter menjadi anggotanya. Lagi pula menurutny dengan Ranknya berada diatasnya laki-laki muda itu takkan menjadi beban. Jadi anggota party-nya ada 3 orang, namun posisi Willa saat ini masih di kampung halamannya.
.....
2 Hari Kemudian.
Yang dimana hari telah siang, terlihat seorang laki-laki dan seorang gadis tengah berjalan kaki di dalam hutan. Mereka tak lain Peter dan Queen. Tujuan mereka berdua adalah Ke wilayah Kerajaan Marigold. Mereka berangkat tadi pagi dari Kota Kerajaan Ophelia. Sehari sebelumnya, Peter mengajak Queen untuk ikut, tetapi Gadis setengah Vampir itu menolak, karena baginya tak ada untungnya.
Ketika laki-laki muda itu akhirnya memutuskan berangkat sendirian. Tetapi, besok paginya, entah kenapa tiba-tiba Queen menyusulnya ketika Peter sudah akan melewati pintu gerbang kota Kerajaan. Sepanjang perjalanan Queen memasang wajah dinginya dan pandangan terus kedepan.
Peter melirik Gadis setengah Vampir itu yang berjalan di sampingnya, ia berkata dalam hatinya. "Aku harap, dia tidak menggila atau berbuat kacau nantinya."
__________________
Jangan Lupa Like.