
...Dunia Lava...
Disaat yang lain bertempur habis-habisan di region mereka masing-masing dengan sengit, demikian juga terjadi dengan Aiko dan Ryuuzaki.
Mereka berdua bertempur dengan sangat sengit, Ryuuzaki berusaha mendekat sambil terus berusaha menangkis segala serangan panah Aiko dengan pedang putihnya. Dilain sisi Aiko terus maju menembakkan anak panah miliknya.
*SWIIIINGGGGGGG,CTANGGGGGG,DDDHHUUAARR* *(sfx
Suara panah melesat,yang berhasil ditangkis oleh Ryuuzaki lalu meledak dengan sangat dahsyat, terdengar sangat keras.
"Ck... kuat sekali daya ledaknya" keluh Ryuuzaki dalam hati.
Ryuuzaki dengan terus menerus menangkis serangan demi serangan dari Aiko dengan cekatan. Di lain pihak, Aiko dengan sangat cepat dan tepat, terus menerus menembakkan anak panah 'tombak' nya ke arah Ryuuzaki.
Mereka berdua berada didunia api yang sepanjang mata memandang adalah lautan Lava. Realitas marmer milik Aiko menyerupai suatu gua raksasa, dengan danau lava yang sangat lebar dibawahnya, dihiasi dengan langit-langit berwarna merah darah disertai stalaktit dan stalakmit yang berwarna hitam pekat dengan suhu yang sangat panas.
Tinggi langit-langit nya setinggi langit asli, dan lebar danaunya bagai lautan di dunia asli. Pertarungan berlangsung sengit, suhu didalam gua raksasa tersebut semakin lama semakin panas, sama seperti memanasnya euforia pertarungan di antara mereka berdua.
"Jarak antara posisiku, dan posisi si setan pemanah itu makin lama malah makin menjauh, aku harus lakukan sesuatu" gumam Ryuuzaki.
Ryuuzaki mengeluarkan tombak merah yang dihiasi dengan corak naga yang nampak sangat ringan namun sangat kokoh di tangan kirinya yang sedang tidak memegang pedang pputihnya
Ryuuzaki kemudian dengan keras membenturkan kedua senjatanya dan terdengarlah suara menggelegar dari benturan tersebut disertai kilat merah dan juga gemerlap warna merah darah yang kerlap kerlip. Lalu dengan sangat cepat Ryuuzaki mendekat ke arah Aiko.
Jarak antara Aiko dan Ryuuzaki hanya sepanjang anak panah milik Aiko, Namun dengan sigap Aiko segera melompat ke belakang untuk memperlebar jarak antara mereka berdua.
Arah pertempuran kemudian berbalik dengan cepat. Aiko yang semula terus tetap berada di posisinya tanpa bergeming, kali ini Aiko harus terus menerus melompat kebelakang untuk menjaga jarak dengan Ryuuzaki, sambil tetap menembakkan anak panah-anak panah miliknya.
Dari awal pertempuran Ryuuzaki mengeluarkan api dari kakinya untuk menjadi pijakan diudara sedang Aiko mengeraskan 'mana' pada udara yg berada di kakinya sebagai pijakan, dikarenakan tidak ada yang bisa dijadikan pijakan di 'realitas marmer' milik Aiko yang sepanjang mata memandang adalah lautan lava, ditambah dengan anak-anak panah milik Aiko yang membuat lautan lava tersebut semakin bergolak, suhu di dalam 'realitas marmer' Aiko juga semakin lama semakin panas, membuat Ryuuzaki kepanasan dan harus dengan segera keluar dari 'realitas marmer' Aiko sebelum akhirnya kehilangan kesadaran karena panas dan kekurangan air.
Pertempuran berlangsung dengan sengit, kecepatan mereka berdua sangat mustahil diikuti oleh mata orang biasa, Ryuuzaki membentuk sebuah tebasan yang menyemburkan api dalam jarak yang sangat dekat ke arah Aiko, akan tetapi lagi dan lagi tebasan tersebut tertangkis oleh tembakan panah api milik Aiko yang sama-sama dahsyat.
Dalam suatu kondisi Ryuuzaki berhasil memposisikan dirinya benar-benar sangat dekat dengan Aiko, pedang putihnya hampir-hampir saja menebas leher Aiko, dan tombak merahnya hampir berhasil menusuk ke arah perut Aiko.
Ketika Ryuuzaki hampir 'mengakhiri' hidup Aiko, tiba-tiba Aiko melemparkan langsung anak panah tersebut tanpa menggunakan busurnya, dengan kata lain Aiko melempar anak panahnya sendiri menggunakan tangan kosong sangat keras kearah Ryuuzaki, anak panah berbentuk tombak itu telak mengenai dada Ryuuzaki
*DHUUUAAAAARRRRHHHHHH, CTAAAARRRRSSSHHHH*.
Dengan ledakan dan suara yang sangat keras Ryuuzaki terhempas jauh dan jatuh kearah lautan lava milik Aiko.
*CCPPPYAAASHSHH, SSSSSHHHH.... DDHHUUAAARRR*
Saat Ryuuzaki jatuh dan tenggelam di lautan lava tersebut terjadi suatu ledakan susulan yang berasal dari anak panah Aiko yang tiba-tiba meledak.
...****************...
... Ryuuzaki Awakening...
Ryuuzaki jatuh kearah laut lava, suasana hening seketika.
".... " Aiko menatap tajam kearah titik jatuhnya Ryuuzaki.
Lalu tiba-tiba ada tombak meluncur terlempar dari bawah dan menggores lengan kiri Aiko.
"Ugh, Nyaris sekali!!" gumam Aiko.
Tangan kiri Aiko terluka namun dengan kemampuan regenerasi Aiko luka goresan tersebut bukan masalah baginya.
"PHOENIX GEAR!!! AKAZONAE!!!"
*DHHHHUUUUAAAAAAARRRRRRRRZZZZZSSSS*
Tiba-tiba terdengar suara Ryuuzaki berteriak, lalu tepat setelahnya terjadi ledakan besar di lautan lava tempat Ryuuzaki terjatuh dan membentuk lubang dilaut serta menyebabkan 'tsunami lava' yang sangat besar. saking besarnya ledakan tersebut, Stalaktit dan Stalakmit 'gua dunia raksasa' yang menjulang tinggi serta memiliki ukuran yang sangat besar hancur, langit-langit berbatu merah darah di 'realitas marmer' Aiko bergetar hebat.
*DDDRRRTTTZZZ, DDDRRRTTTTZZZZ, DDDDRRRTTTTZZ*
Suara getaran langit-langit 'gua raksasa' milik Aiko terdengar nyaring dan sangat merusak telinga.
Di tengah-tengah pusat ledakan itu ada Ryuuzaki dengan baju armor bermotif burung phoenix, berwarna corak merah dan putih, serta memegang tombak merah cerah yang memiliki motif phoenix juga sesuai dengan namanya 'Phoenix Gear', nampak sangat kokoh serta terlihat seolah tidak bisa dipatahkan oleh apapun.
Kepala Ryuuzaki juga ditutupi oleh helm perang yang terlihat sangat keren, kokoh, dan kuat. Rupanya wujud awakening Ryuuzaki yang awal ketika menggagalkan tiga jurus Mizuki saat Shyva sedang dalam kondisi yang sangat berbahaya bukanlah wujud Awakening nya yang asli melainkan hanya mode tempur tombak yang merupakan 'manifestasi' dari 'Awakening' yang dikeluarkan oleh Ryuuzaki, sedangkan wujud awaken yang asli memiliki peningkatan daya tempur, peningkatan daya tahan tubuh,kekuatan penghancuran yang lebih besar lagi.
Dalam sekejap mata Ryuuzaki melompat dengan secepat kilat serta mengeluarkan suara yang sangat dahsyat, Ryuuzaki melancarkan serangan tebasan dengan menggunakan bagian ujung tombaknya yang tajam kearah perut Aiko.
*SWIIIINGGGG.... DHHHUUUAAAARRR* (*sfx)
Efek tebasan Ryuuzaki menyebabkan ledakan yang sangat besar dibelakang Aiko.
Namun yang mengejutkan adalah bagian tubuh Aiko yang ketika ingin ditebas oleh Ryuuzaki rupanya berubah jadi api, dan tubuhnya Riko justru tembus ketika ditebas dengan kekuatan nya yang sangat dahsyat.
"Hah!?... Bagaimana bisa?" gumam Ryuuzaki kaget lalu melancarkan serangan berikut nya.
*SWIINGGGG.... DHUUAAARRRHHHHH*
Mengetahui hal tersebut Ryuuzaki berpikir bahwa serangannya diserap oleh Aiko lalu memulai serangan beruntun kearah Aiko.
*SWIINGGG, DHUUAARR, DHUUAARR, DHHUAAARR, DHUUUARRR*
*DDDRRRRTTTTZZZ, DDDRRRTTTZZZZ, DDDRRRTTTZZZ*
Serangan demi serangan yang sangat dahsyat dilancarkan oleh Ryuuzaki secara beruntun, bahkan membuat langit 'gua dunia raksasa' milik Aiko bergetar hebat dan terdengar seakan akan segera hancur. Sayang sekali semua serangan dahsyat itu sama sekali tak berefek apapun pada Aiko, meski tubuhnya ditebas berkali-kali dia selalu tembus kalau hendak ditebas, ditusuk, dan disentuh oleh Ryuuzaki.
Meskipun begitu Aiko juga merasakan kewalahan, dan mulai menjaga jarak antara dirinya dengan Ryuuzaki. Namun setiap kali dia melompat kebelakang, Ryuuzaki selalu berhasil duluan kearah tujuan lompatannya dan selalu menebasnya, walaupun hal tersebut nampaknya sia-sia.
...****************...
...kebenaran?? Kebohongan?? ...
"Percuma!! kau tidak akan berhasil mengenaiku!!" ujar Aiko dengan lantang.
"Kau tidak memiliki Haki!!,inoryoku milikku adalah tipe 'durchscheinend' atau lebih dikenal dengan nama 'Logia', Inoryoku dengan tipe seperti itu tidak akan bisa kau sentuh!!" tambah Aiko.
"Durchscheinend..!? Logia...!?" tanya Ryuuzaki kebingungan dan tidak mengerti.
"Karena kau sudah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, biar aku sedikit berbaik hati kepadamu dengan menjelaskan tentang kekuatan ku.. " ujar Aiko.
"Di dunia ini ada kekuatan anugrah yang didapat langsung dari lahir, dan yang mendapatkannya mayoritas adalah majin seperti ku.
Inoryoku memiliki berbagai macam tipe seperti Verewegin atau lebih dikenal dengan sebutan 'zoan' yang menjadikan pemiliknya memiliki daya tahan tubuh dan regenerasi yang luar biasa hebat, ada juga Durchsheinend atau lebih dikenal tipe 'logia' yang menjadikan pemiliinya tidak bisa dilukai maupun disentuh ketika kemampuan nya diaktifkan.
Ada juga 'kombinierte Leistung' yang menggabungkan kedua kekuatan tersebut atau lebih dikenal dengan nama 'Helle'.
Seperti yang kubilang kemampuan inoryoku milikku adalah tipe Logia yang membuat pemiliknya tidak bisa disentuh maupun dilukai oleh lawan ketika kekuatan inoryuu diaktifkan. Yang bisa melukai 3 tipe tersebut hanyalah pemilik 'Aura Haki' ataupun yang memiliki Inoryuu dengan tipe yang sama juga, ataupun para pemilik kenja dan para bawahannya" ujar Aiko menjelaskan.
"Logia milikku adalah api, sehingga setiap kali tubuhku ditebas maka bukannya terluka namun akan berubah menjadi api kemudian tubuhnya normal kembali, jadi sekuat apapun dirimu kalau kau tidak bisa menyentuhku maka akan sia-sia saja!!! " ujar Aiko sambil menegaskan di akhir.
".... " Ryuuzaki menatap tajam Aiko sambil memikirkan sesuatu,
Ryuuzaki merasa ada yang ganjal didalam penjelasan dari Aiko.
Ryuuzaki memikirkan sesuatu. Kemudian dia kembali meningkatkan kekuatan nya, kali ini peningkatan tenaga anugrah miliknya difokuskan pada kecepatan, bukan pada kekuatan daya hancur
. Kemudian Ryuuzaki menyerang membabi-buta kearah Aiko. Kecepatan Ryuuzaki sudah lebih cepat dan hampir-hampir tidak terlihat walaupun oleh mata super sekalipun. Namun segala serangannya tidak ada yang mempan.
...****************...
...Rubah putih yang penuh tipu muslihat...
*CRAASSSSHH*
Ternyata salah satu gesekan tombak Ryuuzaki mengenai pundak kirinya Aiko,akan tetapi luka kecil itu langsung sembuh seketika itu juga. Ryuuzaki seketika itu juga mengatakan
"Sudah kuduga... " lalu tiba-tiba Ryuuzaki tertawa.
kemudian melanjutkan perkataannya
"Aiko, dari awal kau tidak bisa disentuh, maupun dilukai aku sudah memiliki spekulasi, akan tetapi aku tidak yakin. Sayang sekali dari penjelasan dan pengakuan kekuatanmu yang ditujukan untuk menipuku malah berefek kebalikannya. Aku justru semakin yakin dengn pemikiranku setelah mendengar ocehanmu itu.
Biar ku beritahu kau apa yang Kupikirkan daritadi.
Aiko!! kau mengaku adalah tipe logia, tapi itu bohong!! kau bukanlah tipe logia, kau membuat Seolah-olah kau tidak bisa disentuh dengan cara mengubah bagian tubuhmu menjadi api 'sebelum ditebas', sedangkan menurut penjelasanmu,logia tidak perlu berubah dan akan langsung tembus 'ketika terkena tebasan' bukan sebelum.
Kau juga memiliki kemampuan regenerasi yang cukup hebat, itu meyakinkan ku juga kau bukan tipe Logia melainkan tipe Zoan. Menurut ku kau adalah orang yang hebat, dengan kemampuan prediksi serangan, timing, serta kecepatan mu itu.
Kurasa banyak orang yang tertipu dengan kata-kata mu. Tapi selama aku bisa mengimbangi kecepatan mu maka aku akan bisa melukaimu.
Kau sudah terluka dua kali, dua kali itu pula kau sengaja membiarkan dirimu terkena serangan agar terlihat kau adalah tipe musuh yang mengandalkan akurasi dari jarak jauh dan bukan tipe musuh yang memiliki mobilitas super tinggi.
Pertama kau terluka di pipi mu ketika aku melempar tombak untuk menyelamatkan Shyva, Kedua kau terluka ketika aku melemparkan tombak lagi dengan kecepatan tinggi kearahmu.
Dua tipuan itu saja hampir membuat ku berpikir kau adalah lawan yang sangat mengandalkan posisi,jarak serta akurasi. Namun ketika aku hampir menebas lehermu kau bisa refleks membalas serangan dengan tepat dan cepat. Disitulah aku mulai merasa ganjal. Ucapanmu seolah lurus namun ternyata penuh kebohongan.
Kau mengimbangi ucapanmu dengan kemampuan mu, secepat dan sekuat apapun musuh, jika kau dapat memprediksi arah serangan, dan mengubah tubuhmu sekejap sebelum terkena tebasan, maka musuh akan mengira kau adalah logia, untuk melakukan hal itu dibutuhkan kemampuan yang luar biasa. Karena agar supaya tidak ketahuan, kau mengubah tubuhmu hanya sepersekian detik sebelum benturan agar tidak terlihat oleh musuh.
Kukembalikan kata-kata mu,Aiko. Akulah yang serius dari awal, aku juga tidak pernah meremehkan lawan lawanku, dan justru kaulah yang menahan diri serta menutupinya dengan kebohongan sampah!!" tatap Ryuuzaki tajam ke arah Aiko.
Aiko terdiam, lalu tertawa terbahak-bahak "mengagumkan!!! Baru kali ini kebohongan ku dibongkar oleh seseorang yang bukan Catasthrope!!"
Aiko kemudian menyeringai.
"Kau orang yang menarik Ryuuzaki.... mari lanjut kan 'permainan' kejar-kejaran kita"....
....Bersambung