
Ayame's Announcement
Disebuah tempat ditengah gurun. Terdapat dua sosok gadis muda yg sedang bertarung.
Benturan pedang, dan cepatnya gerakan mereka berdua menyebabkan badai serta banyaknya kerusakan yg tersebar di sekitar.
"Zimi!!! Hentikan!!! Letakkan senjatamu dan menyerahlah!!! Kau seharusnya kembali ke tempat dimana kau berasal. Jgn inkari tugasmu!! Pulanglah!! Kau masih bisa kembali saat ini!!" Teriak Izuna.
"Diam Kau!!!" Balas Zimi.
"Shikigami!!! Genbu!!"
ujarnya lagi sambil melemparkan sebuah kartu putih yg kemudian berubah menjadi sosok kura2 raksasa yg memiliki ekor ular.
*Ziiinggg*
Makhluk tersebut kemudian membuat sebuah barrier transparan yg sangat kuat dan sangat lebar.
"Shikigami!! Tenko!!!" ujar Zimi sambil Lagi-lagi melemparkan kartu.
*Dguaasshh*
*Ziiinggg*
Dengan suara berdesing kartu itu meledak dan berubah menjadi sesosok wanita yg mengenakan gaun putih aksesoris serba putih bersayap. Serta mengenakan topi lebar berumbai hingga tak nampak darinya wajahnya.
*Ddrrratttt*
Suara berderit terdengar dari langit.
Langit-langit tiba-tiba seolah menjerit, lalu sesaat kemudian langit seolah 'sobek' memunculkan portal-portal hitam yg kemudian masuk darinya banyak meteor yg langsung menghujani Izuna.
"Sialan!!! Di mode 'Nozarashi' dia masih bisa menggunakan Shikigami? Luar biasa!!! Ini hal yg baru...sejak kapan dia berkembang???
Tp untuk saat ini justru malah membuatku tambah kerepotan... " gumam Izuna.
"Tp tidak masalah..."
*Dhuuaaar\, ddhuaaar\, dhuuaarrr*
Izuna mengibaskan ketiga ekornya, mengubah warna bulu, dan rambutnya dari warna merah menjadi ungu. Pupil matanya yg semula berwarna merah, juga ikut menjadi ungu.
Izuna bersiap untuk melakukan salah satu ritual segel kuat miliknya.
**************
Sementara itu di sisi lain dari gurun.
Tatara dengan memendam kekesalan sedang jalan menyusul Izuna demi menangkap Sakura yg telah memperdayainya.
"Siang paman" sapa seseorang tiba-tiba dari belakang.
Tatata langsung tegang. Dia tak merasakan aura kehidupan dan tak mendengar sedikitpun suara walau dia adalah kenja 'sound of victory',jd Tatara langsung berpikir ada 3 kemungkinan kategori orang yg berbicara sekarang dengannya di belakangnya saat ini.
Kemungkinan pertama yg dipikirkan Tatara adalah kenja yg jelas seimbang dengan kenja lainnya secara umum. Hanya bagaimana keefektifan dan bakat penggunakan batu itu dari masing-masing ada digunakan oleh pengguna.
Kemungkinan kedua adalah Outsider yg lebih kuat daripada yg sedang mereka hadapi saat ini. Tatara tak mengetahui standar kekuatan macam apa yg ada dari dunia lain,sangat sedikit informasi yg saat ini dia punya.
Kemungkinan ketiga adalah saat ini dia menghadapi 'garis pertahanan' terakhir milik kenja no ishi 'greedysaint' yg sering diisukan. "Guardians".
Tatara memanglah ayahnya Izuna,tp itu bukan berarti pihak Gunji akan sepenuhnya menerimanya mengingat persaingan antar Kenja no Ishi sangat keras,serta belum ada peresmian aliansi antar keduanya.
Seandainya Tatara bertemu Guardians maka bisa saja terjadi konfrontasi senjata baru. Lagipula sangat masuk akal jika Gunji saat ini langsung menyerang Tatara yg sendirian tanpa seorangpun bawahan.
Meski secara kemampuan tempur Gunji sedikit dibawah Tatara tp mengingat jumlah pasukan dan "orang gila" berbakat yg sudah banyak dikumpulkan Gunji sudah sangat cukup untuk membuatnya tewas mengenaskan.
Para aliansi yg disebut "dewan 55",para guardians,para catasthrope,para havoc dan masih banyak kumpulan bawahannya yg mengerikan sangat bisa diandalkan untuk menangkap sang Kenja.
Toh Tatara tak bisa gegabah melawan, seandainya dia tak sengaja membunuh seseorang dari pihak Gunji. Izuna akan berbalik memusuhinya,Tatara tak ingin putri semata wayangnya dimanfaatkan oleh Gunji untuk balik melawannya.
Sejak dari awal Tatara tau resiko ini. Tp dia tak menyangka kalau pihak Gunji mampu melacaknya dan merespon sangat cepat sehingga tak tanggung-tanggung Guardians lah yg turun tangan.
Jika benar demikian maka tdk ada cara lain kecuali berusaha melarikan diri. Menurut informasi dari Izuna. Standar kemampuan Guardians,walau lebih rendah dibandingkan Catasthrope yg memiliki 'jatah' kemampuan kenja dari tuannya memiliki kemampuan unik (skill2) yg sangat tdk dan bahkan lebih mematikan.
Saat Tatara termenung dan overthinking (kek elu :v) orang itu terlihat kebingungan dan kembali bertanya.
"Hey paman,kenapa? Wajahmu pucat sekali" ujarnya sambil memegang pundak Tatara yg sedang berdiri kaku.
"Iya,ada apa? Siapa ya?" Tatara menoleh lalu membalas dengan ramah.
"Kau tidak apa paman? Wajah mu pucat" ujar orang yg rupanya seorang perempuan berambut ungu kemerahan nampak khawatir.
"Paman? Dgn wujudku seperti anak kecil ini dia bisa tau umur sebenarnya diriku? Sudah kuduga dia bukan orang sembarangan." gumam Tatara.
"Tidak juga,aku tau nama dan umur asli paman dalam sekali liat kok,dan lagi aku ini biasa-biasa saja hehe.." ujarnya malu2 dipuji.
"!!!"
Tatara kaget dan langsung menjaga jarak dengan perempuan berambut merah tersebut.
Berpikir sebentar,mengamati dengan pandangan tajam. Tatara kemudian tersenyum.
"Code Gift ya? Sudah kuduga organisasi W.S.D tak hanya berisi Inoryokusha yg kuat tp juga dari cabang kekuatan lain." ujar Tatara.
Perempuan itu ikut tersenyum.
"Benar!!" ujarnya sambil menunjukkan wajah ceria dan membuat tanda "v" dgn jarinya.
"Kalau begitu kau sudah paham arah pembicaraan kita kemana. Kuharap kita bisa saling mengerti. Kuingatkan. Jgn merepotkan atasanmu dgn membuat medan perang baru" tegas Tatara.
"Hmmm begitu ya?...iya juga ya..." ujarnya sambil 'sok' mikir.
"Peduli setan..." tambahnya tiba-tiba dengan wajah yg berubah drastis menjadi seperti psikopat.
Aura membunuh keluar dengan pekat dari orang itu. Tak tanggung2 bahkan mampu membuat seorang kenja sesak akibat berat tekanan Aura itu.
*tappp*
"Tapi bohong...hehe"
Tiba-tiba saja perempuan itu berada di dekat Tatara dan mengelus kepala Tatara yg bertubuh pendek itu.
Tatara terdiam karena kaget mengendus dan mendengar sesuatu saat perempuan itu mengelusnya. Tatara tersenyum dan membiarkan dia mengelus kepalanya.
Merasa gemas, perempuan itu mencubit pipi Tatara lalu kemudian memeluknya.
"Kau imut sekali seperti boneka, terlihat tak berdaya seperti anak kecil pada umumnya" ujar perempuan itu.
Tatara hanya tersenyum.
"Oh...maaf sepertinya aku berlebihan. ehem" perempuan itu tersadar apa yg dia lakukan dan kembali berusaha formal.
" 'Malaikat' yg dapat dilihat manusia,namun tak bisa dirasakan keberadaannya. Memiliki aroma sinar matahari,bersuara bak irama harpa,dan tangan sehangat matahari pagi.
Sang pelindung yg diagungkan bumi, seseorang yg dulunya dianggap dewi matahari. Ainu.
Ribuan tahun kau menghilang walau demikian banyak yg mengagumimu semenjak 'perang para dewa' karena jasamu menyelamatkan banyak orang. Lalu karena wujud ras majin mu memiliki sayap yg indah dan mahkota cahaya kau sering dianggap malaikat atau dewi karena kecantikan mu.
Kau,Shinobu Ooshino kan?" ujar Tatara sambil menjulurkan tangannya menyalami Shinobu.
Shinobu balik menyalaminya. Dia tersenyum ramah.
"Apakah seseorang yg memakai stocking ketat,celana pendek dan pakaian super kasual bebas pantai dibilang dewi..?? ahaha.." ujar Shinobu tidak enak.
"Haha...tidak apa. Fashion selalu menyesuaikan zaman. Tp dirimu tetaplah dirimu,yg mulia." Tatara kemudian berlutut dihadapan Shinobu.
Namun belum sempat berlutut dihadapan nya ditodong banyak senjata api dan senjata tajam yg mencegahnya berlutut.
"Ini..." Tatara sudah sadar siapa yg dia hadapi. Makhluk legendaris.
Tak heran bagi Tatara jika pihak Gunji mampu memenangkan pertempuran melawan kenja lain berulang kali. Bahkan ketika W.S.D kontak senjata langsung dengan Kage Oushima mereka justru lebih diuntungkan dengan hanya kehilangan 2 catasthropenya.
Bahkan Yuzuru yg terculikpun malah 'awakening' dan menjadi jauh lebih kuat ketimbang sebelumnya.
Berbanding terbalik dengan Kage Oushima yg kehilangan seluruh Catasthropenya,dan perwira2 tingginya kecuali dua orang saja. Aizen dan Hinata Kawaragi.
Kejadian sebelumnya juga lebih hebat lagi. Saat insiden Chaos hampir semua bawahan 'LustyHazard' yg ikut ke medan perang gugur barisan Catasthrope nya dilibas habis tak bersisa. Sebuah kerugian telak yg dialami 'Lusty Hazard'. Sehingga akhirnya dia harus merekrut catasthrope2 baru sebelum kembali siap dalam perlombaan persaingan Kenja dalam menguak rahasia 'The Origin".
Sementara tak ada Korban jiwa di catasthrope Gunji. Walaupun mereka akhirnya terpecah akibat masalah internal yg sensitif.
Kembali ke situasi tatara saat ini.
"Sebenarnya...aku tak suka penghormatan tak wajar seperti ini." ujar Shinobu dengan wajar agak tidak enakan.
Tatara mengangkat kepalanya.
"Boleh aku tanya. Kenapa,kapan,dan bagaimana bisa kau tiba-tiba bergabung dengan salah satu organisasi Kenja? Bukankah hal itu bukan sesuatu yg biasanya dilakukan oleh ras tinggi,Ras Sankta sepertimu?" ujar Tatara.
"Sederhana..." ujarnya sambil menarik semua senjata yg sebelumnya dia todong ke Tatara.
"Ada banyak dan panjang alasannya. Jd biar kuringkas saja. Intinya banyak dari pemikiran Gunji yg selaras denganku.
Pertama,aku tdk suka disembah. Aku bukan tuhan,bukan juga malaikat,aku hanya berasal dari Ras majin bersayap yg kebetulan sangat langka dan menutup diri. Sankta
Organisasi dan diriku sepakat bahwa satu2nya yg berhak disembah adalah tuhan yg asli. Yg menciptakan awal dan akhir. Yg memiliki segalanya,mengetahui segalanya tanpa cacat.
Kedua,aku memiliki pamor sebagai 'dewi matahari' bahkan aku disembah dengan nama 'Dewi Ainu'. Ketidaksukaan ku disampaikan oleh Organisasi yg berusaha mengedukasi pengikut2 sesat ku itu. Jd aku tdk perlu khawatir jika kesesatan itu akan menyebar luas.
Ketiga,mereka 'pemburu dewa'. 'Pemburu' membutuhkan 'penjaga' untuk rumah mereka. Jd dgn senang hati aku membantu mereka 'menjaga' rumah,agar mereka bisa 'berburu' dengan tenang dan fokus karena memiliki 'penjaga' yg dapat diandalkan." ujar Shinobu tersenyum.
"Alasan kedua...kenapa kau mengandalkan organisasi? Padahal kau bisa saja memperingatkan pengikutmu agar tidak menyembahmu kan?" tanya Tatara memotong.
"Huh...dulu aku memperingatkan pengikutku ribuan tahun lalu dengan keras dan mengancam dengan marah kepada mereka kalau aku akan membuat mereka memakan jantung mereka sendiri jika terus saja menyembahku.
Tp justru mereka salah paham. Mereka malah menganggap bahwa aku meminta persembahan tumbal jantung jika tidak ingin aku menjadi marah.
Lalu aku pernah membakar habis sebuah desa karena aku marah mereka bersikeras menyembahku. Lalu dengan lantang aku berkata 'kusucikan kalian dari kesesatan ini'.
Itu juga disalahpahami. Mereka justru menganggap bunuh diri dengan api adalah penyucian diri dari dosa.
Karena itulah aku 'kena mental ' dan memilih bersembunyi dari manusia dan aku berlepas diri dari segala yg mereka perbuat" ujar Shinobu.
"Lalu apa yg dilakukan oleh organisasi? Sampai bisa membujukmu untuk kembali nampak dikhayalak umum?" tanya tatara lagi
"Sederhana. Mereka secara efektif dan menggunakan berbagai cara untuk menyadarkan orang2 sesat itu. Karena mereka menunjukkan kerja nyata,kerja keras dan kerja cerdas aku merasa sangat berterimakasih." ujarnya.
"Lalu kapan itu?? Dan bagaimana pertama kau bertemu organisasi. kau masih belum menjawab pertanyaanku,Yang muli...Shinobu" ujar tatara,mulutnya hampir kepeleset :v
"Ironisnya...saat aku hampir terbunuh oleh Anakmu dan bocah yg barusan kau lawan" ujar Shinobu.
"Hah??" Tatara kaget.
"Ya...jujur aku waktu itu kaget. Di tengah persembunyianku. Tiba-tiba seluruh personil W.S.D datang berniat membunuhku. Pertempuran sengit terjadi. Anak perempuan misterius bernama Ayumi yg sampai sekarang menjadi senjata terkuat organisasi berhasil melukaiku sangat parah. Namun aku berhasil melarikan diri
Dalam keadaan sekarat dan kehilangan banyak tenaga aku dipaksa bertempur mati2an melawan Izuna dan Sakura yg berhasil mengejarku,ditambah tombak Yygdrassil milik Misteltein bersarang di tubuhku saat itu dan menyebabkan luka yg sulit disembuhkan dengan cepat sehingga aku terlanjur kehilangan banyak darah.
Saat mereka berdua hampir berhasil mencabut nyawaku Gunji datang dan menawanku langsung.
Dia mengubah pikirannya untuk tidak langsung membunuhku. Sejak dari itu aku tau kondisinya. Mereka hanya mengincar dewa-dewi yg membahayakan umat manusia dari ajaran sesatnya.
Siapa yg tak menganggapku bahaya kalau aku mengajarkan untuk bunuh diri/membunuh orang lain dengan api atau menyembelih orang terkasihnya demi jantungnya dipersembahkan?
Tp kemudian ku jelaskan semua,dan mereka mengadakan investigasi mendalam. Lalu aku dinyatakan tak bersalah. Mereka meminta maaf,tp tak masalah bagiku. Justru aku merasa mereka sejalan denganku. Aku menyukai kebar-baran dan kegilaan mereka dalam mewujudkan idealismenya.
Karena ketertarikan itulah aku bergabung. Sederhana bukan?" jelas Shinobu.
"Kau tadi menyinggung kalau putriku pernah melawanmu.. bagaimana menurutmu apakah dia kuat?" tanya Tatata.
"Ahahaha..aku tidak mau merusak harga diri seorang ayah. Aku tau kau ingin mengetahui perkembangan putrimu tp Jujur saja...dia..".
"dia....? Bagaimana dia?" ujar Tatara tak sabaran.
"Lemah." balas Shinobu dengan wajah yg lagi2 tak enakan.
"Maaaf ..hehehe...lumayan tinggi untuk dilevel catasthrope. Tp bagiku masih tetap lemah. Mistelteinn juga yg merupakan catasthrope kelima terkuat dari semua catasthrope yg ada di kenja2 lain,dan catasthrope pertama terkuat di divisi reguler catasthrope gunji juga bagiku sangat lemah.
Seandainya anak yg bernama Ayumi itu tak ada,mungkin keadaan tak memihak organisasi. Catasthrope reguler memang gila. Tp si bocah itu berada di level yg berbeda. klo bisa dibilang...
Dia adalah "Beast" nya Abad ini." ujar Shinobu.
"Ayumi...kabar tentang dia memang sudah menjadi rahasia umum,tp aku tak menyangka kalau Catasthrope irregular ini bisa mengalahkan Exceeder seperti Shinobu. Inikah alasan kenapa setiap kali satu pihak ingin melawan organisasi Gunji pasti membentuk suatu aliansi besar terlebih dahulu?
Gunji punya terlalu banyak senjata yg sangat mematikan. Seperti namanya....
Dia terlalu serakah..." gumam Tatara.
*ctakk*
Shinobu menjentikkan jarinya.
Tatara semakin waspada. Jentikan jari memang sering dianggap sepele,tp jentikan jari juga biasa dilakukan oleh beberapa orang untuk mengeluarkan jurus-jurus tertentu yg cukup mematikan.
"Jgn alihkan pembicaraan. Kita kembali ke topik awalnya." ujar Shinobu
"Baik" tanggap Tatara.
"Kau...ngapain disini?. Meski putrimu bisa menjadi mediator,tp kalau sampai dipaksa mengangkat senjata melawan orang dari W.S.D bukankah putrimu bisa ditahan atas dugaan pengkhianatan?"
Tatara tertegun,apa yg dikatakan Shinobu memang benar tp dia punya agenda tersembunyi sendiri yg dia miliki dan tak bisa dijelaskan.
"Dan lagi...untungnya Sakura memilih untuk kabur dari dirimu. Coba kalau kalian berdua bertarung,lalu kemudian aku datang. Maka tak ada pilihan lain selain aku menyerangmu juga kan?" ujar Tatara sambil seolah-olah menodong handgun SMG tipe Vector "OA" miliknya.
"Itu...ahaha.." Tatara hanya tertawa canggung berusaha terlihat natural dan terlihat polos. Dia tau Shinobu bukan tipikal orang yg terlalu memusingkan banyak hal.
"Jd,mohon maaf. Tp pertimbangkan untuk segera meninggalkan tempat ini ya.
Aku tidak tau apakah Guardians lainnya juga dikirim tp kalau Guardians yg lain muncul aku tidak bisa menjamin tidak adanya penyerangan yg mengarah padamu" ujar Shinobu menjelaskan.
"Tch...baiklah... sepertinya aku juga terlalu lama disini. Titip salamku pada Izuna. Aku pulang dulu" ujar Tatara sambil membuka gerbang dimensi yg nampak seperti lubang hitam.
"Ok. Percayakan sisanya padaku"
Tatara mengacungkan jempolnya pada Shinobu lalu menghilang didalam gerbang itu.
*DHHHHHAAASHHHHH*
Sebuah tombak hampir saja menusuk masuk kedalam gerbang seolah tak ingin membiarkan Tatara kabur begitu saja.
"SHINOBU!!! KENAPA KAU BIARKAN DIA KABUR??" ujar seseorang yg datang menghampiri Shinobu.
Shinobu mengacuhkannya lalu berjalan santai sambil bersiul seolah tak terjadi apa-apa.
"Shinobu!!!" tegasnya.
"Guardians Authority,aku bisa membuat keputusan yang baik menurutku jika dihadapkan dgn situasi begitu dan aku punya hak yg sah secara hukum. Jd kau tdk bisa mempertanyakannya" ujar Shinobu.
"Lagipula kau ngapain disini? Kukira kau masih sibuk mengatasi perbaikan serta pengadaan alat militer di dunia 12,Alice?
Sudahlah...banyak hal yg masih harus kita urus disini" ujar Shinobu.
"Toh kalau kau memaksa bertarung dengannya kau tak mungkin menang" ujar Shinobu menyeringai.
Alice telah bergabung ditengah medan pertempuran!!
....Bersambung