
_Blanche_
"Blanche!!!" Teriak Aiko. Hampir semua yang dikatakan Aiko dengan suara lantang, selalu saja menjadi pertanda jurus lainnya akan muncul, dan benar saja setelah Aiko mengucapkan kata tersebut warna putih menyelimuti mereka berdua. Namun warna putih itu bukan sembarang putih melainkan api putih yang sangat membutakan mata dan jutaan kali lipat lebih panas daripada api yang sebelumnya. Demikian juga kondisi api yang mengelilingi mereka kini berubah menjadi warna putih.
Situasi menjadi sangat mencekam saat 'Blanche' diaktifkan oleh Aiko. Kedua belah pihak mendadak terdiam, situasi menjadi semakin tidak jelas saat keduanya tidak dapat melihat lawannya karena tertutup api putih yang sangat silau.
"Hmm... silau sekali aku tidak bisa melihat sekitar ku" gumam Ryuuzaki. "Ryuu... za... ki.. " ucap seseorang. "Ryuu... za... ki... Shin... ge... n.. " ucap lagi seseorang itu. Ucapan itu muncul dengan suara lirih dan entah arah nya dari mana. "... " ucapan dari seseorang yang Ryuuzaki tidak asing lagi membuat nya terdiam dan memperhatikan sekeliling nya.
"Ryuuzaki!!! Sekarang tidak ada lagi basa-basi!!, dalam mode ini api putih akan terus membakartempat ini dan penghuni nya. Hingga sampai salah satu dari kita berdua yang akan tumbang. Panas api putih ini jutaan kali lebih panas dari api terpanas yang berwarna merah. Meski aku adalah pengguna jurus ini tapi panasny tetap memberikan efek samping kepadaku.
Daya tahan tubuhku hanya dapat menahan panasnya untuk beberapa menit kedepan. Namun jika aku mati maka realitas marmer ini tidak akan ikut 'ternonaktifkan'. Sayang sekali aku tidak bisa memperlihatkan mode tertinggi di dunia realitas marmerku yaitu 'Noir', karena dengan ukuran kemampuan ku yang sekarang aku hanya akan langsung terbakar oleh apinya, akupun tidak bisa memaksa membukanya karena 'mana' yang kumiliki tidaklah sebesar dan sekuat Aiko yang 'asli' tapi kurasa sudah sangat cukup untuk menjatuhkan Burung Phoenix kedalam penderitaan dan keputusasaan didalam neraka putih yang membara." Ujar Aiko yang kemudian memulai serangannya dengan suatu pukulan tombak yang mengarah langsung ke dada Ryuuzaki.
_Ryuuzaki & Phoenix Spirit_
*Ctrang\, ctrang\, ctar\, dhuassh* Suasana dalam realitas marmer semakin mengerikan dimana suara api yang membara disekeliling mereka terdengar bagaikan suara jeritan yang melengking\, ditambah dengan suara tombak yang beradu\, dan gelegar gerakan cepat mereka berdua yang luar biasa. Aiko memukul dengan bagian tumpul tombaknya namun dengan sukses Ryuuzaki menangkis nya\, tidak selesai sampai disitu Aiko menyemburkan api dari mulutnya yang kemudian membuat Ryuuzaki mundur beberapa langkah\, kemudian membalasnya dengan dengan sebuah tendangan vertikal berapi yang sangat cepat\, Aiko pun mengadu serangan dengan kakinya juga. *DHHHUUZZZZ* Serangan keduanya menyebabkan suatu gelombang maha dahsyat yang beberapa saat menyebabkan api putih disekeliling mereka tertiup menjauh membentuk sebuah bola kosong berdiameter 3 KM.
"RYUUUZAKI SHINGEN!!!" Ucap seseorang yang dari tadi berusaha memanggil Ryuuzaki,
kali ini suara tersebut terdengar dengan jelas dan keras di benak Ryuuzaki. Sementara itu pertukaran serangan antara keduanya terus berlanjut dengan sangat sengit. *DHUUAAR\, DDHUUARRR\, DDHHHOOOAAASSSHHH* "Ryuuzaki...!" sementara Ryuuzaki masih bertarung suara itu lama kelamaan semakin besar dan nyaring
. "Ukhhh... ada apa? Siapa kau?", " Haha, bisa bisanya kau melupakan suaraku. Cepat selesaikan pertarungan ini!! Ada sosok yang berbahaya lain yang lebih mengerikan dari yang kau lawan sekarang". "Lebih mengerikan dari Aiko...!? " gumam Ryuuzaki sambil terus menerus saling serang dengan Aiko, keduanya cukup tenang untuk seukuran orang yang bergerak dengan kecepatan hampir mencapai kecepatan cahaya.
"Sudahlah lagipula tidak perlu basa basi. Aku ingin melawan sosok asli rubah itu dengan full power, biarkan aku mengeluarkan kekuatan maksimalku Ryuuzaki!!" Ucap seseorang dalam diri Ryuuzaki
"Hah!?, jangan bercanda. lagipula kau ini siapa, kau ingin merebut lawan tempurku?" tanya Ryuuzaki keheranan.
"Cih!! Bisa bisanya kau benar-benar lupa akan diriku. Memang sebelumnya aku mungkin tidak pernah bercakap-cakap dengan mu. Tpai dengan aura 'anugrah' jauh harusnya mengenaliku."
, " Hoo begitu... hmmm.... "
,"kelamaan!! Aku adalah perwujudan dari 'kekuatan' Phoenix yang bersemayam didalam dirimu. Manifestasi kekuatan Phoenix sejati. Aku bersemayam di dalam dirimu sudah sejak dahulu kala.
Dulu aku tidak punya kesadaran dan kemampuan untuk berkomunikasi dengna 'pengguna' seperti sekarang ini, akan tetapi ada sedikit 'mutasi' pada 'kekuatan' yang kau miliki. Sehingga kekuatan itu semakin bertambah besar dan kuat sejak kau masuk ke dimensi ini.
Di dimensi ini tingkat kepadatan atom jauh lebih tinggi daripada dunia asal, serta kadar 'kekuatan' atau yang mereka sebut 'mana' sangatlah pekat diudara. Kemudian tingkat kerasnya molekul padat didunia ini juga tinggi. Gravitasi nya pun juga berpuluh puluh kali lebih kuat ketimbang dunia asal kita. Sepertinya di dimensi ini seperti seolah tanah genting yang diperebutkan serta dijadikan sebagai area perang." ucap Phoenix itu.
"Begitukah? Maaf aku tidak mengenalmu. Tapi kurasa kau benar akan hal adanya sedikit mutasi pada tubuh dna tingkat kekuatan kita. Tapi apakah kau merasakan ada hal yang aneh pada lawan kita kali ini? Aku merasa didalam tubuh mereka ada sumber kekuatan yabg sangat besar, dan aura dari sumber kekuatan musuh tersebut juga kurasa ada beberapa yang memancar dari dalam tanah. Apa mereka makan batu atau semacamnya yang membuat tubuh mereka menjadi seperti mesin dengan bahan bakar benda tanah itu?" Tanya Ryuuzaki.
"Haha, kau hampir tepat. Kalau diperhatikan musuh mayoritas bukanlah manusia biasa,meski begitu mereka tetap membutuhkan energi yang sangat besar untuk bergerak dan aktifitas lainnya. Ada sumber energi besar yang mereka jadikan sebagai penopang tubuh dan salah satu makanan mereka. Didimensi ini sepertinya memilki mineral dengan kualitas ynag sangat tinggi dan stok air berat yang sangat luar biasa banyak. Serta satu hal penting yang menjadi sumber perebutan utama yaitu... "
"Apa? Emas? Perak? Makanan pokok gandum? Beras?" potong Ryuuzaki agak kesal karena harus mendengar ocehan sambil terus menerus bergerak dengan kecepatan tinggi serta terus menyerang dan diserang Aiko.
"Tidak dasar bodoh! Bahan yang mereka incar adalah sesuatu yang tidak bisa sembarangan ditambang begitu saja, lagipula tingkat keras bebatuan didunia ini lebih dari pada dunia lainnya." "Lalu apa? Kau terlalu banyak basa basi" ujar Ryuuzaki. "Berisik kau!! Pahami perasaanku dong. ini pertama kalinya aku bisa berbicara,jadi aku ingin berbicara banyak hehe" ujar 'aura' Phoenix yang bersemayam didalam tubuh Ryuuzaki. "Hah terserah lah langsung saja ke intinya".
"Uranium...? bahan dasar nuklir? Menarik walaupun aku sendiri tidak paham detail mengenai uranium dan nuklir. Tp kedengarannya keren,setidaknya aku pernah mempelajari permesinan dan uranium diperpustakaan kuno di dasar laut didunia asalku" gumam Ryuuzaki.
"Jadi itukah alasan mereka memiliki sumber 'energi' yang sangat besar? Tapi kalau begitu bukannya mereka sama saja dengan mesin?"
"Ya benar sekali. Namun tidak sesederhana itu karena mereka masih memiliki organ layaknya manusia. Kupikir satu satunya hal yang membedakan manusia biasa dengan mereka adalah tubuh yang memproduksi mana dalam jumlah besar didukung oleh 'makanan' khusus. Agak rumit menjelaskannya tapi sedikit demi sedikit kita dapat mulai mengenali dengna baik kekuatan lawan kita. "
Rubah vs Burung
CTARRR!!! Ctarr!!!
suara dentuman yang bagaikan kilat senantiasa bergema di dalam lautan api putih tersebut sembari menunggu salah dari mereka tumbang.
"Cih asap ini makin lama makin tebal, apinya pun sangat menghalangi pandangan ku" Gumam Ryuuzaki.
Pada suatu kesempatan Ryuuzaki berhasil menyobek penutup mata kanan milik Aiko. Tapi yang terjadi kemudian setelahnya adalah hal yang sangat mengejutkan dimana ternyata mata kanan adalah mata retina berwarna dasar biru langit dengan pupil warna biru. Mata itu adalah mata rubah asli milik Aiko.
"BAJINGAN!!!" ujar Aiko kesal.
Kemudian Aiko bersembunyi dibalik asap dan cahaya api putih yang sangat tebal.
"Dia bersembunyi? Asap dan api ini membuat pandanganku terhalangi" Gumam Ryuuzaki. Ryuuzaki terdiam sejenak lalu tiba-tiba melotot "EMPEROR EYE!!!". Betapa terkejutnya Ryuuzaki ketika melihat aura membentuk rubah raksasa putih didepannya dengan Aiko berdiri di atas kepalanya. (kek aura kurama yang dipake naruto gitulah) 'Emperor Eye' Ryuuzaki membuatnya dapat melihat sekeliling dengan sangat jelas.Ryuuzaki mendengar sesuatu dari Phoenix yg membuat nya tersenyum.
"Baiklah mari kita coba!! " ujar Ryuuzaki. Lalu muncul aura burung raksasa berwarna merah api dari Ryuuzaki yang mengimbangi ukuran rubah didepannya.
Kedua 'raksasa' tersebut mulai bertarung dengan sangat sengit. Burung Phoenix Ryuuzaki menyerang dengan paruh dan kedua kakinya yang memiliki kuku2 yang sangat tajam. Dari paruh dan kedua sayap burung tersebut mampu mengeluarkan bola api raksasa yang dilontarkan kearah rubah putih tersebut.
Disisi lain sang Rubah putih menyerang dengan cakar dan gigitannya yang sangat kuat. Dari mulut beserta 9 ekornya Gumiho dapat mengeluarkan bola2 hitam (sejenis bijuudama) untuk menyerang musuhnya. *DHHHUAAARRR!!!!\, DDDHUUAAARR* Kedua belah pihak menyerang dengan lontaran bola2 api dan mulai menyerang dengan membabi buta. Pertarungan semakin memanas di dunia buatan tersebut. Ryuuzaki juga mengeluarkan aura phoenix lainnya yang berasal dari versi mitologi lain\, yaitu naga ular china yang seluruh tubuhnya terbuat dari api\, dan manusia raksasa berkepala burung bersayap api memegang trisula api\,salah wujud Phoenix yang tertulis di Hieroglyph bernama 'RA'. Kali ini 4 vs 2.
"MAJULAH!!! RYYYUUUZAKII!!!"
"MAJULAH!!! AIKO!!! " pertempuran keduanya memasuki tahap akhir.
.... Bersambung...
... Tapi boong... :v...
Rukaman
Sementara itu ditempat lain. "Shyva!!! Hana!!! Hilda!!!" jerit Rukaman dalam hati, tubuh Rukaman sudah menjadi debu. Namun dia masih memiliki kesadaran, jiwa nya terombang-ambing diantara ruang kematian dan kehidupan. Meski begitu dia masih bisa merasakan 'aura anugrah' dari teman2nya. Rukaman dapat merasakan bahwa Hana, Hilda, dan Shyva berada dalam kondisi yang sangat membahayakan nyawa mereka bertiga.
... Nah udah... bersambung dulu bos...:v