The Visitor Series

The Visitor Series
Familiar vs Shikigami



"Mengamuklah!! Shadow!! Tunjukkan kekuatan mu kepadaku"


"Baiklah kalau sudah begini.. kita lanjut saja...Shikigami : Tenkuu : Tengen Kugo!!"


                  *******


            Familiar vs Shikigami


   "Kita lihat... siapa yang lebih kuat, familiar milikmu atau Shikigami milikku." ujar Zimi.


  "Kita coba saja,jangan terlalu percaya diri atau kau akan mati dengan cepat"balas Kuro sambil menyeringai.


  " Hoo menarik" balas Zimi.


*Zwiiinggg*


Didepan kuro muncullah suatu gerbang hitam berbentuk lingkaran melayang. Keluar dari gerbang hitam itu robot raksasa sekitar 37  unit dengan 36 memiliki tinggi mencapai 50 meter\,ditambah robot pemimpin setinggi 100meter. Robot itu berwarna putih dengan tubuh yang dilengkapi dengan berbagai persenjataan canggih seperti rudal\, _machine gun_ dll.


*Swuushhh* *ziiingg*


"[All status... Ready, Waiting for Battle]" ujar robot2 itu bersamaan. Para robot berbaris dengan rapih, sambil 'memanaskan' mesin mereka.


"[Enemy\, confirmed. Prepare to attack]" ujar robot pemimpin. *zziiingg* terdengar dengan nyaring suara mesin dari robot-robot yang lain yang mengambil kuda-kuda untuk maju menyerang.


"Woy, woy... mereka... shikigami? Yang benar saja, sejak kapan makhluk kuno punya teknologi secanggih ini? Ini sudah bukan shikigami lagi namanya." ujar Kuro keheranan, dan terkagum-kagum dengan pasukan robot yang ada didepannya. "Keren juga. mungkin kalau bisa aku ingin punya satu sebagai bawahan" gumam Kuro.


"Shadow!! jangan kalah dengan robot-robot mainan yang menggelikan ini. Tunjukkan padaku apa yang kau bisa!!". ujar Kuro.


  "Baiklah!!! HEAH...!!" shadow berteriak keras\, dia tertunduk. tangan kanannya dikepalkan dan menyentuh tanah. *Srraaaatt* Tiba-tiba saja muncul lingkaran bayangan raksasa berdiameter 300 meter\, lalu shadow kembali berteriak. "MUNCULLAH!!! TUNJUKKAN WUJUD KALIAN".


  "SHADOW BEAST! !!" teriak nya kemudian muncul dari lingkaran raksasa itu monster, dan hewan-hewan Purbakala yang berukuran raksasa dengan rata-rata tinggi 80 meter dengan lebar 25 meter. Jumlah mereka ada sekitar 100. Monster tersebut langsung saja tanpa basa basi menyerang pasukan robot tersebut.


  "[All unit, start Attacking!!]" ujar robot paling besar tersebut. "[Formasi pertama]".


*Doommm\, doommm\, dommm* para robot menyerang dengan sengit monster-monster raksasa yang diciptakan oleh shadow menggunakan rudal-rudal yang ada ditubuh mereka\, dan menyerang monster tersebut dengan sinar-sinar laser yang sangat kuat serta jumlahnya sangatlah banyak. Robot-robot itu membentuk 3 lapis formasi baris tembak dengan 12 robot pada setiap lapisannya. Setiap regu robot penembak bergantian menyerang sehingga hampir tidak ada jeda dalam tembakannya. Dengan mereka bergantian menyerang\, memberikan waktu untuk yang lainnya mengisi amunisi atau mengumpulkan energi senjata yang hendak ditembakkan.


Seolah tak mau kalah, tak peduli berapa banyak yang hancur dan mati karena serangan laser dan rudal dari robot-robot itu, pada monster menyerang dengan membabi-buta kearah mereka. Mereka berusaha mendekat dan memaksa robot itu untuk masuk ke dalam pertempuran jarak dekat. Namun usaha para monster bayangan itu hampir sia-sia, mereka bahkan tidak bisa maju selangkahpun untuk mendekati para robot itu. Sudah 80 dari 100 monster sudah menjadi korban keganasan rudal dan laser dari robot-robot raksasa itu.


"Cih,ukuran tidak jadi jaminan ya... " gumam kuro. "Shadow, sebaiknya kau coba ubah 20 monster yang tersisa, dan summon lagi monster dengan ukuran yang sama dengan robot itu. Tapi kau tambahkan ketahanan fisik mereka." ujar Kuro mengarahkan.


"Baik tuan, Ressurection!!" tangan shadow seolah mengisyaratkan sesuatu, kemudian 20 monster yang tersisa berevolusi, mayat dari monster-monster yang telah mati menguap dan asapnya masuk kedalam tubuh 20 monster yang lainnya, alhasil 20 monster tersebut menjadi Jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Kemudian Shadow kembali mensummon monster-monster bayangan dari lingkaran bayangan itu.


Kali ini shadow mensummon 100 monster dengan ukuran yang lebih kecil daripada yang lainnya. Yaitu monster-monster yang berukuran rata-rata 50 meter sama seperti ukuran para robot tersebut. Tidak sampai disitu shadow pun berinisiatif untuk mensummon 300.000 prajurit bayangan dengan ukuran manusia normal.


  Usaha shadow membuahkan hasil, monster bayangannya dapat mendekat kearah barisan lapis pertama robot-robot tersebut. "[Formasi dua]" 12 robot terpaksa keluar dari formasi dan bertarung jarak dekat dengan pedang yang muncul dikedua tangan robot untuk membentuk pasukan garda depan sebagai pagar untuk menahan pasukan shadow yang ingin merangsek maju. Sedangkan 24 robot lainnya melebarkan barisan mereka untuk mendapatkan ruang tembak yang lebih luas. Robot pemimpin sendiri terbang cukup tinggi dan mulai menembak dengan membabi buta barisan tengah dan belakang musuh dari jarak jauh.


  12 Robot berhadapan langsung dengan 20 monster terkuat dan 100 monster baru yang baru muncul. Sedangkan 'pembasmian' 300.000 prajurit bayangan dilakukan oleh robot pemimpin sendiri.


"Ha... hah... " nafas Shadow tersengal-sengal. "ada apa shadow hanya begini saja kau sudah kelelahan? Menyedihkan." ujar Kuro dengan tatapan merendahkan.


"Maafkan aku tuan. Aku tidak mengira mengeluarkan monster bayangan dengan jumlah sebanyak ini didalam 'wilayah' musuh sangatlah menguras kekuatan ku. Meski aku bisa bergerak dalam 'wilayah' yang disebut sakanade ini, entah kenapa aku harus mengeluarkan 'kekuatan' dengan jumlah yang cukup besar hanya untuk bergerak didalamnya." ujar Shadow.


  "Begitu, ya. Sudah kuduga ada yang aneh bahkan shadow juga merasakan dampaknya. Rasanya semakin lama disini tubuhku serasa seperti semakin tersedot kedalam suatu lubang." gumam Kuro.


"Lanjutkan saja,aku akan memberikan sedikit 'mana kekuatan ku' untuk kau gunakan" ujar kuro.


  Kali ini robot-robot itu mulai kewalahan dan garis depan mulai goyah. "[Formasi kedua]" kemudian robot-robot garis depan pun dibantu oleh 12 robot lainnya, dan menyisakan 12 robot penembak dibelakang mereka.


Para robot yang semua membentuk formasi garis linear. Saat ini membentuk formasi huruf "V" dengan para penembak berada di garis belakang tengah. sedangkan dibagian lancip huruf v terdapat robot-robot petarung jarak dekat yang mulai bergerak teratur untuk merangsek kedepan. Robot tersebut bergerak maju bersamaan sambil terus bertarung dan menghalau monster-monster didepan mereka.


Namun perlahan tapi pasti robot-robot garis depan satu persatu tumbang. Hal tersebut menghambat pergerakan sehingga mereka tak dapat merangsek lebih maju lagi.


  Pertempuran berlangsung sangat sengit, dan panas. Shadow terus menambahkan pasukannya, dilain sisi robot-robot tersebut semakin berkurang jumlahnya. Robot-robot yang semula berjumlah 36 unit ditambah 1 robot pemimpin sehingga total ada 37 unit sekarang hanya tersisa 16 unit;dengan rincian 12 regu garis belakang, 3 unit garis depan dan satu unit robot pemimpin.


Dilain sisi,pasukan shadow yang terus bertambah sudah mencapai jutaan dengan rincian;3.000.000 prajurit bayangan berukuran manusia. 200 monster bayangan raksasa terkuat. 100.000 monster bayangan tingkat menengah. Hitungan yang sangat fantastis bila kita tidak menghitung monster-monster yang berhasil ditumbangkan.


Kemenangan sudah didepan mata. Shadow sudah sampai batasnya. Dia hampir tak kuat lagi untuk mensummon monster bayangan.


"Hmm... melihat pemandangan ini mengingatkanku akan total war..." gumam Kuro.


"Kau sudah kecapean? " tanya 'suara' Zimi yang entah darimana kepada Shadow. "Bi... bicara apa kau...? Bicaralah sepuasmu selagi masih bisa. Sebentar lagi pasukanmu akan hancur. Lalu aku akan mencari dimana tempat kau bersembunyi, lalu membunuhmu dengan segera!! " ujar Shadow membalas sambil terengah-engah.


"Hoo... begitu ya.. Kuro, bawahanmu punya kepercayaan diri yang tinggi juga ya." ujar Zimi. "Diam kau!! Apa kau tidak malu, sebagai pejuang kau bertarung tanpa menunjukkan batang hidungmu. Dasar pengecut!!". jawab Kuro pedas.


" Ahahahaha. terserah kau mau berkomentar apa tapi aku tidak akan mengubah 'cara' bertarung ku. Aku bukan orang bodoh yang terpancing ucapan musuh untuk menghilangkan keuntungan yang aku punya didalam pertempuran." balas Zimi dengan nada mengejek.


"Yah terserah saja. Tapi sepertinya familiar ku lebih kuat daripada shikigami milikmu. Lihat, jumlah mereka semakin berkurang dan gerakan serta serangan mereka semakin tumpul, kira-kira apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Kalau terus begini kau akan kalah". tanya kuro.


"Yah... gampang saja." "Gampang!? ", " ya, tidak perlu khawatir ini baru permulaannya saja." ujar Zimi. "Maksudmu?".


" Ya. apakah kau pikir aku hanya punya satu jenis shikigami saja? kalau begitu kau sudah salah.   Sugata Araware : Rikka Gogoku,Rikugo!(munculkanlah wujudmu : Rikka Gogoku, sang rikugo!),muncullah Daigi Onsou, Daion." ujar Zimi.


  Kemudian kali ini muncul dari dalam lingkaran gerbang yang terbuka itu muncul 3 sosok. 1 Sosok perempuan cyborg dengan bentuk setengah kucing, dan 1 sosok boneka perempuan berbaju serba pink dan memegang tongkat berwarna merah cerah, didampingi oleh boneka beruang raksasa yang membawa Kapak dikedua tangannya.


  "Daion, Meikyou Fu." ujar sosok boneka itu, lalu kemudian muncul 100 sosok yang sama dengan boneka tersebut dengan kekuatan yang setara dengan yng asli. Lalu boneka beruang itu juga berkata "Daion,Kagami no Bunshin" secara luar biasa boneka beruang tersebut mengkloning dirinya dengan jumlah yang sama banyaknya dengan jumlah prajurit bayangan shadow.


Perempuan itu dan kloningnya bertarung seperti magician dengan mengeluarkan elemen-elemen kehancuran dari jarak menengah, dan kloning dari boneka beruang itu bertarung dengan sangat ganas di jarak dekat, dengan bermodalkan kekuatan fisik dan kapaknya.


"Tengen Kugo : Ressurection!! " ujar Robot pemimpin dan bangkai robot-robot yang telah mati 'bergabung dengan robot-robot yang masih hidup. "[Formasi ketiga]" 12 robot membentuk lingkaran yang di tengah nya adalah robot pemimpin sedangkan 3 robot yang tersisa lainnya maju merangsek kedepan, tidak ikut kedalam formasi ketiga. Kedua belas robot itu memberikan energi laser kepada robot pemimpin dan membentuk laser yang super besar.


*SSSWWIIINGGG!!!DHUUUAAARRR*


Laser raksasa tersebut ditembakkan dan membuat celah besar pada pasukan monster yang luar biasa banyak tersebut hingga terbagi menjadi dua. Celah tersebut digunakan untuk pasukan kloning dari boneka beruang untuk masuk dan merangsek kedalam serta mengacak-acak barisan musuh dengan dipimipin oleh kloning boneka perempuan. Mereka membagi diri menjadi 100 pasukan yang masing-masing dipimipin oleh kloning perempuan boneka itu.


Angin aroma kemenangan yang semula bertiup di pihak shadow, langsung berpindah ke pihak shikigami Zimi. Kedua pasukan dengan jumlah yang hampir sama saling bertarung dengan sengit.


  "Sialan!! " Umpat Shadow dalam hati. "Tunggu kurasa shikigami baru yang muncul tadi harusnya ada tiga. Kemana yang satunya lagi?" gumam Kuro.


Ddhhhuuuaaasshhhhh!!! Muncul sosok perempuan yang dicari kuro tadi, dalam kondisi menendang shadow dengan sangat kuat. suara tendangan yang sangat kuat membelah barisan, disertai dengan suara yang memekakkan sosok itu menendang Shadow hingga terpental kebelakang cukup jauh. Seolah tidak mau melepaskan Shadow begitu saja, sosok tersebut langsung menyusul shadow dan 'menginjak' kepalanya hingga pecah dan tubuhnya terkubur. Meski shadow memiliki kekuatan regenerasi yang cukup cepat, tapi dia merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa ketika ditendang oleh sosok itu.


"Cih, siapa itu." tanya Shadow dalam hati.


"Rikka gogoku!! Chimidora zanmai Kyaku!!". Rupanya sosok yang menyerang Shadow adalah Shikigami bernama Rikka gogoku atau dikenal sebagai Rikugo. Setelah zimi mengucapkan itu kaki Rikka gogoku diliputi oleh aura warna merah darah, kecepatan dan kekuatan kakinya meningkat sangat drastis. Pertarungan dilanjutkan dengan Rikugo menyerang Shadow dengan membabi buta dan tanpa ampun. Shadow yang kelelahan hanya bisa pasrah, dihajar habis-habisan oleh Rikka gogoku yang memiliki kekuatan fisik yang sangat luar biasa.


"Cih!! Sialan!!! Klo begini terus aku tidak bisa mensummon monster lagi" gumam Shadow.


"Ada apa Kuro? Wajahmu kusut begitu... hahaha" ejek 'suara' Zimi.


                         ... Bersambung