The Visitor Series

The Visitor Series
Peak?



                Puncak?


   "...." Jormungand terdiam.


*ZIIIINGGGG\, DDHUUUAAAARRR*


Sebuah tembakan dahsyat dilepas dari tangan kanan Jormungand.


*Dddrrrtttttt\, DRRRTTTT\, ZAAASSHHH*


Tanah terbakar, asap mengepul menyelimuti padang gurun batu tempat mereka bertarung.


Tanpa menggerakkan sedikitpun jarinya Yuzuru melindungi dirinya dengan membentuk lingkaran hitam kecil yang cukup untuk tubuhnya. Dia berada di dalam lingkaran hitam tak terkena sedikitpun dampak serangan Jormungand.


*BOOOMM.BBOM.BOOM!!*


  Jormungang menghujani Yuzuru dengan tembakan bola 'Dragon Blast' tanpa ampun. Jormungand tak memberi sedikitpun celah bagi Yuzuru untuk menyerang balik.


Yuzuru kemudian melebarkan lingkarannya dan memutarnya. Tiba-tiba dari bola hitam itu muncul ribuan paku hitam raksasa yang menembak ke segala arah.


*Kraakkk*


Tangan kanan Jormungand berubah menjadi tangan reptil raksasa putih yang dilapisi sisik tebal. Lalu Jormungand melindungi tubuhnya dari paku hitam yang berusaha menusuknya.


Lalu dengan tangan kiri jormungand membentuk sebuah tombak panjang warna putih. Kemudian dia putarkan dengan cepat hingga menimbulkan hembusan angin kencang yang sangat kuat. Saking kuatnya hembusan angin dari putaran tombak Jormungand, terbentuklah sebuah tornado yang terus menabrak dan mengikis bola pelindung milik Yuzuru.


Tak hanya satu,tak tanggung-tanggung 15 tornado raksasa dibuat oleh Jormungand. Semuanya menabrak bola pelindung Yuzuru secara bersamaan. Suara mengerikan muncul dari tornado itu. Karena suhu udara menurun secara drastis, dan awan-awan menjadi bertabrakan. Petir-petir bermunculan dan melapisi tornado Jormungand.


Sementara itu didalam pelindung, Yuzuru masih tak terganggu sama sekali mau sekuat apapun tornado berusaha menghempaskannya. Namun tak sampai disitu  15 tornado yang menabrak pelindungnya digabung menjadi sebuah pusaran angin yang amat kuat dengan bola pelindung Yuzuru di tengah nya.


"Hmmm... belum pernah kucoba, tapi tak ada salahnya kalau dikeluarkan sekarang" gumam Jormungand.


*Ctak* *ZZZZRRAAAATTTT* *DDDHHHUUAAARRR*


Jormungand menjentikkan jarinya, disusul kemudian dengan kilatan petir disertai gemuruh melapisi angin tornado raksasa buatannya. Semakin lama semakin terang cahaya kilatan yang melapisi tornado tersebut.


"Light of Destruction, Full scale".


*Zappp!!!*


Tiba-tiba semuanya hening dan putih. Tak terdengar apapun,dan tak terlihat apapun sejauh mata memandang selain cahaya putih.


*DHHHUUUAAARR* *ZIIIINGGGGGG* *DRRTTT*


Seketika suara ledakan,dengungan, dan deritan terdengar sangat keras dan merusak telinga. Daya hancur yang dikeluarkan oleh Jormungand benar-benar bersifat destruktif mutlak. Hanya dengan menggunakan cahaya matahari siang yang ada disekitarnya. Dan kilatan-kilatan petir dari awan gelap yang terorganisir.


"Rasakan itu!!!" Gumam Jormungand.


*Ctaakk!!!*


Masih belum puas Jormungand meningkatkan kekuatan serangannya beribu-ribu kali lipat dari yang sebelumnya.


"Mungkin agak gegabah aku menggunakan kekuatan sebanyak ini. Bumi ini juga mungkin akan hancur karena ledakannya.


  Tapi itu bukan urusanku. Siapa dan berapa penduduknya yang menjadi korban aku tak peduli. Yang utama aku harus menumbangkan 'Orang Gila' ini. Insting ku mengatakan kalau orang ini tak berhasil ditumbangkan maka aku yang akan menelan kekalahan." Gumam Jormungand.


*Ctak!!!* Lagi-lagi Jormungand menjentikkan jarinya.


(Sfxnya pokoknya dahsyat bet. Kreator nggk tau mau nulisnya kek gimana. Bayangin aja Sfx nya dahsyat banget (pake bangettt) sampe HP ente geter trus meledak?).


"MASIH BELUM!!!! OUROBOROS!!! UNLIMITED SHINING!!! KELUARKAN SEMUA!!! HANCURLAH!!! LIGHT OF DESTRUCTION, ALL OUT."


(Sfx isinya dengungan semua. Saking kuatnya suara ledakannya. Dan layar ente putih suci kayak kain kafan).


            ***************


"Kalau gitu caranya sih. Satu benua bisa terbakar bro...


Bahkan mungkin akan menyebabkan perubahan iklim. Peningkatan suhu di beberapa tempat.


Kasus terburuk, es di kedua kutub akan mencair dan bahkan bukannya meningkatkan level air laut. Namun tetap akan surut karena airnya menguap. Atmosfer bisa pecah kalau kau memanaskan suhu hingga diatas batas wajar." ujar Seorang perempuan yang tiba-tiba saja muncul di depan Jormungand. Yang tidak lain tudak bukan adalah Yuzuru itu sendiri.


  "!!!!????" Jormungand terkejut, walau ledakannya berhasil, dan menyebabkan kerusakan yang amat dahsyat. Pemandangan cerah bukit berbatu didepannya berubah menjadi menjadi seolah sore hari.


Langit terlihat sangat kuning, gunung-gunung batu sedang mengalami erupsi. Asap kuning bertebaran dimana-mana.


Awan tebal kuning juga terdapat dilangit, kadar oksigen tergantikan oleh racun yang tak dikenali oleh Jormungand. Udara sekelilingnya terdiri dari racun, helium, hidrogen, karbon monoksida dan zat-zat gas beracun lainnya.


Jormungand kesulitan bernafas dan berdiri. Gravitasi yang dia rasakan tiba-tiba meningkat 100 kali dari dunia sebelumnya (dunia 14 karena ukurannya 3 kali bumi biasa, jadi berat gravitasi nya 4-6 kali lebih berat.)


Sejauh mata memandang api bekas ledakan Jormungand berkobar hebat. Memperparah kondisi. Asap kepulan api bekas ledakan menjadikan kadar air di udara semakin rendah, dan menyebabkan ledakan-ledakan kecil susulan lainnya karena tingginya hidrogen di udara.


*Bbruuukkk*


Jormungand jatuh tertunduk di hamparan pasir dan batu kuning tak berujung.


"Kau... jurus apa ini? Kukira untuk mengeluarkan jurus sekuat ini kau harus merapalkannya..." tanya Jormungand sambil memegangi dadanya yang sesak.


"Jurus? Rapalan...? Merapal???. Apa maksudmu?" tanya Yuzuru.


Yuzuru kemudian berjalan mendekat ke Jormungand yang tertunduk kesakitan.


"Ya, rapalan. Kupikir untuk mengeluarkan  jurus/teknik sekuat ini, diperlukan pengucapan atau sejenisnya. Beberapa saat lalu kau selalu mengucapkan nama jurus sebelum kau menyerang" ujar Jormungand.


"Hmmm... contohnya?" tanya Yuzuru.


" Oh itu???.... Hmmm... " Tiba-tiba Yuzuru terdiam berpikir.


Lalu dia berujar.


"Kau... benar-benar berpikir bahwa perapalan itu penting?" tanya Yuzuru.


"Lah?" Jormungand terkejut.


"Biar kuterangkan sedikit.


Perapalan hanyalah sebuah penghormatan kepada suatu jurus atau pembuat nya. Misal pengucapan nama jurus 'Kageoni'.


Aku yang membuat jurusnya. Tapi dasar jurus dari 'kageoni' memiliki jiwa, dan 'jiwa' itu juga memiliki andil dalam pembentukan jurus.


Jiwa tersebut bernama 'Rashoumon'. Karena jurus-jurus bayangan banyak bergantung padanya secara tidak langsung. Maka untuk menyenangkan hatinya sekaligus memberikan kode jurus apa yang ingin dikeluarkan biasanya orang akan menyebut nama jurus tertentu.


Jika kau pengguna Hougyoku-Katana, kau akan tahu betapa pentingnya kedekatan antara pemilik pedang dengan pedangnya. Ada berbagai cara unik agar hubungan keduanya baik.


Namun cara termudah adalah mengucapkan jurus yang dinamai oleh 'jiwa' itu atau sekadar formalitas untuk tetap mendapatkan kepercayaan dari 'jiwa' pedangnya.


Bagi kami, bertarung juga merupakan sebuah seni. Salah satu yang membuat suatu seni semakin estetik adalah seni tersebut memiliki nama.


Penyebutan nama tak berpengaruh pada keluar atau tidaknya suatu jurus. Jadi meskipun seseorang diganggu saat perapalan maka jurusnya tetap akan keluar. Walau perapalan atau apalah istilahmu itu diganggu." jelas Yuzuru.


"Bukan sihir perapalan ya? Kalau begitu apakah ada batas, hingga tahap apa suatu jurus perlu diberi nama?" Tanggap Jormungand.


"Tidak ada." jawab Yuzuru.


"Kalau tidak ada. Apa pentingnya dan apa gunanya penamaan suatu jurus? Bukankah itu hal yang sia-sia?" tanya Jormungand lagi.


"Kau pernah dengar kata-kata yang menyatakan 'mengulang penciptaan lebih mudah ketimbang mengawalinya'?. Dan itu benar. Penamaan hanya sekadar alat pembantu bagi seseorang untuk membuat rangkaian,susunan,serta sistem operasi dari suatu jurus. Serta mengingatnya.


Tanpa nama, biasanya seseorang akan kesulitan mengingat polanya kembali. Kecuali orang itu sudah terbiasa maka bisa saja dia mengeluarkan suatu jurus kuat tertentu tanpa harus mengingat polanya.


Tapi fungsi nama tak hanya itu. Penyebutan nama bagi orang yang sudah terbiasa tanpa penyebutan. Akan menguatkan jurus secara tak sadar. Karena sumber pembentukan suatu jurus bukan dari nama, atau kekuatan dasar seseorang.


Tapi karena fokusnya." ujar Yuzuru.


"Fokus? Kalau begitu kenapa kau begitu kuat? Bukankah fokus tunggal yang lebih kuat itu terdapat pada lelaki?


Dan lagi, meski kau bilang penyebutan nama tak terlalu begitu penting. Kenapa ada orang yang tetap saja jurusnya tergagalkan saat perapalannya diganggu?" lagi-lagi Jormungand bertanya.


"Hmmm... aku kuat bukan karena fokusku. Memang untuk fokus tunggal lebih baik yang dimiliki seorang pria ketimbang perempuan sepertiku.


Aku kuat karena emosi ku. Kau tahu apa sebenarnya sumber dasar segala bentuk kekuatan jiwa? Yap tentu saja... Emosi.".  Jelas Yuzuru.


" Aku tidak mengerti... jadi apa yang lebih kuat? Memiliki banyak emosi, atau lebih tenang dan fokus?." tanggap Jormungand.


"Cara tarung setiap orang berbeda. Terutama jika beda jenis kelamin.


Ambil contoh pertama perempuan. Perempuan sepertiku kuat karena memiliki cadangan 'mana' (maryoku) yang sangat besar. Ditambah diriku adalah catasthrope. Dan lagi konsumsi energi per detik, atau per jurus jauh lebih sedikit ketimbang lelaki. Yang berarti lebih ringan dan hemat.


Perempuan juga mampu bergerak dengan lingkup yang lebih luas berkat natural tubuhnya yang cenderung lebih lincah. Perempuan juga memiliki kemampuan melakukan banyak hal dengan baik. Jadi jumlah jurus yang dapat dikeluarkan dalam waktu bersaman sangat banyak dan tetap kuat. Jika hanya difokuskan pada satu hal maka akan meningkatkan kualitas jurus yang diinginkan.


Sedangkan laki-laki. Tubuh mereka cenderung lebih kuat dan kekar daripada perempuan. Sehingga tenaga tebasan, pukulan dan lainnya mereka jauh lebih unggul daripada perempuan.


Meski mereka tak lincah dalam bergerak zig zag. Tapi karena otot betis dan paha mereka lebih kuat maka jika di sandingkan kecepatan pada garis lurus atau tidak terlalu zig zag. Laki-laki jauh lebih cepat. Kurangnya kelincahan lelaki tertutupi oleh kecepatan mereka.


Dan lagi. Karena lelaki cenderung lebih stabil emosinya. Jumlah cadangan 'mana' mereka tidak sebanyak yang dimiliki oleh perempuan. Dan tenaga untuk output yang mereka butuhkan lebih banyak ketimbang perempuan. Sehingga hasilnya jurus akan lebih berat dan kuat.


Mereka memiliki fokus tunggal yang lebih unggul ketimbang perempuan sehingga jika dua jurus yang sama disandingkan. Maka kualitas jurus akan selalu lebih bagus yang dikeluarkan lelaki.


Tapi dari segi perempuan dan laki-laki juga memiliki kelemahan masing-masing yang tak mungkin kuceritakan padamu." ujar Yuzuru.


"Jadi begitu. Untuk pertarungan jarak menengah hingga jauh dan pemberian kerusakan area perempuan lebih unggul. Sedangkan untuk pertarungan jarak menengah hingga jarak dekat dan pemberian kerusakan tunggal lelaki lebih efektif.


Itulah mengapa penggunaan penyebutan nama jurus digunakan sebagai pelengkap atau penutup kekurangan dari kedua sistem cara bertarung yang berbeda."  jawab Jormungand.


"Ya... "


"Tapi... kau masih belum menjawab  satu  pertanyaanku. Apa nama jurus ini? Apakah ini realitas marmermu?"


"Realitas marmer? Haha... aku takut kau akan langsung mati kalau masuk ke dalam tenkai ku." ejek Yuzuru.


"Tch...ni bocil!" gumam kesal Jormungand.


"Kalau begitu dimana kita?" tanya Jormungand.


"Lebih mudah memindahkan mu dan ledakan tadi ke tempat lain daripada memasukkanmu kedalam Tenkai milikku. Dan lebih cepat juga.


Kita sedang ada di sebuah planet lain." ujar Yuzuru.


"Pemindahan tempat dengan cepat, serta skala sebesar itu seharusnya sangat sulit. Tapi dia bisa melakukannya dengan mudah. Bocil ini bukan sembarangan orang.


Ucapannya bukan omong kosong belaka" gumamnya.


"Kita ada ditempat yang tidak terlalu jauh dari bumi. Hanya saja terlalu panas. Sebelumnya kau patut dipuji karena tak langsung meleleh. Asal kau tahu. Suhu sekarang jauh diatas 100? Celcius. Awan yang kau lihat bukan awan air melainkan awan racun dan asam.


Kita sedang di planet yang manusia dunia asal sebut dengan salah satu dewa palsu incaranku.


         Venus".


                         ....Bersambung