
"... Ou Tatsumaki!!!" (Raja Naga Tornado) teriak Izuna.
"...Ou, Tengen Myou-oh" (Raja Cahaya,pukulan hukuman surga) teriak Gin.
Run!! Don't Waste your time, leave it to me.
Tepat sesaat setelah mereka berdua mengucapkan 'mantra'/('keyword' dari suatu jurus). Tubuh Izuna diselimuti oleh siluet Naga Hijau raksasa. Sedang tubuh Gin diselimuti oleh siluet raksasa berarmor samurai tak memakai pedang.
Izuna dan Gin langsung melompat menyerang Sakura dari depan dan belakang.
*Dhuuuaaarrrr\,Zzzrrraashhh\, zleebbb*
"Gin!!!" teriak Izuna
sakura berhasil menghalau kedua serangan tersebut bersamaaan dan dalam kesempatan sepersekian detik Sakura berhasil dengan tepat menusuk jantung Gin menggunakan long-sword miliknya.
"Uhuk!!" Gin serta merta muntah darah.
"!!!" tepat sebelum Gin jatuh tertunduk. Tubuhnya kaku. Darah segar yang mengalir dari luka dan mulutnya tiba-tiba membeku dan malah 'mengikat' tubuhnya hingga tak dapat bergerak.
"Semuanya 'panaskan' tubuh kalian." intruksi Izuna kepada yang lain.
*Bwaaaaasshhhh*
Shizue dan Tatara langsung menggunakan aura transparan yang memberikan mereka energi panas terus menerus. Walau tak mengerti maksudnya apa, Suzaku langsung 'membakar' dirinya dengan api miliknya sendiri.
"Percuma!! 70% dari tubuh manusia adalah cairan." ujar Sakura.
Dan benar saja, Suzaku dan Shizue perlahan mulai membeku. Dan tentunya Rukaman sudah membeku dari awal.
"Ugghh" Shizue mulai membeku dari kaki hingga lehernya.
*Pokk!!* Tatara menepuk punggungnya Shizue memberikan energinya yang berlebih hingga tak lagi membeku.
"Oy! Tolong aku juga" ujar Suzaku.
"ha? Bukankah kau phoenix? Kenapa tidak kembali ke wujud semula saja? Toh sama sekali tak ada cairan dalam wujud phoenixmu" balas Tatara.
"Arrgggh" Suzaku mengeluh kesal. Kesal karena dia merasa manusia sampingnya ini terlalu sombong dan angkuh baginya.
*Bwooooshhh* Suzaku berubah menjadi wujud Phoenix raksasa\, semua bagian badannya terbuat dari api sehingga tak ada lagi yang dapat membuatnya tertahan.
"Hooo" Sakura cukup kagum akan kepintaran Suzaku yang langsung berubah sebelum membeku sepenuhnya.
*KOOOAAKKKK*
Suzaku melolong dengan kuat, menyebabkan gelombang suara yang memekik. Kemudian dia menyemburkan api dari mulutnya langsung mengarah ke Sakura.
*Bbbwoooooshhh\, Daashhh*
Sebuah dinding kristal muncul dengan sendirinya. Sakura bahkan tak sedikitpun bergeming untuk mengeluarkan dinding kristal besar yng menghalanginya dari serangan Suzaku.
"Entei!!!"
*Bbwwooooshhhh*
Izuna semakin meningkatkan tekanan aura yang juga meningkatkan presisi,kecepatan dan kelincahannya.
*Swiiinggg\, ctang\, ctang\, ctang\, ctang*
Sakura dan Izuna saling serang dengan kecepatan yang luar biasa. Izuna dengan teknik tebasan katana miliknya dan Sakura dengan teknik tebas-tusuk Longsword miliknya.
Saking cepatnya, mereka berdua bagaikan dua petir biru dan kuning ynag terus menerus saling bertabrakan.
Kecepatan yang luar biasa diantara keduanya. pertempuran itu terjadi hingga mencapai langit karena keduanya bisa berjalan diudara dengan memadatkan 'mana' dibawah kedua kakinya.
"Semuanya!! Lari dari sini!!" Gin berteriak.
"Kemana???" balas tanya Suzaku.
Kemudian Gin menunjuk suatu arah. Tapi tiba-tiba Sakura ada dibelakangnya.
"Kau pikir akan kubiarkan begitu saja?" ujar Sakura.
Sakura mengepalkan tangannya mengangkatnya sedikit.
*Draakk\, Draakk*
Suara deritan terdengar, Sakura membentuk tembok kristal raksasa yang melingkar mengurung mereka semua dalam suatu arena yang sangat luas. Tembok tersebut menjulang sangat tinggi hingga tak bisa dilihat ujung atasnya bahkan oleh Phoenix Suzaku yang sudah berukuran jumbo sekalipun.
"Dasar MANUSIA!!!"
Suzaku yang kesal kemudian 'memburu' Sakura Mizukami yang kembali terfokus pada pertarungan udara dengan Izuna.
*KKKKKKOOOAAKKKKK\,BBBWAAAATTSSS*
Dengan suara pekikan yang kuat. Dan dalam kecepatan tinggi tubuh Sakura tertangkap oleh paruh Suzaku. Suzaku langsung mengangkatnya sangat tinggi keudara. Dan langsung 'memakannya'
"Waaah... menjijikkan" pikir Izuna melihat Sakura 'dilahap' oleh Suzaku.
Suasana sempat hening sesaat ketika Sakura berhasil dimakan.
*Dhuuuasshhhh*
Dengan tenaga kuat Suzaku terbelah menjadi dua, ditebas dari dalam oleh Sakura.
*KOOAAAKKK!!!*
Suzaku memekik kesakitan. Tubuhnya terbelah dua. Sakura berhasil keluar dan kemudian langsung mencincang-cincang burung Phoenix yang ada didepannya.
*Swiiiiingggg*
Bagian potongan-potongan tubuh Suzaku kemudian terjatuh.
"Kau pikir semudah itu mengalahkanku!!??" teriak Suzaku.
Walau tubuhnya telah terpotong-potong tapi dirinya adalah Phoenix. Recovery tubuhnya sangat cepat. Justru dari terpotongnya tubuhnya dia membuat kloning yang sangat banyak dengan ukuran yang sama dengan tubuh aslinya.
*Kkkoaakkk*
Suzaku kembali memburu Sakura yang masih berada di udara dengan kecepatan tinggi.
Tak tinggal diam. Sakura langsung melompat tinggi ke langit. Dia terus 'berlari' dari kejaran Suzaku naik menuju keatas.
"Suzaku!! Jangan dikejar" teriak Izuna.
Izuna tampak ragu untuk menyusul. Dia berpikir kalau dia menghentikan Suzaku malah akan semakin memperbesar celah. Dan kemungkinan malah akan semakin membahayakan.
Semuanya hanya bisa melihat kejar-kejaran antara Sakura dan Suzaku disertai puluhan kloningnya yang memenuhi langit.
*Bbwaaashhhh\, KOOAAAKKKK*
Para burung phoenix kloningan Suzaku menyemburkan api sambil mengejar Sakura. Dengan kecepatan penuh Suzaku dan Sakura semakin naik, dan naik menuju lapisan atmosfer teratas.
*Baaaattsss*
Saat mulai memasuki lapisan atmosfer terakhir. Seluruh kloning Suzaku menghilang.
"Hah?? Menghilang" gumam suzaku sekilas melihat sekelilingnya sambil terus mengejar Sakura.
*Saaaaashhhhh*
Hawa dingin tiba-tiba menyelimuti Suzaku.
"!!!???" Suzaku tersentak dan terkejut.
"Sudah kuduga. Mau bagaimanapun api tetaplah api." senyum seringai Sakura yang tiba-tiba berbalik.
Sesaat kemudian mereka berdua akhirnya keluar dari atmosfer.
"A... apiku" Suzaku keheranan.
Api di sekujur tubuh Suzaku menghilang. Mereka sudah diluar medan gravitasi bumi hingga tubuhnya melayang layang diudara.
Akibat api yang menyelimuti dirinya semakin menghilang. Tubuh Suzaku menjadi burung raksasa biasa dengan bulu merah disekujur badan. Sayapnya beku. Dia tidak bisa mempertahankan posisi badannya.
*Swiiiiing*
Sakura yang 'berdiri' diatas langit kemudian berputar salto.
*Ddhuuuaakkkksss\, Kraakkk\, Dhuuaaasshhh*
Kemudian sebuah tendangan vertikal dengan sangat keras tepat mengenai 'paruh' Suzaku. Memaksanya jatuh dengan kecepatan tinggi.
Paruh Suzaku retak saat ditendang Sakura. Dia terjatuh dari langit dengan cepat. Sekali lagi dia gagal mempertahankan posisi badannya dengan baik. Mengakibatkan kecepatan jatuhnya semakin cepat.
Jatuh dengan paruh dibawah. Membuatnya terlihat roket yang jatuh. Tekanan dan gesekan atmosfer memperburuk keadaan. Tubuhnya terbakar bagai meteorit. Walau unsur dasar tubuh Suzaku adalah api. Tapi dia tetap merasakan kesakitan saat terbakar.
Melihat hal itu, Izuna tidak diam saja. Dia langsung memperkirakan laju dan jalur jatuhnya Suzaku. Izuna berniat menahan jatuhnya Suzaku atau setidaknya memperlambat.
*Ssriiing*
Izuna menyarungkan pedangnya dan kemudian menyatukan dan mengepalkan kedua telapaknya bersama.
"Bakudo!! Hyapporankan!!" (Teknik penahan, Pilar segel.) teriak Izuna.
Dia membuat sebuah segel berbentuk pentagonal yang disetiap sisinya ada pilar putih dan dirinya sebagai pusat.
*Swwiingg*
Sebuah balok es kecil bergerak lebih cepat daripada jatuhnya Suzaku. Namun mengherankan nya adalah balok itu tak terbakar.
Balok itu kemudian mengenai medan penghalang, kecepatannya pun menurun drastis dan melambat.
Namun balok itu rupanya hanya pengalihan saja. Izuna tak sadar bahwa sedikit bagian dari pakaiannya sudah 'tersentuh' oleh Sakura.
Sakura yang sudah berada dibelakang Izuna. Dengan cepat melapisi kepalan tangannya dengan kristal dan meninju dengan tinjuan yang keras mengenai dada Izuna.
"Uhuk!!"
*DDHHHUUUAAARRR*
Dengan suara yang sangat keras Suzaku terjatuh. Dengan telak tubuhnya mengenai padang bebatuan yang sangat keras. Terlebih yang mengenai tanah duluan adalah kepalanya. Serta merta Suzaku langsung merasa lemas.
Tubuhnya tergeletak dan lemah lunglai.
*KOAAAAKK*
Pekikan dari suara burung Phoenix Suzaku tak sekuat sebelumnya. Dia merintih kesakitan.
Dilangit pertarungan semakin membabi-buta antara Sakura dan Izuna. Keduanya bertarung dengan tangan kosong. Sakura tidak sempat membuat pedang lagi karena presisi serangan Izuna yang begitu tinggi. Begitupun Izuna dia tidak akan sempat menarik kembali pedangnya karena intensitas serangan yang dilancarkan oleh Sakura begitu banyak.
"Kau tak apa?" tanya Shizue yang kemudian membantu menyembuhka n Suzaku.
Suzaku hanya terdiam tak menjawab apa-apa, dia tergeletak lemas ditanah.
Disisi lain, Gin yang masih membeku dan jantungnya masih tertancap pedang Sakura. Secara tiba-tiba menyemburkan api yang kemudian dia arahkan menuju Rukaman.
Akhirnya Rukaman tak membeku lagi.
"Gin!! Kau tak apa?" tanya Rukaman yang langsung mendekat ke Gin.
*Brukkk*
Gin yang juga tak membeku lagi langsung terjatuh. Wajahnya membiru. Darah segar terus mengalir tak henti-hentinya.
"Gin!!" teriak Rukaman yang khawatir.
"Kenapa kau tak segera menyembuhkan dirimu? kenapa kau tidak menarik pedangnya? Sini biar kukeluarkan." ujar Rukaman.
*Grabbb*
Tangan Rukaman dicegah oleh Gin. Raut wajah Gin yang sayu, seolah mengatakan dia tak perlu bantuan.
"Jangan egois, kau sudah sekarat begitu biar ku keluar kan pedangnya." ujar Rukaman.
"Biarkan!!!" teriak Tatara dari jauh.
"Apa-apaan kau!?? Dia sedang sekarat woy!!" balas teriak Rukaman.
Tatara kemudian mendekat mengamati pedang tersebut dan kemudian mencabutnya. Tatara kemudian mengalirkan 'mana' miliknya dan berusaha memperbaiki jantung Gin yang hancur.
Gin kemudian malah menepis dan menolak aliran 'mana' dari Tatara. Dia lebih memilih mandiri menyembuhkannya.
"Aku tak mau disembuhkan oleh Kenja no Ishi selain tuanku. Ini bisa dianggap pengkhianatan" ujar Gin lirih sambil berusaha untuk bangkit
"... " Tatara hanya terdiam.
*Buukk* kemudian dia memukul pundak yang dekat dengan lehernya Gin dengan cukup keras hingga Gin pingsan. Tenaga Gin yang sudah sangat terkuras juga membuatnya gampang dipingsankan.
"Apa? Kenapa aku tidak boleh menarik pedangnya?" tanya Rukaman yang masih bingung.
"Pedang ini... bukan pedang biasa. Orang itu benar-benar berniat membunuh rekannya sendiri. Kau beruntung Gin menahanmu agar tak memegang pedang ini." jelas tatara santai sambil menyembuhkan Gin.
"???" Rukaman keheranan.
"Pedang ini memiliki efek yang sangat kuat. Yaitu membekukan apapun yang dia sentuh dan menghancurkannya. Bagi manusia sepertimu hanya sedikit saja menyentuhnya pasti akan langsung berubah jadi es dan dalam sekejap mata hancur berkeping-keping.
Pedang ini biasanya digunakan untuk membunuh lawan yang memiliki kekuatan regenerasi tingkat tinggi. Dengan penurunan suhu bada target yang tertusuk akan melambatkan sistem regenerasi yang notabene membutuhkan energi panas.
Gin yang memiliki kemampuan regenerasi tingkat tinggi jauh diatas rata2 petarung lain selain catasthrope saja bahkan dibuat tak bisa menyembuhkan dirinya. Selain itu dia mampu mengatur suhu tubuhnya agar pembekuan tak menyebar sampai ke seluruh tubuhnya. Walau barusan dia membeku,tapi itu tak merata diseluruh bagian badannya.
Pedang ini saja bahkan belum diaktifkan kemampuan aslinya. Meski belum diaktifkan, tertusuk atau tersentuh oleh pedang ini maka manusia sepertimu akan langsung hancur." ujar panjang lebar Tatara.
*Dhhuaaashhh\, Dhaaar\, dgharrr*
Langit mendung dipenuhi suara ledakan dan kilatan, berasal dari dua makhluk yang saling berseteru.
Terlihat belum ada satupun yang ingin mengalah.
"Baiklah...
"a..." Tatara Mulai bernyanyi, dia memunculkan dua shikigami dibelakangnya. Satunya memegang klarinet dan satunya membawa drum portable.
"His truth is marching on..."
(kebenaran nya telah muncul)
*Dhuaaar*
Tembok raksasa yang dibuat sakura hancur berkeping-keping dan langsung menguap seolah tak pernah ada sebelumnya.
Sontak semuanya kaget kecuali Izuna. Sakura kemudian terdiam dan mengamati Tatara.
"I have seen him in watch-fires
(aku melihat nya dalam cahaya pertanda)
of the Hundreds circling camps
(dalam ratusan kemah yang melingkar)"
*Bwaaaats*
Diatas mereka semua muncul sebuah cahaya dari langit yang begitu silau dan muncul di lingkaran bekas tembok sebelumnya muncul ratusan obor melingkar.
Sakura mulai tersadar bahwa kekuatan Tatara dari nyanyiannya langsung melancarkan serangan. Namun serangannya gagal karena sebuah barir tak terlihat melindungi Tatara.
"They have builded him altar
(mereka membuatkan dia altar)
in evening dews and damps.
(dimalam gelap dan dingin)
i have read his righteous sentence
(aku telah membaca kalimatnya yang benar)
by the dim and flaring lamps
(diantara lampu minyak)
His day is marching on
(waktu baginya telah tiba)"
*Bwaaatss*
Obor yang disekelilingnya juga membentuk tembok, dan seluruh orang disekitarnya diseret masuk kedalam sebuah kuil raksasa yang terbuka disisi-sisinya(banyak pintu besar yang terbuka).
"Sialan!!" ujar Sakura kesal.
"Baiklah yang lainnya segera kabur. Biar aku urus dia. Jangan buang waktumu." ujar Tatara.
"ok!" ujar Izuna yang dengan sigap kemudian hendak memasukkan Suzaku,Rukaman,Shizue,dan Gin kedalam segel gulungan. Namun dia dihadang oleh Sakura.
"I have read his fiery gospel
(aku telah membaca kitab sucinya yang membuatku semangat)
writ in burnished rows of steel
(yang tertulis dalam lapisan baja)
as ye deal with my comtemners
('karena kau telah melawan musuh2ku')
so with you shall grace my deal
(maka bagimu akan menerima berkah dariku)"
*Bwaattss\, ziiing*
Kecepatan tubuh Izuna meningkat 100 kali lipat dari sebelumnya. Dan dengan cepat dia berhasil mengevakuasi yang lainnya dengan memasukkan mereka kedalam gulungan nya dan segera kabur dari situ.
"Bajingan!!" teriak SakuraSakura sambil menyusul.
*darr\, Dhaaar\, dhar*
Semua pintu raksasa itu langsung menutup ketika Izuna berhasil keluar. Mengurung Sakura dan Tatara didalamnya.
"Tenkai!!!...
"Let the hero, born from woman.
(biarkan seorang pahlawan yang lahir dari perempuan)
crush the serpent with his heel.
(Yang menghancurkan musuh dengan kekuatan nya)
since god is marcing on
(sejak pertolongan Tuhan muncul)"
Nyanyian Tatara memunculkan seorang Shikigami tingkat tinggi yang langsung memukul Sakura dengan keras, dan menggagalkan tenkai miliknya.
"Mari kita bernyanyi nona... " ujar Tatara sambil menyeringai.
....Bersambung.