The Visitor Series

The Visitor Series
Nozarashi



           "Mankai...Nozarashi"


  *Drrttt\, Dratttt\,Jdaaar\, Jdarrr\, Zzraaashh*


    "Gempa!?? Apa yang barusan terjadi??" ujar Kuro panik.


Gempa bumi terjadi dengan sangat dahsyat.


Seluruh bagian tanah disekitar pijakan Kuro pecah. Kuro dan Hilda terkubur kedalam retakan tanah yang sangat besar itu.


Kuro berusaha mati-matian menjaga Hilda dari lempengan tanah yang terus bergerak seolah hendak meremukkan tubuh mereka berdua.


"Tch...Hougu : Aegis" ujar Kuro.


*Draaatt\, draattt\, Ziiiingg*


Terdengar suara derit yang memekik, disusul sebuah perisai raksasa berbentuk bola melindungi Kuro dan Hilda dari lempeng bumi. yang 'menggencet' mereka. Kuro menggunakan salah satu NP-nya untuk membuat barier yang sangat kuat dan cukup untuk menahan pergerakan lempeng kerak bumi.


Gempa tak selesai begitu saja. Gempa akibat retakan dahsyat yang menyebabkan pergerakan lempeng tektonik semakin menjadi-jadi. Kuro tak bisa berbuat apa-apa selain bertahan. Dia tahu dirinya terdesak. Kuro harus mengambil langkah yang beresiko untuk lepas dari keadaan ini.


"NP unactivated, skill : Warp" gumam Kuro.


Rupanya dengan mengamati sekilas sekeliling dengan menggunakan mata 'emperor' Kuro melihat sebuah celah yang cukup untuk dirinya dan Hilda masuk kesana.


Kuro menonaktifkan Hougu miliknya lalu melengkungkan objek sekitarnya sebisa dan selama mungkin. Dia harus masuk kedalam lubang celah yang ada cukup dalam dibawahnya. Siapapun tak bisa melihat lubang celah itu dengan mata biasa. Untuk melihat celah itu dibutuhkan mata super seperti yang dimiliki oleh Kuro yang bahkan bisa melihat jelas dalam kegelapan.


*Brakk\, swiiinggg*


Kuro memasuki lubang kecil itu bersama dengan Hilda. Lubang kecil itu hanya muat dua orang. Disana Kuro terjatuh langsung terperosok menuju tempat yang lebih dalam lagi. Didalam lubang itu dia berseluncur seperti anak kecil yang main seluncuran di waterboom.


*Plop*


Tiba-tiba Kuro dan Hilda terjatuh lagi. Kali ini bukan ditempat yang sangat gelap. Tapi tempat yang sangat terang. Mereka jatuh kedalam berjuta-juta kubik magma. Tingkat suhu yang sangat tinggi dan gas beracun bisa langsung membunuh mereka berdua tak peduli sekuat apapun.


Menyadari hal ini Kuro langsung kembali mengaktifkan hougu(NP : Aegis)miliknya.


Suhu yang diatas rata-rata dan gas yang terus terbakar dari celah-celah atap gua memberikan gaya dorong dan tekanan sehingga Kuro dan Hilda tenggelam kedalam Magma. Dengan adanya Aegis mereka tak langsung mati. Mereka terus tergelam menuju dasar dari lauta magma itu.


Setelah terus menerus tenggelam Aegis Kuro dirasa telah mencapai dasar. Suhu ynag tinggi tak bisa secara penuh ditahan oleh Aegis yang hanya didesain untuk menahan serangan bukan fenomena alam. Kuro pun mulai merasakan pusing karena kekurangan cairan. Air keringatnya mengucur sangat deras, dia mulai merasa haus. Kuro harus berpikir cepat sebelum dia pingsan atau mati dehidrasi dengan menyedihkan.


Kuro kemudian memiliki ide gila lagi. Dia melapisi tubuhnya dengan accel dan boost, dia juga mengaktifkan emperor eye dan warp. Dia berencana menonaktifkan Aegis lagi. Saat Aegis telah dinonaktifkan, Kuro langsung memukul dasar lautan magma itu dengan menggunakan gear armornya. Kuro juga langsung mengaktifkan secara terus menerus Territory yang dia miliki.


*Bllaaarr\, Zraaakkk\, zaaashhh*


Tebakan Kuro benar, dibawah lautan magma itu ada ruang kosong yng jika dihancurkan maka mereka akan jatuh. Saat jatuh Kuro menggunakan warp agar tidak terkena tumpahan magma tadi. Dia membuat kurva kelengkungan yang spiral. Pada kondisi itu magma akan berotasi. Jatuh namun naik dengan putaran spiral. Dalam waktu yang cepat Kuro langsung menggunakan healing objek untuk menutup lubang yang barusan dia buat.


Kuro masuk kedalam sebuah labirin gelap yang sangat dingin, sama sekali tak ada sumber cahaya dan oksigen disana. Kuro harus menggunakan healing terus menerus pada par-paru Hilda agar tidak mengalami gagal paru akibat menghirup gas alam yang beracun, serta tidak mendapatkan pasokan oksigen. Dalam kegelapan itu juga Kuro harus memastikan tubuhnya sendiri dan Hilda aman. Karena meski berada di ruang kosong dalam tanah tapi massa tekanan yang menghimpit nya sangat kuat hingga setara dengan selusin gajah yang menginjak kepala. Oleh karena itu Kuro tetap mengaktifkan Territory nya.


Bagi Kuro yang sudah terbiasa dikurung di mantel bumi. Tekanan seperti ini tak masalah bagi dia, namun menjadi masalah besar bagi Hilda. Semakin jauh manusia berada dibawah suatu objek yang memiliki kepadatan tertentu maka dia akan mendapatkan tekanan dari massa yang menimpanya ditambah dengan gaya tekanan dari amplitudo curva ruang waktu.


Kuro kemudian berkeliling gua hanya dengan mengandalkan indra nya dia tak lagi menggunakan Emperor eye. Sudah terlalu sering dia pakai pada pertempuran kali ini, setidaknya dia bisa beristirahat sebentar di dalam perut bumi. Dimana dia bisa bersembunyi  dari Zimi.


Kuro menyusuri gua-gua tersebut dan kemudian terus turun hingga sampai kesebuah tempat yang tanahnya beku. Tanah beku itu adalah tanah beku abadi, salju dan es disana tidak akan pernah mencair karena suhu ruangan yang sangat rendah didukung oleh gas hidrogen yang menguap dari bagian yang lebih dasar lagi. Bagian lapisan bumi ini sering disebut sebagai lapisan salju abadi.


"Huff... untunglah.. aku baru terjatuh sedalam 15 km dibawah permukaan tanah ya? Lalu kenapa ada magma diatasku? Apa Gunung berapi? Erupsi? Bekas pembakaran Tambang? Tambang apa?" gumam Kuro.


Kepalanya penuh dengan tanda tanya. (Kuro dan kreator pun ngantuk....


Next : Nozarashi yang sebenarnya ditunda hingga kreator nggk ngantuk.... ??(17/3/2022)


(18/3/2022,09:01)Mari lanjut...kreator telah segar kembali?)


  "Hmmm...jika aku sampai ke kedalaman 10 km lebih seharusnya sungai itu ada disekitar sini." gumam Kuro.


Kuro kemudian berjalan mengikuti arah suara gemuruh disekitarnya. Tak lama kemudian Kuro menemukan sungai yang dimaksud. Seperti dugaannya sungai air mineral murni mengalir tepat beberapa meter di samping tanah beku. Disana tubuh Hilda direndam hingga tersisa kepalanya saja dan Territory yang melindungi mereka berdua dihilangkan. Satu-satunya cara menghilangkan/menguranhj tekanan massa tanah diatas mereka adalah masuk kedalam massa lainnya yamg lebih ringan tapi lebih padat.


Meski begitu Kuro terus menerus mengalirkan 'mana' ke tubuh Hilda agar dia tidak membeku. Tidak adanya oksigen dan melimpah nya kandungan hidrogen bisa membekukan paru-paru Hilda dalam sekejap. Kuro kemudian beristirahat dengan merebahkan dirinya disamping Hilda.


"Hahaha... pengalaman pernah terkubur hibgga mantel bumi bisa digunakan untuk saat-saat begini juga ya?" senyum Kuro.


"Aku... kelelahan?..kepalaku pusing sekali." gumam kuro lagi yang kemudian memegang kepalanya.


Kuro kemudian mengalami jet lag, dia mual-mual, pusing, dan merasakan sakit diseluruh badannya. Ditambah guncangan diatas Kuro dan Hilda tak kunjung henti membuat semakin parah efek yang dialami mereka.


"Apa... ini?..." Kuro gemetaran, seluruh bagian tubuhnya mulai mati rasa.


Terpaksa kuro harus menggunakan Territory lagi untuk mengurangi kadar hidrogen yang dka hirup. Meski sesak nafas, Kuro tidak boleh sembarangan menghirup udara. Dunia ini asing bagi Kuro. Dia tidak tau ada unsur apa dan mikroorganisme apa yang berbeda didunia ini. Sehingga bisa saja dia mati bukan karena dibunuh, tapi keracunan oleh zat alam itu sendiri.


*Ddddrrrtttt\, Drrrrtttt\, Drrrttttt*


Dinding gua bawah tanah mulai bergetar hebat. Stalaktit & Stalakmit mulai hancur. Kuro yang sedang pusing tak menghiraukan hal tersebut. Kuro kemudian berpikir bagaimana cara untuk secepatnya keluar dari dunia ini.


*Krak\, Krak*


  Pertanyaan Kuro langsung terjawab saat dia melihat batuan hijau jatuh kearah mereka berdua. Batuan itu berbentuk lingkaran. Kuro hanya mengamatinya saat baru itu menggelinding. Tapi perhatiannya kembali teralih saat mendengar gemuruh yang langsung memecahkan gendang telinganya.


Suara yang sangat tinggi, Kuro langsung menyembuhkan telinganya dengan cepat, langsung duduk dan langsung mengamati sekeliling.


"!!!!" Kuro terlihat sangat kaget.


Saat Kuro mengaktifkan Emperor eye miliknya dia melihat hal luar biasa.


"Diatas langit??? Kukira aku terkubur ditanah!!" teriaknya.


Dengan cepat dia memeluk tubuh Hilda (untuk dilindungi bukan digauli), dan....


       *DHHHHHUUUUUAAAAARRRRRRRRRRR*


   Kuro dan Hilda terhimpit oleh batuan dan akhirnya meledak.


*ZAAAAASSSHHHHH\,RRRRRRAARRR\, DHHUUAAAARR*


Gemuruh angin, ledakan, dan hancurnya bebatuan menyebabkan getaran yang sangat besar. Radius ledakan mencapai belasan Kilometer.


              *****************


   "Sialan!!!, Sodium metal!!!!" gumam kesal Kuro.


  Dia berhasil selamat setelah kembali menggunakan Aegisnya. Sayangnya dia terlempar terlalu jauh hingga mencapai Termosfer. Lapisan langit paling tinggi.


"Gila...Menarik juga anak ini..." Gumam Kuro menyeringai.


  Tubuhnya semakin merasakan mual, dan pusing. Namun amarah dan adrenalin Kuro telah menyingkirkan semua gangguan itu. Pikiran Kuro mulai tak terkendali, hanya ada satu yang dia inginkan : 'Kepala Zimi'


       "Gear Fifth" ujar Kuro lirih


  *Ssswiiiiiiingggggg\, Sswoookkooshhhhh\, Ddhaaaarrr*


  Jatuh bagai meteor, suara bagai gemuruh. Kuro terjatuh dengan dahsyat. menambah debu tebal yang menutupi area pertempuran.


  Dengan menggendong Hilda dipunggungnya Kuro tetap berdiri tegak walau terjatuh dari langit. Dia memakai Zirah full-scale berwarna hitam. Membawa pedang hitam ditangan kanannya. Aura hijau pekat Zimi yang semula sendirian memenuhi langit, saat ini sedang disaingi oleh aura hitam yang keluar dari Kuro yang jatuh tepat 1 km didepannya.


Kuro kemudian menoleh kebelakang. Dugaannya benar. Lubang sedalam 20 km, dengan diameter sekitar 30 km tercetak ditanah tepat 8 km dibelakangnya.


"Masih bisa hidup? Baguslah, kau hebat" ejek Zimi.


Zimi yang telah mengaktifkan 'mankai' miliknya juga memakai armor seperti halnya Kuro. Perbedaannya hanya di bentuk dan warnanya. Milik Kuro hitam. Milik Zimi coklat pasir. Zirah Zimi juga tidak full-scale seperti Kuro.


Tubuh zimi berubah menjadi sedikit lebih dewasa, tubuhnya jadi lebih 'montok', zirah yang dipakai juga tidak bisa dianggap zirah karena terlalu terbuka. Kulit zimi jadi lebih gelap, matanya memerah. Dia mengenakan pakaian seperti yang dipakai para indian Amerika. Dia menyarungkan keris di pinggang kirinya, hanya saja keris itu memiliki panjang 2 kali lipat dari keris biasa.


"Hoo...fiuy(bersiul) si bocah akhirnya 'dewasa' juga" ujar Kuro meledek tampilan Zimi yang baru.


*Zrrrrraaaachhhhhhh*


Sekejap mata sebuah tebasan lurus dari jauh memotong tangan dan kaki kiri yang sempat mengelak. Seandainya dia tidak menghindari tebasan itu dia pasti terbelah dua. Territory Kuro hancur seketika.


"!!!!"


Kuro segera menjaga jarak lagi dan mengamankan tubuh Hilda. Dia melempar Hilda dengan kuat ke langit, sambil melapisinya dengan territory nya yang baru. Kuro menyingkirkan Hilda dari arena.


"Mengerikan... Menarik sekali... inikah dimensional traveler?" Kuro menyeringai.


"Cara tempur yang cerdas. Kau sengaja mengubur kami disebuah tempat yang penuh dengan sodium metal. Lalu mengangkat tanahnya hingga termosfer,kemudian meledakkannya.


Sodium metal adalah jenis besi yang sensitif pada air. Kau mengangkat kami hingga termosfer melewati awan agar memberikan efek ledak yang lebih dahsyat ya?" seringai kuro.


  Zimi hanya terdiam. Sosok mankai nya ini sangat berbeda daripada sosok dirinya yang biasa.


"Memakai satu pedang? Seingatku kekuatan masing-masing pedang milikmu berbeda kenapa kau hanya pakai satu saja, Zimi? Sejak dari awal kau menggunakan pedang 'Mokuchi'(kayu/tanah subur) sekarang kau menggunakan pedang 'suna'? (tanah kering/pasir/bebatuan) " tanya Kuro lagi.


"Tebakanmu benar. Masing-masing pedang ku memiliki kekuatan yang berbeda. Lalu apa masalahnya? Secara teknis keseluruhan mode dari pedang yang kumiliki ada 8,dengan masing-masing 4. hanya baru dua mode ku perlihatkan padamu. Tenang saja. Kalau kau cukup kuat. Kau mungkin bisa melihat semuanya. Mode ini bernama Nozarashi (Amarah gurun) " ujar Zimi.


"Dua.... mode Shikai : Sakanade milikmu dari pedang 'Mokuchi', dan mode mankai dari pedang 'Suna',Nozarashi. Menarik.... tapi jangan terlalu percaya diri dulu. Karena aku akan membunuhmu perlahan sampai kau memperlihatkan semua jurusmu padaku" ujar Kuro.


      "Menarik..." jawab Zimi menyeringai.


       Next : Final Gear vs Nozarashi


                     ....Bersambung.