
*Peringatan : Pada chapter kali ini banyak hal yang membutuhkan kemampuan menyerap kata dan maksud kalimat yang lumayan jeli. Tidak disarankan untuk dibaca ketika kepala lagi pusing ataupun ketika lelah.
Zimi & Kuro
"Jadi... kita mau ngapain lagi?" tanya Kuro. Pertarungan sebelumnya telah berlangsung dengan sangat sengit,keduanya telah mengeluarkan seluruh kemampuan masing-masing hingga mencapai kesimpulan yang membosankan. Ya, mereka imbang.
Kekuatan keduanya saling menetralisir dan saling berlawanan sehingga mau sedahsyat apapun mereka berdua bertukar jurus semuanya seolah sia-sia dan sama sekali tidak memberikan pengaruh pada mereka berdua.
Pada awal-awal pertarungan mereka berdua terlihat sangat antusias, dan semangat. Namun setelah saling mengetahui seluruh kemampuan masing-masing, mereka berdua merasakan hal yang sama;Bosan.
Kebosanan mereka berdua bukan berasal dari ketidakasyikan pertarungan yang mereka alami, maupun bosan yang didapat karena keduanya mengganggap musuhnya lemah, ataupun tidak berguna. Namun kebosanan mereka berdua berasal dari sifat dasar kemampuan mereka berdua yang secara alami saling menetralkan dan sangat bertolak belakang.
Meski kekuatan ilusi Zimi tidak dapat dinetralkan karena ilusi tersebut tidaklah berasal dari kemampuan skill atau pun sihir, melainkan dari fenomena alami apabila seseorang mengonsumsi obat tertentu;fenomena natural seperti kenyang bila seseorang makan. Disisi lain Kuro juga sama sekali tidak bisa bergerak dan mengeluarkan skill tertentu karena seluruh indranya telah terkena ilusi manipulasi, tapi skill pasif yang miliki Kuro yaitu 'Wrap' membuat semua hal yang membahayakan dirinya terbengkokkan, atau setidaknya tidak mengenai bagian vitalnya. Zimi juga harus berhati-hati dan terus menjaga jarak karena salah sedikit saja dia juga akan terkena jurus sakanade miliknya sendiri. Sakanade merupakan jurus yang efektif bila musuh hanya seorang diri dan memiliki Insting yang kuat, namun jurus ini juga memiliki kelemahan dimana jurus ini tidak akan memandang siapa kawan dan lawan yang ada. Jurus ini akan mengenai siapapun yang berada pada jarak jangkauan nya, sehingga semua orang yang berada di sekitar pengguna harus segera menghindar setelah sakanade diaktifkan, bahkan penggunanya juga harus menjaga jarak agar tidak menghirup sari bunga racun ilusi yang dikeluarkan sakanade.
Kuro sebagai petarung veteran paham bahwa dia tidak bisa gegabah melawan orang yang 'sepertinya' serius ingin membunuhnya, dan dia juga paham menggunakan 'emperor eye' hanya akan memperburuk keadaan karena begitu 'emperor eye' diaktifkan, maka skill itu hanya akan memperkuat efek manipulasi indra dari Sakanade itu sendiri.
Tidak hanya sampai situ saja. Entah bagaimana kekuatan(mana) mereka berdua langsung 'pecah' dan menghilang ketika saling bersentuhan. Hal tersebut benar-benar membosankan dan mengecewakan bagi mereka berdua yang sejak awal mengharapkan pertarungan sengit.
Intinya... Mereka berdua sudah berada pada kebuntuan diujung peperangan.
"Mau ngapain lagi...? woy... namamu Zimi kan? Jawab pertanyaanku" tanya Kuro. "Hmmm entahlah. Lagipula tidak ada kewajiban bagiku untuk menjawab pertanyaan mu." balas Zimi dengan penuh senyuman. "Jangan pikir pertempuran kita akan berakhir hanya karena kedua jenis kekuatan kita saling menetralkan." ucap Zimi.
"Tapi... kalau memang dasar pembentuk 'mana' kita berdua saling bertolak belakang itu membuat pertempuran ini jadi lebih membosankan lagi. Kita berdua bahkan tidak akan bisa mengeluarkan jurus lagi. Kalau begitu pasti ada hal yang unik pada 'unsur mana pembentuk' dari dalam dirimu sendiri Kuro." Tambahnya.
Wajah Zimi tampak berpikir keras, hingga akhirnya dia menunjukkan ekspresi dia sudah menyadari sesuatu. "Oo... begitu... " Ucap Zimi sambil tersenyum, lalu dia tiba-tiba tertawa lepas.
_Dokkodo & Stoicsm_
"Ada apa? Kenapa? Bagaimana? kok bisa-bisa nya kau Tiba-tiba tertawa ketika sedang 'menyiksa' orang? Apa kau itu Psikopat?" Tanya Kuro. Kuro memperhatikan Zimi yang di depan nya walau dia tidak yakin Zimi yang didepannya bukanlah ilusi. Dia mengamatinya sekaligus terus 'mendeteksi' keberadaan tubuh Zimi yang asli
"Pfftt, hhmmphhh, hahahah... maafkan aku tuan." ujar Zimi sambil menahan tawa nya. "Aku tidak bermaksud menghinamu atau semacamnya. Hanya saja... " "hanya saja apa?" tanya Kuro tegas. "Ah sudahlah... " "Jelaskan saja...! Ayolah, jangan jadi anak nakal." ijar Kuro.
"Wah..wah maaf paman Kuro. Tapi meski tampilanku begini, Kurasa aku seumuran dengan mu. Aku bisa tahu usiamu dari umur 'mana' yang bersemayam ditubuhmu. Haha.. seseorang yang hampir mati, penuh dengan kekerasan, keegoisan, dan nafsu duniawi serta dendam yng mengiringi nya menunjukkan kau adalah petarung yang sangat ganas. Namun juga bersemayam keagungan dan kejelian didalam dirimu menunjukkan bahwa sebelumya kau juga adalah sosok yang menjadi panutan bagi para pengikutmu. Keangkuhanmu yang masih tersisa juga menunjukkan kau pernah menjadi pemimpin tertinggi didalam hidupmu.
Tapi sekarang aura yang kuat darimu adalah penerimaan, kesadaran serta fokus tinggi, dan keyakinan untuk dapat memaafkan serta mempercayai diri sendiri." Zimi tersenyum.
"Lalu? Memangnya kenapa? (*oh swhit kok dia tau masa lalu gw hanya dari membaca 'mana', bocil kematian sial;gumam Kuro :'v) Memangnya ada yang salah dengan itu?" ujar Kuro yang merasa sangat tidak enak masa lalunya dibongkar oleh Zimi.
"Tidak apa. Dengan semua pengalamanmu itu. Dengan semua pengalaman tempur, memori, keyakinan diri, kepercayaan, penderitaan,emosi marah,sedih, senang dan banyak lainnya. Setelah kau mengalami semua tantangan kehidupan mu itu... kau telah berhasil 'berevolusi' dan alhasil kau sekarang sudah menjadi sosok yang 'sempurna' dalam lingkup ukuran kehidupan seseorang yang bernama 'Kuro' itu sendiri.
Evolusi dirimu tidak hanya dari sisi pola pikir saja. Namun juga dari sisi cara hidup,pengendalian diri. Sehingga 'mana' yang kau miliki hampir mendekati 'asal'. " ujar Zimi lagi-lagi menjelaskan panjang lebar.
"kau terlalu berbasa-basi, tapi tak apa. Lanjutkan saja nak." Ujar Kuro
"Kau mungkin tidak paham tapi yang ingin kusampaikan adalah energi kehidupanmu yang sudah berubah, juga mempengaruhi 'unsur mana pembentuk' yang memiliki dimensi kehampaan sehingga sesuatu bisa menjadi apa saja sesuai kemana dia akan condong kepadanya.
Singkat nya 'unsur pembentuk mana' milikmu yang dulunya memiliki ruang basis dimensi filosofi kehancuran,nampaknya belum lama ini atau kusebut kau yang sekarang ini memiliki ruang basis filosofi 'Dokkodo' yang bertolak belakang dengan basis filosofi milikku yaitu Stoicsm." ujar Zimi.
"Dokkodo? Stoicsm? Apalagi itu?" tanya Kuro.
"Dokkodo... kau yakin dirimu tidak tahu akan hal itu?" Zimi balik bertanya.
"Tidak..langsung saja kau jelaskan tidak perlu bertanya seperti itu bocah" Kuro tersenyum dia agak merasa kesal karena pertanyaan Zimi barusan hanya ditujukan untuk mengejek dirinya yang tidak tau apa yang dimaksud Zimi.
"Pertama-tama biar kujelaskan apa itu Stoicsm terlebih dahulu. Stoicism merupakan sebuah filosofi yang berkaitan dengan kebahagiaan hidup dan bagaimana menghindari pikiran-pikiran stres dan jenuh dengan membayangkan kemungkinan terburuk pada hal-hal yang mungkin kita alami kedepannya. Sehingga ketika kita mengalami kejadian terburuk itu kita tidak kaget lagi. Serta juga tidak terlalu merasakan sakit hati setelah menaruh ekspektasi positif pada seseorang/kejadian tertentu.
Ada banyak pandangan dalam filosofi Stoic. Adapun pandangan mencolok terkait etika adalah tentang bagaimana manusia memilih sikap hidup dengan menekankan apatheia, yaitu hidup pasrah dan tawakal dengan menerima semua keadaan yang ada di dunia. Sikap tersebut adalah cerminan dari kemampuan nalar manusia dan juga kemampuan tertinggi dari semua aspek hidup.
Di dalam filosofi stoicism, semua hal yang terjadi dalam hidup kita itu bersifat netral. Tidak ada yang berperan positif atau negatif, tidak ada hal buruk atau baik. Hal yang bisa menjadikan hal-hal tersebut menjadi positif atau negatif, baik atau buruk adalah interpretasi kita terhadap hal itu.
Menurut konsep stoicism, jalan termudah untuk menuju kebahagiaan adalah didasarkan pada beberapa prinsip :
1.Kemampuan dalam melihat diri sendiri, dunia, serta manusia lain secara objektif dan menerima sifat mereka dengan apa adanya.
2.Disiplin untuk mencegah diri sendiri dikendalikan oleh keinginan untuk bahagia atau takut terhadap rasa sakit dan juga penderitaan.
3.Membuat sebuah perbedaan antara apa yang ada di dalam kekuatan kita dan apa apa yang tidak ada.
Rasanya aku tidak perlu menjelaskannya lebih panjang lebar, dan dengan alasan stoic itulah aku bisa membuat shikigami ilusi 'cerminan' diriku sendiri yang dapat bertarung secara mandiri untuk mengukur kekuatan lawan, dan kemampuan untuk mengendalikan indra lawan sebagai bentuk intrepetasi mencegah/menghalangi diri dari segala bentuk emosi manusiawi. Stoic adalah kemampuan untuk mengukur, membayangkan kemungkinan terburuk, serta menghindarinya lalu sebisa mungkin mendapatkan kemungkinan terbaik yang bisa terjadi.
Lalu... Dokkodo...
Apakah kau pernah mendengar nama Musashi, Kuro? Sejarah menyebutnya sebagai samurai nomor satu dari negeri timur. Namanya melegenda, namun ia bukan sekadar legenda. Musashi terkenal dengan kemampuan fokusnya yang luar biasa.
Dokkodo adalah ajaran Musashi dalam menjadi seseorang yang tidak terkalahkan dalam hidup. Ini mencakup fokus yang dalam dan bagaimana cara menjadi seorang pemenang. Dalam Dokkodo ada 21 pasal filosofi yang menjadi acuan hidup bagi para pemegangnya.
Ada tiga ajaran inti filosofi Musashi didalam Dokkodo.
Musashi menyebut, menyangkal kenyataan tentang apapun dalam hidup kita akan berdampak buruk. Mulai dari menyangkal kelebihan kita, kekurangan kita, atau kondisi yang sedang kita alami.
Hal ini membuat kita tidak dapat fokus. Misal, jika kita menyangkal kekurangan kita, maka kita tidak bisa memperbaiki kelemahan tersebut. Akhirnya, hal itu menghambat kita untuk terus maju. Kita jadi sulit untuk berkembang.
Selanjutnya, jika kita menyangkal kelebihan kita, maka hidup seakan tidak ada arahnya. Kita merasa tak punya kelebihan apa-apa dan hanya menyalahkan kelemahan kita. Dengan demikian, secara sederhana kita harus memahami siapa diri kita yang sebenarnya.
2.Menghalau Hawa Nafsu
Terdengar seperti ajaran agama. Namun, percaya atau tidak, hal ini yang Musashi terapkan dalam hidupnya. Bahkan, ini yang ia paling sering sebut dalam bukunya. Ia mengatakan,
“Lepaskan dirimu dari keinginan yang membelenggu hidupmu.”
Tak hanya itu, Musashi juga melarang kita untuk melakukan sesuatu atas dasar cinta dan nafsu saja. Mengapa? Karena apa yang kita anggap enak atau baik belum tentu berdampak baik.
Nafsu akan mengganggu cara kita berpikir dan mengambil keputusan.Kuncinya, kita harus menyadari tujuan dari apa yang kita lakukan.
3. Bertanggung Jawab atas Hidup Kita Sendiri
Mengajarkan kita bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat. Bahwa, orang harus mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan orang lain.
Kebergantungan adalah hal yang membuat orang terombang-ambing dalam hidupnya. Kita berharap orang lain membantu kita. Lalu, bagaimana jika mereka tidak membantu? Namun, kita tidak bisa mengatur apa yang mereka lakukan terhadap kita?
Belajarlah untuk mengandalkan diri sendiri. Itulah inti poin ketiga. sebenarnya ada banyak poin-poin Dokkodo yang lain. Namun aku hanya menyebutkan poin-poin yang telah membuat 'mana' milikmu berevolusi.
Dari semua penjabaranku diatas tadi, bisa dilihat kenapa kau tidak terlalu merasakan emosi dan rasa sakit sebagai interpretasi poin dua. Dan kau juga menjadi pegamat yang amat jeli serta memiliki kemampuan analis yang tinggi untuk mengukur lawan sebagai interpretasi poin pertama. Lalu interpretasi poin ketiga adalah kemampuan regenerasi mu serta zirah D. D yang sangat kuat untuk memungkinkan kau untuk tidak mati sebelum menyelesaikan seluruh 'hutang' kehidupan mu.
Stoic dan Dokkodo sekilas mirip. Namun ada pembeda yang sangat signifikan disana. Stoic akan membuat seseorang berpikir akan kemungkinan terburuk serta menyiapkan solusinya. Sedangkan Dokkodo akan memperkirakan kemungkinan terbaik dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya.
Itulah alasan kenapa 'mana' kita berdua langsung ternetralkan adalah karena 'unsur pembentuk 'mana' dimensional kita sangat jauh berlawanan. Meski tidak serta merta orang yang memiliki filosofi tertentu akan secara sadar mengikuti filosofi dari unsur pembentuk. Filosofi tersebut bisa dilihat dari tindakan tak sadar, refleks, dan gaya hidup dari seseorang.
Bagi orang lain mungkin akan lama untuk mengetahui unsur pembentuk 'mana' milik orang lain. Tapi bagiku cukup mudah untuk membaca 'warna aura', 'unsur pembentuk', 'jenis mana' dan yang sejenisnya karena hal tersebut dibutuhkan dalam prediksi terburuk kedepan.
Semakin kemampuan seseorang dekat suatu filosofi. Maka tubuhnya lama-kelamaan akan menjadi 'wadah' yang kuat. Dan yang dimaksud dari ini tentu saja... Kenja no Ishi."
"Kenja no Ishi? Rasanya seolah aku pernah mendengar sebutan itu entah dimana." Gumam Kuro.
Zimi kemudian melanjutkan penjelasannya. "Kenja no Ishi adalah salah satu dari jenis kekuatan terkuat di dunia ini. Kekuatan mereka berasal dari 'Batu Filosofi' misterius. Cara menggunakan 'batu' tersebut cukup gampang. Yaitu kau hanya perlu menelan batu itu. Namun hal yang sulit adalah tidak sembarang orang dapat menjadi 'wadah' dari kekuatan dahsyat batu itu.
Sebelum seseorang ingin menjadi 'wadah' dia harus setidaknya memiliki 'bibit' filosofi dan membuktikan bahwa dirinya pantas untuk menjadi wadah.
Ada banyak sekali kasus orang-orang mati karena dia menelan kenja namun ditolak olehnya. Dari orang yang sangat kuat, hingga orang yang terlemah sekalipun bisa menjadi kenja dan mendapatkan kekuatan terkuat bila dia 'diakui' oleh kenja. Tapi tidak jarang juga orang-orang terkuat yang hampir setara dengan kenja, mati karena 'tertolak'.
Asal-usul batu dan bagaimana dia bisa ada masih misteri, meski begitu kenja masih menjadi pusat perebutan kekuatan dunia.
Sumber kekuatan manusia terletak pada kecerdasan mereka. Sedangkan sumber kekuatan monster adalah stamina mereka. Mungkin itu juga sebab atau alasan terciptanya Kenja no Ishi, walau itu hanya sebatas hipothesa ku saja. Aku punya keyakinan tersendiri tentang kenja no ishi itu sendiri." jelas Zimi.
"Lalu apa hubungannya dengan kedua kekuatan kita yang saling menetralkan? Bukan itu hanya sekedar kemungkinan teorema yang tidak terbukti cukup kuat. Kekuatan ku kudapat dari duniaku sendiri. Aku memiliki pencipta sendiri.(creator) Bukankah dirimu juga berbeda denganku? Walau mungkin beberapa jurus dari duniaku dan duniamu mirip namun 'unsur pembentuk' kekuatan ataupun kehidupan kita jauh berbeda?" Kuro mulai keheranan dengan penjelasan Zimi.
"Soko wa mondai da... ('v') (disitulah masalahnya). Kau bukan berasal dari dunia ini tapi kau langsung memiliki kekuatan yang mirip berasal dari dunia ini, maka ada beberapa kemungkinan.
1.serapan,dengan kata lain kau bisa menyerap sumber 'anugerah' atau 'mana' didunia ini. Namun nampaknya itu mustahil,karena sejak awal sirkulasi 'mana' mu sama sekali tidak mengambil 'mana' dari alam.
2.Curian, kau bisa merebut kekuatan/mana milik musuh mu tepatnya mencuri kekuatanku ini juga tidak mungkin, seperti yang kubilang aku bisa melihat 'mana' seseorang. Dan milikku dan milikmu tidak tercampur. Lagipula kalau memang tercampur maka tidak mungkin 'mana' kita saling menetralkan.
3.Kemungkinan yang ketiga adalah hal yang paling mungkin. Sejak awal memang 'unsur pembentuk mana' milikmu tidak memiliki konsep, dengan kata lain kosong atau null. Namun konsep itu terbentuk dengan sendirinya melalui jalan hidup. Kekuatan tubuh dan spirit membentuk konsep 'unsur pembentuk' yang ada di dalam dirimu. Kekosongan konsep itulah yang membuat dirimu bisa menjadi apa saja, dan alhasil kemungkinan kau telah bermutasi semenjak memasuki dimensi ini, mutasi mana yang menekan 'mana' mu untuk berevolusi sampai ke tingkat yang tertinggi.
Meski ini adalah kasus jarang dimana seseorang selain _Gifter_ atau _Spectre_ dapat menjadi calon 'wadah' kenja no ishi.
Semakin kuat konsep yang berada dalam 'unsur' seseorang maka semakin kuat pula lah dirinya. Baik dari segi fisik ataupun spirit pada bidang masing-masing. Meski tidak sampai setara dengan mereka, para calon wadah biasanya menjadi penantang untung merebut batu dari para kenja itu.
Kenja sendiri terbagi menjadi beberapa bagian. Sejauh ini ada tiga faksi,yang reguler hanya 16 dengan 5 kenja disetiap faksinya, ditambah dengan 1 kenja yang disebut sebut yang terkuat diantara yang lainnya.
Selain dari mereka ada kenja yang irregular. Philosophy stone yang terbentuk diluar dari konsep Mayoritas. Kebanyakan memiliki jenis mana yang mirip denganmu. Hanya saja orang yang tidak menelan batu itu tidak menjadi kenja melainkan wadah yang tidak memiliki isi. Batu irregular itu seolah berfungsi sebagai pemicu yang akan memicu potensi kekuatan seseorang sampai batas maksimal.
Kesimpulannya... kita berdua sama-sama orang pas untuk menjadi 'wadah'. Namun tipe 'unsur pembentuk' kita bagaikan Yin dan Yang. Keduanya harus ada, saling melengkapi, dan keduanya tidak boleh saling menghancurkan. Itulah alasan utama kenapa 'mana' kita saling menetralisir.
Yah... tapi tetap saja... kau itu unik.
Kuucapkan selamat datang ke dimensi ini...
Dollpenganger 'mana' ku..." Zimi menyeringai.
.... Bersambung.