The Visitor Series

The Visitor Series
Song of Victory



              Song of Victory


  "Ada apa? Hmmm? Kau tidak perlu setakut itu, aku hanya menyanyikan lagu kebebasan bagi bajak laut.


Haha, maaf-maaf. Aku hanya ingin sedikit mengintimidasi. Tidak bermaksud untuk menyakitiku sedikitpun" ujar orang itu sambil melompat turun dari tiang kapal.


"Su... Suzaku... kumohon... kali ini saja...bekerjasama lah denganku, untuk mengalahkan dia. Kita berdua pasti akan mati kalau menyerangnya sendiri-sendiri." ujar Shizue sambil terus gemetaran.


"terserahmu. Naluriku juga mengatakan dia lebih 'buas' dari kalian" ujar Suzaku.


"Awww. Bukankah aku mengatakan aku tidak bermaksud menyakiti kalian? Sudahlah..." ujar Orang itu.


"Kalau begitu bagaimana dengan lagu ini..."


"Cih... A.T Field!!!" teriak Shizue. Dia membentuk bola energi agak transparan untuk melindungi mereka berdua lagi.


*Ctak* orang itu menjentikkan jarinya.


*Pyarrr* A. T Field milik Shizue langsung hancur seketika.


"Hah!?? " Shizue terkejut dan langsung terduduk lemas kembali, dia sudah pasrah melawan.


*Bwaasshh* kali ini Suzaku membentuk sebuah barrier api yang membakar sekitar sekaligus melindungi mereka berdua.


*Ctakk* Lagi-lagi orang itu menjentikkan jarinya dan api Suzaku menghilang. Backsound musicnya mulai terdengar. Tubuh keduanya tiba-tiba kaku tidK bisa digerakkan.


"Duduk dan tenang lah~" ujar orang itu dengan suara yang merdu.


"!!!" tubuh Suzaku tiba-tiba bergerak sendiri mematuhi perkataan orang itu, dia dan shizue duduk tenang bersila dan terpaksa harus mendengarkan lagu ynag akan dibawakan.


"tenanglah lagu ini tidak akan menyakitimu.


•Takaki sora aoi miru


(kita menengadah melihat ke langit)


•Tooi Fuuji no itadaki ii


(melihat dari kejauhan gunung fuji)"


*Bwaasshh*


"Aoi kaze ni no se


•(Melintasi angin)


todoiteiruka ko no utagoe


•(Akan kah sampai nyanyian kita)


Onore no yowasa wo shiri funrei su


•(Kau tau kelemahanmu apa, dan kita akan berusaha memperbaikinya)


Kedakaku mo Shuuchi mo yadoru Hitomi


•(Rasa malu dan kemuliaan keduanya tinggal(terlihat) di matamu)


*Bwassshhh*


Angin sepoi-sepoi ditaman bunga sakura itu semakin kuat. Tidak ada yang berubah. Namun Suzaku dan Shizue mengalami _flashback_ mengingat masa-masa perjuangan pahit mereka sampai pada titik ini. Momen-momen pahit dan bahagia terbesit dan rekaman memori itu nampak dengan sangat jelas di benak mereka.


"Tomo ni norikoe tasogare no yami


•(Bersama kita akan bangkit dari keterpurukan dibawah kegelapan)


tomo ni takamie shintachi no hibi


•(pada hari-hari ini kita akan melaju menuju ketinggian (kesuksesan) bersama)


ayumi wa izure, tadoritsuku


•(kita akan mencapai tujuan kita suatu saat)


*Bwaaashhh*


Hari yang tadinya terang tiba-tiba gelap, dan muncullah matahari terbit dan memancarkan sinar terang. Sehingga pemandangan yang didepan mereka berdua nampak sangatlah indah.


Suzaku dan Shizue kembali melihat masa lalu mereka. Masa-masa dirundung kepusaasaan, menemukan harapan dan berhasil bangkit bersama orang-orang yang mereka sebut 'teman'. Hal tersebut entah mengapa membuat mereka 'tersentuh'


"Kansha no kimochi wasurenai


•(Rasa terimakasih ini tidak pernah terlupakan)


•(kepada ibu yang telah membesarkan kita, oh ibu)


aa shuuchiin


•(ah penuh kemuliaan)"


Suzaku mengingat dirinya dimasa awal dia tercipta. Dan dia mengingat betapa beruntungnya dia mengingat dia memiliki orang-orang yang 'menyayanginya' seperti keluarga nya sendiri. Shizue mengingat masa-masa menyenangkan disaat dia masih kecil bermasa keluarga nya.


  Suzaku dan Shizue tanpa sadar meneteskan air mata.


  "Tiingg" suara ketukan triangle mengakhiri lagu orang itu.


"Nah. Bagaimana? Sudah tenang?" ujar orang itu.


"..." Suzaku dan Shizue terdiam.


"Apa mau mu? Dan kenapa kau mengurung kami disini?" tanya Suzaku tenang.


"...serangan... mental... sial aku lengah, hati-hati Suzaku. Kemampuannya mampu mempengaruhi apapun melalui lagunya bahkan emosi manusia" ujar Shizue.


"..." Suzaku terdiam.


"ahahahah.Kau masih saja waspada ya. Tenang-tenang..." ujar orang berperawakan kecil itu.


"Tubuhmu masih seperti bocah, wajahmu juga masih sangat muda. Kekuatan apa sebenarnya yang kau miliki sehingga membuat lawanku ini ketakutan? Jawab!!! Kau bahkan belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya" tanya Suzaku.


"Tidak ada tujuan lain. Aku hanya ingin bernyanyi, itu saja. Lagipula suatu kebetulan aku bernyanyi didekat kalian jadi maaf kalian gk sengaja masuk kesini, ehe..." ujar orang itu sambil memukul lembut kepalanya, sambil bersikap bodoh.


"Tidak mungkin kebetulan!!! Kau memang sengaja kan? Apa tujuanmu??"


"Kau sendiri... apa maksudmu mengeluarkan Brahmandra Astra? Apa kau ingin mengganggu nyanyianku? Lucu sekalia ahahha" ujar lagi orang itu.


"!!? Sudah kuduga kau memang sengaja."


"ahahaha. Kulihat kalian melakukan pertarungan sia-sia. Karena tidak tahan melihatnya, aku jadi ingin menenangkan kalian dengan lagu ku? indah bukan?" ujar orang itu.


                   ****


"Kokujo!!! Ou tatsumaki!!!" ujar seorang perempuan berteriak, sambil menebas memutar dua pedang di kedua tangannya.


*Bwasssshhhhhhh*


Tornado tiba-tiba muncul dan menghempaskan mereka berdua. Tornado itu sangat kuat sampai-sampai menghancurkan kapal dan realitas marmer itu. "Siapa itu!!!" ujar Suzaku.


"Sudah, jangan bermain-main dengan anak buahu,dan orang itu juga(#sambil menunjuk Suzaku)."


"ara...Kau masih saja dingin ya, padahal kita sudah membentuk sebuah orkestra."


"Aku tidak pernah bilang mau bernyanyi bersamamu. Aku hanya minta sedikit bantuanmu dengan bayaran bagian dari nyawaku. Tapi tidak kusangka efeknya malah negatif.


Aku tidak menyangka kalian akan datang kemari hanya untuk melihat kondisiku" perempuan bertopeng rubah itu berbalik dan berbicara pada Suzaku.


"Hah!?" Suzaku heran.


"Semoga masih sempat, bocah sialan itu malah memanas-manasi suasana. Kalian datang karena diajaka oleh bocah berambut biru kan?" ujar perempuan itu.


"Ya.Dia mengatakan bahwa Rukaman dan kawan-kawan menyatakan perang di dimensi ini dan kita datang sebagai pasukan bala bantuan. Kita dengar salah satu kawan Rukaman mati di dunia ini dan dia sangat marah, sehingga menyerang tempat ini." ujar Suzaku.


"Cih... omong kosong macam apa itu. Beraninya bocah itu membuat kebohongan macam ini."


"Orang aneh terus saja berdatangan. Ditanyai identitas pun tidak dijawab. Sudah kuduga aku hnya perlu membakar kalian semua" ujar Suzaku.


"Tahan Suzaku, dia ini..." ujar Shizue.


"Ya... aku lah yang dimaksud 'kawan' rukaman yang mati."  ujar bocah perempuan itu sambil melepas topengnya. Bagian belakang tubuhnya pun muncul ekor rubah berjumlah 3.


"Sudah lama tidak melihat anda...." Shizue menundukkan kepala.


  "...Izuna Hatsune-Sama..."


             .... Bersambung.


              Song of Victory


  "Ada apa? Hmmm? Kau tidak perlu setakut itu, aku hanya menyanyikan lagu kebebasan bagi bajak laut.


Haha, maaf-maaf. Aku hanya ingin sedikit mengintimidasi. Tidak bermaksud untuk menyakitiku sedikitpun" ujar orang itu sambil melompat turun dari tiang kapal.


"Su... Suzaku... kumohon... kali ini saja...bekerjasama lah denganku, untuk mengalahkan dia. Kita berdua pasti akan mati kalau menyerangnya sendiri-sendiri." ujar Shizue sambil terus gemetaran.


"terserahmu. Naluriku juga mengatakan dia lebih 'buas' dari kalian" ujar Suzaku.


"Awww. Bukankah aku mengatakan aku tidak bermaksud menyakiti kalian? Sudahlah..." ujar Orang itu.


"Kalau begitu bagaimana dengan lagu ini..."


"Cih... A.T Field!!!" teriak Shizue. Dia membentuk bola energi agak transparan untuk melindungi mereka berdua lagi.


*Ctak* orang itu menjentikkan jarinya.


*Pyarrr* A. T Field milik Shizue langsung hancur seketika.


"Hah!?? " Shizue terkejut dan langsung terduduk lemas kembali, dia sudah pasrah melawan.


*Bwaasshh* kali ini Suzaku membentuk sebuah barrier api yang membakar sekitar sekaligus melindungi mereka berdua.


*Ctakk* Lagi-lagi orang itu menjentikkan jarinya dan api Suzaku menghilang. Backsound musicnya mulai terdengar. Tubuh keduanya tiba-tiba kaku tidK bisa digerakkan.


"Duduk dan tenang lah~" ujar orang itu dengan suara yang merdu.


"!!!" tubuh Suzaku tiba-tiba bergerak sendiri mematuhi perkataan orang itu, dia dan shizue duduk tenang bersila dan terpaksa harus mendengarkan lagu ynag akan dibawakan.


"tenanglah lagu ini tidak akan menyakitimu.


•Takaki sora aoi miru


(kita menengadah melihat ke langit)


•Tooi Fuuji no itadaki ii


(melihat dari kejauhan gunung fuji)"


*Bwaasshh*


"Aoi kaze ni no se


•(Melintasi angin)


todoiteiruka ko no utagoe


•(Akan kah sampai nyanyian kita)


Onore no yowasa wo shiri funrei su


•(Kau tau kelemahanmu apa, dan kita akan berusaha memperbaikinya)


Kedakaku mo Shuuchi mo yadoru Hitomi


•(Rasa malu dan kemuliaan keduanya tinggal(terlihat) di matamu)


*Bwassshhh*


Angin sepoi-sepoi ditaman bunga sakura itu semakin kuat. Tidak ada yang berubah. Namun Suzaku dan Shizue mengalami _flashback_ mengingat masa-masa perjuangan pahit mereka sampai pada titik ini. Momen-momen pahit dan bahagia terbesit dan rekaman memori itu nampak dengan sangat jelas di benak mereka.


"Tomo ni norikoe tasogare no yami


•(Bersama kita akan bangkit dari keterpurukan dibawah kegelapan)


tomo ni takamie shintachi no hibi


•(pada hari-hari ini kita akan melaju menuju ketinggian (kesuksesan) bersama)


ayumi wa izure, tadoritsuku


•(kita akan mencapai tujuan kita suatu saat)


*Bwaaashhh*


Hari yang tadinya terang tiba-tiba gelap, dan muncullah matahari terbit dan memancarkan sinar terang. Sehingga pemandangan yang didepan mereka berdua nampak sangatlah indah.


Suzaku dan Shizue kembali melihat masa lalu mereka. Masa-masa dirundung kepusaasaan, menemukan harapan dan berhasil bangkit bersama orang-orang yang mereka sebut 'teman'. Hal tersebut entah mengapa membuat mereka 'tersentuh'


"Kansha no kimochi wasurenai


•(Rasa terimakasih ini tidak pernah terlupakan)


•(kepada ibu yang telah membesarkan kita, oh ibu)


aa shuuchiin


•(ah penuh kemuliaan)"


Suzaku mengingat dirinya dimasa awal dia tercipta. Dan dia mengingat betapa beruntungnya dia mengingat dia memiliki orang-orang yang 'menyayanginya' seperti keluarga nya sendiri. Shizue mengingat masa-masa menyenangkan disaat dia masih kecil bermasa keluarga nya.


  Suzaku dan Shizue tanpa sadar meneteskan air mata.


  "Tiingg" suara ketukan triangle mengakhiri lagu orang itu.


"Nah. Bagaimana? Sudah tenang?" ujar orang itu.


"..." Suzaku dan Shizue terdiam.


"Apa mau mu? Dan kenapa kau mengurung kami disini?" tanya Suzaku tenang.


"...serangan... mental... sial aku lengah, hati-hati Suzaku. Kemampuannya mampu mempengaruhi apapun melalui lagunya bahkan emosi manusia" ujar Shizue.


"..." Suzaku terdiam.


"ahahahah.Kau masih saja waspada ya. Tenang-tenang..." ujar orang berperawakan kecil itu.


"Tubuhmu masih seperti bocah, wajahmu juga masih sangat muda. Kekuatan apa sebenarnya yang kau miliki sehingga membuat lawanku ini ketakutan? Jawab!!! Kau bahkan belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya" tanya Suzaku.


"Tidak ada tujuan lain. Aku hanya ingin bernyanyi, itu saja. Lagipula suatu kebetulan aku bernyanyi didekat kalian jadi maaf kalian gk sengaja masuk kesini, ehe..." ujar orang itu sambil memukul lembut kepalanya, sambil bersikap bodoh.


"Tidak mungkin kebetulan!!! Kau memang sengaja kan? Apa tujuanmu??"


"Kau sendiri... apa maksudmu mengeluarkan Brahmandra Astra? Apa kau ingin mengganggu nyanyianku? Lucu sekalia ahahha" ujar lagi orang itu.


"!!? Sudah kuduga kau memang sengaja."


"ahahaha. Kulihat kalian melakukan pertarungan sia-sia. Karena tidak tahan melihatnya, aku jadi ingin menenangkan kalian dengan lagu ku? indah bukan?" ujar orang itu.


                   ****


"Kokujo!!! Ou tatsumaki!!!" ujar seorang perempuan berteriak, sambil menebas memutar dua pedang di kedua tangannya.


*Bwasssshhhhhhh*


Tornado tiba-tiba muncul dan menghempaskan mereka berdua. Tornado itu sangat kuat sampai-sampai menghancurkan kapal dan realitas marmer itu. "Siapa itu!!!" ujar Suzaku.


"Sudah, jangan bermain-main dengan anak buahu,dan orang itu juga(#sambil menunjuk Suzaku)."


"ara...Kau masih saja dingin ya, padahal kita sudah membentuk sebuah orkestra."


"Aku tidak pernah bilang mau bernyanyi bersamamu. Aku hanya minta sedikit bantuanmu dengan bayaran bagian dari nyawaku. Tapi tidak kusangka efeknya malah negatif.


Aku tidak menyangka kalian akan datang kemari hanya untuk melihat kondisiku" perempuan bertopeng rubah itu berbalik dan berbicara pada Suzaku.


"Hah!?" Suzaku heran.


"Semoga masih sempat, bocah sialan itu malah memanas-manasi suasana. Kalian datang karena diajaka oleh bocah berambut biru kan?" ujar perempuan itu.


"Ya.Dia mengatakan bahwa Rukaman dan kawan-kawan menyatakan perang di dimensi ini dan kita datang sebagai pasukan bala bantuan. Kita dengar salah satu kawan Rukaman mati di dunia ini dan dia sangat marah, sehingga menyerang tempat ini." ujar Suzaku.


"Cih... omong kosong macam apa itu. Beraninya bocah itu membuat kebohongan macam ini."


"Orang aneh terus saja berdatangan. Ditanyai identitas pun tidak dijawab. Sudah kuduga aku hnya perlu membakar kalian semua" ujar Suzaku.


"Tahan Suzaku, dia ini..." ujar Shizue.


"Ya... aku lah yang dimaksud 'kawan' rukaman yang mati."  ujar bocah perempuan itu sambil melepas topengnya. Bagian belakang tubuhnya pun muncul ekor rubah berjumlah 3.


"Sudah lama tidak melihat anda...." Shizue menundukkan kepala.


  "...Izuna Hatsune-Sama..."


             .... Bersambung.


              Song of Victory


  "Ada apa? Hmmm? Kau tidak perlu setakut itu, aku hanya menyanyikan lagu kebebasan bagi bajak laut.


Haha, maaf-maaf. Aku hanya ingin sedikit mengintimidasi. Tidak bermaksud untuk menyakitiku sedikitpun" ujar orang itu sambil melompat turun dari tiang kapal.


"Su... Suzaku... kumohon... kali ini saja...bekerjasama lah denganku, untuk mengalahkan dia. Kita berdua pasti akan mati kalau menyerangnya sendiri-sendiri." ujar Shizue sambil terus gemetaran.


"terserahmu. Naluriku juga mengatakan dia lebih 'buas' dari kalian" ujar Suzaku.


"Awww. Bukankah aku mengatakan aku tidak bermaksud menyakiti kalian? Sudahlah..." ujar Orang itu.


"Kalau begitu bagaimana dengan lagu ini..."


"Cih... A.T Field!!!" teriak Shizue. Dia membentuk bola energi agak transparan untuk melindungi mereka berdua lagi.


*Ctak* orang itu menjentikkan jarinya.


*Pyarrr* A. T Field milik Shizue langsung hancur seketika.


"Hah!?? " Shizue terkejut dan langsung terduduk lemas kembali, dia sudah pasrah melawan.


*Bwaasshh* kali ini Suzaku membentuk sebuah barrier api yang membakar sekitar sekaligus melindungi mereka berdua.


*Ctakk* Lagi-lagi orang itu menjentikkan jarinya dan api Suzaku menghilang. Backsound musicnya mulai terdengar. Tubuh keduanya tiba-tiba kaku tidK bisa digerakkan.


"Duduk dan tenang lah~" ujar orang itu dengan suara yang merdu.


"!!!" tubuh Suzaku tiba-tiba bergerak sendiri mematuhi perkataan orang itu, dia dan shizue duduk tenang bersila dan terpaksa harus mendengarkan lagu ynag akan dibawakan.


"tenanglah lagu ini tidak akan menyakitimu.


•Takaki sora aoi miru


(kita menengadah melihat ke langit)


•Tooi Fuuji no itadaki ii


(melihat dari kejauhan gunung fuji)"


*Bwaasshh*


"Aoi kaze ni no se


•(Melintasi angin)


todoiteiruka ko no utagoe


•(Akan kah sampai nyanyian kita)


Onore no yowasa wo shiri funrei su


•(Kau tau kelemahanmu apa, dan kita akan berusaha memperbaikinya)


Kedakaku mo Shuuchi mo yadoru Hitomi


•(Rasa malu dan kemuliaan keduanya tinggal(terlihat) di matamu)


*Bwassshhh*


Angin sepoi-sepoi ditaman bunga sakura itu semakin kuat. Tidak ada yang berubah. Namun Suzaku dan Shizue mengalami _flashback_ mengingat masa-masa perjuangan pahit mereka sampai pada titik ini. Momen-momen pahit dan bahagia terbesit dan rekaman memori itu nampak dengan sangat jelas di benak mereka.


"Tomo ni norikoe tasogare no yami


•(Bersama kita akan bangkit dari keterpurukan dibawah kegelapan)


tomo ni takamie shintachi no hibi


•(pada hari-hari ini kita akan melaju menuju ketinggian (kesuksesan) bersama)


ayumi wa izure, tadoritsuku


•(kita akan mencapai tujuan kita suatu saat)


*Bwaaashhh*


Hari yang tadinya terang tiba-tiba gelap, dan muncullah matahari terbit dan memancarkan sinar terang. Sehingga pemandangan yang didepan mereka berdua nampak sangatlah indah.


Suzaku dan Shizue kembali melihat masa lalu mereka. Masa-masa dirundung kepusaasaan, menemukan harapan dan berhasil bangkit bersama orang-orang yang mereka sebut 'teman'. Hal tersebut entah mengapa membuat mereka 'tersentuh'


"Kansha no kimochi wasurenai


•(Rasa terimakasih ini tidak pernah terlupakan)


•(kepada ibu yang telah membesarkan kita, oh ibu)


aa shuuchiin


•(ah penuh kemuliaan)"


Suzaku mengingat dirinya dimasa awal dia tercipta. Dan dia mengingat betapa beruntungnya dia mengingat dia memiliki orang-orang yang 'menyayanginya' seperti keluarga nya sendiri. Shizue mengingat masa-masa menyenangkan disaat dia masih kecil bermasa keluarga nya.


  Suzaku dan Shizue tanpa sadar meneteskan air mata.


  "Tiingg" suara ketukan triangle mengakhiri lagu orang itu.


"Nah. Bagaimana? Sudah tenang?" ujar orang itu.


"..." Suzaku dan Shizue terdiam.


"Apa mau mu? Dan kenapa kau mengurung kami disini?" tanya Suzaku tenang.


"...serangan... mental... sial aku lengah, hati-hati Suzaku. Kemampuannya mampu mempengaruhi apapun melalui lagunya bahkan emosi manusia" ujar Shizue.


"..." Suzaku terdiam.


"ahahahah.Kau masih saja waspada ya. Tenang-tenang..." ujar orang berperawakan kecil itu.


"Tubuhmu masih seperti bocah, wajahmu juga masih sangat muda. Kekuatan apa sebenarnya yang kau miliki sehingga membuat lawanku ini ketakutan? Jawab!!! Kau bahkan belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya" tanya Suzaku.


"Tidak ada tujuan lain. Aku hanya ingin bernyanyi, itu saja. Lagipula suatu kebetulan aku bernyanyi didekat kalian jadi maaf kalian gk sengaja masuk kesini, ehe..." ujar orang itu sambil memukul lembut kepalanya, sambil bersikap bodoh.


"Tidak mungkin kebetulan!!! Kau memang sengaja kan? Apa tujuanmu??"


"Kau sendiri... apa maksudmu mengeluarkan Brahmandra Astra? Apa kau ingin mengganggu nyanyianku? Lucu sekalia ahahha" ujar lagi orang itu.


"!!? Sudah kuduga kau memang sengaja."


"ahahaha. Kulihat kalian melakukan pertarungan sia-sia. Karena tidak tahan melihatnya, aku jadi ingin menenangkan kalian dengan lagu ku? indah bukan?" ujar orang itu.


                   ****


"Kokujo!!! Ou tatsumaki!!!" ujar seorang perempuan berteriak, sambil menebas memutar dua pedang di kedua tangannya.


*Bwasssshhhhhhh*


Tornado tiba-tiba muncul dan menghempaskan mereka berdua. Tornado itu sangat kuat sampai-sampai menghancurkan kapal dan realitas marmer itu. "Siapa itu!!!" ujar Suzaku.


"Sudah, jangan bermain-main dengan anak buahu,dan orang itu juga(#sambil menunjuk Suzaku)."


"ara...Kau masih saja dingin ya, padahal kita sudah membentuk sebuah orkestra."


"Aku tidak pernah bilang mau bernyanyi bersamamu. Aku hanya minta sedikit bantuanmu dengan bayaran bagian dari nyawaku. Tapi tidak kusangka efeknya malah negatif.


Aku tidak menyangka kalian akan datang kemari hanya untuk melihat kondisiku" perempuan bertopeng rubah itu berbalik dan berbicara pada Suzaku.


"Hah!?" Suzaku heran.


"Semoga masih sempat, bocah sialan itu malah memanas-manasi suasana. Kalian datang karena diajaka oleh bocah berambut biru kan?" ujar perempuan itu.


"Ya.Dia mengatakan bahwa Rukaman dan kawan-kawan menyatakan perang di dimensi ini dan kita datang sebagai pasukan bala bantuan. Kita dengar salah satu kawan Rukaman mati di dunia ini dan dia sangat marah, sehingga menyerang tempat ini." ujar Suzaku.


"Cih... omong kosong macam apa itu. Beraninya bocah itu membuat kebohongan macam ini."


"Orang aneh terus saja berdatangan. Ditanyai identitas pun tidak dijawab. Sudah kuduga aku hnya perlu membakar kalian semua" ujar Suzaku.


"Tahan Suzaku, dia ini..." ujar Shizue.


"Ya... aku lah yang dimaksud 'kawan' rukaman yang mati."  ujar bocah perempuan itu sambil melepas topengnya. Bagian belakang tubuhnya pun muncul ekor rubah berjumlah 3.


"Sudah lama tidak melihat anda...." Shizue menundukkan kepala.


  "...Izuna Hatsune-Sama..."


             .... Bersambung.