The Visitor Series

The Visitor Series
Unlimited



                 Unlimited


     Kuro sontak terkejut saat Zimi menyebut 'Quantum', dia kemudian mulai berspekulasi atas banyak hal.


  Aura kuat dari Zimi kembali muncul namun kali ini hanya aura Hao bukan radiasi kuat seperti yang sebelumnya dia keluarkan.


  Tidak mau kalah Kuro mengeluarkan aura Intimidasi miliknya yang di sertai dengan Skill Boost, yang kemudian Kuro berusaha mengambil kekuatan Aura Zimi dengan menggunakan Skill Domination dan seal. Serta berusaha menolak segala kemungkinan serangan aura atau serangan mental dengan skill Reject.


  *ZZZZZRRRRTTTT*


   Suara dengingan di udara terdengar akibat tabrakan dua aura yang sangat kuat.


   "Kau tau..." Ujar Zimi.


  "Aku punya pertanyaan,Zirah D.D mu kuakui kuat. Tapi kenapa kau begitu gegabah tidak menggunakannya saat kau memukulku? Kau hanya menggunakannya sebatas sampai lengan saja. Jelas bahwa kau sengaja melakukannya agar aku menyerang balik, tapi kurasa tidak sesederhana itu. Apalagi yang kau incar?".


"Hmmm...Sepertinya kau juga paham kalau efektifitas dari pelindung pada umumnya adalah disesuaikan dengan zona kontak ancaman serangan lalu fokus pada penguatan pada Zona tersebut." ujar Kuro sambil terus menerus mengaktifkan Emperor Eye miliknya.


"Begitu... dengan kata lain kau sudah tau dan mengincar....


  *ZWIIIINGGGGG\,CCTTTAAANGGGGG\,BWOOSH!!*


  Keduanya saling beradu pedang. Kedua pedang Zimi dipakai untuk melindungi orang yang diincar oleh Kuro menggunakan pedang hitam yang entah dia keluarkan darimana.


  "Ya... aku mengincar mereka... " ujar Kuro sambil memperkuat daya dorongnya.


  Rupanya Kuro melompat kebelakang Zimi dan hendak menebas orang yang sedang tertidur disana. Namun berhasil dikejar dan tebasan pedang tangan kanan Kuro ditahan dengan pedang Zimi. Tangan kiri Kuro yang telah dilapisi Zirah seolah hendak mengambil orang yang satunya ditahan dengan pedang Zimi yang satunya.


Zimi berhasil melindungi seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah Patricia. Disamping Patricia juga ada Hilda yang tengah pingsan.


"Mengesankan... Relfeks dan tenaga yang luar biasa bisa kau keluar kan dengan tubuh seperti itu" ejek Kuro.


  "Sejak... kapan?" Ujar Zimi.


"Maksudmu sejak kapan aku menyadarinya? Sejak pertama kita lepas dari Taiju. Aku menyadari bahwa kau tidak benar-benar meletakkan mereka berdua di dimensi yang berbeda dengan dimensi ini. Tapi kau hanya memasukkan mereka kedalam ilusi pengaburan pandangan dari teknik Shikai :Sakanade milikmu. Itulah mengapa kau terus melindungi objek tak terlihat dibelakangmu.


Bahkan saat kau mengeluarkan energi radiasi kau memfokuskan pada zona yang berlawanan dengan objek itu. Sayangnya ledakan yang tak terduga oleh mu malah merusak segelnya.


Kalau boleh jujur, tinjuan sepenuh tenagaku masih kurang untuk menghancurkan segelnya namun karena efek kerusakan beruntun diakhiri dengan ledakan yang luar biasa akhirnya merusak segel pelindung yang kau berikan pada mereka berdua.


Alasan mengapa Zirah D.D hanya ku fokus kan pada kepalan tangan hingga lengan adalah untuk memperkuat tinjuku. Walau tidak sesuai rencana namun akhirnya tujuanku merusak segel ini tercapai. Sebenarnya aku juga merasa aneh kenapa kau mengeluarkan pelindung yang sangat kuat diluar tubuhmu, dan kau malah menggunakan pelindung ynag relatif jauh lebih lemah dari yang kau gunakan untuk menahan tinjuku.


Aktingmu sempat hampir menipuku, Zimi. Namun akhirnya kusadari dan aku memiliki kesempatan untuk mengambil Hilda kembali. Walau entah apa yang akan kau lakukan padanya nanti, tapi kurasa bukan hal yang bisa dibiarkan begitu saja" ujar Kuro.


"Kesempatan? Coba saja" ujar Zimi, sambil mendorong Kuro dengan kuat.


Keduanya beradu tenaga dengan saling dorong mendorong. Zimi kemudian mengeluarkan segel berbentuk bola hanya dengan menatap sekilas kepada mereka berdua.


*Ziinggg\, Pyaar*


  Serta merta Kuro mencegah Zimi mengeluarkan segel tersebut dengan banyak campuran skill miliknya dan akhirnya segel gagal terbentuk dan pecah.


  *Zwiiinggg*


   Zimi menebas vertikal tubuh Kuro, yang membuat om-om itu harus menghindar kebelakang.


  *Zraaashhh*


  "Ugh... aku lupa..." gumam Kuro.


  Rupanya angin yang ditebas oleh Zimi malah membentuk sabit setengah bulan, yang kemudian mengoyak tubuh Kuro.


  *Crrrr*


  Darah segar mengalir dari tubuh Kuro. Sambil memegangi perutnya Kuro melompat kebelakang.


  "Zimi...,bisakah setidaknya kau kembalikan dia!?" ujar Kuro geram.


  "Gimana kalau kau sendiri yang mencoba merebutnya kembali dariku" tantang Zimi.


*Ziiing*


Zimi kemudian menyembunyikan tubuh dua orang itu menggunakan segel miliknya.


*Ctak*Ddhhuuuaasshh*


  Belum sempat segel itu sempurna Kuro menjentikkan jarinya kembali sehingga dada Zimi meledak dan hancur dari dalam. Menggagalkan segel Zimi yang kemudian terhempas kebelakang.


*Slaash*


Kuro dengan cepat akhirnya berhasil mengambil dan mengamankan tubuh Hilda kedalam pangkuannya.


*Saat* Zimi langsung menunjuk kearah Kuro.


"Senbonzakura : Hiragata~Shuriken"(Pawang bunga sakura : 'Spinning Shuriken)ujar Zimi.


Saat itu juga pohon sakura raksasa muncul di belakang Kuro secara tiba-tiba dan merontokkan daun-daun kecilnya yang kemudian berubah menjadi 'spinning' Shuriken kecil berkecepatan tinggi mengincar Kuro.


Kuro kemudian menghindari dengan cepat semua tembakan shuriken mini tersebut dengan skill Emperor Eye & Accel yang langsung di perkuat dengan Skill Boost miliknya.


Namun, tak yakin bahwa dia akan terus menerus dapat menghindari serangan Shuriken tersebut. "Zone!!" Kuro mengaktifkan 'daerah' yang kemudian melindungi dirinya dan Hilda dari serangan shuriken kecil itu.


"Domination!!! Boost!!" ujar Kuro tegas.


Kemudian melompat tinggi dan berhasil mengambil alih kendali atas 'pohon sakura' dibelakangnya dan kemudian langsung menembakkan semua Shuriken itu kepada Zimi.


*Swiingg\, Swiing\, Swiiing*


  Suara Shuriken itu berdesing saat dilemparkan kearah Zimi yang juga langsung melompat menghindarinya. Namun Shuriken itu tetap mengejar Zimi.


  "Ame : Bo-Shuriken"(Hujan : Shuriken duri) ujar Zimi dengan cepat sambil mengarahkan salah satu pedangnya ke langit.


Kemudian langit pun tiba-tiba gelap. Awan hitam menutupi langit tepat diatas kepala Kuro. Hujan pun mulai turun. Tapi itu bukan hujan biasa. Ya, itu adalah hujan dari senjata pipih berbentuk seperti paku dari besi yang bernama 'Bo-Shuriken'


*Ziing\, Ziing\, Ziing*


Lagi-lagi Kuro menerapkan pola pertahanan yang sama. Berkat 'Emperor Eye' yang terus menerus dia aktifkan bersama tiga skill lain. Kuro dapat terus menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Zimi.


"Domination!! Boost!!" ujar Kuro lagi sambil menatap langit.


Sayangnya kali ini jurus Zimi tak bisa dia kendalikan karena kadar mana yang dikerahkan Zimi jauh lebih kuat darinya.


*Bwaaaast*


  Kuro mengangkat satu tangannya kelangit yang seolah menjadi radar bantu bagi jurus Zimi yang sebelumnya dia 'Dominate' yaitu 'Hiragata : Shuriken' untuk mengarah ke langit dan berusaha menghancurkan awan mendung berisi paku besi yang siap meluncur bagaikan hujan.


Sayangnya ribuan mini Shuriken itu tak kuat menghadapi 'hujan' tersebut. Pohon Sakura itu juga hancur terkena dampak hujan, dan kemudian menghilangkan jurus yang telah diambil Kuro.


"Tch... Warp!!"(pelengkungan) Kuro berusaha setidaknya menghalau arah jatuhnya hujan besi itu tapi sayangnya sia-sia. Jurusnya masih tidak cukup kuat.


  *Kkrrkk\, Pyaaar*


"Territory!! Heal!!"


  Penghalang tak terlihat milik Kuro kemudian pecah dan dengan cepat Kuro menggantinya dengan skill territory yang dia gunakan untuk berlindung sambil berencana melapisinya dengan 'Zone' miliknya lagi yang dia perbaiki menggunakan 'Heal' sekaligus menyembuhkan luka-luka Hilda.


Sambil tertunduk di tanah. Kuro kemudian berpikir keras bagaimana keluar dari kondisi yang sangat Krusial ini. Dia tidak bisa sembarangan menyerang balik ataupun mengeluarkan beberapa skill yang sebenarnya dapat dia gunakan untuk menghalau serangan Zimi. Namun dia tau, dan paham sekali kalau dia lakukan itu, Hilda yang ada di pangkuannya juga akan terkena efek sampingnya.


"Sepertinya ucapan bocah itu tentang dirinya dan pengalamannya bukan bualan belaka. Saat dia sedang serius,dia sama sekali tidak memberikan celah sedikitpun untuk musuhnya.


Kalau berdasar dari alur pertempuran ini dan bualannya. Dia belum mengerahkan setidaknya 30% dari tekniknya sedangkan diriku sudah hampir semua teknik dasar dikeluarkan.


Sepertinya baik dari segi presisi, tenaga, dan tingkat kesulitan jurus memang tidak sekuat yang aku kira. Namun diingat-ingat dari awal,semua kemampuannya lebih kearah single target.


  Seandainya aku tahu lebih banyak informasi tentang tekniknya mungkin dengan membaca pola serangan maka aku bisa mudah 'menghabisinya' dengan kekurangan informasi seperti ini snagat riskan kalau menyerang dengan gegabah.


Cih!! Diuntungkan dengan banyaknya jenis jurus yang dimiliki ya? Tapi dengan begitu dia bisa mengacak pola serangannya dengan lebih bervariasi.


Tidak masalah, yang penting Hilda aman dulu. Saat Hilda berhasil ku sembunyikan. Saat itulah aku akan membunuhnya.


Tapi sebenarnya bukan jurus maupun teknik bermain pedangnya yang menakutkan. Yang paling menakutkan darinya adalah..." Kuro bergumam.


  "Sekarang kau dan aku sudah mendapatkan kembali apa yang harus kita hilangkan saat didalam Taiji. Bertarunglah dengan serius. Kuro!" ujar Zimi tegas


"Kupikir kau hanya mengendalikan Pasir, tanah, dan Kayu. Tak disangka kau memiliki jurus yang menggunakan besi. Apa itu jurus pamungkas barumu?" tanya Kuro.


"Tidak, ini hanya jurus dasar yang dipelajari oleh banyak akademi." Ujar Zimi.


"Haha, tidak mungkin itu jurus dasar" ujar Kuro sambil menunjuk ke langit yang masih terus menerus menghujaninya dengan paku besi berkecepatan tinggi.


"Hhmm.. yah, aku memang 'sedikit' memodifikasi nya" jawab Zimi.


Sambil terus menerus mengamati Zimi dengan mata 'Emperor Eye' miliknya, Kuro termenung.


  "Jurus dasar? Modifikasi? Kalau begitu itu menjelaskan apa yang sedang kulihat saat ini" Gumamnya.


  "Kuakui aku juga telah menerima kembali seluruh 'anugrah' yang tersita oleh Taiji,tapi tak habis pikir si bocah ini lebih memilih main aman denganku daripada langsung menyerang dari awal" lanjutnya(bergumam)


  "Mengamati, meneliti, mengambil informasi. Berusaha tidak melakukan langkah gegabah, meski beberapa hal ada yang tidak kau duga tapi kau bisa mengatasinya dengan cepat. Kau pantas dijuluki sebagai 'Ahli ilmu Strategi Perang' Zimi" Ujar Kuro sambil kemudian dia mengeluarkan pedang Hitam dari tangan kanannya yang dia hunuskan mengarah ke Zimi.


"Terserah... aku tidak butuh pujian dari musuh" jawab Zimi sambil membalas menghunuskan pedang raksasa di tangan kanannya mengarah ke Kuro.


Kali ini Zimi sepertinya hanya berniat menggunakan satu senjata. Dia menghilangkan pedang tangan Kirinya,dan anehnya pedang tangan kanan yang seharusnya bertuliskan 'mokuchi' (kayu/tanah) malah berubah menjadi 'Suna' (pasir/bebatuan) dan kemudian kanji kedua nya tiba-tiba muncul dan hancur satu sama lain.


   "Bukan jurus, bukan teknik, bukan kekuatan fisik. Tapi energinya...setelah semua teknik yang dia keluarkan. Bahkan seiring berjalannya waktu jumlahnya semakin banyak.


Aku tak tahu berapa dan jurus apa lagi yang akan dia keluarkan. Tapi tenaganya dan keefektifan jurusnya semakin meningkat seiring perkembangan pertempuran.


  Mungkin saja ada jurus yang sangat kuat tak kuketahui.


  Tetapi hal yang saat ini paling menakutkan bagiku adalah 'Kadar mana' miliknya yang tak habis-habis." Gumam Kuro sambil menelan ludahnya.


  Semakin diamati semakin jelas juga pemandangan yang hanya dapat dilihat oleh 'Emperor Eye'. Sebuah pemandangan yang menakutkan. Dimata orang lain mungkin melihat Zimi seolah-olah hanyalah anak kecil yang sesumbar menantang orang dewasa berkelahi.


Tapi pemandangan yang jauh mengerikan dapat dilihat oleh Kuro. Aurora borealis dapat dia lihat dilangit bersandingan di samping awan gelap tunggal di atasnya.


  Aura tubuh Zimi memancarkan sinar hijau yang sedikit menyebar bahkan membuat sinar dari matahari berubah menjadi hijau juga. Dari ujung ufuk timur hingga barat semuanya berwarna hijau. Sejauh mata memandang Kuro berwarna hijau yng muncul dari tubuh Zimi.


Pemandangan sinar pekat yang dapat menghancurkan mata Kuro seandainya dia tidak melindungi nya. Sinar tersebut tidak lain tidak bukan adalah implementasi bentuk dari 'kadar mana' Zimi yang seolah tak ada batasnya.


  Memang tak ada efek kerusakan pada fisik seperti aura pada umumnya. Namun bila seseorang dapat melihatnya maka niscaya akan langsung buta. Dan apabila seseorang dapat merasakannya dia akan merasakan tekanan mental/pressure yng sangat kuat.


  "Dia ini...kelas Dunia? Sekuat Great Beast? Setingkat Ancient Dragon? Sedahsyat kelas Galaksi?" gumam Kuro.


  Dengan tangan yang kemudian disadarinya sedikit gemetar, Kuro langsung tertawa lepas.


"Tidak...inikah... kelas Dimensi!?" gumamnya sambil tersenyum menyeringai.


  Zimi juga menyeringai kemudian berucap.


    "Mankai.... "


                 ***********


   "!!!!" Shizue dan Izuna tiba-tiba tersentak akan sesuatu.


"Ada apa? Kalian berdua kena serangan jantung?" ujar Suzaku.


"Kau tidak merasakannya?" Tanya Tatara.


"Apa?" jawab Suzaku sambil keheranan.


"Yah... wajar, 'kadar mana' milikmu tidak sebanyak mereka berdua walau dalam hal segi efektivitas dan fisik kau masih lebih unggul dari Shizue. Jadi kau tidak merasakan apa-apa." ujar tambah Izuna.


"Terima... kasih?" Suzaku bingung, dia ragu ucapan Izuna barusan apakah termasuk pujian atau ejekan.


"Kalau begitu apa yang kau dan Shizue rasakan? Trus kalau Tatara juga merasakan 'sesuatu' itu kenapa dia terlihat santai?" ujar Suzaku sambil menunjuk Tatara.


"Kalau kau tidak bisa merasakannya berarti kau terlalu lemah!" ejek Shizue memotong pembicaraan.


"Apa!? Kau ingin bertarung lagi!!?" ujar Suzaku yang mulai terpancing emosinya.


"Sudah, Sudah... biar kujelaskan. Pertama, seperti yang dijelaskan Tatara kadar mana milikmu memang tidak sebanyak kami berdua. Jadi kau tidak bisa merasakannya. Ibarat pohon yang semakin besar maka dia akan semakin merasakan angin kencang dipuncak pohonnya.


Kedua, Tatara diatas level kami. Hal yang segini cukup remeh baginya" ujar Izuna menjelaskan.


"Cukup basa-basinya!!! apa yang kalian rasakan? Itu pertanyaannya!!" ujar Suzaku yang mulai muak.


Izuna hanya terdiam dan berbalik badan memandangi ujung ufuk dan hanya membalas dengan ucapan.


"Terkadang. Lebih baik tidak tahu sama sekali, daripada mengetahui" ujarnya tegas.


                  *********


  Kuro kegirangan? Apakah dia akan menggunakan final gearnya? Ataukah Awakening Bahamut yang akan dia gunakan?. Mankai? Seperti apakah mankai milik Zimi, yang sampai-sampai Izuna terhentak kaget dari jarak yang begitu jauh? Semenakutkan apakah itu sampai Izuna tak mau berkomentar?. Apakah benar Zimi begitu kuat? Atau, malah rupanya Kuro yang lebih kuat?. Next : "Be Aware"


                           ....Bersambung.