The Visitor Series

The Visitor Series
Special Rukaman



             Kebangkitan Rukaman


(Cerita ini dibuat oleh Author 'L' dari sisi pandang yang berbeda)


   "Arrggghh panas !!!" Teriak Rukaman yang tiba-tiba terbangun di lantai ruang Fragmenter yang berbentuk seperti perpustakaan dengan banyak buku..


"Berisik ! Baru saja mati sudah berisik !" Kata seorang laki-laki berambut hitam yang sedang duduk di kursi dan terlihat sedang membaca.


"Sawwad ? O.. berarti tubuhku sudah mati sepenuhnya.." kata Rukaman yang kemudian berdiri dan menarik kursi lalu duduk sambil meletakkan tangannya di meja berbentuk persegi.


"Selamat datang kembali, El" kata Laki-laki berambut putih yang muncul dari lorong rak-rak buku.


"Bayyadh, sambutanmu itu membuatku seolah aku sering mati.." kata Rukaman mengomentari.


"Mau kubuatkan kopi atau teh ?" Tanya perempuan bertudung yang juga sedang membaca buku di salah satu sisi meja.


"Boleh, tolong ya, La.." kata Rukaman mengiyakan


Kemudian La memberi pembatas pada buku yang ia baca dan berdiri menuju meja dispenser di pojok ruangan. Sementara itu Bayyadh duduk di meja yang sama dengan Sawwad dan Rukaman.


"Jadi ? Kali ini, kenapa kau mati ?" Tanya Bayyadh.


"Aku terkena lava.." kata Rukaman dengan nada kesal.


"Bwhahahaha.." seketika Sawwad yang mendengarnya tertawa karena Rukaman mati dengan cara yang agak konyol kali ini.


"Ngapain malah ketawa…" protes Rukaman ke Sawwad.


"Itu terlalu konyol, bodoh !" Kata Sawwad sambil menaruh buku yang ia baca.


"Sawwad, kau tidak perlu menertawakannya dia jadi terlihat kasihan kan ?" Kata Bayyadh.


"Bayyadh, ucapanmu membuatku seolah terlalu lemah dan harus dikasihani.." kata Rukaman.


"Ah.. bukannya begitu ?" Tanya Bayyadh bermaksud menyindir.


"Itulah mengapa dia tidak berkembang, Bayyadh. El terlalu sabar untuk tidak membalas perbuatan musuhnya" kata Sawwad.


"Bukannya hal itu bagus untuknya ? Bukankah jiwanya menjadi semakin kuat sejak terakhir dia kemari ?" Kata Bayyadh.


"Hei, kalian berdua. Ketimbang membicarakan diriku bagaimana kabar kalian masing-masing ?" Tanya Rukaman mengalihkan topik pembicaraan.


"Seperti biasanya, aku lebih sering di ruangan ini bersama La. Kalau Sawwad jarang kesini kecuali ketika ia merasa kesusahan" Jawab Bayyadh.


"Tidak disebut kesusahan juga kali ! Hanya saja musuh yang aku hadapi kadang diluar imajinasiku" kata Sawwad agak jengkel.


"Tetap saja kau kesusahan mengatasinya" kata La sambil meletakkan cangkir teh untuk semuanya.


"Terimakasih, La" kata Rukaman.


"Sama-sama. Oh ya El, aku dan Bayyadh sudah menyelesaikan penelitian kami" kata La.


"Benar, coba kau lihat hasil penelitian kami ini" kata Bayyadh sambil menyodorkan beberapa lembar kertas ke Rukaman.


"Ini… jadi itu benar ?" Tanya Rukaman.


"Ya, creator akan menambah kelas kekuatan hingga level galaksi & dimensi" kata Sawwad.


"Tapi untuk perkiraan level kehancuran yang bisa kami teliti berhenti pada sebuah daya kehancuran bernama 'Supernova & Black hole' " kata La.


"Sejauh mana kemungkinan kerusakannya ?" Tanya Rukaman.


"Yang paling kuatnya setidaknya sanggup menghancurkan atau meruntuhkan sebuah galaksi atau dimensi sekaligus" kata Bayyadh.


"Tapi kalau dia menggila setidaknya bisa lebih dari itu kan ?" Kata Sawwad.


"Tapi mengingat hal itu bisa merusak keseimbangan di luar angkasa bukannya creator mempersiapkan sesuatu juga ?" Kata La.


"Maksudmu seperti El yang menjadi seorang balancer di bumi nya atau nama lainnya 'planet core' ?" Tanya Bayyadh memastikan.


"Iya" jawab La.


"Tapi, level seperti itu tidak mungkin bagi manusia di bumi yang aku tinggali" kata Rukaman.


"Sejauh penelitian kami memang belum terbukti apakah manusia juga bisa memiliki kekuatan dengan level itu" kata La.


"Hei, bukankah sudah ada makhluk yang sampai di level itu di bumi mu, El ?" Tanya Sawwad.


"Siapa ?... sebentar.. apa dia benar-benar sudah berada di level galaksi & dimensi ?" Tanya Rukaman memastikan.


"Benar. Sirius, sosok astral star yang turun ke bumi dan menjalin kontrak dengan Lucas Blacksmith dan sering mengubah dirinya menjadi wujud pedang" kata Bayyadh membenarkan dugaan Rukaman.


"Pantas aku pernah mendengar nama Sirius dalam sebuah buku di ruangan ini" Kata Rukaman.


"Tapi, kalau begitu kenapa aku  sebagai balancer tidak mendapat tugas untuk mencegah dia masuk ke bumi dahulu ? Atau ada sesuatu yang membuatnya tidak lagi menjadi ancaman bagi bumi sehingga tongkatku tidak menunjukkan reaksi datangnya makhluk asing ?" Tanya Rukaman.


"Kemungkinan yang kami teliti dan pastikan adalah kekuatan Sirius tidak cukup untuk menjadi ancaman bagi bumi sehingga tongkatmu tidak bereaksi dan kau tidak mendapat tugas sebagai balancer untuk mencegahnya" kata La.


"Bagaimana itu mungkin ? Padahal dia datang dari luar angkasa ?" Tanya Rukaman heran.


"Segel ???" Rukaman keheranan.


"Benar, dan yang kami pikirkan bersama tentang Sirius yang tidak terdeteksi sebagai ancaman dari luar angkasa adalah segel yang mengikat level kekuatan dirinya sehingga membuat level kekuatannya dari kelas Galaksi & Dimensi turun drastis menjadi level Dunia" kata Bayyadh.


"Pertanyaannya adalah siapa yang menyegel kekuatannya ?" Kata La sambil berpikir.


"..kemungkinan besar Creator yang menyegelnya, karena dulu 'yang kelima' pernah bilang kalau aturan dunia yang aku tinggali seperti itu.." kata Rukaman yakin.


"Huh, seenaknya mengatur level seperti itu.." kata Bayyadh.


"Bayyadh, La, Sawwad. Apakah ada kemungkinan aturan itu suatu saat nanti tidak berlaku ?" Tanya Rukaman.


"Kami tidak tahu apa yang Creator pikirkan, tapi 'yang kelima' bilang bahwa sesuatu itu  bisa saja terjadi" Jawab Bayyadh.


"El, dari itu semua kami membuat sebuah  kesimpulan yang unik" kata La.


"Apa itu ?" Tanya Rukaman.


"Bila aturan itu masih ada maka itu memungkinkan sebaliknya. Yaitu bila mahkluk luar angkasa di segel kekuatannya ketika masuk ke dalam bumi, berarti mereka yang dari bumi keluar angkasa bisa menaikkan level mereka hingga level galaksi & dimensi" kata La.


"Hmm, kesimpulan yang menarik. Tapi apakah hal itu mungkin ?" Tanya Rukaman.


"Entahlah, kami tidak bisa mencobanya karena itu di story line mu" kata Bayyadh.


"Kenapa kau bodoh sekali, El ?! Coba saja sendiri ketika kau bangun nanti !" Kata Bayyadh.


Benar mengingat Rukaman sekarang berada di luar dunia-nya, itu bisa jadi kesempatan untuk mencoba.


*sruupp* Rukaman meminum teh yang dibuatkan oleh La hingga habis.


"Maaf teman-teman, mungkin ini sudah waktunya" kata Rukaman.


"Tuh kan, kubilang apa. Revivalmu menjadi lebih cepat bukan ?!" Kata Sawwad.


"Iya, padahal biasanya jika tubuhku hangus menjadi debu butuh waktu berbulan-bulan hingga utuh kembali" kata Rukaman agak heran.


Kemudian Rukaman berdiri dan semuanya berdiri untuk mengantar Rukaman kembali ke tubuhnya.


"Terimakasih Bayyadh, Sawwad, La. Berkat kalian pengetahuanku sedikit bertambah" kata Rukaman yang badannya mulai bercahaya dan mulai menjadi partikel bercahaya yang tembus pandang.


"Iya, hati-hati. Kami akan menunggumu kembali" kata Bayyadh.


"Itu berarti aku harus mati lagi kan ?" Kata Rukaman tersenyum kecut.


"Selamat jalan" kata La.


"Ya. Nanti kalau aku balik lagi buatkan teh lagi ya" kata Rukaman.


La menganguk dan merasa senang.


"Hoi, jangan sok menahan diri seperti itu ! Balas mereka ! Hajar ! Musnahkan bila perlu !!" Kata Sawwad.


"Ya..ya..ya, akan aku pikirkan nanti.." kata Rukaman dengan nada datar


Kemudian Rukaman memejamkan mata. Dan ketika ia membuka matanya kembali ia sudah kembali di tengah medan pertempuran yang semakin memanas karena kedatangan tamu-tamu lain.


*singggg..tap* tongkat Rukaman terbang menuju dirinya dan dia menangkapnya dengan tangan kiri.


*krtk..krtk..* Rukaman menggerak-gerakkan kepalanya dan meremas jari-jari tangannya sebagai persiapan untuk 'bermain lagi'.


"Okke, situasi saat ini.. banyak tamu yg datang.. Kuro juga ? Apakah mereka berniat menghancurkan planet ini ? Sebentar bukan itu.. yang lain.. sepertinya sudah ditolong oleh tamu yang baru datang.. berarti jatahku jauh di depan sana ya.." kata Rukaman sambil memicingkan mata melihat 2 cewek yang kelihatannya sedang berdebat sementara di dekat mereka Shyva tergeletak tanpa memakai pakaian.


"SHYVA !! Kenapa dia tergeletak tanpa sadar dan tidak memakai baju ?!!" Batin Rukaman yang cemas dan agak marah.


[Dimension class dikonfirmasi, memberikan hak kepada pemilik untuk menjadi Counter dan Balancer sekaligus]


Suara dari tongkat Rukaman memberinya aura transparan pada dirinya.


Kemudian Rukaman melempar tongkat yang berada di tangan kirinya ke arah salah 2 cewek yang ada di dekat Shyva.


Tongkat itu melesat dengan cepat walau tanpa aura transparan. (Aura trasnparannya ada di Rukaman)


Namun dengan sigap salah satu cewek berhasil menangkapnya dengan mengalirkan Bushou pada tangannya.


"Hoo, bisa ditangkap ya.." kata Rukaman.


Kemudia  Rukaman mengambil kuda-kuda menyerang. Padahal jarak antara dirinya dengan kedua cewek itu terpaut lebih dari 2km.


Dalam keadaan seperti itu Rukaman berkata : "kalau bisa aku ingin menang dengan cara normal saja.."


*Krrrakk….Jdhuaassss*


Rukaman terbang maju dengan cepat dan sudah mengunci sasaran ke salah satu cewek tadi. Yang artinya cewek itu pasti akan terkena pukulan Rukaman.


                      ....Bersambung