
_Ayame's Conspiracy_
Yue terdampar jauh ketika dia dilempar oleh kapsul yg dibuat oleh Gin.
"Sialan... ini dimana?" gumam Yue saat akhirnya kapsulnya berhenti bergerak.
*Dhuuakkhh*
Yue menendang kapsul robotik itu dari dalam hingga rusak dan terbuka.
Yue keluar dari kapsul yg berasap. Dia memperhatikan sekeliling. Sejauh mata memandang dia melihat batuan hitam terbakar. Dia juga mencium bau tidak sedap di udara.
"Bau ini... racun? Sepertinya tidak jauh dari sini..."
Yue kemudian berkeliling mencari sumber bau tidak sedap itu. Tubuhnya masih kesemutan dan agak lemas. Namun dia paksakan untuk jalan.
Setelah cukup lama berjalan. Yue merasa bau itu sudah sangat dekat. Mempercepat langkahnya.
*Bruukk*
Tubuh Yue terjatuh kebelakang setelah dia tak sengaja menabrak sesuatu.
"Medan tak terlihat. Strukturnya cukup acak2an. Tp sepertinya aku mengenal siapa yg membuat ini." Gumam Yue.
Yue kemudian menempelkan tangannya ke medan transparan tersebut.
*DDDDDHHHUUAAAAAARRRR*
Sebuah ledakan dibuat oleh Yue dengan menggunakan teknik Renkinjutsu miliknya. Namun sayangnya medan transparan tersebut tidak dapat dihancurkannya.
"Tunggu... perasaan ini... " Yue mengamati telapak tangannya.
Dia kemudian mengepalkan tangannya.
"Kekuatan ku... aura ku... kembali!!! Si rambut putih sialan(Rukaman) itu sepertinya sudah kalah. Aura ku kembali!! " gumam dia.
Yue kemudian melapisi tangannya dengan aura hitam 'bushou'. Lalu dengan keras memukul medan tak terlihat itu.
Dengan suara keras, sebuah pukulan dilancarkan nya.
*Dhuuuarrrr*
*************
"Kalian berdua ngapain?" ujar Yue menggunakan suara buatan yg dia manipulasi dari getaran udara di sekitarnya.
Seolah tak percaya,dan wajah keheranan. Yue melihat dua sosok laki perempuan bermain catur bersama diatas sebuah meja kayu lebar duduk di kursi kayu yg terlihat seperti singgasana.
"Oh halo nona yg disana. Siapa namanya ya? Yue" ujar Orochi yg menoleh.
"Yap betul sekali. Hai Yue, mau bergabung? Kalau begitu kita main kartu saja. Catur tidak bisa untuk 3 orang. Masuklah, biar kututup lagi tabir medannya."
*Bwaaattsss*
Yue mengeluarkan belati kecil terbuat dari aura pekatnya. Menusuk kuat kearah Orochi.
"Danku" ujar Ayame.
*Praaangg*
Belati hitam pekat itu lansung patah begitu mengenai medan pelindung yg dibuat Ayame secara mendadak.
"Hentikan. Percuma saja." Ujar Ayame tersenyum.
"Apa-apaan ini? Disaat orang lain berperang satu sama lain. Kalian malah bisa-bisanya bersantai begini, dan lagi kau malah berdamai dengan musuhmu. Bagaimana bisa!!??" ujar Yue geram.
Orochi menghela nafasnya sejenak.
Ayame hanya tertawa kecil.
"Apanya yg lucu!?? Kau itu wakil divisi 12,tuanmu dalam bahaya!!! Bertanggungjawab lah sedikit!!!" bentak Yue kepada Ayame.
"Orochi, perlihatkan" ujar Ayame.
Orochi kemudian berdiri dan menunjukkan bercak hitam yg melingkar di lehernya. Awalnya sama sekali tak terlihat.
Namun Orochi kemudian mengalirkan 'anugrah' miliknya dan bercak itu menjadi terlihat sangat jelas.
Bercak itu merupakan pola khusus yg sering didapati di leher para 'havoc'. Berbeda dengan Catastrophe yg biasanya berwarna hijau.
Yue terenyak melihat hal itu. Dan langsung melihat kearah leher Ayame. Seperti dugaannya.
Ayame tak lagi memiliki bercak hitam, dengan kata lain. Ayame memberikan status 'havoc' miliknya kepada Orochi. Ayame justru memiliki bercak biru di lehernya. Menandakan bahwa dia yg kali ini menjadi 'tuan'.
"Kau!!! Kau sadar apa yg kau perbuat!!??" Yue terkejut dan marah.
*Dddhhhuuuaaassshhh*
Ayame tiba-tiba meninju perut Yue dengan sangat cepat dan kuat.
"Uhuk!!"
Yue terbatuk dan terjatuh.
"Kuat sekali. Padahal aku sudah melapisi perut ku dengan aura ku." gumam Yue.
"Aaaahhhh...akhirnya... kekuatan ku yg sepenuhnya 'bangkit' kalau bukan karena kau datang mungkin aku tak akan mendapatkan apa yg kuinginkan" ujar Ayame ke Orochi.
"Aku merasa terhormat nyonya." balas Orochi sambil bertepuk tangan.
Situasi kembali hening, Yue tertunduk lemas. Lagi-lagi tabir milik Ayame kembali tertutup. Ayame dan Orochi melanjutkan kembali permainan catur mereka berdua.
"Apa... yg kau tukar?" tanya Yue sambil menatap tajam ke Orochi.
Orochi menoleh ke Yue.
"Apa maksudmu?" ujar Orochi.
"Pertukaran!!! Bercak itu merupakan segel yg memberikanmu kekuatan yg luar biasa, tp sebagai gantinya kau akan dikekang dan diminta bayaran!!! Biasanya biasa bisa saja kehilangan sebagian dari organnya. Atau orang yg memiliki 'mana' besar akan kehilangan suplai yg sangat besar." ujar Yue.
"Kekuatan besar ya??... aku belum merasakannya secara signifikan. Tp memang karena belum pernah kupakai" ujar Orochi.
"Kau belum menjawab pertanyaanku. Juga kenapa kau mau saja menjadi alat olehnya?? Seharusnya kau sadar akan konsekuensinya." ujar Yue lagi.
Orochi melihat kearah Ayame, seolah meminta izin untuk menjawab pertanyaan Yur. Ayame kemudian mengangguk.
Yue memperhatikan dengan seksama.
"Nyawa???"
"Ya, nyawa. Kuceritakan intinya saja aku cukup malas diganggu saat sedang bersantai.
Intinya, aku ini jelmaan ular legendaris jika dilihat dari sudut pandang dunia ini. Sementara Ayame adalah jelmaan dari pemburu ular legendaris itu jika dilihat dari sudut pandang dunia asalnya.
Ayame akan menjadi semakin kuat jika dia menuntaskan legenda itu, dengan kata lain membunuhku. Begitu pula sebaliknya. Jika aku berhasil membunuhnya, aku akan menjadi semakin kuat.
Jd dia sangat bernafsu untuk membunuhku, toh dipertempuran sebelumnya kita cukup berimbang, bahkan Ayame lebih dominan. Namun hasil akhir tak dapat menentukan siapa pemenangnya.
Takdir menginginkan hasil imbang. Tp kita berdua punya tujuan besar yg ingin dicapai. Maka kita mencapai sebuah kesepakatan bersama.
Kubiarkan dia membunuhku,tp dengan syarat. Dia harus memberiku sesuatu yg kuinginkan." ujar Orochi.
"Kalau kau benar-benar dibunuh seharusnya kau sudah mati sekarang.Dan lagi syarat? Persyaratan konyol macam apa yg kau ajukan??" ujar Yue.
"Bagaimana ya...secara tidak langsung sebenarnya aku sudah 'terbunuh' tp tidak mati" ujar Orochi kesulitan menjelaskan.
"Tanda itu... berarti 'kehidupan' sehari-hari mu sudah 'mati' " ujar Ayame memotong pembicaraan.
"Havoc? Mati? Maksudnya..." Yue berpikir sesuatu.
Ayame menunjukkan pedangnya yg berlumuran darah, yg tidak lain tidak bukan adalah darah Orochi. Orochi memang sudah benar-benar 'dibunuh' tp persyaratan yg diminta oleh Orochi mengakali kematian. Namun secara legenda Orochi sudah 'mati'.
"Ya...dia sudah mati sebagai ular legendaris. Dia yg saat ini adalah sosok Orochi yg berasal dari famili dragon di dunia asalnya dan menjadi 'budak' ku sementara dengan adanya tanda itu.
Dengan begitu dia masih bernafas walau statusnya terhapus. Dan aku berhasil mencapai tujuan ku untuk memperkuat diri." ujar Ayame
"Jadi...yg kau lakukan dan persyaratan yg diminta olehnya..." ujar Yue.
"Ya,dia melakukan ritual aneh bernama : Umi no Hate."(Tepi lautan)ujar Orochi.
"Memisahkan jiwa dan membunuh sebagiannya. Apa kau tidak masalah? Itu berarti mayoritas ingatanmu hilang. Ingatan dari dirimu sebagai Ancient dragon selama berabad-abad akan hilang." ujar Yue.
"Haha... Selama dia tidak menghilangkan bagian-bagian ingatanku yg penting maka tak masalah, toh isi hidupku hanya terus membuat masalah. Justru rasanya bagus jika kau tidak mengingat memori burukmu bukan?" ujar Orochi tersenyum.
"Dan kau meminta...ingatan dari, ame no Habakiri?" ujar Yue.
"Tepat!!! Informasi yang selalu kubutuhkan, dan rahasia mencapai kehidupan abadi ada didalamnya. Orang ini menyimpan nya tanpa tau bagaimana menggunakannya." Balas Orochi.
"Sepertinya kau sedikit salah paham. Tanda ini (menunjuk ke lehernya sendiri) hanya bagian dari ritual 'penyalinan memori' dari pedang keramat itu sendiri.
Karena pedang keramat di dunia ini memiliki keterkaitan dengan jiwa pemiliknya. Maka untuk mengaksesnya kau harus memiliki status hubungan aliran 'anugrah' atau 'mana' dengan orang tersebut.
Bukankah begitu konsep Catasthrope sehingga kalian bisa mengakses kekuatan yg dimiliki tuan kalian. Dan demikian pula konsep Havoc sehingga kalian mampu mengambil sedikit bagian dari Dewan 7?
Maka dari itu aku menjadi budaknya sampai waktu yg tak ditentukan. Aku tak peduli mau sampai kapan. Harga ingatan ame no habakiri memang tak semurah itu. Tp bagiku jauh lebih berharga daripada kehidupan ku sendiri." ujar Orochi.
"Catasthrope, Havoc, dewan 7. Bagaimana bisa kau mengetahui itu semua? Apa itu bagian dari pertukaran?" tanya Yue.
"Tidak, tp aku dan dia memang bertukar sedikit informasi mengenai dunia asal kita masing-masing. Aku menceritakan dunia ku, begitupun dia. Jd untuk menghabiskan waktu aku dan dia bercerita sambil bermain catur." ujar Orochi.
"Kau..." Yue menatap tajam Ayame.
"Kau sadar kalau apa yg kau lakukan termasuk pengkhianatan kepada Gunji? Bukankah kalian para pengikutnya begitu setia kepadanya,sampai2 berani mengorbankan nyawa?" ujar Yue.
*Dhuuaaakkk*
Ayame menendang tubuh Yue dengan kuat.
*Grabb*
Ayame memegang rambut panjang Yue yg tersungkur,dan mengangkat nya, hingga Yue tertarik kesakitan.
Ayame memaksa Yue untuk menatap wajahnya.
"Bukankah kau dipercaya, dan mendapatkan kekuatan darinya? Kenapa kau malah menyia-nyiakan kepercayaan itu? Kalau kau menginginkan kekuatan bukan seperti ini caranya" Yue mengomentari Ayame dengan pedas.
"Lalu seperti apa?" tanya Ayame dingin.
"Kesetiaan? Ke Gunji? Dilarang mencari kekuatan? Omong kosong." ujar Ayame.
*Bwasshhh*
Sebuah gulungan hologram terbuka di samping Ayame.
"Bacalah, dalam klausul kontrak ini. Tak ada sama sekali pasal yg melarangku untuk mencari kekuatan baru atau meningkatkan kemampuan ku dengan cara tertentu.
Dan lagi Yue..." Ayame memotong ucapannya.
*Dhhhaaakkk*
Kepala Yue dibenturkan dengan kuat ketanah hingga tanah bebatuan disekitarnya pecah.
"Bedakan antara Catasthrope dengan Havoc. Catasthrope hanya sekumpulan orang fanatik yg gila dalam melayani Gunji. Sedangkan kami para havoc adalah sekumpulan orang yg fanatik juga gila namun kami bertugas melayani dewan 7.
Tak peduli meskipun kita berada dalam satu wadah yg sama dan tujuan yg sama. Tp tugas kita sejak awal adalah tetap. Yakni mengawasi dan mengontrol Catasthrope.
Kesetiaan? Sejak awal tuan kita berbeda. Kau terlalu melihat permukaannya saja. Kita hidup tidak sesederhana seperti yg terlihat. Setiap pihak punya agendanya masing-masing.
Kau pikir aku lupa soal tragedi 'Chaos'? Kejadian itu membuat setiap pihak makin saling mencurigai.
Mungkin kau tak mengerti dan tak tau. Karena kau dulu musuh kami. Haha" ujar Ayame menyeringai seram.
"Lalu penanda bercak itu? Itu hanya tracker yg dibuat oleh Liza. Aku bukan melayaninya. Bukan kewajiban ku untuk terus di lacak dan bukan keinginan ku disuplai 'mana' oleh nya." ujar Ayame.
"Kukira kalian sesuci itu... ternyata tidak. Tp tdk heran mengingat siapa dewan 7 yg kau layani." ujar Yue mengejek.
"Seseorang yg bahkan tak mampu mempertahankannya dirinya sendiri dan berakhir dengan penculi... k.. "
*DHHHAAAAAAAAARRRRRRDDDDRRTTT*
"Mulut kotormu tidak pantas membahas isu itu." ujar Ayame menahan marah.
Yue ditendang oleh roh raksasa bernama 'Tengen' milik Ayame tepat di leher nya yg luka dan rawan. Sekali tendangan tulang lehernya retak, Yue langsung pingsan seketika.
"Kau tidak lebih dari anjing buangan, yg dipungut oleh anjing jalanan!!" ujar Ayame yg kemudian meludahi nya.
....Bersambung.