The Visitor Series

The Visitor Series
Rukaman is Back



               Rukaman is Back


    *DDHUUUUAAASSSSHHHHHH\, DDJJJJAAAAARRRR* Sebuah tongkat putih melesat dengan cepat kearah badan Yue namun dengan sigap Yue berhasil menangkapnya dengan tangan kanan yang dilapisi 'Bushou'. Efek ledakannya tidak terlalu besar\, namun efek dorong dan presisi dari tongkat itu terasa sangat berat bahkan bagi Yue yang sudah melapisi tangannya debgan Bushou. "Apa ini....? " tanya Yue. ".... " Gin hanya memandang datar dan memilih tidak berkomentar apa2. "sebaiknya kau segera pulang." jawab Gin dingin sambil melangkahkan kaki menuju Shyva.


  "Hoo, bisa ditangkap ya.." kata Seseorang.


*Krrrakk….Jdhuaassss* Orang itu terbang maju dengan cepat dan sudah mengunci sasaran ke salah satu cewek tadi. Yang artinya cewek itu pasti akan terkena pukulan.


                      ***


    *Swiiinggg...!*\, "... " Yue  kembali merasakan objek mendekat dengan kecepatan abnormal. "Gin... " ujar Yue memperingatkan. "Ya aku tahu... " sahut Gin.


   Tidak lama kemudian nampak seorang lelaki mendekat dengan kecepatan tinggi sambil mengepalkan tinjunya. " Yue, dia bagianmu. Aku mau pergi dulu,jadi atasi dia sendiri ya." ucap Gin saat hendak mengangkat tubuh Shyva kepundaknya.


  "Ya... " ujar Yue. Yue memegang tongkat Rukaman sambil melapisinya dengan Bushou dan bersiap untuk 'tabrakan'. "RASAKAN INI!!! OORRRAAAAAA" teriak lelaki itu saat mengarah ke Yue.


"!!! " *Sswwwoossshhhh* "APA!!?? " rupanya lelaki itu melewati Yue\, dan nampaknya dia dari awal bukan mengincar dirinya tapi mengincar...


"Gin!! Awas!"teriak Yue  *DHHHHUUUUAAAARRRRR* Suara pukulan dari lelaki itu terdengar sangat keras sampai-sampai terdengar seperti suara ledakan. Asap tebal menutupi arena.


  " Hmmm... pukulan yang hanya segitu seharusnya tidak masalah untuk Gin" gumam Yue. Tapi sayangnya apa yang dipikirkan Yue salah. Tubuh Gin terlempar sekitar 20 meter. Gin tampak berdiri sempoyongan, pukulan yang diberikan 'lelaki itu' tidak telak mengenai tubuhnya, Gin berhasil menangkis pukulan tersebut. Namun hal yang mengejutkan adalah tangan kanan Gin nampak 'koyak' dan 'hancur' ketika menangkis serangan dahsyat itu. Kedua pedangnya terjatuh ditanah.


  "Cih,untunglah tidak mengenaiku,tapi...tunggu, ada yang aneh... " gumam Gin. "SIALAN!!! KAU MENCURI BUSHOU KU!!! " Yue tiba-tiba teriak. "!!! " Gin dan Yue tersadar dan terkejut, kalau ditangan lelaki itu terdapat warna hitam yang menutupi dari ujung jari hingga ke sikunya. Gin refleks melihat kearah Yue, dan rupanya 'Bushou' milik Yue yang awalnya dialirkan ke tongkat tersebut,menghilang tersedot dan entah bagaimana bisa digunakan oleh orang itu.


  "Yue!! Lepaskan tongkat itu!! " ujar Gin, " BAJINGAN!!! BERANI-BERANINYA KAU MENGAMBIL BUSHOU MILIKKU PAK TUA!!! " Yue tidak menghiraukan peringatan Gin karena dia sudah tersulut emosi. Yue melompat dan menyerang lelaki itu dengan tongkat. Yue menggunakan Kenbunshoku untuk memprediksi pergerakan lelaki itu.


  *Dhuasshhh\, Dhuuashhh\, Dhuaashshh* pertempuran sengit diudara pun berlangsung. *Deghh* tubuh Yue mulai kelelahan karena pertarungan sebelumnya melawan Shyva\, dan memang jauh sebelum pertarungannya dengan Shyva dia masih belum fit total setelah pertempurannya melawan Sakura Mizukami. Tapi rasanya kali ini bukan hanya karena kelelahan.


Yue mengeluarkan aura kuat Haoshoku nya untuk memperlambat gerakan lelaki itu. *DHUAASSHH\, DDHUUAASRRR* kekuatan Haoshoku dan Kenbun membuahkan hasil\, berkat prediksi pergerakan dari Kenbun dan Haoshoku yang dapat melemahkan fisik lawan dengan aura kuat\, dua pukulan telak tongkat mengenai tubuh lelaki itu. Lelaki itu terjatuh dengan sangat keras. Tapi dia melapisi seluruh tubuhnya dengan aura hitam sehingga dia tidak mendapat kerusakan sedikitpun.


"Cih bahkan dia sudah langsung menguasai Bushou totalitas" geram Yue. Lelaki itu langsung kembali berdiri tegap. *ZRAASHHH\, GRAPP* rupanya Gin yang tadi terluka\, dengan cepat segera meregenerasi tubuhnya dan mengambil pedangnya kemudian menyerang lelaki itu dari belakang. "Apa!? ini... Kenbun? dia bisa memprediksi pergerakan ku kalau memang benar memiliki kenbun milik Yue" Gumam Gin\, padahal dia sudah bergerak dengan kecepatan yang luar biasa tapi lelaki itu dapat bereaksi lebih dahulu dan 'memegang' kedua pedang Gin dengan tangan yang sudah dilapisi Bushou. Kemudian mengeluarkan aura Haoshoku yang pekat\, jauh lebih kuat yang dimiliki oleh Yue. "Sial!! " Gin terpaksa menggunakan Haoshoku dan Bushou miliknya untuk menandingi musuhnya.


  *CTTRAAANGGGG\, DHUUASHHH* Gin berhasil melepaskan genggaman lelaki tersebut dari pedangnya\, dan melompat menjaga jarak. "DASAR BODOH!!! KUBILANG LEPASKAN TONGKAT ITU!!! MENGGUNAKAN NYA HANYA AKAN MEMBUAT KEMAMPUANMU TERAMBIL!!! " teriak Gin dengan penuh emosi. Serta merta Yue langsung hendak mematahkan tongkat tersebut\, namun....


  *DHHHUUAAKKSSSS* "Uhuk!!! " lelaki tersebut tiba-tiba saja ada didepan Yue dan memukul perutnya dengan sangat kuat. Yue terpental jatuh dari posisinya di udara. "Bahkan sonido (langkah kilat) miliknya juga!? " Gin semakin kebingungan dan mencari batasan sampai seberapa banyak kekuatan yang bisa diambil oleh musuh sebelum dia sendiri bertarung dengan serius.


  "Ukkhh... pukulannya menghancurkan organ dalamku" gumam Yue sambil tertunduk memegang perutnya, melalukan regenerasi pada organnya yang hancur. Tongkat tersebut sudah kembali ketangan lelaki itu. Gin kemudian mendekati Yue, lalu memukul kepalanya. " Dengarkan kata-kataku, bodoh!! Tapi untung saja barusan kau tidak menggunakan kemampuan Antithesis mu. Aku tidak bisa membayangkan serepot apa musuh kita ini kalau dia dapat merebut kekuatan antithesis mu." ujar Gin kesal.


  "Siapa kau!?" tanya Gin. "Aku?? Aku hanya Priayi bujang tua, yang kebetulan lewat hendak mengambil kembali asistenku yang berharga" ujar lelaki itu. "Siapa dia Yue? " tanya Gin ke Yue. "Dia pemimpin grup Outsider yang baru saja datang,kupikir dia sudah mati karena kepalanya sudah putus oleh tebasan Shizue,dan tubuhnya meleleh terkena anak panah Aiko. Aku tidak menyangka dia orang yang merepotkan" jawab Yue. "Lalu kenapa dia bisa ada disini sekarang? Bukankah dia sudah mati?"tanya Gin. " Entahlah..." ujar Yue.


"Sayang sekali... Hougyoku bukanlah hal yang dapat diberikan kepada orang yang mencurigakan sepertimu." ucap Gin sambil menghunuskan pedangnya. "Apalagi... kepada orang yang mengaku-ngaku sebagai sahabat nya Izuna-sama" *Dhuuassshhh* Rukaman melompat mendekati Gin kemudian memukul pedangnya. *Buuaaakhhh* Gin terpental. Tapi pedangnya tiba-tiba terlihat bercahaya dan mulai berubah menjadi partikel cahaya yang kemudian dihisap oleh tongkat Rukaman. "!!?"


*JRREEBBB* Saat Rukaman terfokus pada Gin\, Yue tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil menusuk perut Rukaman dari samping. Tapi Rukaman hanya tersenyum dan berusaha memengang pedang milik Yue. Nmaun Yue dengan refleks menarik kembali pedangnya dn menaruhnya di 'inventory' agar tidak disedot oleh Rukaman.


"Oh iya... rasanya... kamu dari tadi tidak menggerakkan mulutmu untuk berbicara, tapi kenapa suaramu masih bisa kudengar, ya? apa kau menggunakan telepati langsung?". " APA!? SI BAJINGAN ITU!!!" Yue geram. "dia bahkan mampu mengambil kemampuan telepati?? Gawat pedangku disedot olehnya. walau aku bisa memunculkannya lagi, tapi, akan sangat berbahaya kalau dia bisa menggunakan jurus  dari pedangku... " Gin mulai keringat dingin, dia semakin berwaspada setelah sejak awal mengamati kemampuan lawan didepannya ini yang sangat merepotkan.


  *Swiinggg* tiba-tiba saja Rukaman yang semula didepan mereka berdua\, berada di samping Shyva sambil memegang kain jubah berwarna merah. Menyelimuti tubuh Shyva yang telanjang dengan kain 'haori' merah yang dia pegang.  "Itu jubah haori ku yang terlepas diawal tadi...gerakannya cepat sekali dan darimana dia mendapatkannya? Tapi terlepas dari itu\, Sonido(langkah kilat yang biasanya dikuasai oleh tipe monster) miliknya sudah jauh diatas dari kata sempurna. Jadi begitu\, sepertinya selain merebut kemampuan orang lain\, dia juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan itu untuk dirinya sendiri. Pada kemampuan fisik dia yang sekarang\,seharusnya sangat mudah bagiku untuk memenggal kepalanya tapi kemampuan nya yang dapat merebut dan meningkatkan kekuatan orang lain\,sangat menghalangi ku. Salah langkah sedikit saja bisa jadi kekuatanku yang direbut olehnya.


  Bahkan sekarang aku tidak tau apakah dia bisa menggunakan Shikai dan Bankai ku setelah 'melahap' pedangku barusan. Kalau Bankai saja mungkin bisa kuatasi. Tapi kalau...ukh...semoga saja tidak" gumam Gin. Ekspresi wajahnya yang sangat tegang menunjukkan kalau lawan didepannya bukanlah lawan yang bisa diremehkan.


                   Bankai


    "Bankai... Tekken Tachikaze" ujar seseorang tiba-tiba. "Apa!? Yue kau terlalu cero.. boh... " ujar Gin sambil emosi melihat kearah Yue. Namun pemandangan yang didepannya membuat Gin sabgat terkejut emosinya tertahan,dia tak bisa berkutik sedikit pun. Yang mengeluarkan bankai bukanlah Yue, tapi lelaki itu. Yue tampak jatuh pingsan ketanah berlumuran darah. Tubuhny penuh luka tusuk, dan luka sayatan yang hampir tak terhitung jumlahnya. Pedang besar Yue dipegang oleh Rukaman. Pedang tersebut mulai bercahaya yang menunjukkan bankai akan segera aktif. "Cih!!!" Gin dengan cepat mengambil tubuh Yue dan melompat jauh kebelakang dengan menggunakan Shunpo nya (Shunpo((langkah kilat))sama dengan Sonido yang membedakan hanya jenis 'mana' yang digunakan).


  "Kalau sudah begini aku terpaksa harus menggunakan nya. Ban.. ka... i" belum sempat Gin mengucap kata kunci pengaktifan bankai perut nya bolong oleh satu tangan yang menggunakan sarung tangan besi besar, ujungnya tajam dan berbentuk seperti Knuckle grass. Permukaan di bagian tinjunya pipih seperti pisau yang dapat merobek apapun.


"!?? Sejak kapan kau...dibelakangku...!!" Gin kembali melompat ke arah berlawanan dna melakukan regenerasi cepat pada perutnya. "Cih Tekken Tachikaze...pedang yang berubah jadi knuckle grass. kemampuan tempur jarak dekat yang mengandalkan tinju dan beladiri pengguna, serta mampu meningkatkan kemampuan baik fisik maupun spirit. Tapi yang merepotkan, senjata itu dapat menyembunyikan aura keberadaan dan menghilangkan suara gerakan orang yang menggunakan nya. Untuk menghadapi nya harus menggunakan Kenbunshoku tapi bisa gawat kalau milikku juga diambil olehnya." gumam Gin sambil menggendong Yue yang terluka di pundak kirinya.


  *SWIIIIINGG* "!? " *ZRAASSHHH* Rupanya tongkat Rukaman yang sempat tak terlihat melesat dengan sangat cepat mengincar kepala Yue. Namun dengan cepat Gin bermanuver berputar\, tapi sayangnya justru menggores mengenai mata kanannya hingga terlepas saat berbalik menghindarkan kepala Yue dari 'tabrakan' dahsyat dengan tongkat Rukaman.


  "Gaaahhh!!!" ujar Gin kesakitan *DHHUUAAASSS\,Zzraaaashhhh* kedua tangan Gin terlepas tiba-tiba dari pundak. Rukaman memukul keduanya menggunakan ujung Knuckle grass nya yang seperti pisau sehingga terpotong. Tubuh Yue terjatuh. Rukaman melancarkan tinju dahsyat langsung ke Yue dengan tangan kanannya. Gin dengan cepat 'menggigit' ujung Knuckle Rukaman. *Dhuuaashhh* "Hoo... kekuatan gigi yang luar biasa...kau keras kepala sekali anak muda. Aku hanya ingin membalas apa yang dia lakukan kepada asistenku sekaligus memberikannya pelajaran. Bukankah kalian berdua kurang akur satu sama lain? Kenapa kau begitu mati-matian melindungi dirinya?"


"Perta... nyaan bodoh... sudah sepantasnya pejuang yang bertempur disisi yang sama saling melengkapi dan melindungi... " ujar Gin sambil masih tetap menggigit Knuckle grass Rukaman dengan keras. Rukaman berusaha melepaskan diri dari Gin\, tapi gigitan Gin sangat luar biasa kuat\, meski nampak juga gusi gin mengeluarkan darah yang sangat banyak. Namun giginya tetap kokoh dan tidak goyah. Kedua tangan dan mata Gin pun sembuh saat dia dan Rukaman saling tarik menarik. Lalu dia memunculkan pedangnya lagi. *ZZRAASSHHH* tangan kanan Rukaman berhasil terpotong\, dan dada Rukaman juga tergores cukup dalam oleh pedang Gin. Dengan cepat Gin mengambil kembali tubuh Yue.


  "Hoo... lumayan..." ujar Rukaman. "Aku penasaran dengan kekuatan ini... tapi mumpung aku bisa melakukannya mungkin sebaiknya aku lebih mengamuk agar dapat memenuhi harapan 'creator' ku. Toh Sawwad juga mengatakan untuk tidak menahan diri." gumam Rukaman. Kemudian dia teringat kata2 teman-temannya di dunia alam bawah sadarnya.


' "Hoi, jangan sok menahan diri seperti itu ! Balas mereka ! Hajar ! Musnahkan bila perlu !!" Kata Sawwad.' , "Tongkat juga sudah mengijinkanku untuk. menjadi Counter mereka sekaligus balancer" '[Dimension class dikonfirmasi, memberikan hak kepada pemilik untuk menjadi Counter dan Balancer sekaligus]' kata-kata itu teringat oleh Rukaman. (Intinya dia lagi flashback gitulah)


  Rukaman menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya "Haaah". Lalu Rukaman berucap


"Bankai : Katen Kyoukotsu,Karamatsu Shinjuu."


   "Datang juga...bankai ku" ujar Gin


                     ....Bersambung