The Visitor Series

The Visitor Series
Patricia vs Hilda



Pertarungan didalam Hutan


Shyva dan Ayako


bertarung sengit melawan Yue dan Mizuki,demikian juga Hilda yang sedang


bertarung melawan Patricia.


CTRAANNGGG,


GHHHBOOOMMM, CTTASSS


Dentuman suara


pedang yang beradu dengan bola besi gada hitam yang diikat rantai dan Cambuk


merah menyala yang sangat panjang menyambar nyambar, dengan sangat mengerikan.


Berbeda dengan dua pertempuran sebelumya.(Shyva vs Yue & Ayako vs Mizuki).


yang mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sedikit demi sedikit. pertempuran


Hilda melawan Patricia sangatlah sengit sejak awal. Mereka bertarung di tengah


padang rumput hijau yang luas dikelilingi oleh pohon-pohon yang lebat dan amat


tinggi.


Ssrrrtttt,


swinggg pedang Hilda berhasil dililit oleh cambuk Patricia, lalu Hilda


hendak dibanting oleh Patricia dengan cepat ke arah tanah akan tetapi Hilda


segera melepaskan pegangan tangannya dan membiarkan pedangnya yang terbanting,


lalu dengan cepat patricia memukul perut Hilda dengan bola gada yang dia


lentingkan ke arah Hilda.


DHUUAAGGKHHHHH, SREEEEERTTT,


DHOOOAARRHHHKKKKHHH


Suatu dentuman dahsyat diterima Hilda,


menghancurkan tanah pijakannya, melemparnya dengan sangat kencang, serta


membuatnya terbanting dan menabrak, serta menghancurkan pepohonan. Patricia


melanjutkan serangannya dengan kembali melecutkan cambuk merahnya kearah Hilda,


kali ini berhasil mengenai tangan kanannya, lalu dengan cepat menariknya dan


berhasil melancarkan serangan telak lagi kearah Hilda dengan memukulkan gada


besinya sekali lagi ke perut Hilda (semoga Hilda ga mandul😆). Perut


Hilda yang tanpa perlindungan pun terkena serangan telak, Hilda terhempas ke


langit dan batuk darah. Tapi beruntungnya Hilda terhempas dan terjatuh


disamping pedangnya.


"Ck...


Kubalas kau!!!" Ucap Hilda.


Kemudian dimoment inilah Hilda menyempurnakan


perubahan 'Gear'nya.


"Baiklah akan kutunjukkan


ultimate form ku yang sebenarnya padamu, Dark Dragon Gear!!!"


Hilda diliputi dengan zirah hiram


yang terlihat sangat kokoh dan kuat disertai dengan aura hitam yang sangat luar


biasa mengerikan, jauh lebih mengerikan daripada perubahannya yang awal tadi


lalu dia ternyata memiliki dua sayap yang terlapis besi hitam yang sangat kuat


dan tajam. Walau secara dilihat dari fisiknya Hilda tetap nampak feminim akan


tetapi aura petarungnya juga sangat kuat terpancar dari paras dan


tubuhnya.(Baca Visitor3). Setelah menyempurnakan perubahan 'Gear' nya, Hilda


langsung mengambil pedangnya lalu menyerang dengan cepat dan kuat kearah


Patricia. Patricia menghindari tebasan Hilda dengan melompat keatas.


"Bodoh, kalau kau melompat maka kau tidak


punya pijakan lagi untuk menghindari serangan berikutnya" gumam Hilda.


Lalu


Hilda memegang pedangnya kuat-kuat lalu menyerang dengan sinar hitam panas dari


tebasan pedangnya, sinar tersebut mengarah langsung ke badan Patricia, dan


terjadilah tabrakan besar.


*DHHHUUAAAAARRRR*


"Rasakan itu... " gumam


Hilda.


Hilda mengamati langit yang penuh asap dan mendapati hal yang


mengejutkan, batang besar melengkung dari pohon yang di samping Patricia muncul


hanya untuk melindungi Patricia.


"...."


Hilda terdiam.


Hilda memperhatikan batang pohon tersebut.


Lalu dengan cepat dia menangkis serangan batang pohon lain yang datang dari


belakangnya, suatu refleks dan prediksi serangan yang sempurna dari Hilda.


"Tochi no Kata :


Fukusu no Kogeki" (teknik serangan tanah : Serangan bertubi) Ujar


Patricia.


"Oohh begitu ya suara mu,


kupikir kau bisu karena sejak awal sama sekali tidak berbicara" Ujar


Hilda.


Patricia senyum lalu tiba-tiba muncul dari


segala arah gumpalan tanah dan batu-batuan besar menyerang ke arah Hilda.


Dengan cepat Hilda berusaha menghindari serangan demi serangan batu dan


gumpalan-gumpalan tanah kering tersebut yang dilemparkan kepadanya. Ukuran batu


tersebut bermacam-macam, paling besar nya setara dengan lima ekor gajah yang


digabungkan, dan yang paling kecilnya sebesar kepalan tangan orang dewasa.


Semakin kecil ukurannya maka kecepatannya semakin cepat, satu batu kecil saja


bisa menembus zirah besi pasukan khusus.


".... "


dengan tatapan tajam Hilda melihat posisi batu


tersebut dan dengan lincah serta cepat Hilda dapat menghindari batu-batu


tersebut. Namun ternyata batu-batu tersebut terus menerus bermunculan seolah


tidak ada habisnya, hingga pada satu momen kaki Hilda terkena salah satu batu


kecil.


*Ctanggggg\, dhuaasshhh*


Bunyi nyaring dari batu berkecepatan tinggi,


menabrak besi lalu menembus pelindung kaki Hilda dan mematahkan tulang kering


Hilda.


"Ugghh... " keluh Hilda kesakitan,


kemudian


batu-batu lainnya berhasil mengenai tubuh Hilda.


Ctannggg, dhuaasshhsh,


ddrraakkkk, gtannggggg


Baik batu besar dan batu kecil kini mengenai


tubuh Hilda. Tubuh Hilda menjadi bocor dan bolong-bolong terkena


tembakan batu kecil, dan tubuh Hilda remuk karena banyak terkena batu besar.


Sayap besi Hilda pun putus setelah ditabrak batu-batu berkecepatan tinggi tersebut.


"ARKKKKHHHHHH....!!!!


"


Hilda ingin berteriak kesakitan tapi dia


menahan suaranya sendiri dan berusaha mengabaikan rasa sakit dengan menggigit


bibirnya sendiri. Namun karena rasa sakit yang dirasakan sangat luar biasa


Hilda bahkan tidak menyadari bahwa dia menggigit bibirnya sampai berdarah


darah. Tidak sampai situ tubuh Hilda yang sudah remuk dan dihimpit oleh


batu-batu besar dikubur hidup hidup oleh Patricia dgn membentuk kawah raksasa,


lalu memasukkan 'bola' batu yang Hilda terhimpit didalamnya. sebelum menutup


kembali kawah tersebut, Patricia menurunkan sebuah bongkahan meteorit raksasa


dan ditabrakkan dengan sangat dahsyat kedalam kawah yang 'berisikan' Hilda.


Ledakannya sangat kuat hampir sama dengan anak panah Nuklir milik Aiko, lalu


menutup kembali kawahnya. Patricia adalah pengendali hutan. Maka Air,Udara,


Tanah, Pohon yang berada dekat hutan, dapat dia kendalikan, terlebih lagi


realitas marmernya adalah dunia dengan seluruhnya adalah Hutan maka mengubah


dan mengatur tanahnya adalah hal yang mudah bagi Patricia.


************************


Green and


Black


tidak mungkin aku mengalahkannya semudah ini, dia adalah Outsider aku harus


berhati-hati, aku sama sekali tidak punya informasi kemampuan tarungnya,


seandainya dia punya 'code gift' seperti Yue mungkin riwayatku akan langsung


tamat,untuk saat ini mungkin aku tidak perlu mengaktifkan bentuk sejati 'Shi no


Mitsurin' milikku sebelum mengetahui seluruh kemampuannya " gumam Patricia


sambil dengan waspada mengamati dari atas pohon, kawah yang baru saja dia


tutup.


"BLACK,


EXCALIBUR!!!" terdengar dari dalam tanah dengan keras suara Hilda.


Swingggg Drzzzztttttt,


DHUUUAAARRR*(sfx).


Suara dan cahaya hitam garis lurus besar yang


tampak sangat panas membelah tanah, dan membakar apapun yang mengenainya, hutan


patricia seketika penuh dengan api hitam.


*Grak\, zragk\, zragk* (*sfx).


Terdengar suara langkah kaki sesosok orang


yang muncul dari dalam kawah, sosok yang menyebabkan kebakaran hebat, dia


adalah Hilda yang telah sembuh karena kemampuan regenerasi darah D.D nya yang


luar biasa, zirahnya pun telah berevolusi. Zirahnya berwarna hitam pekat dengan


corak merah, zirah besi yang nampak anggun seperti gaun namun terlihat sangat


kokoh, lengan besi dengan motif seperti lengan naga terlihat sangat keren, helm


yang menutup setengah wajahnya tetap menunjukkan kecantikan wajahnya namun tetap


dapat melindungi dengan maksimal kepala penggunanya.


Dengan sangat cepat


dan tiba-tiba Hilda sudah berada di belakang Patricia yang sedang 'bertengger'


disalah satu pohon besar dan dengan cepat menebas leher Patricia. Hilda mengira


berhasil menebas leher Patricia namun ternyata yang dia tebas adalah batang


kayu yang terbakar oleh api hitamnya.


"kau bisa bertukar tempat


rupanya, hebat juga" ujar Hilda lalu turun dari pohon.


"DARK EXCALIBUR!!" Teriak


Hilda,


kemudian dengan sangat kuat dia mengayunkan


pedangnya, dan memancarkan cahaya hitam yang memotong, membakar, menghancurkan


apapun yang terkena oleh 'Dark Excalibur' miliknya. Pohon-pohon sejauh mata


memandang rubuh dan terbakar olehnya. Kemudian Hilda mengeluarkan aura D.D yang


sangat kuat dan pekat sehingga membuat tanaman kecil yang tidak terpotong


maupun terbakar langsung layu, rumput disekitarnya pun mengering, kemanapun dia


berjalan tanah dalam radius 100 meter dari dirinya akan langsung gersang.


dengan sangat cepat lagi Hilda mengincar leher Patricia, tidak ada keraguan


bagi Hilda untuk membunuh musuh-musuhnya.


"Sakasa


Mori" (Hutan terbalik) ujar Patricia.


Tiba-tiba saja dataran hutan yang tadinya


mereka pijak untuk berdiri malah berubah menjadi seperti langit-langit sebuah


rumah raksasa, hutan yang tumbuh terbalik. Lalu mereka berdua malah justru


berdiri 'diatas' langit, seolah langit adalah lantai yang sangat luas, dan


transparan. Hilda yang kaget karena titik gravitasi nya berubah drastis, malah


terjatuh di 'lantai' langit. "kupikir aku akan terlempar keluar


angkasa" pikir Hilda sambil berusaha berdiri dan menatap 'lantai langit'


dan melihat hutan yang baru saja dia bakar berada di atas kepala nya. Tubuh


Hilda 'kaget' karena fenomena yang belum pernah dialaminya lalu seketika itu muntah,


muntahannya 'jatuh' ke langit.


"....


" Hilda memikirkan sesuatu.


Patricia kemudian melanjutkan serangan demi


serangan kearah Hilda.


"Shikai!" ujar


Patricia.


seketika cambuk merah yang dapat memanjang


maupun memendek Patricia berubah menjadi pedang yang nampak sangat kuat, lalu


gada Patricia berubah menjadi warna putih lalu perlahan menghilang. Kali ini


Patricia menyerang Hilda dengan pedang merahnya. Terjadi pertarungan sengit


antar keduanya, saling bertukar serangan, kecepatan keduanya sangat lah luar


biasa kecepatan keduanya mencapai kecepatan cahaya, sehingga bila diamati maka


seolah nampak cahaya petir hijau dan cahaya petir hitam terus menerus saling


bertabrakan. Kedua nya saling menyerang dengan sangat kuat sehingga ketika kedua


pedang masing-masing bersentuhan, terdengar suara menggelegar seperti guntur


yang meledak bertubi-tubi. Suaranya sangat merusak telinga. keduanya saling


menebak dan membaca gerakan lawannya.


Knowning


Each Others


Dalam satu momen


kedua nya tiba-tiba berhenti, dan tiba-tiba keduanya tertawa.


"Hahahaha...Semakin sering


dan lama kita bertarung rasanya aku semakin paham dirimu Hilda...hihihi.."


ujar Patricia tersenyum dan tertawa kecil.


"hihi... apakah ini yang dinamakan


berbicara melalui pedang, menggelikan juga, aku pernah diberitahukan oleh


seseorang tapi baru kali ini aku merasakan nya langsung" sahut Hilda


sambil tersenyum, dan tertawa kecil juga.


"Hey kau, aku telah bertarung lama dan


melihat banyak kemampuan yang mengerikan, kemampuan mu juga termasuk yang


sangat mengerikan bagiku, dimana kau bisa tetap hidup setelah menerima banyak


serangan telak bahkan dalam sekejap membalikkan alur pertempuran. Biasanya aku


akan mulai merasa waswas. Jujur saja baru kali ini aku merasa sesenang dan sesemangat


ini, ketika mendapatkan lawan kuat yang mengerikan." ucap Patricia.


"Tidak perlu merendah, kau


juga sangat kuat, dapat dengan mudahnya mengendalikan, tanah,pepohonan, dengan


jumlah besar dan kecepatan yang luar biasa yang bahkan bisa menembus zirahku.


Kau juga bisa mengubah dan menipulasi gravitasi, dan apapun yang ada dalam


hutan. Ngomong-ngomong namaku adala Hilda Dark.Dragon, Ratu dari Kekaisaran


Dark. Dragon Empire, aku berasal dari dimensi yang jauh diluar sana. bolehkah


aku mengetahui namamu? " tanya Hilda sopan.


"Namaku? Namaku Patricia


Veronica salah satu dari dua perwira tinggi militer divisi spesial yang dapat


ditempatkan dimana saja dan kapan saja. salam hormat dariku untukmu lawanku.


" Jawab Patricia dengan penuh hormat dan senyum ramah.


"Patricia


Veronica,ya... aku merasakan dia bukan orang sembarangan...aliran 'mana' dan


tenaganya sangat besar kalau didunia asalku mungkin dia sudah setara dengan,


Rank M sepertiku. Tapi kenapa daritadi aku merasakan hal yang janggal...firasatku


mengatakan kalau aku terus menerus berada disini maka aku akan kalah"


gumam Hilda sambil mengamati Patricia.


Sementara itu dilain sisi


Patricia juga bergumam "Hilda Dark Dragon ya... dari namanya saja aku tahu


perubahan akhir dari dirinya adalah naga. Cukup merepotkan tapi kurasa


bisa....hehe... " ujar Patricia...


"Mari kita


lanjut pertempuran kita!! " Ucap Patricia,


"Majulah, Rivalku!! "


ucap mereka berdua serentak. Lalu keduanya kembali maju dengan senjata


masing-masing, pertempuran kembali dimulai...


....


Bersambung