
"SUZAKU!!! BOCAH BERTANDUK INI MILIKKU!! JANGAN SEKALI-SEKALI KAU MENGAMBIL JATAHKU. KAU COBA LAWAN BOCAH BERTOPENG ITU!!" Teriak orang itu. "Berisik, Orochi! Aku tahu! Aku tahu! Silahkan lakukan sesukamu" ucap gadis itu.
The Great Phoenix.
"Baiklah... bagaimana kalau kita mencari tempat lain, supaya tidak saling mengganggu pertarungan masing-masing?" tawar Ayame. "Oke juga. Mari kita cari tempat terbuka yang lebih luas" jawab Orochi. "Ya, bagaimana dengan lapang gersang dibalik gnung itu? Jaraknya sekitar 20 km dari sini,cukup ikuti aku kuharap kau tidak tertinggal" tunjuk Ayame ke gunung batu di sebelah kanannya.
*Dhuuaaasshhhh* dengan cepat keduanya 'melompat' ke arah tempat yang dimaksud. Saat keduanya sudah tidak terlihat lagi\, shizue membuka serangan.
*Ctraang*
"... " Shizue mengamati lawan didepannya. Tusukan pedang Shizue dapt dengan mudahnya ditangkap oleh sosok perempuan berbaju merah, dan berambut panjang se punggung yng juga berwarna merah didepannya. Pedangnya ditangkap dengan tangan kosong. Luar biasanya tangan tersebut dilapisi api merah yang membuatnya seperti sarung tangan kokoh yang sangat panas.
*zrasshh(9×)*
Dengan tiba-tiba 9 luka tebasan pedang bersarang di tubuh Suzaku. "!?" refleks Suzaku langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak. "... " Suzaku terdiam sejenak sambil berusaha untuk menebak apa yang baru saja terjadi.
"Begitu ya..." ujar Suzaku. "Apanya?... " tanya Shizue yang kemudian hendak melancarkan serangan susulan kearah Suzaku.
*Ziiingg\, grab*
Belum sempat Shizue bergerak\, Suzaku dengan cepat maju dan berhasil memegang tangan kanan Shizue dengan tangan kirinya. "!?...Dia...Cepat!!" gumam Shizue. Setelah berhasil menghentikan serangan Shizue\,serta merta Suzaku langsung memukul perut Shizue dengan sangat keras \, *BUAAKHHH* "uhuk!! Sial... an..tangannya juga cepat sekali aku tidak sempat menangkisnya.". gumam Shizue
Tubuh Shizue tidak terpental karena tangan kanannya dipegang oleh Suzaku. *Buag\, buagh\, buagh* Pukulan demi pukulan dengan kecepatan yang luar biasa dilancarkan mengarah ke perut Shizue. Setiap pukulannya menyebabkan tanah pijakan mereka berdua retak\, dan hancur.
"Uhuk!!!" Shizue terbatuk. Tidak tinggal diam Shizue membalas pukulan Suzaku dengan satu pukulan mengarah ke leher Suzaku.
*Swiingg\, DHUUAASSHH*
Kepalan tinju Shizue dihempaskan dengn tendangan memyilang kaki kiri Suzaku. Kemudian Suzaku melanjutkan pukulan demi pukulannya. *Grab\, Craakk\, Zraasshh* Satu kesempatan tinju Suzaku berhasil ditangkap oleh Shizue\, kemudian dipelintir hingga putus pergelangannya. Namun dengan cepat tangan Suzaku kembali sembuh dan kali ini dia memukul 'topeng' Shizue dengan sangat keras.
"Ack!!!" Suzaku kembali melompat mundur,dia melepas pegangannya pada shizue. Kali ini shizue berhasil lolos karena hal yang baru saja terjadi.
"..?? Apa yang barusan terjadi? " tanya Suzaku. sesaat sebelum tinju kepalan tangannya berhasil meraih topeng Shizue. Tangannya tiba-tiba 'pecah' terurai hingga siku.
"Akhirnya kau berbicara juga. Tapi, jangan harap aku menjawab pertanyaan mu." ujar Shizue, dia langsung kembali maju untuk menyerang Shizue.
*Zrash*
Gerakan shizue hampir berhasil mengenai Suzaku yang menghindar. Namun 9 goresan berhasil bersarang ditubuh Suzaku. "!?" Wajah Suzaku nampak kesal dimana ketika sudah berusaha menghindari tebasan 'tak terlihat' Shizue dia tetap kena.
"Gear... First" ujar Suzaku suhu tubuhnya meningkat sehingga terlihat berasap, lalu dengan cepat dia bergerak ke belakang Shizue lalu memukul dengan sangat keras. Pukulan Suzaku berhasil ditahan dengan sarung pedang Shizue yang entah muncul darimana sambil dilapisi oleh 'bushou'.
Suzaku melancarkan serangan kedua\, kali ini pukulan dengan lebih kuat dengan kepalan tangan yang dilapisi oleh api merah dengan sengaja mengarah ke sarung pedang itu. *Dhuuarr* Suara 'letusan' yang disertai api yang membakar area sekitar muncul tepat setelah pukulan Suzaku mendarat.
*Dhuasshh\,Sraaasshhh* Tubuh Shizue terpental\, "Agni yo\, Saptajihwa!!" Muncul dengan cepat 7 lidah api yang berkobar-kobar dari dari langit yang kemudian 'mencambuk' tubuh Shizue.
*Jdashhh\, Jdaaashhh\, Jdasshhh*
Ketujuh cambuk api tersebut dengan gencar menyerang Shizue yng hanya bisa bertahan. "ACKKK!!! ACCKKK!! " Shizue berteriak kesakitan ketika cambuk raksasa itu berhasil mengenai tubuhnya walaupun sudah berusaha dia tangkis. Cambukan demi cambukan diterima secara telak oleh Shizue.
"Sial, Shikai : Wakizashi no kyouraku!! " ucap Shizue lirih. Pedang Shizue pada mode shikai berubah menjadi pendek,katana yang dipegangnya berubah menjadi 'Wakizashi' yaitu pedang yang biasanya hanya digunakan untuk bertahan dalam teknik berpedang ganda. Pedang tersebut lebih pendek dan lebih ringan daripada pedang pada umumnya. Meski begitu daya tahan dari wakizashi tidak berbeda.
Setelah Shizue memasuki mode Shikai, tubuhnya seolah mengeluarkan fatamorgana.
*Dhuuasshhh\, CTAARR\,CTTARR\,Ziingg\, Zingg*
Shizue bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, suara gerakannya bagaikan petir yang menggelegar, suara tebasannya berdenging sangat keras dan amat merusak telinga. Ketujuh lidh api raksasa tersebut ditebas dengan 100 tebasan kilat yang tidak terlihat.
"Haaah... " Mulut Shizue mengeluarkan asap, "Lumayan juga kau... " ujar Suzaku. "Itu kalimatku." ujar Shizue sambil dengan cepat mendekat kearah Suzaku. "Agni yo. Yari" Suzaku mengeluarkan tombak merah yang terbuat dari api. "Gear Second!!" tambahnya.
"..., meski jumlah segini belum menjadi masalah tapi kalau terus begini aku bisa kelelahan. Pertarungan ini harus kumenangkan dengan cepat atau aku akan terpotong-potong seperti Hana!!". Suzaku kemudian mundur cukup jauh dari Shizue.
"... " Suzaku dengan tenang menunjuk langit. "Perasaan ku tidak enak" gumam Shizue. "Brahmastra" ujar Suzaku. Muncul sebuah bola merah api besar seperti matahari diujung jari Suzaku. Semakin lama semakin besar dan semakin panas bola matahari yang ada diatas Suzaku.
"Brahmastra? Senjata Rama? Segala senjata dan jurus yang kau keluarkan berkaitan dengan api dan legenda2 yang berkaitan dengannya. Siapa kau sebenarnya? Sebelumnya pria rambut ungu itu memanggilmu Suzaku, kan? Siapa kau?"
"... " Suzaku hanya menatap diam kearah Shizue. Bola api raksasa tersebut tiba-tiba menyusut dan berubah menjadi anak panah emas yang berukuran 3 kali orang dewasa.
"Brahmastra...Brahmastra merupakan senjata yang berbentuk anak panah, yang tidak akan pernah meleset dari sasarannya. Brahmastra diperoleh dari hasil meditasi Brahma dan hanya dapat digunakan sekali dalam seumur hidup olehnya. Tapi lain denganku aku bisa menggunakan nya kapanpun aku mau.
Brahmastra bisa digunakan saat dibacakan mantra. Rama menggunakan senjata ini untuk membunuh Rahwana, sementara Arjuna dan Ashwatthama hampir saja menghancurkan bumi karena hendak mengadu sesama senjata ini.
Jadi, sebenarnya beberapa orang dapat mempelajari teknik ini..."
"Ha?? Aku tidak tanya itu" tanggap Shizue.
"... " Suzaku menunjuk jarinya kearah Shizue. Lalu suara denging terdengar, panah itu bersiap untuk ditembakkan. "Tembak!!!" teriak Suzaku.
ZWWWUUUNGG!!!
"!!.... Bankai!! Tachi no Kyouraku!! "teriak Shizue.
*ZZRAASHHHHH!!!*
" Apa!? Dia.... menebasnya hingga hilang dan hancur berkeping-keping??? " Suzaku kaget melihat panah raksasa yang memiliki daya ledak yang maha dahsyat hilang dari pandangannya, sekejap sesaat Shizue mengangkat pedang dari sarungnya. Pedang Shizue kali ini bertambah panjang, bahkan lebih panjang daripada ukuran pedang normal apa umumnya.
"Hmm... haaah... rupanya aku memang tidak bisa melawanmu dengan main-main" ujar Suzaku.
*Ziiinggg*
Tangan Suzaku awalnya hanya seakan-akan memegang sesuatu. Lalu tiba-tiba muncullah sebuah tombak berwarna merah yang sangat indah, kokoh lengkap dengan lukisan hiasan burung yang sangat gagah disisi-sisinya.
"Agni... Ou" ujar Suzaku lirih. Lalu dengan sekejap mata jarak antara keduanya sangatlah dekat.
*Ctraangg!!! Ctrangg!!*
Suara pedang dan tombak saling beradu, memekakkan telinga. Suzaku dengan gaya bertarungnya yang begitu ganas dan penuh semangat nampak seperti api yang berkobar-kobar,dilain sisi tebasan dan gerakakn Shizue nampak seperti air;begitu tenang, rapih, dan mengalir seluruh teknik gerakannya. Mereka berdua bergerak dengan kecepatan abnormal yang bahkan mata manusia super pun kesulitan untuk melihatnya.
*Ctraangg*
"... " Shizue terdiam. "Sudah kuduga. Kau dan bocah bertanduk itu sangat cepat, tapi tidak hanya sampai disitu. Kau berbeda,awalnya gerakanmu dibagi menjadi 10 bagian per tebasan nya. Kemudian kau meningkatkannya menjadi 100 bagian per tebasan. Sekarang kau meningkatkannya lagi sebanyak 1.000 bagian per tebasan dengan detail 1 gerakan yang terlihat, dan 999 gerakan yang tak terlihat.
Tapi, mau secepat apapun kau. Selama seseorang bisa menghentikan 'pondasi' gerakanmu sebelum digunakan, maka 999 gerakanmu yang lain bisa dihentikan. Misalkan aku gagal menghentikan 'pondasi' gerakan teknikmu maka aku hanya perlu mengikuti gerakanmu dan mengimbangi nya.
Jangan remehkan kecepatan ku, aku dikenal sebagai petarung dengan tingkat kecepatan, akselerasi, dan kelincahan yang tinggi di dunia asalku". ujar Suzaku.
"Mengikuti dan mengimbangi? Jangan terlalu percaya diri!!!" ujar Shizue.
"Mankai!!! TOTSUKA NO TSURUGI!!" Teriak Shizue. *ZRAASSHHH* "Apa!?" gumam Suzaku yang kaget menyadari tangan kirinya terputus.
"Kau ini sebenarnya punya berapa mode? Merepotkan sekali... " gumam Suzaku sambil melompat kebelakang, tangan kirinya mengucurkan darah segar. Keningnya mengucurkan keringat dingin, hawa ketegangan memuncak.
Shizue terdiam, Suzaku termenung. Keduanya saling berusaha membaa gerakan lawan masing-masing dengan sangat hati-hati.
....Bersambung.