
_Poseidon_
"Poseidon....!!!" Ujar Mizuki.
Seketika pakaian biru Mizuki tertutupi dengan
kain tebal putih seperti jubah jaman romawi yang biasa dipakai oleh para
bangsawan. Lalu muncul suatu mahkota berwarna biru mengambang (tidak menempel) diatas kepala Mizuki. Tongkat yang semula
dipegang Mizuki berubah menjadi tombak trisula biru yang terlihat sangat gagah
dan kokoh. Aura disekitar Mizuki meningkat dengan pesat,dan terasa sangat
pekat.
"Sudah
kuduga... sekarang, perlihatkan padaku wahai calon panglima perang penguasa
laut,apa yang bisa kau lakukan dengan tombak trisulamu itu." ujar Ayako.
"Bellerofonse...!"
Lalu
tiba-tiba muncul didepan Mizuki siluet cahaya kereta kuda raksasa yang ditarik
oleh 2 monster laut raksasa. Kereta tersebut mengarah langsung ke Ayako,
bermaksud untuk menabraknya dengan sangat keras.
*DDHUUUUAAAARRRRRRRTTTTTZZZZZ*
Tabrakan keras tak terelakkan lagi.
"Ugh apa-apaan itu" Gumam Ayako
dengan tubuh sempoyongan setelah menerima serangan mendadak yang tidak terduga,
meski demikian dia tidak menerima sedikitpun luka.
"Memalukan Mizuki!!! Dari semua raja laut yang ada, kau malah
memiliki tombak Poseidon!! Jujur saja sifat pengorbanan mu dan sifat
keksatriaanmu benar-benar tidak cocok dengan pemilik tombak itu sebelumnya."
ujar Ayako.
"DIAM!!! Kau tak berhak mengomentari ku!!
" Ujar Mizuki marah, lalu dia menghentakkan trisulanya.
*DHHHUUAAAARRRRR*
Seketika
lantai istana tersebut terpecah-belah dan membentuk pijakan tak rata sehingga
Ayako kesulitan untuk balas menyerang. Mizuki maju secepat kilat kemudian
menyerang dengan sangat kuat kearah Ayako.
Dhuaaakkhhhh,
DBOOOMMM
Ayako terpental hebat kemudian dengan dahsyat
menabrak dan menembus belasan pilar didalam kastil raksasa tersebut.
"Kraken!!! " Ujar Mizuki.
Kemudian Monster gurita raksasa yang hampir
mencapai ukuran setinggi 1000 kaki serta berwarna ungu muncul dihadapan Ayako.
Monster tersebut mengeluarkan cairan korosi yang mampu merusak lingkungan
sekitar nya,serta mengeluarkan uap racun yang sangat pekat serta dapat langsung
membunuh siapapun yang menghirupnya.
"Uhuk... uhuk... uhuk... "
Ayako terbatuk-batuk darah, meski tubuh dan
zirahnya sangat kuat tapi nampaknya belum cukup untuk menahan serangan langsung
dari tombak Mizuki.
"Kraken.... sesuai dengan legendanya
ya... Kraken adalah monster yang dikirim Poseidon demi menghukum bangsa Troya
ketika Laomedon ayah Priamos mengingkari janjinya untuk memberikan anggur emas
kepada para dewa setelah dia dibantu dibuatkan suatu tembok pertahanan kuat
dikota Troya." ujar Ayako.
"Tapi sayangnya... meski kraken sangat
kuat, tapi dia berhasil dikalahkan oleh Herakles/Hercules dalam pertempuran
sengit"
Ayako kemudian membuat suatu Kuda-kuda lalu
memegang erat pedang dan hendak mengayunkannya. Saat pedang tersebut diangkat
oleh Ayako, cahaya-cahaya kuning dan putih berterbangan dan semuanya berkumpul
dipedang putih Ayako. Tampaknya serangan kali ini bukanlah serangan main-main
dari Ayako.
"Asal
kau tau Mizuki!!! Untuk diriku yang sekarang, Hercules bukanlah lawan yang
sepadan bagiku..dia terlalu lemah... apalagi hanya sekedar monster busuk ini..!
" Ayako kemudian tersenyum lalu berucap dengan lantang
"EX...CALIBUUUUUR..!!!!"
SSSWWIIIINGGGG, DDDHHHUUUAARRR!!!
Suara
keras terdengar, tabrakan energi putih dahsyat dari Ayako membuat kabur pandangan,ledakan
maha dahsyat yang kalau saja dilakukan diluar realitas marmer Mizuki mungkin
saja akan menyebabkan kerusakan yang tak terkira.
"Hah.... hah... hah... "
Nampaknya serangan maha dahsyat tersebut cukup
menguras energi dari Ayako.
"Kra... ken...!" ucap Mizuki
Tiba-tiba
entah darimana monster yang sama kembali muncul dihadapan Ayako.
"Apa!? " Ayako terkejut.
"Siapa yang bilang kalau aku hanya bisa
memanggil mereka sekali saja, Ayako?" ujar Mizuki.
"Tch... baiklah... Ex....calibur!!!
" kali ini Ayako lagi-lago mengeluarkan ledakan cahaya Excalibur miliknya
untuk menyerang kraken tersebut.
*Dhhuuuaaarrrr!!!*
_Arthur...?_
"Excalibur ya...? Seingatku ada legenda yang menceritakan tentang
pedang itu. Kalau tidak salah, Excalibur adalah pedang Raja Arthur, menurut
legenda pedang tersebut memiliki kekuatan ajaib dan memberinya hak memerintah
suatu kerajaan.
Dalam legenda Arthur, ada dua cerita mengenai asal pedang ini. Yang
pertama adalah legenda "Sword in the Stone",di mana Excalibur
hanya dapat ditarik dari batu oleh orang yang berhak menjadi raja, yaitu
Arthur. Dalam versi keduaArthur menerima Excalibur dari Lady of the Lake
setelah pedang pertamanya rusak dalam pertempuran melawan raja Pellinore.
Kadang Excalibur dan Sword in the Stone (bukti keturunan Arthur) dianggap
sebagai senjata yang sama, tetapi dalam banyak versi keduanya dianggap berbeda.
Dalam bahasa Wales pedang ini bernama Caledfwlch. Aku pernah dengar disuatu
legenda kalau pedang ini pernah igunakan untuk menghancurkan Holy Grail.
Aku
tidak tau bagaimana bisa kau mengeluarkan jurus bernama Excalibur itu, dan
kenapa pedang tersebut bisa berada di tanganmu. Meski kurasa pedang tersebut
bukanlah pedang asli yang dimaksud oleh legenda tapi kekuatan, aura, daya
serang, ketahanan, serta jurus pamungkas dari pedang tersebut sama persis
dengan yang aslinya bahkan kurasa kau masih bisa mengembangkan 'potensi' dari
pedang tersebut.
Mungkin saja kau ingin menjadi 'arthur' generasi berikutnya. Menjadi raja
naif yang berusaha menanggung beban seluruh pasukan dan rakyatnya sendirian.
Aku paham perasaan seseorang yang ingin melindungi rakyatnya. Tapi aku tidak
paham pemikiran bodoh macam apa yang membuat raja arthur 'melarang' Ksatrianya secara tidak langsung, agar mereka tidak
berperang demi membelanya.
Keputusan Arthur dalam kenaifannya justru mendatangkan masalah. Rakyat
yang mencintai negeri dan rajanya. menginginkan agar sang raja mereka lebih
memikirkan dirinya sendiri dan tegas dalam mengambil keputusan serta tidak
terlalu lunak pada Musuh-musuhnya. Lalu pasukan yang sangat setia ingin membela
sang raja serta bertempur bersamanya hingga mati menjadi martir.
Panglima-panglima nya yang sangat kuat dan cerdas ingin menjadi tangan kaki
arthur sehingga sang raja tidak perlu repot repot menanggung semuanya
sendirian. Namun sang raja justru menolak segala maksud baik para bawahannya,
alih-alih memberikan wadah yang tepat agar semua orang dapat mengalirkan
kesetiaan mereka, dia justru mengabaikan semuanya, dengan dalih melindungi
mereka dari mara bahaya.
Aku
hanya setuju dengan maksud 'melindungi dari mara bahaya' akan tetapi semua
Ksatria memiliki sesuatu yanereka sebut 'Harga diri dan kehormatan'.
Kalimat-kalimat penolakan dari sang Raja telah mencabik-cabik harga diri mereka
sebagai pejuang, banyak dari mereka merasa gagal menjadi pengikut sang raja,
mereka tidak merasa memiliki kehormatan lagi sebagai prajurit tertinggi yang
selalu disisi sang raja. Ada pula yang terguncang kejiwaannya dan justru menyimpan
dendam pada Arthur karena merasa terhinakan oleh sikapnya. Ada yang bermaksud
untuk melepaskan sang raja dari beban yang selalu membuatnya tertekan. Sehingga
dari cinta menjadi benci, dari sayang menjadi amarah, dari pelindung menjadi
pengincar nyawa Sang raja. Aku dapat memahami apa yang mereka rasakan. Akupun
memaklumi apa yang Modred lakukan pada Arthur.
Ayako... aku dapat memahami apa yang mereka rasakan, karena aku juga
memiliki rasa kesetiaan dan cinta yang besar pada tuanku. Merupakan suatu kebahagiaan
jika kau diberikan wadah untuk menyalurkan cinta dan kesetiaan mu. Semua orang
pun akan bahagia bila dia diakui dan diandalkan oleh orang yang diakuinya.
Kebahagiaan tersebut pasti pernah dirasakan oleh siapapun. Kebahagiaanku berasal dari pengabdian diriku. Tapi meskipun
kita tidak diakui, selama memiliki tempat dan wadah untuk menyalurkan kesetiaan
maka itu cukup.
Tidak hanya kepada Gunji, Tuan putri, Ryuugu. Kepada siapapun yang aku
kagumi, bila mereka mengakuiku ataupun mereka memberikan wadah untuk maka aku
akan merasakan kebahagiaan. Sebaliknya jika kau tidak diakui, bahkan tidak
diberikan kesempatan ataupun 'wadah' untuk menyalurkan segala cinta, kesetiaan,
pengabdian mu pada tuanmu maka sebagai ksatria kau akan merasakan sakit yang amat
sangat perih di dalam dirimu. Seperti yang dirasakan oleh bawahannya
Arthur." Mizuki menghela nafas.
"Tapi
aku masih penasaran... apakah pedang itu... benar-benar pedang Excalibur
ataukah... Sting??" Mizuki bertanya keheranan.
"Kalau benar demikian, kita mungkin
mirip"...
_Excalibur...!?
_
"Sting...!? aku tidak pernah mendengar hal tersebut... apa yang kau
maksud? Tapi luar biasa... baru kali ini aku menemukan lawan yang sama-sama
memperhatikan latar belakang musuhnya." ujar Ayako.
"Haha..."
Mizuki kemudian terdiam memikirkan sesuatu.
"Bagaimana Ayako... apa kau juga sama
bodohnya dengan raja naif tersebut? jujur saja pada posisi ku sebagai pejuang
aku tidak menyukainya. Dan secara pribadi aku ingin membunuhnya sebagaimana
yang dilakukan modred." tanya Mizuki dengan nada seakan menahan amarah.
Ayako tersenyum, "Oh iya... apakah tidak masalah? ", "
apanya?" jawab Mizuki, "Bukankah kau dikejar oleh waktu...? Waktumu
tinggal sedikit bukan? Meski kau masuk kedalam mode awakeningmu itu racunnya
tetap menyebar dalam tubuhmu.." Tanya Ayako.
"Tidak masalah, aku masih punya waktu
7 menit. Lagipula bercengkrama dalam pertempuran seperti ini adalah hal yang
jarang kulakukan karena biasanya musuh yang kulawan adalah makhluk/monster yang
tak berakal ataupun orang-orang bengis yang tak mau berbicara. Melakukan hal
seperti ini diakhir kehidupan ku... seperti bukan hal yang buruk. " Ujar
Mizuki.
"Haha... memikirkan 7 menit lagi aku akan
berpisah denganmu cukup menyedihkan juga" "Menangisi lawanmu? Jangan
bodoh..." "Haha... maafkan aku...baiklah biar kujelaskan mengenai
Excalibur milikku.
" Biar kujelaskan dari awal sejarah senjata legendaris di duniaku
Dahulu dizaman sebelum para ancient dragon + 4 great beast saling
berperang pada era kekacauan muncul sebuah kerajaan kuat di pulau yang bernama
Helios terletak di laut utara provinsi barat benua selatan. ditulis dalam
sejarah sebagai 'ancient empire'
singkat cerita 'ancient empire' menggunakan 200 permata anugrah dan
mengubahnya menjadi 200 senjata legendaris.
sang
raja dan keturunannya di beri 4 senjata utama caliburn, excalibur, Clarent
& Rhongomyniad
Sistem pewarisan senjatanya cukup unik. Kalau
ada seseorang ingin 'mewariskan' senjata legendaris tersebut. Mungkin lebih
mudah kalau kita ambil contoh. Bila ada seseorang yang memiliki 'kekuatan' Excalibur,maka
dia dapat memberikan 'kekuatan' Excalibur kepada anaknya sedangkan sang ayah
akan tetap memiliki 'kekuatan' Excalibur. Uniknya lagi kalau ayah & ibunya
masing masing punya senjata legendaris maka anaknya 'bisa' punya senjata sama
seperti kedua Orang tuanya, ini disebut kekuatan dengan faktor keturunan. Ada
juga orang yang tidak memiliki keturunan dan memilih untuk memberikan
'kekuatan" senjata legendaris kepada muridnya. Tentunya senjata legendaris
Aku
mendapatkan Excalibur dan Rhongomyniad dari kedua orang tuaku. Walau aku tidak
memahami bagaimana sistem didunia asalku sehingga dapat mewariskan kekuatan
suatu senjata tertentu, tanpa kehilangan pedang legendaris nya sendiri.
Kalau dibilang Senjata-senjata penerus hanyalah tiruan, itupun tidak
tepat karena justru senjata penerus memiliki sesuatu yang kau sebut sebagai
'hakikat' padanya, sama dengan yang asli.
Maaf ,tapi kemungkinan nama Excalibur dari legenda dunia mu dan asal
muasal nya dari dunia ku, sedikit berbeda." ujar Ayako.
_Nama
tombak Poseidon_
Mizuki tiba-tiba tertawa dengan keras.
"Hahahaha...
hhahaha... hhahahhaha....maaf... hHa. aku tidak bermaksud menghina mu atau
apa... aku hanya hampir saja lupa kalau kau adalah Outsider... Hahahaha jelas
saja budaya, mitologi, legenda didunia mu sangat lah berbeda dengan disini.
Walaupun disini ada orang-orang yang sering melompati dimensi, tapi aku adalah
orang baru yang belum terbiasa dengan perbedaan culture didimensi lain.. hahah".
"Ughh... tertawamu lepas sekali untuk
seorang yang sebentar lagi akan mati." jawab Ayako,
"haha jangan begitu...memikirkan
seorang sepertimu yang begitu toleran mengingatkan ku pada seseorang...
hahaha... ".
" Baiklah... terimakasih atas
penjelasanmu... tapi bukankah Sepertinya kau juga punya beberapa hal yang ingin
ditanyakan atau disampaikan?."
"Ya tepat sekali... Mizuki, seingat ku kau tadi tidak mengucapkan
nama Poseidon dalam daftar orang-orang yang kau kagumi dan kau abdikan dirimu
pada mereka. Sedang tombakmu sendiri kau sebut dengan nama Poseidon. Kurasa
masih ada yang kau sembunyikan,kau tidak mengagumi dan 'tidak mungkin'
mengagumi Poseidon meski kau memiliki tombak yang sama dengannya. Jadi kurasa
ada nama lain dari tombakmu itu." ujar Ayako.
"Hooo.... " Mizuki tersenyum lalu
menunjukkan ekspresi antusiasme. "Kenapa kau berpikir bahwa aku tidak
mungkin mengagumi Poseidon padahal aku memiliki kekuatan dan tombak yang sama
denganny?" Tanya Mizuki.
"Jangan bodoh, dari rautmu saja aku sudah tau kalau kau sebenarnya
tidak menyukai kekuatan 'Poseidon' mu, tapi karena kau menghargai Raja Ryuugu,
kau tetap memuliakan tombak pemberiannya.
Kalau kita menyeret sejarahnya, Poseidon adalah penguasa laut sekaligus
dewa gempa bumi dan kuda.Dalam mitologi lain, dia dikenal sebagai Neptunus.
Poseidon selalu digambarkan sebagai pria berotot dan berjanggut yang membawa
trisula yang kuat, dari legendanya maka kau tidak mungkin Poseidon itu sendiri.
Satu pukulan dari trisulannya dapat menghancurkan sebuah batu yang sangat
besar. Dia menaiki kereta perang yang ditarik dua ekor Hippokampus
(monster kuda laut) di atas air. Dalam beberapa legenda dia dijuluki sebagai
'Si rambut hitam' karena semua rambut dan bulu dibadannya berwarna hitam.
Seperti banyak dewa laut lainnya, Poseidon
memiliki kemampuan untuk berubah wujud, namun tidak seperti beberapa dewa laut,
Poseidon tidak memiliki kekuatan meramal. Poseidon pernah jatuh cinta dan
berusaha memperkosa saudarinya sendiri, Demeter. Demeter mengubah wujud menjadi
seekor kuda betina supaya dapat lolos. Poseidon pun ikut berubah menjadi seekor
kuda jantan dan dalam wujud itu dia memperkosa Demeter. Dari hubungan itu
lahirlan seekor kuda abadi yang bernama Areion dan seorang anak perempuan
yang disebut Despoina (dewi kuda). Poseidon disebut juga sebagai dewa kuda
dengan julukan berupa Hippios atau Konsos.
Poseidon juga merupakan ayah kuda terkenal lainnya, yaitu Pegasus.
Ketika Poseidon memperkosa Medusa di kuil Athena, dewi Athena
menjadi marah dan mengubah Medusa menjadi seorang monster yang
disebut Gorgon. Ketika ketika dewa lain yaitu Perseus memenggal kepala
Medusa, Pegasus dan raksasa Khrisaor muncul dari cipratan darah kepala Medusa.
Seperti halnya adiknya, Zeus, Poseidon juga senang memperkosa
para nimfa maupun manusia perempuan. Dia memiliki banyak anak akibat
kelakukannya itu. Beberapa anaknya berukuran raksasa,salah satunya Orion sang
pemburu.
Hewan kesukaan Poseidon adalah kuda dan banteng, serta lumba-lumba,
sedangkan pohon kesukaannya adalah pohon pinus. Tempat pemujaannya adalah di
Korinthos, Troezen dan Athena, di sana dia pernah bersaing dengan dewa-dewa
lainnya untuk disembah.
Julukan Poseidon yang paling terkenal adalah Enosikhthon (Pengguncang
Bumi). Julukannya yang lain adalah Gaieokhos (penjaga bumi).
Dilihat dari sisi manapun Poseidon bukanlah sosok yang pantas kau
kagumi" ujar Ayako berhenti menjelaskan sejenak sambil menghela nafasnya.
"Tapi Sang penguasa lautan ini memiliki
sebuah senjata berupa trident yang juga tak kalah kuat dengan petir Zeus.
Baik petir Zeus dan trident milik Poseidon, keduanya dibuat oleh orang
yang sama, Cyclops. Cyclops adalah raksasa yang sangat handal menciptakan
barang. Menurut cerita, Poseidon beserta senjata tridentnya bisa menciptakan
badai, gempa bumi, menenggelamkan daratan, dan menghancurkan batu. Kemungkinan
tombak Poseidon tidak memiliki nama khusus, dia hanya disebut Trident... "
"Trident Titanomakhia Cyclops...
itulah namanya. " Mizuki memotong
ucapan Ayako.
"ooh rupanya ada nama panjangnya. Yah
begitulah... bisa kau jelaskan apa penyebab kau menamai tombak tersebut dengan
nama 'Poseidon'? "
_Sejarah...?
_
"Kau benar Ayako, tidak mungkin aku akan mengagumi bajingan
tersebut. biar kujelaskan kenapa tombak ini dinamai dengan nama 'Poseidon'
Sebelumnya ada beberapa fakta yang kau perlu ketahui Ayako.
Pada dimensi ini ada yang disebut sebagai 'anomali' asing yang lebih
mirip kearah monster, dan ada juga yang mirip kearah kondisi manusia. Namun
kita dapat mengkategorikan sesuatu apakah dia adalah manusia, Homunculus,
majin, ataupun anomali asing melalui 'Mana' ataupun 'aura' miliknya.
'Mana' didunia ini bukanlah berarti energi sihir yang didapat dari
pengabdiannya kepada iblis atau 'dewa', akan tetapi 'mana' adalah sejenis
kekuatan bawaan yang sudah ada sejak lahir, istilah yang lebih tepatnya adalah
'Maryoku' karena sedikit ada hubungannya dengan 'inoryoku' seseorang. Namun
untuk memudahkan penyebutan dan pengkategorian maka hanya disebut 'mana' saja.
Dari pengkategorian tersebut diantara nya ada 'anomali' asing yang
menyebut dirinya adalah 'dewa' namun jenis 'mana' yang dia miliki adalah 'mana'
reikishi alias 'mana' yang biasanya dimiliki oleh para monster. Sehingga para
'dewa' kami golongkan sebagai ras anomali terbesar yang memiliki kekuatan yang
juga sangat besar.
Namun besarnya kekuatan para dewa palsu ini bukan berarti membuat mereka
tidak dapat dikalahkan. Mereka juga mewariskan kekuatan kepada anak-anak yang
mereka miliki. Sistem pewarisan kekuatan nya sama seperti pewarisan bela diri
pada umumnya. Berbentuk teknik/jurus yang dapat digunakan oleh generasi
berikutnya, dan untuk sistem pewarisan senjata maka sang putra/putri Mahkota
akan mendapatkan senjata dari orang tuanya. Dalam dunia ku mereka mewariskan
dengan cara yang mirip seperti manusia biasa.
Akan tetapi karena mereka adalah termasuk 'anomali' yang memiliki 'mana'
seperti monster. Maka pewarisan kekuatan mereka yang asli tidaklah demikian.
Bagi para monster 'nama' adalah suatu hal yang sangat sakral dan penting,
ketika monster memiliki nama tertentu maka dipastikan dia adalah monster yang
kuat. Sistem pewarisan kekuatan monster juga pada umumnya dilakukan dengan
pemberian nama yang sama dengan yang masih hidup pada ritual khusus, ataupun
langsung memberikan suatu 'katalis' nama sosok yang sudah mati, tentu saja
'katalis' tersebut haruslah sesuatu yang berkaitan erat dengan sosok tertentu
yang dimaksud.
Nama Poseidon sudah melekat pada tombak Trident ini sebelum aku
menerimanya dari Raja Ryuugu. Nama Poseidon pada tombak ini menjadi 'katalis'
agar aku bisa menggunakan kemampuan yang sama seperti yang dimiliki oleh
Poseidon dahulu.
Aku
tidak menganggap Poseidon adalah manusia, manusia setengah ikan, aku hanya
menganggapnya sebagai monster bajingan yang sangat memuakkan dan sekarang hanya
sebagai alat kekuatan ku sekarang." ujar Mizuki.
"Hoo... menarik... kalau dilihat dari penjelasanmu... berarti
bukankah Poseidon terbunuh?" tanya Ayako.
"Ya benar sekali, aku mewarisi tombak
ini sepertinya bukan kebetulan melainkan memang sudah direncanakan oleh Raja
Ryuugu. Pemberian tombak ini dimaksudkan sebagai bentuk lambang kemenangan
leluhurku yang dulu berperang melawan Poseidon. Sebuah trofi kemenangan bagi
klan 'Amegami' yang notabene adalah musuh bebuyutan nya Poseidon. Meski sangat
disayangkan, pada tahap akhir pertempuran sebenarnya kami kalah, seandainya
saja tidak ada orang itu... "
"orang itu...? siapa dia...? " hela
Ayako.
"Ayako, ini cerita yang cukup rumit asal kau tau para Kenja no
Ishi, Catashthrope memiliki usia yang abadi kalah saja mereka tidak terbunuh.
Dari fakta itu dapat kita simpulkan bahwa mereka juga akan mengalami pelambatan
pertumbuhan pada tubuh mereka, namun sebagai gantinya mereka mendapat kemampuan
regenerasi yang sangat gila. Pelambatan pada pertumbuhan mereka bukanlah 1
banding 10 tahun seperti usia majin pada umumnya, akan tetapi 1 banding 1.000 tahun
untuk kenja no ishi dan 1 banding 100 untuk catasthrope. Akan tetapi itu adalah
angka minimal setiap orang yang menjadi kenja ataupun catasthrope memiliki
perkembangan yang berbeda beda,bahkan ada juga yang benar-benar berhenti pada
bagian pertumbuhan tubuhnya.
Berbeda dengan kami para havoc perbandingan penuaaan kami dengan manusia
biasa, mayoritas adalah 1 banding 10. Sekali lagi itu adalah angka minimal.
Diriku sendiri memiliki perbandingan 1 banding 25 tahun. Maka dari itu
perkembangan mental seseorang tidak dipengaruhi oleh usianya, melainkan
lingkungannya.
Baiklah kembali pada kisah leluhur ku yang
berperang melawan Poseidon. Dahulu leluhurku dan sekutu mereka berperang sengit
melawan Poseidon, sampai akhirnya leluhurku hampir terbantai dan musnah. Para
tetua klan Amegami mengirim Putri Amegami dan suaminya ke tempat aman dan
menitipkan mereka berdua pada seseorang dari ras manusia ikan, meski putri
amegami sudah bersuami namun usia mereka berdua ssangatlah belia. Mengetahui hal tersebut Poseidon marah besar
karena dia gagal membantai seluruh manusia yang melawannya. Poseidon
mengarahkan serangannya menuju tempat yang mereka tinggali yaitu negeri manusia
ikan.
Disebut kan dalam legenda ada seorang pendekar, melakukan transaksi
dagang dengan para manusia ikan. Dia juga berteman baik dengan Raja 'Fisher
Tiger' yang saat itu menjabat jadi Raja negeri manusia ikan. Ketika Poseidon
memporak-porandakan negeri tersebut, seorang penguasa yang nampak seolah dari
ras manusia biasa tersebut menyerang balik Poseidon.
Yang lebih mengejutkan lagi orang tersebut bisa menang dengan mudahnya
lalu membunuh Poseidon beserta pasukannya. Senjata Poseidon direbut, kekuatan
Poseidon yang sangat besar dia masukkan dan lekatkan dengan 'nama' pada tombak
milik Poseidon sendiri. Lalu tombak tersebut dia berikan kepada Klan Amegami
sebagai bentuk penghormatan, meski klan mereka sudah hancur sekaligus
menenangkan hati kedua bocah tersebut. Karena takut tidak bisa menjaganya Putri
klan Amegami menitipkan tombak tersebut pada seseorang dari manusia ikan, lalu
putri klan tersebut mencopot status kebangsawanan nya dan melakukan sumpah
setia kepada raja manusia ikan...." Mizuki terdiam...
"Generasi demi generasi telah berlalu, aku menerima tombak ini dari
Ryuugu 45 tahun lalu. Aku menjadi Havoc sudah satu tahun penuaan alias 25 tahun
bagi manusia biasa telah lewat,namun usia badan dan penampakanku masih seperti
20 karena aku menjadi Havoc diusia 19. Putri manusia ikan juga memiliki umur
yang panjang, bahkan lebih panjang dariku. Mungkin saat ini perawakannya masih
seperti gadis 17 tahun.
Fakta ini mungkin tidak mengejutkan setelah penjelasan ku dari awal
tadi.
Manusia ikan yang menerima tombak ini adalah Ayah dari kakeknya Raja
Ryuugu.
Dan
'Pendekar yang nampak seperti Manusia biasa' itu adalah....
... Yuzuru Nishimiya-Sama"
....
Bersambung